
Sial!! Sial!! Sial!! Umpatan demi umpatan Hans lontarkan dari mulutnya. Dia kecolongan, Angelnya dibawa lari oleh dua pria yang tidak lain adalah anak magang .
Beberapa saat lalu .
“Mana Angel?” Mata Hans melayangkan tatapan bertanya ke arah Bram yang duduk di meja kerjanya. “Ini sudah jam makan siang pak .” Terang Bram. Pasti atasanya itu tau maksudnya.
Hans mengeryit.
“Kau tidak paham pertanyaannya Bram. Angel mana ?!” Hans menggeram kesal berjalan dengan hentakan kuat ke arah meja kerja Bram yang berjarak cukup jauh dari meja kerjanya .
Bram paham, dia mendongak lalu menyahut dengan santun.
“Angel pergi makan siang ,bersama Angga dan Bayu .”
Brak
“Bodoh kenapa kau membiarkannya! Kenapa kau tidak memberitahuku .” Hans ingat nama itu sekarang. Peringatan bahaya selalu Hans bunyikan ketika mendengar nama itu .Dan Yang menjadi bahaya berhasil membawa Angelnya .Seharusnya dia tidak masuk sejenak ke ruang pribadinya tadi. Seharunya dia stay di tempat menjaga Angelnya.
Bram mengerutkan kening dalam .Apa salahnya disini ? Dia tidak dititipi pesan untuk melaporkan kegiatan Angel. Tapi malah mendapatkan kemarahan dari atasannya ini .
“Bawa aku ke Angel, sekarang !!” Alis Hans melukis tajam ,dengan pikiran berputar .Angelnya! Angelnya! hanya itu pikirannya .”Sekretaris Angel sedang makan siang pak .”
“Bodoh kenapa kau mengulang -ngulang jawaban .Tidak dengar yang kukatakan bawa Aku ke Angelku sekarang !Detik ini juga.” Geramnya begitu kesal .Baiklah Bram ,tadi hanya kurang yakin dengan permintaan atasannya itu. Jadi dia sedikit menerangkan lagi .
***
Sorot mata kesal tidak hilang dari Hans. Kakinya menghentak-hentak merasa lift berjalan dengan sangat lambat .Tangannya bersedekap mengamati Angka lift yang mulai menuju lantai di mana Angelnya berada .
Tidak ragu iya .Dia terus mengikuti langkah sang asisten yang membimbingnya menuju tempat sang kekasih .Mata Bram menyapu mencari sosok Angel .
“Itu Angel pak .” Bram merujuk pada meja di bagian pojok yang berisi 3 wanita dan 2 pria .Posisi Angel dapat dilihat Hans jelas .
Sial kenapa dia selalu banyak senyum sih .Membuat ku gusar saja .Kenapa dia juga begitu manis bahkan dari jarak ini !.Membuat kesal saja.
Langkah kaki lebarnya membawanya mendekat untuk menemui Angelnya .Dadanya bergemuruh kesal .Setiap langkahnya mendapatkan tatapan heran .Bagaimana tidak ?.Ini adalah kali pertama Hans menjejalkan kakinya menuju kantin perusahaan .Semua itu terjadi karena di harus menjaga kepemilikannya ,dari mata ketertarikan laki-laki lain .
“Boleh bergabung ?” Suara beratnya menginterupsi kegiatan makan dan obrolan ringan di meja yang dai tandang itu menjadi sepi senyap. Angel ,Dina dan Vina terdiam kaku. Mereka memperbesar penglihatan apakah ini benar atasan mereka atau mereka hanya halusinasi .
Ini benar-benar pak Hans apa aku tidak salah lihat ?.Batin Vina
Wah deabak ini nyata .Apa ini nyata untuk pertama kalinya CEO kami berdiri disini .Dikantin .Apa aku sedang berhayal .?
Batin Dina menjerit heran .
Selalu saja aura Hans begitu bersinar. Tangan yang dimasukkan dikantung celana itu menambah kesan keren. Sungguh selalu menakjubkan setiap kali mereka melihat Hans. laki-laki ini bagaikan pahatan patung sempurna .
“Silahkan pak .” Angga menyahut karena meja terasa sepi senyap. Dia terheran ada dan kenapa ? Hans mengerutkan kening melihat Angel yang terus menyorotinya. Bunyi kursi yang ditarik menyadarkan ketiga wanita itu dari bungkamnya. Hans duduk disamping Angel dipegang Hans tangan Angel yang berada dibawah meja .
Ini nyata dia benar-benar disini .Tanganku dan tangannya, astaga .Ada apa gerangan ?Apa ini inspeksi dadakan ?
Bram pergi untuk mengambil makanan.” Ke-kenapa anda disini pak ?” Angel membuka suara. Hans lalu melihat ke arah Angel.
“Tentu saja untuk makan .” Sahut Hans dengan sungguh-sungguh .
MAKAN dan mengawasi pergerakan orang di depanmu .Lanjut dalam hati.
Angel terheran, sangat .Ini bukan kebiasaan Hans ,sesuatu yang langka sekarang terjadi tepat di depan matanya .”A-anda yakin pak .Apa tidak sebaiknya ...”
Angel hendak memberikan saran ,namun Bram sudah datang dengan nampan yang berisi makanan .Dina mengembangkan senyum lebar sekarang mejanya penuh dengan pria tampan ,hendak berjingkrak karena mengalami moment langka .Lain halnya dengan Vina yang bersikap menganalisis .Angga menggantung sedok melihat suatu orang didepannya yang dekat sekali bahkan Hans tidak ragu menyentuhkan bahunya ke tubuh Angel hingga mereka merapat sempurna .Tangannya tak lepas menggenggam erat tangan Angel bersembunyi dibawah meja.
__ADS_1
“Ini pak silahkan .” Bram menyerahkan nampan makanan yang baru dia ambil .Para penyaji makanan merawat was-was jika saja makanan itu tidak sesuai dengan selera CEO mereka .Dibalik kaca mereka tak beralih pandang dari meja Hans . Porsi dan makanan di sajikan dengan begitu apik .Takut jika ini adalah penilaian dadakan seorang Hans .
Di bagian penyaji makanan .
"Dengar-dengar sekarang CEO perusahaan sedang makan di kantin. Jadi kita harus bisa menjaga sikap. Dan menyajikan semuanya dengan sangat hati-hati ." Instruksi ketua dapir kantin yang dadakan .Semua mengangguk mengiyakan .
Kembali ke meja Hans .
“Ya .Ayo makan kenapa kalian diam begini .” Mereka sepertinya menunggu Hans lebih dulu mengangkat sendok makan jadi mereka diam. Mereka saling lirik melirik lalu kemudian mulai mengakat sendok untuk makan. Dahi Hans berkerut dalam ketika sebuah tangan menyerhakan potongan ayam ke nampan makan Angelnya. Hans semakin mengecam erat tangan Angelnya. Geram raut wajah tidak suka langsung menyeruak rasanya dia ingin membanting meja makan ini sekarang. Namun dia harus bersikap tenang disini banyak karyawannya. Dia tidak boleh bersikap gegabah .
Berani sekali dia .Memincingkan mata sinis bercampur geram dan kesal .
“Silahkan makan Bu.” Ujar Angga .Angel menelan salivanya kasar. Rahang Hans mengeras dan itu membuat Angel tergugup.” Jangan ga, kamu makan aja.”
“Gak papa Bu ,saya juga tidak terlalu menyukainya .” Hans tersenyum sinis .
“Kau mengasihani Angel ?!” Alis Hans bertautan dengan senyum meremehkan hitung saja beberapa detik dia akan mengeluarkan lahar panasnya.“Makan ini. Ini berada di dalam nampan berkualitas dengan orang yang berkualitas dan makanan yang berkualitas .” Mengambil potongan ayam di nampannya dan menumpuk di nampan makan Angel .
Apa maksudnya ?Berkualitas ?Apa punyaku tidak berkualitas .Rumornya benar-benar nyata dan sekarang aku menyaksikannya lidah tajam itu begitu menusuk .Kenapa dia memandangku seperti itu seperti aku ini adalah rivalnya ?
Angga mengeratkan lengan pada sendoknya ,dia tidak bisa melawan .Bagaimanapun laki-laki yang percaya diri ini adalah atasannya .Bayu merasa was-was menyenggol lengan Angga pelan .Angga mengangguk lemah .Bibir Dina tidak lagi merekah kan senyum ,dia merasakan aura dingin dimeja ini .Suasana kantin juga sepi senyap .Matanya memindai sekitar .
Banyak yang bercepat-cepat makan .Tanpa mengobrol tangan mereka sibuk memasukkan satu demi satu sendok makan hingga beranjak dari tempat duduk dan mengembalikan nampan mereka tanpa menimbulkan suara .Sepertinya para karyawan berpikir ini adalah kunjungan dadakan Hans ,sekaligus menilai .Dan mereka tidak ingin mendapat nilai buruk .Makan dengan cepat dan kembali dengan cepat melanjutkan pekerjaan .
Sekarang Dina terjebak di meja makan sepi ,dia tidak bisa leluasa mengeluarkan suara cemprengnya. Dia menjaga sikap karena melihat nuansa yang tak bisa dicairkan dengan sekedar ucapan receh darinya .
Angel mulai mengangkat sedoknya .Hans dan Angga sama-sama menyoroti pergerakan tangan Angel .Jika gerakan mata Hans berjalan mungkin saja mata itu Sudah berada di tempat makan Angel sedari tadi .
Ya tentu saja .Angelku akan memakan makanan yang kuberikan. Kau lihat itu dia memilih makanan yang kuberikan ,dan di kenyataan dia juga memilihku jadi jangan berani-berani menyentuh milikku! Jangan berani-berani menatap lama wanita milikku!
Apakah Angel memilih saat ini? Jawabannya tidak ,tanpa pertimbangan tangannya bergerak mengambil sepotong ayam yang diserahkan sang kekasih . Dia Sudah terbiasa dengan sikap sang kekasih . Tapi heran dengan cara bicara Hans yang terdengar ketus tadi .
Bibir Hans mengambang senyum .”Makan yang pelan .” Seru Hans penuh perhatian . Vina dan Dina sebenarnya sudah sering melihat atasan mereka itu sering memperhatikan sahabat mereka .Ada rasa heran ketika melihat itu ,namun mata mereka sepeti terbiasa jadi tak ambil pusing dengan itu.
“Apa tidak ada tisu ?” Hans berucap tiba-tiba mengedarkan pandang matanya arah sekitar .Vina dan Dina langsung berdiri .Saatnya sekarang saatnya untuk mencari muka didepan boss mereka .”Akan saya ambilkan pak .” Seru mereka berbarengan .Mata mereka saling pandang ,dengan bibir bergumam tak jelas. Mereka bersaing seperti menuju finis segera mencari letak tisu .
Hans hanya mengerjapkan matanya melihat keanehan dari sikap dari wanita yang dia lihat tadi .Dua wanita itu sekarang saling dorong mendorong Bahkan setengah berlari kembali menuju meja tempat makan tadi .Dan meletakan tisu yang berhasil mereka peroleh .
“Ini pak silahkan .” Hans mengaguk dan mengucapkan terima kasih .Angel masih tenang menghadapi Hans sembari masih menguyah makanan . “Sudah kubilang makan yang pelan .Kenapa kau selalu berantakan saat makan ? Heran sekali .” Hans menyapukan Tisu disekitar area bibir Angel. Membuat Angel mengerjapkan gugup seketika . Hans terang-terangan mengumbar sikap manisnya kepada Angelnya .Mampus jika dia ditanya oleh dua sahabatnya nanti dia akan bersikap jujur .Mungkin ini saatnya ,melihat hubungan mereka yang kuat .
Ucapan Hans mengandung arti lain .Yaitu dia sudah sering dan terbiasa makan dengan Angelnya .Hingga dia mengetahui kebiasaan Angelnya itu.
“Ehm terima kasih pak .” Angel berusaha mengukir senyum dan bersikap tenang .Dina dan Vina ingin sekali mencibir mereka tadi mencari muka dengan sok-sok an mengambilkan tisu .
“Apa kalian memang makan selambat ini? ” Pertanyaan Hans yang tiba-tiba membuat mereka heran secara bersamaan .Perasaan mereka makan dengan kecepatan standar dan juga tidak berlama-lama .
“Tidak pak .” Sahut Angel.
“Cih kalian tidak lihat hanya meja kita sekarang yang masih penuh .Tidak ada lagi karyawan lain .” Langsung saja mata mereka mengedar mencari kebenaran dari kata-kata sang boss .Tidak ada satu pun meja yang berisi orang-orang .Bahkan bagian kebersihan Sudah mulai bergerak mengepel mengelap dan lain sebagainya! What!
Sial seharusnya aku langsung cepat -cepat makan juga tadi.
Batin Dina
Mereka saling pandang dan detik selanjutnya acara makan mereka berlanjut seperti acara lomba makan. Menyumpal makanan dengan cepat ke mulut mereka. Saat ini mereka sudah menangkap satu hal bahwa atasan mereka ini baru saja memberikan penilaian buruk terhadap mereka. Ini memang bukan sepenuhnya kesimpulan yang salah jika melihat situasi. Tapi mereka juga heran kenapa mereka jadi seperti bersalah disini . Tidak ada satupun yang berani mengecek jam tangan mereka. Bram juga ikut makan dengan gerakan cepat.
Sial aku hampir tersedak sekarang .kenapa kami seperti sedang lomba makan sih .Lihat itu yang membuat kami lomba makan hanya bersedekap acuh .Hanya memerhatikan Sekretaris Angel .
Batin Bram
__ADS_1
Aku akan sakit perut sekarang .Kenapa juga tadi aku mengambil porsi makan banyak sih .
Batin Dina
Aku mau muntah sekarang .mulutku penuh .Kumohon terima makanan ini tubuhku .
Batin Angga
“Wow cepat juga kalian makan .Sudah kan ?..Ayo Angel. Bram kau bereskan punya Angel .” Pinta Hans, kemudian berdiri meninggalkan wajah-wajah orang yang tampak pias. Angga dan Bayu memiliki beban pikiran. Mereka baru anak magang dan sekarang mendapat penilaian buruk apa jadinya mereka nanti.
***
“Tega sekali kenapa kau membuat kami lomba makan tadi .” Angel cemberut .
“Siapa aku?.”
Di dalam ruangan persegi yang terus berjalan ini mereka berdua sedang berdiri berdampingan .
“Ya kau .”
“Aku tidak menyuruh kalian cepat makan tadi .Aku hanya menegur kalian yang lamban sekali makan “ Jelas Hans sesuai fakta yang dia lihat .
“I-itu kami tidak lambat makan .Tapi mereka yang sangat cepat .” Sanggah Angel .berapa kali pun dia memikirkannya dia makan tidak lambat .” Kau memang lambat sayang .” Ujar Hans
“Lain kali jangan pergi makan siang tanpa sepengetahuan ku .”
Kening Angel berkerut samar .” kenapa ?”
“Cukup dengarkan aku okey .Awas saja kalau kau seperti hari ini lagi .” seru Hans penuh peringatan .Sungguh Angel terheran aneh .”Baiklah .” Angel menjawab pasrah .
“Emm itu kapan aku harus menemui ibumu ?.” Angel bertanya tiba-tiba .”Tunggu nanti oke .” sahut Hans lembut .Hati Angel berdesir mendengar tutur kata lembut itu .Angel mengangguk mengiyakan .
Ting pintu lift terbuka .
Sampai di depan meja kerjanya .Mereka saling melepaskan diri .Namun tiba-tiba Hans berbalik dan memeluknya .” Malam ini kita kencan ,jadi kita pulang lebih awal .” Ucapnya berbisik ditelinga Angel .Membuat Angel berdesir geli ,dan gugup sekaligus .Dia dikejutkan lagi dengan kecupan di bibirnya .
“Siap-siap nanti malam .” Hans berlalu dengan senyum mengambang .Dia baru mendapat vitaminnya tadi . Angel duduk dengan jagung yang masih berdegup kencang .Bagian lantai 17 memang tidak sembarang orang masuk .Jadi mereka tidak ketahuan tadi . Jika ada yang masuk itu paling asisten Bram .
Aku selalu saja berdegup kencang jika dia menciumku .Kenapa hatiku lemah sekali sih. Kencan ?.Bagaimana ini aku harus pakai baju apa .Astaga aku sungguh dilema ,karena banyak berkencan aku selalu mengeluarkan baju-baju terbaikku .Huh !Apa aku harus pergi belanja dulu nanti sore.
Dia Sudah berhasil mengamankan Angelnya jadi dia bisa fokus dengan pekerjaan yang ada .
Angel melirik sekilas ke arah meja sang kekasih .Langsung matanya betsibobrok dengan mata Hans .Hans melempar senyum ke arahnya .Angel langsung menunduk malu .
Sambungan telpon di mejanya membuat tangannya segara bergerak dan menggapai ganggang telpon.
“Kenapa melihat ku Hem ...”
Angel tergugup ,ternyata Hans menyambungkan telpon mereka segera saat menangkap basah sang kekasih melihat ke arahnya .
“Eh em...ti-tidak ada .”
“Pfttt...kau lucu sekali sayang .Jangan malu pandang kekasihmu ini sepuasmu .”Angel melirik ke arah Hans yang membuat gerakan menggelung lengan kemejanya .Angel meneguk salivanya tergoda dengan gerakan slow emotion dari sang kekasih .
Dia sangat tampan .Apa itu memamg kekasihku .
“Su-sudah lanjutkan pekerjaanmu”
”Haha lucu sekali ... disini aku bossnya .Kenapa kau yang seperti memerintahku .”Hans masih tertawa renyah disana .Membuat Angel kesal
__ADS_1
“Boss yang tidak ada kerjaan !.Sudah bawahan mu ini harus bekerja .”Angel menutup telpon .
Hans Tertawa lepas di dalam ruangannya .Senang karena Angel mencuri pandang ke arahnya .Dia juga berhasil menggoda Angelnya .