
Kenan Prasetyo, merupakan sosok yang luar biasa. Ketika berjalan dagunya selalu terangkat angkuh, dengan sorot mata legam yang mematikan. Sosoknya cerdas, tubuhnya jakung dan wajahnya begitu sangat mempesona.
Sososknya terkenal introvet. Tak terlalu terbuka kecuali bersama keluarganya. Keinginan sang mommy yang menyudutkannya agar segera mencari pasangan, membuat Kenan tersadar dari dunianya. Dia yang terlalu workholick, melupakan tentang sosok yang harus ia cari dan mendampingi hidupnya.
Sosok jakung itu terlihat dewasa dan mengagumkan. Ditengah kepelikan pemikiran mencari sosok wanita yang sesuai mendampingi hidupnya. Ken mencoba mencari bantuan, dengan mendatangi biro jodoh seperti yang temannya sarankan.
Namun siapa menyangka, sekarang dia dihadapkan dengan Ayana Humaira, sosok adik kelas yang selalu memandangnya kagum. Kekaguman dari para wanita memang hal biasa Ken dapatkan, namun Ayana merupakan pengagum garis kerasnya dulu....Ya dulu...
Ada rasa malu yang menggerogotinya, namun ia tutupi dengan sangat apik, dengan raut wajah tanpa guratan ekspresi.
“Jadi? Anda ingin kriteria wanita seperti apa?” Ayana bertanya tenang. Mata Ken menyipit, aura yang terlihat dari Ayana berbeda sekali. Tatapan memuja itu tak lagi terlihat.
Apa dia tidak mengenalku? Haha dia melupakanku? Bergumam dalam hati mencoba menilik raut wajah Ayana, mungkin saja ada kegugupan disana. Namun nihil.
Ayana yang dipandang hanya menatap datar.
Ini gila aku pria sukses abad ini. Dia pasti tau siapa aku. Dia tidak mungkin melupakan aku. Bahkan matanya dulu selalu memujaku. Ken kesal.
Bahkan pria tampan ini datang untuk dicarikan wanita. Ck...ck... Apa mereka tidak bisa mengunakan wajah mereka dengan benar untuk memikat seorang wanita. Ayana
Oke, tampaknya memang Ayana melupakannya. Ken mengambil minuman yang tadi tersedia menyesapnya perlahan. Ada rasa kering dari tenggorokannya, sehingga menjerit minta dibasahi. Tangannya lalu berlipat di dada.
“Carikan aku yang terbaik di antara yang baik.”
Ayana mengerutkan kening, ingin meminta penjelasan yang lebih rinci, tangannya sudah memegang bolpoin dengan buku kecil yang terbuka, siap mencatat setiap lontaran pemintaan dari Ken, kliennya saat ini.
__ADS_1
Ken mendengus, paham dengan tatapan yang meminta penjelasan itu. “Carikan aku wanita yang enak diajak bicara, wanita yang tidak terlalu cerewet, yang penurut. Identitas ku tidak boleh diberi tahu—, saat aku harus menemuinya nanti, aku tidak ingin mendapat wanita yang hanya melihat isi dompet saja. Wanita yang kau bawa juga harus sesuai dengan kriteria orang tuaku. Aku tidak mau mendapat wanita yang nantinya akan ditolak oleh orang tuaku.”
Ken bicara jelas, latang dan tenang. Mulut Ayana terbuka lebar, ia mengintip catatan yang amburadul lalu melirik Ken kembali. Matanya melebar, sungguh! baru pertama kali ia bertemu klien yang sangat banyak maunya.
“Tunggu tuan, sebagian yang anda minta bisa saya Carikan. Tapi mengenai sesuai dengan kriteria orang tua Anda bagaimana saya bisa mengetahuinya?” Mata Ayana melebar menandakan ketidakpercayaan akan situasi ini.
“Tentu saja harus sesuai dengan orang tuaku.” Ken menjawab eneteng.
Ayana mengambil nafas panjang lalu perlahan berusaha mengulas senyum.
“Baiklah, kriteria yang disukai orang tua Anda yang bagaimana?”
“Entahalah.” Ken mengangkat bahu acuh. Sekali lagi jawaban Ken mengundang tatapan horor dari Ayana.
Apa aku boleh melakukan kekerasan saat ini. Huft, tenang Ayana, dia klien yang harus kau penuhi keinginannya. Ayana
“Baiklah kalau begitu Anda bisa bertanya dulu bagaimana kriteria menantu idaman yang orang tua Anda inginkan. Setelah itu baru datang kepada saya, maka saya akan segera melakukan pencarian yang sesuai dengan yang Anda sebutkan.”
“Kenapa harus aku. Kau dong yang mencari tau.” Mata Ken terlihat mengerjap, dengan raut wajah yang sangat membuat jengkel. Terlihat bergaya polos, namun menyimpan smirik kecil disudut bibirnya. Kecil sekali sehingga hanya ia dan tuhan yang mengetahui itu.
“Haha, bagaimana bisa saya bertanya kepada orang tau Anda tuan. Saya saja tidak kenal.”
Konyol sekali, masa aku harus tiba-tiba datang menghadang orang tuanya lalu bertanya kriteria menantu idaman Anda seperti apa. Kemungkinan besar aku akan disangka orang gila. Ayana bergidik ngeri.
“Ya kau harus berpikir untuk itu. Masa kau mau aku yang memikirkannya. Ini kan tugasmu.” Ken berdiri membuat kursi berderit. Ayana segera ingin menahan ken.
__ADS_1
“Tu—,”
“Aku tidak punya waktu lagi.” Ken melihat jam tangannya. “Kau Carikan sesuai yang Kuminta, akan kubayar kau dengan mahal.”
“Oh iya, wanita yang kau bawa nanti harus wanita yang sempurna.” Ken berlalu dengan senyum tipis melihat Ayana yang tengah lebar.
Jederrrrrrr
Ayana menjambak rambutnya Frustasi!! Dimana?!! Dimana ia bisa menemukan sosok wanita sempurna.
Sial tidak sekalian saja anda minta saya bawakan Miss Indonesia!
.
.
.
Ahahaha babang Ken muncul! Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Ditunggu ya chapter selanjutnya.
Oh iya udah nilik mas Bram belum, yuk klik profilku. Mas Bram akan muncul lansgusng, kisah Bram dan Hana akan di-update sesegera mungkin. Semoga jika tidak ada kendala bisa update rutin 🤗🤗🤗
23.00 WiB😁 Chapter 1, kisah ken
Sengaja memberi prolog dulu 🤗
__ADS_1