
Akhir pekan kembali tiba, seperti biasa bagi Angel akhir pekan ini tidak ada yang spesial.
Ia hanya ingin menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah, sambil menghilangkan penat.
Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi, Angel sudah membereskan tempat tidur. Ia lalu menyiapkan sarapan seadanya untuk dirinya sendiri.
Masih memakai baju tidur dan belum mandi, Angel beranjak dari dapur, karena mendengar suara ketukan pintu dari luar. Wajar rumahnya tidak memiliki fasilitas yang berbunyi Ting nong ting nong.
“Siapa sih yang Dateng lagi begini.” Berjalan malas.
Klek
Pintu rumah terbuka, menampilkan postur tubuh seseorang yang membelakangi pintu.
Mata Angel membulat, ia mengenal postur tubuh ini. Ragu-ragu Angel memanggil orang tersebut.
“Pa- Pak Hans?”
Berbalik lah sosok tersebut karena merasa namanya dipanggil. Iya benar sekali ternyata itu atasan Angel yang datang bertamu, entah ada apa gerangan?
Penampilan sang atasan sangat segar walaupun hanya memakai kaos hitam dan celana panjang. Berbanding terbalik dengannya. Yang masih mengunakan baju tidur, bahkan bagian lengan Angel sing-sing.
“Hasihh kenapa pak Hans datang ke sini sih. Mana muka kucel begini.” Merutuki diri.
Hans menarik sudut bibirnya, menampilkan sebuah senyum kecil ketika melihat penampilan Angel. Paham dengan tatapan itu Angel berusaha pede dengan tampilannya.
“Tidak baik membiarkan tamu berdiri lama, tanpa dipersilahkan masuk.” Ucapan Hans menyadarkan Angel.
“Eh si-silahkan masuk pak.”
Membuka pintu lebar-lebar membiarkan sang atasan lebih dulu masuk. Hans mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, memperhatikan bagian-bagian rumah Angel.
"Silahkan duduk pak"
Mempersilahkan Hans duduk, untung saja walaupun minimalis Angel masih memiliki ruang tamu, walaupun langsung menghadap ke dapur .
Hans melihat ke arah dapur Angel.
Tangannya bersdekap didada, memindai dapur Angel.
Angel mengikuti arah pandang sang atasan.
"Ehem...saya tadi baru selesai membuat sarapan di dapur." Terang Angel basa basi.
Merasa harus menjelaskan, masih belum ada jawaban dari sang atasan. Sebenarnya ada perlu apa sang atasan datang pagi-pagi sekali ? Hal itu masih menjadi tanda tanya untuknya.
"Apa anda belum sarapan, kalau belum mari sarapan pak?" Lagi bicara untuk memecah kecanggungan.
Mata Hans sedikit berbinar mendengar ucapan Angel.
“Baiklah, karena kau menawarkannya dengan begitu tulus maka aku menerimanya.”
Ia melangkah terlebih dahulu ke dekat meja makan minimalis yang ada di dapur.
“Astaga keceplosan duh” Merutuki diri.
Angel sudah seperti istri yang menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami. Mengatur makanan sedemikian rupa, kemudian mendudukan tubuhnya juga untuk menyantap sarapan.
"Silahkan dimakan pak"
Ucapan Angel, mengalihkan perhatian Hans.
Dari tadi ia agak tertegun dengan makanan yang Angel siapkan. Bagaimanapun ia adalah seorang tuan muda, dikeluarganya.
Meskipun sedikit ragu Hans mengangkat sedoknya untuk mengambil makanan.
Angel meletakan sedikit lauk di dalam sendok Hans. Meskipun agak terkejut Hans menerimanya, dan ... hap.
Satu suapan telah masuk ke dalam mulutnya .
Mengunyah dengan perlahan, mengecap rasanya.
“Hmm” Manggut lalu mulai menyendok lagi.
Melihat Sang atasan sangat lahap memakan sarapan yang ia buat, membuat hati Angel senang. Tapi tunggu dulu ada yang janggal sepertinya. Angel berusaha memikirkan hal janggal apa. Astaga iya,dia lupa belum mengetahui alasan sang atasan datang kerumah minimalisnya, kerena asik memakan sarapan .
"Ada apa anda kemari pak?," Langsung tanya tatapan mata Hans jatuh ke arah Angel segera.
"Menjangan berkencan.” Berucap begitu santai namun Angel dibuat tersedak akan hal itu.
__ADS_1
"Uhuk uhuk...."
"Pelan-pelan, ini minum"
Menyodorkan gelas minum ke depan Angel
“Kenapa begitu terkejut?”
“Memangnya ada orang yang akan menanggapi biasa ketika di ajak kencan dadakan. Tentu saja saya terkejut” Angel meringis dalam hati.
"Apa Anda ingin saya mempersiapkan kencan dengan seseorang pak...." Masih berusaha menyangkal bahwa yang diajak sang atasan berkencan adalah dia
"Aku ingin mengajakmu berkencan. "
Sudah mengambil tisyu menyapukan ke bibirnya. Entah mengapa Angel jadi memperhatikan bibir sexy sang atasan.
Mata Angel mengerjap, sial dia sempat hilang fokus.
“Sa-saya...tapi saya,saya,saya.” Gagap mencari alasan. “Saya sudah ada janji, iya benar saya ada janji pak hari ini.”
“Batalkan!” Berucap gampang.
"Eh tapi.."
Sepertinya Hans tidak ingin mendengarkan bantahan dari Angel,t erbukti dengan ia mengalihkan perhatian, dengan memegang jam tangannya.
"Masih ada waktu ,ayo cepat..."
"Ha...ta-tapi pak"
Hans sudah beranjak dari duduknya .
"Aku tunggu diluar...20 menit"
Bunyi pintu tertutup membuyarkan keterkejutan Angel. Ia langsung berlari ke dalam kamarnya ,mandi dengan sistem kilat dan dengan cepat juga menyambar baju.
Apa yang Angel sedang lakukan sekarang, kenapa ia mengacak-acak lemari bajunya, padahal ia hanya perlu memilih satu stel pakaian dan selesai,tapi ternyata ia malah bingung.
Akhirnya ia menjatuhkan pilihannya
baju sweater berwarna pink dan celana jeans.
***
"Pak"
Angel mengibas-ngibaskan tangannya didepan sang atasan .
"Ehem...Sudah siap"
"I-iya"
Sekarang mereka sudah didalam mobil.
"Apa ada tempat yang ingin sekali kau kunjungi?"
"ehh" Angel sedikit terkejut dengan pertanyaan sang atasannya tersebut. Bukannya yang disampingnya yang mengajak kencan, kenapa malah bertanya padanya.
"Kenapa terkejut, katakan apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi " Ucap Hans lagi, mengalihkan perhatian dari kemudi melirik ke arah Angel.
Angel memutar otaknya tiba-tiba saja ia memiliki ide untuk ketempat kekanak-kanakan, agar kencan cepat berakhir .
"Ada...Lurus, belok persimpangan pak"
Walupun sedikit bingung dengan tingkah Angel, Hans tetap mengikutinya .
Sampailah mereka ditempat yang ramai pengunjung, yang aneh dimata Hans tempat ini banyak dikunjungi anak kecil.
"Kenapa? anda tidak ingin turun...tidak masalah pak saya akan pergi sendiri"
Angel Sudah merasa senang, ia berpikir bahwa Hans tidak akan mungkin ikut ia masuk ke tempat tersebut
Membuka pintu mobil dan berjalan keluar.
Ia terus berjalan,hingga.
Grep
Tangannya dipegang seseorang sehingga menghentikan langkahnya .
__ADS_1
"Ayo"
Ternyata itu hans,masih dengan memegang tangan angel mereka berjalan beriringan.
Hans merasa aneh, walau bagaimanapun ia jarang ketempat seperti ini.
“Hoo baiklah mari buat pak Hans merasa frustasi. Mana mungkin pak Hans bisa menguasai permainan kekanakan begini. Haha aku kan masternya.”
"Ayo pak kita coba permainan ini"
Mereka sudah berada tepat didepan permainan tembak-tembakan.
Angel sudah terbiasa bermain tembak-tembakan jadi ,ia sangat yakin bahwa ia akan mengalahkan snag atasan.
dor dor dor dor dor
Angel membidik dengan lihai, di sebelahnya sang atasan ternyata tak kalah lihai memainkan hal tersebut.
Hans tersenyum karena yang memenangkan permainan adalah dia. Angel hanya melongo melihat hal tersebut.
“Kupikir ini sulit, tenyata permainannya semudah itu.” Bersiul dengan mata menyiarkan kesombongan nyata. Angel merengut.
"Huh...itu ayo kita kesana pak" Mencari Pertamina yang dia kuasai, ingin membuat kesombongan Hans luruh.
“Haha pasti aku yang menang kali ini.” Seringai
Lagi-lagi mereka bermain,namun permainan kali ini berbeda. Mereka hanya perlu memasukan bola basket ke dalam ring yang tersedia dalam waktu 30 detik, siapa yang paling banyak memasukan dia yang menang.
“Siap pak.”
“Mulai.”
Hans sangat fokus memenangkan permainan, satu persatu bola ia lempar, dan selalu tepat sasaran .
Permainan kembali dimenangkan oleh Hans .
Angel tidak menyangka, sepertinya selain berbakat dalam bidang bisnis, sang atasan memiliki bakat-bakat lain yang sangat banyak.
“Prok Prok prok.” Tepuk tangan angel
"Anda memang sangat hebat pak...woahh"
Mengacungkan jempolnya
Hans menikan alisnya, memberikan raut wajah sombong.
“Kemampuanku memang tidak pernah diragukan.”
Mereka menghabiskan banyak waktu ditempat tersebut, Angel masih tidak menyangka sang atasan sangat menikmati waktu bermain ditempat tersebut, ia seperti melihat sisi lain dari sang atasan .
Bukannya Angel yang jadi pemandu malah Hans, yang sibuk mencoba berbagai permainan. Ditangan Angel sudah ada boneka besar yang dimenangkan Hans saat bermain tadi .
Tenyata kencan kali ini begitu menyenangkan. Meskipun diawali dengan niatan malas.
***
~Didepan rumah Angel
Hans mengambil benda yang berada kursi penumpang dan menyerahkannya ke Angel.
"Jaga baik-baik" Menyerahkan dengan santai. Tentu saja mata Angel berbinar.
"Terima kasih pak" Huwaa hadiahnya cantik sekali.
Senyum masih melihat Hans masih setia menjatuhkan arah pandangnya ke Angel.
"Angel...seperti yang kubilang waktu itu...jika kamu mulai menyukaiku maka katakan secepatnya"
Angel gugup sambil meremas boneka besar yang ia peluk.
Hans laku tergelak, hingga perhatian Angel tertuju, dan manik mata mereka saling terkunci.
"Tapi sepertinya disini aku yang semakin jatuh dan tertarik, bukannya kamu...haha"
"Apakah masih belum...."
Angel Masih belum yakin dengan perasaanya terhadap sang atasnya tersebut,ditanya seperti ini membuat ia sedikit tidak nyaman .
"Tidak-tidak jangan dijawab...cukup hari ini... Sekertaris Angel hari ini sangat menyenangkan " Hans memberikan senyum sebelum berbalik menuju mobilnya.
__ADS_1
Meskipun kencan berakhir dengan kesenangan. Nyatanya hati mereka masih belum menemukan kesenangan.