Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 85-Jangan Melihat Angelku !


__ADS_3

Hari sudah berganti ketika lamunan Hans berubah menjadi mimpi indah. Menyelami masa lalu. Masa pertemuan dengan si gadis mata polos. Yang sekarang sudah menjadi kekasihnya, menjadi wanitanya .


“Akan kubuat kau menjadi wanita ku seutuhnya Angelku sayang… tunggulah.” Menaikan satu alis sembari berkaca. Jari-jemarinya juga mulai membalut dasi lalu kerahnya dibenarkan .


“Hem dasar pria tampan, kenapa kau tidak bisa berbagi kesempurananmu. Haha…”Kembali narsis.


“Hem hem hem…Mana yang harus kupakai .”Melihat semua jam tangan yang tertata rapi pada lemari kaca, masing-masing jam tangan disekat dengan lapisan kaca membagi tempat.


“Hem ini cocok.” Sudah memilih dan jatuh pada jam tangan yang berada pada sisi kiri ujung. Mulai di pasangnya jam tangan itu dengan sedikit menekuk bagian lengan kiri .


“Woah siap.”


Turun dari tangga sudah disambut kehebohan oleh ibunya. “Woah my anak.”


“My boys mah.”Koreksi papa Fadli, bahasa Inggrisnya setengah-setengah.


“Lah orang mama mau ngomong kayak gitu. Gak salah tuh.”Ya benar tidak salah juga artinya sama. Hans hanya bisa tertawa melihat perdebatan kecil Papa dan Mamanya .


“Sarapan dulu sayang.” Hans menyambut sarapan yang diberikan mama Rina dan mulai memakannya .


“Astaga kenapa anak mamah ganteng banget sih.”Mengelua lengan kiri Hans dengan mata mengerjap lucu .“Umur kamu juga makin tambah tapi masih ganteng aja .” Jika begini pasti Mama ada maunya. Hans menatap waspada kata-kata yang akan keluar dari mulut Mama Rina .


“Umur mamah juga makin tua. Mamah pengen cepet nimang cucu deh.”


“Uhuk…uhuk…uhuk.”Hans tersedak mendengar ucapan ibunya .Dia begitu terkesiap .


“Ataga air... air… minum ini... minum ini sayang ayo cepat.”


Mulai diteguk Hans air putih tadi. Masih terkejut dengan ucapan Mama yang begitu blak-blakan.


“Kenapa sampe kesedak gitu sih .”Tidak merasa bersalah sama sekali karena membuat sang anak terkejut dan malah mau mengutarakan isi hatinya.


“Ingat sayang…kamu sudah ngenalin Angel sama mama dan papa. Kamu juga harus bisa bertindak berani datang kerumah keluarga Angel. Katakan dengan lantang niat baik kamu.” Mama Rina memberi saran sebagai seorang ibu. Dia berpikir pada posisi Angel. Dua anak ini tidak mungkin selamanya berpacaran. Mereka harus menikah. Mereka sudah dewasa bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.


“Kenapa ekspresi kamu kayak gitu Hans?” Papa Fadli mulai angkat bicara meilihat anaknya yang terdiam. Tatapan mata Papa Fadli berubah menjadi menelisik .


Di tatap Hans, Papa Fadli dan Mama Rina secara bergantian. Direngkuhnya ibunya itu dalam pelukannya.“Makasih mah…makasih sudah nerima Angel. Makasih sudah menghargai pilihan Hans.”


Hans begitu bersyukur, Angel begitu diterima di keluarganya. Wanita yang dicintainya diterima dan itu menjadikan jalannya begitu mulus menuju altar pernikahan. Tidak ada drama mertua dan calon mantu. Yang kemarin itu untung saja hanya ujian dari calon Papa mertua.


“Tentu saja kami menghargainya. Orang Angel cewek satu-satunya yang bisa tembus menjadi calon mantu mamah .”Kekehan geli Mama Rina mengguncang tubuh Hans Anaknya juga ikut tergelak dengan papa Fadli tertawa di ujung meja, dilepaskan hans pelukannya.


Papa Fadli mulai bernafas lega, dia pikir anaknya ini laki-laki pengecut. Dia hampir salah menilai .


“Sebentar lagi Hans juga udah rencana mau ngunjungin orang tua Angel .”


“Kapan? Mama mau ikut juga.” Begitu antusias .


“Eh jangan mah. Orang tua Angel belum tau hubungan Angel sama Hans .”


“Lah kok” mama Rina mengernyit heran mengambil jarak yang cukup untuk leluasa melihat raut wajah anaknya .


Hans tampak melepaskan sendok makan dan memulai pembicaraan serius dengan kedua orang tuanya .


“Orang tua Angel gak ada disini mereka tinggal di desa. Hans juga gak mau orang tua Angel tau hubungan hans sama anaknya melalui telepon .Hans mau datang langsung sendiri.” Mama Rina bernafas laga. Dia tadi sudah berfikir negatif tentang Angel yang tidak mau mengatakan hubungan mereka .


“Papa yakin kamu sudah mempertimbangkan semuanya. Semoga kamu bisa mengambil hati calon mertuamu, nak.” papa Fadli berujar dengan mata menghujam dalam.


“Pasti pah…”


Mereka saling lihat dan terkekeh dengan situasi yang terlihat begitu serius. Hana tidak ikut sarapan pagi . Mungkin anak itu masih molor karena mengerjakan tugas kuliah yang berjibun.


***


Gosip yang beredar semakin hari semakin bertambah. Wanitanya...Angelnya menjadi pembicaraan utama dalam gosip tersebut. Hans diam-diam sudah mengambil tindakan. Membekap mulut-mulut tak bertanggung jawab. Memberikan sebuah penekanan ,menuntut untuk bisa menjaga mulut Mereka .


Dipertemukan langsung dengan Hans sepagi ini membuat wajah mereka pias. Tidak menyangka bahwa atasan mereka langsung turun tangan menangani masalah. Ada yang bergetar dan ada yang sudah berpeluh keringat .


Pertama kali mereka terkejut karena dipanggil oleh asisten Bram. Ternyata mereka dihadapkan dengan yang lebih berkuasa lagi hingga membuat mereka hanya bisa tertunduk dengan keringat dingin.


Sangat mengerikan tenyata. Mereka tidak akan mau lagi membuat masalah dengan menyebar gosip iri!! Mereka akan diam dengan sangat patuh .Kata-kata yang terlontar dari Hans membuat nadi mereka berdenyut, kata-kata itu begitu tajam dan menohok .


“Heh... berani sekali kalian mengolah gosip di perusahaan ku ! Aku dapat melihat wajah menyedihkan kalian karena larut dalam iri. heh...”


“Dengar!!” Mereka semakin tetunduk dalam.


“Jika kalian bergosip yang tidak jelas lagi maka aku akan meragukan kinerja kalian. Dan kalian tau kan apa dampaknya .” kata-kata itu terlontar dengan nada dingin.


Disini tidak ada si pria dengan sejuta pesona. Mereka hanya melihat seorang pria dingin dengan lidah yang begitu tajam!


Mereka keluar dari ruangan Hans bersaman itu juga Angel datang. Melihat Angel mereka langsung bersikap sopan, mereka mengembang senyum ramah yang begitu tampak dipaksakan .


“Selamat pagi sekretaris Angel .” sapaan mereka juga begitu serempak dengan membungkuk meraka seperti menyapa Hans. Ya sekarang Angel berada dalam jajaran seorang Hans Prasetyo dimata mereka .


“Eh iya pa-pagi semua .” dengan ragu Angel mengambil langkah melewati Mereka. Dia berbalik dan masih menemukan wajah yang tersenyum ke arahnya. Keningnya berkerut dalam merasakan ke anehan. Melihat segerombolan orang berada di lantai 17 merupakan keanehan ditambah lagi perilaku mereka .


Kenapa dengan mereka? aneh sekali .Aku seperti petinggi perusahaan .Apa tadi? mereka juga membungkuk dengan serempak. Membuatku tidak nyaman saja .


Angel juga tampak mengenal salah satu diantara gerombolan tadi. Wanita yang sudah membuatnya mendidih panas waktu di kantin .


“Cih ini dia .Biasa saja ,Hem aku tau dia pasti yang merayu boss Hans. Haha wajah biasa seperti itu tidak mungkin boss Hans yang mengejarnya.”


“Sutt kecilkan suaramu.”


“Kenapa?” Menjawab dengan begitu acuh.


Suara mereka masih terdengar dengan sangat jelas bahkan lirikan wanita tadi ditangkap dengan begitu jelas oleh Angel .Wanita ini sepertinya memang sengaja .Nafsu makan Angel serasa menghilang .


Dina yang memang mudah meradang pun menghentakan sendoknya dengan kasar .


“Dasar, ada wanita bertanduk lainnya rupanya!Akan kusumpal mereka dengan tisu ini .” meremas tisu bekas digunakannya tadi. Entah sudah bercampur apa tisu tadi.


Mata Vina juga ikut menajam mereka yang paling mengenal Angel. Mereka yang paling tau sifat Angel. Tapi segerombolan wanita tadi bebicara hal yang tidak benar. Membuat darahnya seketika mendidih.


“Tunggu disini aku akan menyumpal mulut mereka .” sudah berdiri dengan berbekal tisu pada gumpapan tangannya. Angel serta Merta langsung menahan pergelangan tangan Dina. Dia menggeleng dengan pelan. Tatapan sayunya menyurutkan amarah Dina. Angel memang wanita paling baik yang mereka temui. Wanita ini tidak akan mau membalas orang-orang yang menyakitinya dia lebih memilih diam dan memaafkan .

__ADS_1


“Ngel, Kamu yakin gak papa?” Dipegang Vina tangan Angel dengan lembut juga Dina yang mulai ikut melodrama. Yang didapat Vina malah sebuah ulasan senyum simpul dari Angel. Terlihat sekali sahabatnya ini memaksakan diri untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Sejenak mata Vina masih tak beralih .Ia menghela nafas kasar ,dipertajam nya juga matanya membalas semua manik mata yang menyoroti mereka. Begitu geram dengan sorot mata tajam bertanggung jawab .Matanya kembali beralih pada Angel .


“Ini gak bisa dibiarin ngel...ada baiknya ini di beritahukan dengan pak Hans .”


Dina juga mengaguk mengiyakan Vina .Jika laki-laki paling berkuasa itu turun tangan ,semuanya pasti langsung beres .Itu cara paling ampuh yang harus dilakukan Angel .Lagian mana mungkin Hans Prasetyo mendiamkan masalah sebesar ini ,wanitanya dijadikan gunjingan hangat dikalangan para karyawan. Jika mendengar itu pasti laki-laki itu langsung meradang .


“Haha janganlah ...Aku gak papa...mereka juga gak menyakitiku. Selama mereka tidak melewati batas dengan menyakiti ku...Maka aku akan tetap bersabar .”


“Ya ini Ngel buah dari kesabaran kamu... rasa sakit .” ucapan Dina sontak saja begitu menohok. Sekuat apapun dia menyangkal memang dia tetap merasakan sakit itu .


Mereka tidak tau ada lagi buah kesabaran lain Angel yaitu sosok pria yang begitu mencintainya dengan begitu tulus .Dia memilih diam. Diamnya membuahkan sebuah panggilan telpon dari sang kekasih .


Seketika ingatannya buyar saat dilihatnya sang kekasih sedang bersandar di depan pintu bagaikan model dengan tangan masuk ke dalam saku celana.


Angel langsung mengulas senyum dan melangkah menuju meja kerjanya. Dia berhenti tepat dekat disudut meja dan memegang perutnya .


Auuu kenapa nyeri sekali sih ...akhh.


“Hei kau kenapa sayang.” Hans sudah cemas dan datang ke arahnya .“Apa terjadi sesuatu tadi ? Apa ada yang macam-macam denganmu !” Nada suara Hans sudah meninggi dan membuat Angel terheran sekaligus kaget. Kenapa Hans berbicara seperti menujus ada orang yang menggangunya .


“Eh, tidak ada. Aku baik-baik saja.” semakin meremas bagian perutnya. Wajah Angel memucat tampak keringat dingin dipelipis nya. Membuat Hans segera membopong tubuh Angel. “Eh kenapa kamu menggedongku.Turunkan.” kening Angel mengernyit menahan sakit .


“Baik-baik saja apanya ! Kau sedang sakit sekarang ! Wajahmu pucat .” seru Hans penuh kritik dengan manik mata menghujam pun kedua alisnya yang ikut bertautan .


“Jangan banyak bergerak kau harus istirahat .” jika Hans sudah bersikap tegas seperti ini Angel tidak bisa lagi menahan. Memang sedari pagi tadi perut bagian bawahnya terasa berdenyut nyeri. Di perjalanan kantor juga dia memegang perutnya merasakan nyeri yang semakin menjadi. Ini memang sering terjadi ketika di mengalami siklus menstruasi .


Pintu ruangan tampak dibuka dengan kasar hingga membuat Bram terkesiap .


“Ada apa pak? kenapa dengan sekretaris Angel? ” Bingung melihat situasi. Raut wajah garang pagi tadi sudah berubah dengan raut wajah cemas .Dan si wanita dalam gendongan juga tampak memegang perutnya, terlihat sekali wanita itu sedang meringis kesakitan .


“Bram! panggilan dokter Daren sekarang!”


Masih dengan langkah tergesa menuju ruang pribadi sudah membaringkan Angel di tempat tidur yang sering digunakannya untuk istirahat .“Suruh dia datang secepatnya 10 menit dari sekarang !”


Sontak saja Bram begitu terkesiap dia segera berlari mengambil ponselnya yang terletak di meja dan melepon dokter Daren. Dokter laki-laki yang sudah menjadi dokter pribadi keluarga Prasetyo .


Setelah dia menghubungi dokter Daren dia segera kembali mendekati ruangan pribadi tadi .


Dilihatnya sekretaris Angel tampak hendak bangun namun Hans tidak membiarkannya dengan menekan tubuh Angel .


“Aku tidak apa-apa hanya sedikit sakit .”


“Tidak ada yang namanya sedikit sakit! Kau sedang sakit sekarang lihat wajahmu terlihat pucat.”


“Ha eh i-ini mungkin karena aku tidak memakai lipstik. Tidak usah memanggil dokter aku sudah bisa seperti ini .”


“Sudah biasa?!!...” Hans dibuat begitu tercengang dan semakin cemas .“Sudah biasa kau bilang ?! tapi kenapa tidak memberi tahuku ! hah.”


Kenapa aku harus memberi tahumu .Astaga mana mungkin aku harus memberitahumu bahwa aku sedang datang bulan .Memalukan sekali .


Angel berteriak frustasi menghadapi Hans di dalam batinnya.


Dicium Hans kening Angel dalam. Bram memalingkan wajahnya ke arah lain .


“Kenapa pipimu memerah .” semakin gusar saja wajahnya sudah bangun dari duduk di sisi Angel dan melampiaskan kegusarannya ke Bram .


Hei...kenapa kau berlebihan begitu aku hanya datang bulan dan ini sudah biasa kualami .Bagaimana aku menjelaskannya sih.


Hans kembali datang dengan sebuah gelas yang berisi air putih duduk kembali tepat disampingnya Angel .


“Minum ini .” Angel menurut dan meneguk sedikit air putih tadi .


“Aku tidak apa-apa aku hanya sedang da…”


“Hei Hans aku sudah datang .” Dokter Daren datang dengan tergesa bahasanya tidak formal karena dia sudah berteman lama dengan Hans, hingga menjadi dokter keluarga Prasetyo .


“Kau ini kenapa lama sekali .”


“Maaf mana yang sakit kau sakit apa .Astaga ini bencana besar, kenapa tuan muda bisa sakit .”


“Bukan aku yang sakit tapi kekasihku !”


Mata dokter Daren dibuat membulat seketika. Diliriknya wanita yang duduk bersandar pada ranjang dengan tangan meremas perut .“Ke-kekasih?...Dia? wanita cantik ini?...wah akhirnya kau memiliki kekasih .Aku kira kau ga...”


tidak melanjutkan bicaranya karena sudah mendapat pelototan dari Hans. Bram menahan tawanya di ujung ranjang. Dokter Daren ini memang berani dengan Hans .


“Berani sekali kau memuji Angelku ! tidak boleh jangan mengagumi wajah cantik ini. Bekerja dengan baik saja sekarang ! ” Tandas Hans penuh kekesalan.


“Ehm...baiklah aku akan memeriksanya .”


“Jangan memandangnya seperti itu.” memberi peringatan merasa Daren sudah salah .


“Hei baru beberapa detik aku melihatnya .Aku sedang memeriksanya ini .”


“Jangan melihatnya pejamkan saja matamu dan periksa dia .” mengambil posisi duduk di samping Angel dan memeluk Angel .


Kalau kau terus memandangnya nanti kau jatuh cinta dengan Angelku .


“Hei sialan !kalau aku menutup mata sama saja aku tidak memeriksanya.”


“Cih awas saja kalau kau menabur benih ketertarikan di hatimu sedikit saja akan kubuat gersang nanti ! ” berucap penuh kritik .


Sial dia masih tidak berubah .


Pfttt memang pak Hans tidak ada duanya .Untung saja aku menahan diri untuk tidak memuji kecantikan sekretaris Angel .Jika aku melakukannya mungkin dia akan menyiksaku.


Bram bergidik akan praduganya.


“Biarkan aku memeriksanya .” bicara dengan nada yang lebih pelan. Dengan berat hati Hans mengijinkan melihat raut wajah kekasihnya yang menahan sakit .


“Hei kenapa tangamu!” Menepis tangan Daren yang hendak memeriksa Angelnya .


Dasar pak Hans. Jika sekretaris Angel memiliki penyakit berat, mungkin dia sudah meninggal sedari tadi .Keluarga pasien terlalu banyak protes bukanya menyelamatkan pasien malah membuat pasien mati dalam proses penyelamatan .

__ADS_1


“Jangan menyentuh Angelku .Berani sekali tanganmu.” semakin memeluk Angel erat .


Hei kalian ini kenapa sih ? aku menjadi pusing sekarang .Kumohon jangan banyak berdebat.


“Lihat ini dia semakin sakit kau tidak becus sekali bekerja .” Sudah menghardik padahal dia yang sedari tadi menghalangi proses medis.


Hei dasar tuan muda gila kalau aku tidak boleh menyentuh tidak boleh memandangnya untuk apa kau memanggilku kemari.Membuatku tergesa-gesa dan bertanya sepanjang jalan saja !!


Dokter Daren sudah hendak membanting alat medisnya.Dia menarik nafas menenangkan diri menghadapi sikap Hans .


“Baiklah aku tidak akan menyentuhnya .” memilih mengalah dan melakukan pemeriksaan opsi kedua dengan bertanya .


“Nona bagian mana yang sakit .”


Aku tidak pernah menyangka harus periksa ke dokter pahal aku hanya datang bulan.Hei kenapa kau berlebihan sekali sih .


Guratan cemas diwajah Hans masih tidak menyurut sesekali dia mencium pelipis Angel .


“Be-begini dokter ...sa-saya ha-hanya ...”


mata Angel terpejam sejenak.


“Saya hanya sedang datang bulan .”


krik krik krik krik


Datang bulan .Karena ini?...karena ini aku harus meninggalkan pasienku !


Semuanya terdiam .“Datang bulan ?tetap saja aneh kenapa kau begitu kesakitan sedari tadi .”


Dokter Daren menatap malas ke arah Hans .


“Hans tenanglah...Bram apa ada air hangat ?”


“Iya ada dokter .” sahut Bram .


“Nah bawakan air Hangat, juga kompres air hangat itu akan membantu mengurangi nyeri karena datang bulan .” dokter Daren menjelaskan dengan pipi memerah.


“Bawakan semua yang dikatakannya Bram.”


Bram berlalu mengambil yang diperlukan .


Aku sungguh malu ...Haishh


“Tunggu sebentar .” mencium pipi Angel .


“Jangan melihat Angelku !” menyadari Daren yang melihat ke arah Angelnya .


“Kenapa sih kau ini. Aku hanya melihat sekilas saja.”


Masih tidak terima dan berdecak kesal.


Hei kenapa kalian bekelahi karena aku astaga ...


Hans semakin bertingkah ditutupnya mata Angel .“lepas ! kenapa kamu menutup mataku.” Berusaha melepaskan namun tangan Hans begitu erat menutup matanya .


“Diamlah kau tidak boleh menatap mata Playboy di depan mu ini .”


Dokter Daren tergelak dengan sikap Hans .


“Haha haha...Kau takut dia terpesona denganku.”


“Tidak ! sama sekali tidak! .”menjawab dengan sangat yakin.Angel hanya bisa diam dengan mata tertutup dan tubuh dipeluk Hans.“Aku jauh lebih luar biasa... lebih tampan..


dan lebih segalanya darimu jadi tidak ada kata perbandingan di antara kita ! Angelku memilih laki-laki dengan kualitas elimited edision sepertiku .” Serunya menggebu penuh rasa kemenangan saat melihat Daren yang nampak tak bisa berkata .


Aaaa berhenti mejadikan aku topik pembicaraan. Hei aku disini sekarang di depan kalian. Apalagi tadi jiwa pemuja terhadap diri sendirinya memang harus diacungi jempol ...lucu sekali mengklaim diri elimited edition haha...


“Jadi aku tidak takut Angel terpesona denganmu melainkan ...Aku takut kau yang terpesona dengan Angelku ,dan jika itu terjadi kau akan dalam Masalah.” menyeringai sudah .


Aaaa aku sangat malu .Kenapa dia bersikap over begini sih.Dan tadi juga apa dia bilang takut jika dokter Daren terpesona denganku .Hei...aku tidak secantik itu untuk membuat orang terpesona pada pandangan pertama .


Kesal tentu saja Hans bicara dengan eteng ingin sekali rasanya dia membuat resep untuk mematikan bibit jiwa pemuja Hans. Jika saja ada maka dia akan meresepkan itu agar tidak ada orang yang insecure karena kebenaran dari lontaran kata si Hans Prasetyo ini !


“Baiklah terserah kau saja .” Memilih mengalah dari pada meperpanjang. Tapi hatinya merutuki akan sikap Hans .


Drama cemburu bercampur khawatir sudah selesai. Dokter Daren diusir setelah menyelesaikan tugasnya. Bram Kembali ke meja kerjanya dan Hans masih setia berada di samping Angel. Dia memaksa Angel untuk berbaring dan tidak kemana-mana .


Karena dalam posisi berbaring dan perut yang sudah mulai nyaman membuat Angel mangantuk .


“Kekasih siapa sih ini kenapa kau begitu cantik cup...cup..cup..cup.” Menghujani wajah Angel dengan ciuman.


“Emmmm...” Angel tampak terusik .


“Haha lucu sekali. ” Tergelak di tempat .


Acara spesial sepertinya harus ditunda dia tidak bisa memaksakan Angelnya yang sedang dalam kondisi tidak nyaman .Semua rencana yang tersusun rapi harus sedikit diundur sepertinya .


.


.


.


Epilog


Bram super sibuk .Dia sibuk karena Hans yang menyuruhnya untuk menghendel semua perkejaan .


Kenapa sih .Sekretaris Angel juga tidak akan hilang .Dia pasti tetap tidur dengan nyaman di sana .Kenapa anda tidak mau meningalkan barang sedetikpun.kalau begini kan saya yang disusahkan.


.


.


~Happy reading

__ADS_1


~tyatyut


__ADS_2