
Hans memiliki mood yang sangat baik semenjak dia menyandangkan status Angel sebagai kekasihnya bukan hanya sekedar sekertaris. Laki-laki ini sering melakukan romanse kantor ketika bersama Angel.
Angel tidak bisa memberontak dengan lantang, karena tidak dapat dipungkiri dia juga menyukainya .
Namun makin kesini Angel seperti benar-benar melihat sisi lain dari seorang Hans. Dia terheran apa benar ini laki-laki yang rumornya terdengar dingin. Ketika bersama Angel, Hans bahkan tidak menyia-nyiakan waktu dia terus saja menarik Angel mendekat dan tidak mau melepaskannya.
Seperti sekarang ini.
Hans memandang Angel tidak senang karena memasang jarak di antara mereka.
“Kenapa duduk disana?”Serunya dengan nada tidak suka.
Angel sekarang duduk disamping Bram berhadapan dengan boss mereka .Tak lupa dimeja sofa ini sudah menumpuk banyak berkas.
“Saya pak? “Tanya Bram dengan lugunya .
Bram mendapatkan tatapan tajam dari sang atasan. Dia kemudian menoleh ke arah pembuat kekesalan sang boss.
“Angel itu kamu. ”Bisik Bram
Bukannya apa Angel menjaga jarak seperti ini ,dia merasa tidak nyaman dengan Bram yang harus mendapat tontonan gratis kelakuan Hans yang tidak ada habisnya .
Point penting lainnya yaitu ,mungkin saja pekerjaan ini tidak selesai dan Hans malah asik mengganggu angel.
“Tidak masalah aku duduk disini saja.”
Sekarang Angel sudah mulai terbiasa menggunakan bahasa santai jika bersama Hans.
Angel sepertinya makin menambah kegusaran di wajah Hans .
“Duduk disini atau tidak melakukan pekerjaan sama sekali. ”Ancam Hans tangannya menepuk sofa di sampingnya .
Angel berusaha memberikan senyum, kalau dia duduk disana maka pekerjaan ini akan berjalan lambat dia tidak mau mengambil resiko itu.
“Tidak...Aku nyaman disini. ”Ucap Angel tanpa maksud apa pun
Hans mengerutkan dahinya tajam hingga alisnya juga melukis tajam.
“Kenapa kau senang duduk di samping Bram! iya?” Suara Hans terdengar meninggi
Kenapa kalian menyangkut pautkan aku yang tidak bersalah ini.
Sekertaris angel tolong pergi sana ,dari pada membuat murka atasan kita ini.
Angel membalas tatapan Hans dengan heran. “Tentu saja tidak! , aku senang duduk dimanapun. ”Bantah Angel cepat
“Kalau begitu duduk disini katanya kau senang duduk dimana pun. ”Kembali menepuk sofa sampingnya .Astaga angel sudah memakan umpan yang Hans berikan .Baiklah Angel kalah dia hanya perlu menebalkan muka di depan Bram .
Angel beranjak berdiri dan menghampiri Hans duduk disamping Hans ,langsung saja tubuh angel disambut dengan senang hati oleh Hans ,dia melingkarkan tangannya di pinggang angel dan dagunya bertumpu pada pundak angel. Bram seperti makhluk tak kasat mata yang tidak dianggap Hans.Dia melakukan apa pun yang dia kehendaki.
Angel merasa tidak enak dengan Bram ,karena mendapat pemandangan seperti ini.
Bram bahkan tersenyum aneh, menanggapi tatapan Angel yang sepertinya mengucapkan kata maaf.
“Ayo mulai Bram !Kenapa kau tertegun seperti itu. ”Hans mengucapkannya dengan nada sedikit mengejek
“Baik pak.”
Saat Angel mengambil dokumen Badan Hans juga mengikutinya .
“Ayo lah jangan seperti ini. ”Berusaha menggeliat dan menjauhkan pundaknya dari kepala Hans yang bertumpu .
Hans melayangkan tatapan kesal ke arah Angel. ”Kau ini hanya perlu diam banyak sekali protes dari tadi. “Seru Hans
Angel berdecak sebal ,dan menghela nafas kasar. Terserah saja sepertinya hans dalam mode susah untuk dibujuk. Walaupun kondisi Hans sekarang bermanja-manja dengan Angel namun dia tetap bisa menangkap proses pekerjaan yang berlangsung .
Mengambil beberapa keputusan ,dan melakukan argumen dengan Bram beberapa kali. Ketika Angel bersungut-sungut Hans memberikan kecupan dipipi dan mengatakan argumen yang sangat-sangat bagus .
Aku tidak dianggap disini. Tunggu apa benar ini pak Hans.?
Ini benar-benar romanse kantor .
Bram tidak fokus dengan pekerjaannya , dia sangat terganggu dengan dua sejoli didepannya ini.
KESABARANNYA SUDAH HABIS.
Dia berdiri menjulang di hadapan Hans ,atasannya itu terheran dengan sikapnya .
“Heii Hans!”Bram memanggilnya dengan suara tinggi, mata Hans membulat lebar terkejut
“Apa yang kau lakukan Bram. ”Seru Hans tak percaya dengan yang dia lihat.
Bram sudah kehilangan akalnya sekarang, Angel bahkan ikut membelalakkan matanya melihat kelakuan Bram.
“Kau menguji kesabaranmu!!Sekarang kesabaranku susah habis, kau tidak melihat tempat apa !Kau melakukan segala hal dengan seenaknya .Jaga perilakumu. ”Berkata kasar sembari menunjuk Hans
Nafas Bram naik turun mengungkapkan kekesalannya. Matanya melotot tangannya berkacak pinggang.
“Bram!!!, Bram...Bram!!”
Suara itu berasal dari Hans .Bram mulai tersadar dengan posisinya yang berdiri.
“Kenapa kau melotot seperti itu...tidak sopan sekali. ”Seru Hans dengan nada geram
Tunggu Bram tersadar tadi ternyata hanya sebuah KHAYALAN dirinya .
Bram langsung membungkukkan tubuhnya .
“Maaf pak maaf...mata saya memang sering seperti ini.”
“Benarkah. ”Suara Hans terdengar heran
“Benar pak.”
“Lalu kenapa kau berdiri? “Tanya Hans lagi
“Ini saya melakukan peregangan pak uhhh...”Bram menggerakkan badannya dan mulai melakukan pelenturan ringan.
“Duduk! “Perintah Hans
“Baik pak. ”Bram menundukkan pandangannya.
Astaga khayalanku sangat berani. Untung saja tidak benar-benar nyata.
Rutuki Bram pada dirinya
Pekerjaan berangsur mulai selesai ,waktu mendekati makan siang. Hans berusaha mengajak angel untuk makan siang bersama .Namun Angel mempertahankan keinginannya dia tidak mau pergi bersama Hans .Sudah cukup hampir seharian dia terkurung dengan Hans ,dia ingin makan bersama para sahabatnya .
***
Di kantin persusahaan
Seperti biasa Angel ,Dina dan Vina pasti bersama-sama.
Sekarang mereka sedang makan siang dikantin perusahaan.
Mereka duduk bertiga dalam satu meja bundar.
Saat mereka sedang asik makan, Dina berbicara dengan mulut yang penuh
Makanan.
“Ngel. Kamu ta...”Satu butir nasi terjatuh yang berasal dari mulut Dina
__ADS_1
Angel memudurkan tubuhnya dan melindungi makanannya.
“Buset Din makan ya makan aja ,jangan banyak ngomong.Ini kena
Cipratan akunya “Tegur Angel.
Vina juga ikut menegur Dina dengan memukul lengannya.
“Iya nih...din abisin dulu yang ada di mulut itu, baru ngomong”
Dina mengunyah makanannya dengan cepat ,dan meneguk air. Meletakkan gelas dengan serampangan .Matanya menggebu-gebu ingin menceritakan yang dia lihat kemarin malam saat di bioskop.
“Ahh...ngel, mau cerita kemarin itu ya...”
Vina menginjak kaki Dina ,mulutnya komat-kamit menghentikan dina agar tidak bicara.
Angel menatap mereka dengan curiga secara bergantian.
“Auu apaan sih vin...kenapa nginjak kaki ku?” Pertanyaan polos Dina karena tidak mengerti isyarat dari Vina.
“Kapan?”
“Tadi.” Dina melototkan kedua matanya
“Gak ada ngaco banget” Elak Vina
Dina memicingkan matanya kesal ,dia mengangkat jari telunjuknya dan diarahkannya ke hadapan Vina.
“Ngaku kamu!...”
“Gak ada.”
“udah-udah kenapa jadi berantem gini sih “Lerai angel
“Mau cerita apaan Din? ”Tanya Angel santai sambil memasukkan satu suap makanan ke dalam mulutnya
Kembali lagi ke sifat Dina marahnya hanya sebentar.
“ Jangan kaget ya... kemarin nih..kemarin Aku sama vina ...liat pak boss Hans jalan sama ceweknya ”Suara Dina terdengar menggebu-gebu,dan sekali menggebrak meja.
“Uhuk-uhuk”Angel terbatuk-batuk ,dia memukul dadanya.
“Ini minum ”Vina menyerahkan satu gelas minum ke depan angel
Angel segera mengambil gelas minum tersebut dan meminumnya tergesa-gesa.
“Yah... dibilangin jangan kaget malah kaget. ”Ujar Dina
Vina mencibir ucapan Dina.
“Kalo kamu diposisi Angel bakalan santai aja gitu” Seru Vina
“Ya santai aja kalo dikagetin sama acara tipi tipi yang ”Uang kaget”,haha”
Dina malah bercanda
“Malah ngelawak si markonah”Seru Vina
Dina menghentikan tawanya dan menatap via menilai
“Tunggu-tunggu kenapa sih kamu kayak sewot gitu dari tadi Vin”Tanya Dina
“Aku nggak biasa-biasa aja” Bantah Vina dan menormalkan raut wajahnya .
Vina melirik angel yang berada disebelahnya ,jika firasatnya benar bahwa wanita yang Angel ceritakan dulu adalah dirinya sendiri.Maka sekarang bukan hal yang bagus untuk menceritakan kedekatan boss dengan kekasihnya .
Angel mulai meneguk salivanya. Takut jika mereka menyadari wanita yang kemarin adalah dirinya.
Pasti mereka gak mengenali gue kan?Gue udah sembunyi rapet mungkin sama pak Hans malam tadi
“So sweet banget tau nggak ngel, tu cewek ngumpet di balik tubuhnya pak Hans jadi mukanya nggak kelihatan”
Angel menghembuskan nafas pelan,lega rupanya mereka tidak mengenali perempuan yang ada di dalam pelukan atasannya yang tidak lain adalah angel sendiri.
“Oh iya ,sayang banget Aku nggak ngeliat ya.Pasti seru banget...”
Mendengar respons angel seperti itu ,membuat Vina berpikir ulang tentang prasangka nya.
Angel sangat apik memainkan perannya ,sangat santai tidak terganggu dengan perkataan Dina.
Apa aku salah kira selama ini.Astaga Vina baguslah kalau begitu...
Vina tersenyum
Dina meletakkan sendok makannya dan menyanggah dagunya dengan kedua tangannya.
“Curiga nih kayanya ceweknya pak Hans itu orang kantor ”Tebak Dina
Membuat Angel membulatkan matanya, layaknya berpikir untuk menyesatkan pikiran Dina .
Vina yang kala itu telah menyelesaikan pikirannya ikut berpendapat.
“Iya bener kayanya .”
“hus jangan asal mikir ,nggak mungkin pak Hans punya cewek orang kantor. Orang kalau pak Hans itu levelnya kalangan atas.” Angel berusaha mengalihkan pikiran mereka, namun ucapannya membuat dirinya juga ikut dilema
“Bener juga kamu ngel ”Dina setuju
“Eh tapi...kenapa dia sembunyi...seolah-olah dia kenal sama kita dan nggak mau ketahuan. ”Tebakan Vina membuat angel harus melesatkan argumen lain
“Iya bener juga Vin”Dina mangut-mangut
Ck Dina ini sangat plin plan tadi setuju dengan ucapan angel sekarang setuju dengan ucapan Vina.
“Udahlah nanti juga ketahuan jangan nebak-nebak kaya gini.”Ujar Angel
“Dan juga jangan nyebarin cerita ini ya Din ,nanti jadi rumor. ”Angel memperingati Dina
Bisa gawat kalo rumor tersebar ,makin mudah ketahuan gue
Pikir angel
“Lah kenapa, aku kan mau berbagi cerita sama semua orang ”Ujar Dina dengan polosnya
Angel sekarang sangat ingin mengubur Dina hidup-hidup.
“Kalau kami nyebarin rumor dan itu terbukti nggak bener, kamu kayanya bakalan berurusan sama pak Hans langsung deh. Mau ngerasain berurusan sama CEO kita? “Angel berharap kali ini Dina menyetujui ucapannya
“Ya pasti lah...nggak..iya Bener tenang aja ngel, nggak bakalan nyebarin rumor .Cuma kita bertiga yang tau sekarang .mulut ku, kunci rapet-rapet ”Dina berujar yakin ,bercampur takut jika berurusan dengan boss mereka ,ia tidak ingin itu terjadi.
“Bagus keputusan yang tepat” Akhirnya angel bisa bernafas lega
“Udah lanjut makanan dari tadi ngebahas pak Hans nggak kenyang”
“Astaga gara-gara si Dina nih ngel...”Vina makan dengan kecepatan penuh ,karena terburu-buru
“Kok aku? ”Menolak salah
“Terus siapa lagi? ”Tanya angel
“Iya lu Bener.”Dina tertawa cengengesan
Angel menggelengkan kepalanya pelan .
__ADS_1
Ponsel angel berdering menandakan ada orang yang meneleponnya.
Mata angel melirik ke arah ponselnya tertera nama bodinya Disana .Angel mencuri pandang ke arah Dina dan Vina agar tidak curiga.
“Ya hallo”
“Iya...Cuma bentar...em em”
Wajah angel berubah ubah menanggapi telpon tersebut. Dari yang awalnya terkejut berubah menjadi tergagap, kemudian menghela nafas ,lalu ekspresi akhirnya tersenyum .
Telpon sudah selesai ,langsung mendapatkan pertanyaan dari Dina.yang Sedari tadi memperhatikan angel.
“Siapa ngel? Tanya Dina
“Emm ...ee ayah nelpon ”Senyum Angel masih terukir diwajahnya
“Seneng banget udah kayak dapet telpon dari pacar ”goda Dina
“Ya senang lah...ayah ku yang nelpon kalo ayah kamu pasti nggak Seneng”
“Kalo kamu ditelepon sama ayah ku bukan Cuma kamu yang nggak seneng ...aku juga ”Dina memincing matanya.
“Hahaha...”Mereka tertawa bersamaan ,karena lelucon garing tadi
Selesai makan angel Vina dan Dina berjalan beriringan ,mereka sampai tepat didepan pintu lift.
Ternyata disana juga ada Bram yang ikut menganantri.
Beginilah sifat Dina jika dia melihat makhluk yang indah dia akan terus memandanginya .
“Apa yang anda lihat. “Seru Bram yang merasa terganggu dengan tatapan Dina .
Dina bukannya takut malah tersenyum lebar .
“Sedang mengagumi ciptaan tuhan. “Jawab Dina polos ,tanpa ditutup -tutupi
Bram tidak menyukai tingkah perempuan yang seperti Dina ini.Dia menjauh dan memilih menaiki tangga ,dari pada berada di dalam satu lift dengan Dina dan merasa ditelanjangi oleh mata perempuan itu.
“Eh eh kok pergi sih. ”Dina kecewa
“Sabar Din. ”Angel mengucapkannya dengan sangat datar ,seperti tidak ada upaya menghibur Dina .
Vina ikut menepuk bahu Dina dan merespons hanya melalui tatapan mata yang menghiba.
“Sial kalian pada jangan ngejek. ”Sungut dina
“Haha. ”Tawa Angel dan Vina pecah
Di dalam lift angel dan Vina terus saja menggoda Dina .Berakhir dengan sungutan marah Dian ,namun angel dan Vina tidak berusaha merayu Dina .Mereka hanya membiarkannya saja.
***
Jam pulang kantor
“Siap-siap malam ini. “Ucap Hans saat mereka berjalan di lantai dasar
“Lagi?...”Kening Angel berkerut dalam
“Iya .”
“Huff...”
Hans ini tidak ada habis-habisnya selalu mengajak angel kesana-kemari . Sering kali saat pulang jalan-jalan angel tertidur di dalam mobil Hans. Karena dia kelelahan .Mungkin angel merasa aman maka dari itu dia membiarkan dirinya terlelap di mobil.
***
Di kediaman Hans
Hans sedang memegang baju dan berkaca di depan cermin. Tubuhnya berputar ke kiri dan ke kanan menilai baju yang cocok di pakai.
“Tidak ganti...”Menggelengkan kepala merasa tidak cocok.
Mengambil baju lagi dilemarinya.Bercermin menilai lagi baju yang baru dia ambil.
Hans mengerutkan keningnya ,masih tidak merasa puas.
Kamar khusus pakaiannya sudah seperti kapal pecah ,baju celana yang dirasa tidak cocok tadi dilempar ke sembarang tempat .Toh dirumah juga ada pembantu jadi dia tidak perlu pusing memikirkannya.
“Oh perfect “Menilai baju terakhir yang dia ambil
Setelah selesai memakai pakaiannya, Hans mengambil satu jam tangan yang ada di tempat khusu tepat ditengah-tengah ruang penyimpanan pakaiannya ini. Hans menyemprot tubuhnya dengan parfum ,dengan ciri khas aroma maskulin.
“Selesai “
Menghambur senyum didepan cermin .
Saat nya pergi apel ke rumah sang kekasih .
**
Di ruang keluarga
Hans berlalu pergi ,tak menghiraukan orang tuanya yang melirik heran ke arahnya .
Babakan Hans berjalan sambil memitar kunci mobil pada jari telunjuknya dan bersiul siul.
Sampai Hans keluar dari dalam rumah ,kedua orang tuanya saling berpandangan .
“Pah...akhir-akhir ini kayanya anak kamu suka banget pergi keluar .”Ibu Hans curiga dengan anaknya
“Baru aja pulang dari kantor terus pergi lagi. ”Imbuhnya
“Biasa aja mah anak muda emang kaya gitu.”Tanggap ayah Fadli santai
Sang istri memberengut." Pah kamu itu gak peka ya...pasti anak kamu ada apa-apanya “
“Jangan-jangan anak kamu udah punya pacar. ”Duga ibu Hans terkejut sekaligus senang
“Jangan banyak berharap mah. “Ayah Hans mematahkan kesenangan istrinya .
Tidak dugaan ibu Hans tidak mudah patah begitu saja.
*
Epilog
Ibu Hans masuk ke kamar Hans ,kebetulan ia memeriksa ruang pakaian anaknya itu. Tangannya menutup mulut tidak percaya .Baju berserakan dimana-mana ,parfum yang tergeletak asal.
“Hanssssssss!!!!!”
Suara ibu Hans menggema berteriak
Ditempat lain di waktu yang sama
“Shhh”
“Kenapa pak”
“Rasanya ada orang yang memanggil namaku. ”bergidik mengusap lengannya
.
.
__ADS_1
Salam otor
~tyatyut