
Hans mengamati raut wajah Angelnya .Diam tanpa suara .Biasanya dia akan merasa lucu jika melihat raut wajah Angelnya .Tapi saat ini berbeda .Wajah Angelnya ditekuk ,bahkan Angelnya sedari tadi tidak menyadari kedatanganya .
Lihatlah itu Angel mengetik papan keyboard dengan begitu kasar ,hingga Hans takut tangan mungil nan rapuh Angelnya akan terluka .
Ditangkup Hans dengan lembut dagu Angel ,hingga si pemilik terlonjak kaget dengan bola mata membesar .“Hei...kenapa memasang wajah cemberut Hem?.” Bertanya dengan begitu lembut sembari mengusap dagu Angel .Manik matanya bertatapan dengan manik mata polos sang kekasih .Jarak merak sungguh dekat ,jantung Angel menjadi berdegup kencang .
“Se-sejak kapan kamu disini .Kenapa tidak bersuara .” Angel bertanya berusaha mengalihkan perhatian Hans juga .Bodoh kenapa dia sampai tidak melihat ada kekasihnya .Seharusnya tadi dia sudah memasang wajah penuh senyum dan menyambut Hans tapi malah begini .
Hans menangkap itu ,ada kegugupan dari manik mata Angelnya .“Kemari, ikut aku.”
Diiringi Hans ,agar Angel masuk dalam ruangannya .
Pintu sudah tertutup dan dia mendudukan Angelnya di pangkuan .Dengan tangan yang melingkar sempurna pada tubuh Angel .
“Kenapa memasang wajah cemberut Hem?.Apa ada yang tidak menyenangkanmu ?.” Angel melayangkan tatapan menilai haruskah dia memberitahu kan .Tidak-tidak dia bergeleng pelan .Melihat perangai kekasihnya itu mungkin tidak tepat membicarakan hal yang mengusiknya .
“Ti-tidak ada.” Karena tergugu Hans semakin memberi tatapan menyelidik .
“Kau yakin?!.”
“Iya.” Seulas senyum Angel Lesatkan .
Aku juga tidak tau yang sebenarnya . Mengapa orang-orang memandangku dengan tatapan sinis seperti itu .
Masih ada guaratan keraguan dari pandangan Hans .Tapi dia juga tidak mau memojokan Angelnya .
***
Bram masuk ke dalam ruangan Hans .Matanya menyapu dan mendapati atasannya itu sedang duduk bersandar dengan nyaman pada sofa .
Tatapan mata mereka tiba-tiba bertemu ,alis Hans terangkat .
“Kemari Bram, kenapa lama sekali !” Bram terkesiap dengan segera dia mengambil posisi duduk juga .
Iped Hans letakkan pada meja, kakinya terangkat dan menyilang .
“Jadi?.”
Seperti tau arah tujuan pembicaraan atasanya itu Bram mengambil nafas dalam .
“Saya sudah membereskan kekacauan tadi pak.Dan ternyata ...”
“Te-ternyata mereka berkelahi karena Angel, pak .” Jelas Bram cepat .Kening Hans mengernyit dalam tidak paham dengan ucapan Bram .Kenapa sang kekasih menjadi alasan dari perkelahian .
Dia masih bersikap tenang ,namun memasang raut wajah yang berubah datar dan serius .“Jelaskan Bram.” Pinta Hans dengan nada dingin .
Bram nampak memijit pangkal hidungnya sebelum matanya kembali bertatapan dengan mata Hans .“Mereka...Mereka Mengosipkan Angel .”
“Apa maksudmu...bergosip cih .” Tubuh Hans menegang merasakan sebuah bara emosi .Mendengar kekasihnya digosipkan sungguh membuatnya tersentak .
“Apa yang mereka katakan? Aku yakin itu bukan hal yang baik .”Tatapan mata Hans berubah dingin .Angelnya, jika menyangkut Angelnya orang yang sangat dia kasihi, ia akan bersikap sangat emosional .Dia tidak akan membiarkan orang yang menyakiti Angelnya terlepas begitu saja .
“Mereka bergosip mengatakan bahwa... Angel pe- pe- penggoda .”
Bagaikan sebuah pecikan api yang menyambar mercon Hans membelakangi matanya dengan tangan terkepal .
Brakk!!
“Berani sekali mereka mengatai Angelku!! Apa mereka mau mati!.”
Bram begitu terkesiap mendengar lontaran kata yang begitu menghujam .Manik matanya menangkap rasa kesal mendalam yang menyeruak dalam diri laki-laki di depannya ini .
“Karena Angel kekasih Anda .Karena itu mereka berkata buruk .Mereka pasti sangat iri dengan Angel, pak.”
Mendengar tuturan Bram membuat Hans semakin meradang .“Heh sangat menyedihkan .Seharusnya mereka bekerja dengan baik bukannya malah sibuk iri .”
Hans tampak menghela nafas .Lihatlah para wanita ini laki-laki yang mau kau miliki. Jangan berharap dia hanya lembut pada satu wanita yaitu Angel Rasinta .Mau merebutnya kalian akan ditendang dengan kata-kata pedas sebagai pembuka .Mau melihat hidangan utama silahkan mencoba mendekati nya .
Wajah yang sering tersenyum itu sekarang bergurat cemas.
Pikirannya melayang pada Angelnya .Kakinya beranjak dari tempat duduk dengan tergesa dia membuka pintu .Benar saja dia tidak mendapati Angel di meja kerjanya .Diambilnya dan segera menghubungi Angel .
“Astaga kenapa pak hans memasang wajah menakutkan .Apa dia akan menghajar para wanita tadi .” Bram bergidik ngeri dengan prasnagkanya.
Pasti Angelnya saat ini berada di kantin .Dia tidak ingin Angelnya mendengar kata-kata buruk dari mulut -mulut ringan .Bram yang duduk terheran dengan sikap Hans .
__ADS_1
Bagaimana jika Angelnya menangis nanti .Bagaimana jika Angelnya di bully .Pikiran buruk bergelayut .Dan segera mendekat ke arah lift .
“Pak.” Bram memanggil masih dalam posisi duduknya .
Hans tidak menyahut Karena sibuk menghubungi Angel .
“Ya.”
“Dimana?” Hans berusaha berbicara dengan nada tenang.
“Di kantin .” Angelnya menjawab singkat .
“Kembali sekarang ! Tidak ada tapi-tapian!”
Klik sambungan telpon Hans putuskan .Nada suaranya tadi menelan karena cemas .
“Bram yang Kuminta kemarin sudah kau bereskan .” Tanya Hans saat dia berbalik .Dia mendapati benda masih duduk di tempat semula saat ditinggalkannya .
“Iya pak tinggal mengurus suratnya .Hari ini Anda juga sudah bisa melihat lokasi .”
“Baguslah .” Hans lega.Jika situasi seperti ini akan sangat merugikan untuk Angelnya .Dia akan mempercepat rencana nya untuk menjadikan Angel sebagai teman hidupnya .
Pintu ruangan dibuka menampilkan wajah manis dengan sorot mata polos.Seulas senyum selalu wanita itu Lesatkan .
“Kenapa memanggilku ?.” Angelnya masih tersenyum .Apa Angelnya belum mendengar gosip itu .Atau Angelnya sedang menutupi itu .
“Ayo kita harus pergi .Pekerjaan sudah selesai hari ini .” Hans berucap dengan sangat santai .Ya terserah saja dia adalah bossnya pikir Bram .
“Eh kenapa begitu ?.”
“Jangan membantah ayo.” Hans merapatkan jari-jemari mereka hingga tidak ada celah pembatas .Masih dengan guratan heran Angel mengikuti langkah lebar Hans .Sampai di meja kerja Angel Hans mengambil tas Kekasihnya dan menyampirkannya pada bahu Angel .
***
“Kita mau kemana ?.”
“Ibuku meminta bantuan untuk mengecek sebuah rumah dia ingin membelinya .”
“Oh.” Angel menaggapi dengan polos .Mungkin pikirnya setelah mengecek rumah barulah mereka pergi ketempat lain .
Pantas saja mereka melihatku seperti itu .Huff jangan ditanggapi yang paling tau tentang dirimu adalah kau sendiri Angel .Jadi jangan merasa terbebani dengan ucapan mereka .
Sebuah kecupan hangat mendarat pada punggung tangannya .Entah mengapa Angel merasa laki-laki disampingnya ini mengerti tentang keresahannya .Rasanya dia ingin bercerita ingin mengeluh .Kenapa rasanya dia diperlakukan tidak adil .
“Kenapa melihatku seperti itu.Mengagumi heh?...”
Sikap narsis ini .Angel tergelak .Tatapan penuh cinta dia Lesatkan ke arah Hans .Dari samping dari depan dari belakang .Laki-laki ini terlihat begitu mengagumkan .Bak pahatan sempurna .Benar-benar laki-laki sempurna dengan kecerdasan sempurna pula .
“Haha jangan terlalu percaya diri .”
“Percaya diri itu penting .Aku percaya dengan diriku karena itu aku bisa menangani perusahaan .Aku percaya dengan perasanku ,karena itu hubungan kita sejauh ini .”
Ucapan Hans menyentak Angel. Ada desakan rasa bersalah di dadanya .Karena omongan orang dia sempat tidak percaya diri .Karena omongan orang dia sempat meragukan dirinya . Dia tau akan ada saat seperti ini dan saatnya tiba pasti dia tidak siap .
“Ayo kita sudah sampai .”
Mata Angel mengikuti pergerakan sang kekasih berjalan memutari mobil dan membuka pintu samping .Dia melabuhkan tubuhnya dan mendekap Hans erat .
Hans mendesah .Dia bisa membaca raut wajah Angelnya meskipun wanita ini tak bercerita .Dia sengaja berbicara tentang percaya diri tadi .Dielusnya punggung kecil kekasihnya itu .
“Kenapa Hem?.”
“Aku hanya ingin memelukmu .” Hans mengecup puncak kepala Angel .Membiarkan Angelnya menenangkan diri .
“Permisi. ” Suara seorang wanita membuat Angel segera melepaskan diri .Malu karena berpelukan ditempat umum .Ini pasti ketularan Hans yang bersikap semaunya .
Mata Angel menangkap sosok wanita yang tampak menilai penampilannya sesaat setelah melihat kekasih tampannya .
Bibir Angel mencebik merasa kesal .
“Anda yang ingin melihat rumah ?” Tanya wnaiat itu dengan sikap ramah pada Hans .Namun pandangannya terlihat sinis ke arah Angel .
“Ya.Bersama kekasih saya .” Angel tersenyum kemenangan .Jangan harap mencari celah .Kau tidak tau perangai kekasih Angel ini .Coba saja kau menggodanya wahai wanita .
Wanita itu ternyata semakin menunjukan raut tidak suka pada Angel .Dipersilahkannya Hans dan Angel masuk dengan setengah hati . Tangan Hans melingkar dengan posesif pada pinggang Angel .
__ADS_1
Baru melihat gerbang saja Angel sudah dibuat terkagum .Mereka terus berjalan .Hans mengukir senyum tipis melihat respon kekasihnya ini .
Kenapa ibu Hans menyuruhnya itu mengecek rumah .Apa mereka mau membeli rumah ini juga .Astaga rumah mereka sudah begitu besar dan ingin membeli lagi .
“Kemari .” Hans menarik Angel yang tampak tertegun di ruang tengah dia membawa Angelnya naik ke lantai Atas menaiki satu persatu tangga .
Pintu sebuah ruangan terbuka furniture nya sungguh lengkap .Hans membawa Angel mendekati jendela kamar .Mata Angel dibuat kagum dengan pemandangan yang begitu menyejukkan mata .
“Bagaimana rumah ini ?.”
“Bagus indah sekali .lihat ini pemandangannya wah...” Angel begitu terkagum dan merespon dengan begitu polos .
Baguslah jika kau menyukainya .Karena ini akan menjadi rumah kita berdua sayang .Tunggu saatnya tiba .
Hans merencanakan ini beberapa waktu lalu .Dia mencari sebuah rumah nyaman dengan pemandangan indah .Dia meminta bantuan Bram asistennya .Semuanya terbayarkan .Raut wajah senang Angelnya membuat dadanya membuncah.
***
“Kau benar-benar menyukainya ?.” Untuk kesekian kalinya laki-laki ini menanyakan pertamanya yang sama .Membuat Angel heran dan curiga .Kenapa bertanya berkali-kali apa pendapatnya penting .Bagiamana kalau dia menjawab tidak .
“Ya rumahnya bagus .Tapi aku tidak tau apa ibumu juga menyukainya .”
“Pendapat ibuku tidak penting .”
Angel terdiam apa yang berusaha Hans katakan .“Haha kau lucu sekali .Bukannya tadi ibumu yang meminta untuk mengecek rumah tadi .Kenapa pendapatnya tidak penting .”
Hans tersadar dia meringis memalingkan wajahnya .“i–itu memang tidak penting .Karena...teman ibuku yang meminta untuk mengecek .Dan ibuku memintaku .”
Haishh kenapa dia menjelaskan terbelat-belit .Membuat dia kesal sendiri .
“Oh.” Huh untung saja wanita disampingnya ini begitu polos dan tidak mau tau menahu .
“Aku akan mengunjungi keluargamu dalam waktu dekat .”
“Eh tapi pekerjaan .”
“Ada Bram yang mengurus .Aku tidak menundanya lagi .”Sejujurnya Angel berdegup kencang .Secara tidak langsung Hans akan segera mengesahkan hubungan mereka .
“Baiklah .” Angel mengulas senyum merekah .
Sebentar lagi tunggu sebentar lagi sayang .Kau akan menjadi milik seorang Hans Prasetyo seutuhnya .Hanya miliku dan aku akan melimpahkan begitu banyak cinta untukmu.
Hans berharap rencananya akan bejalan lancar .Dia tidak akan membahas hal yang mengusik Angelnya .Dia akan berusaha sebaik mungkin melindungi Angelnya .Tunggu saja wanita yang berani mengatai Angelnya dia harus terkena ganjaran nya .
Setelah mengantar Angel pulang lebih awal Hans juga kembali ke rumah .Balik kerumah selalu mendapat sambutan heboh dari mama Rina .
“Kenapa pulang cepet .Angel pulang cepat dong .Masih ada waktu mama Mau ngajak Angel jalan-jalan .”
Mama Rina berseru dengan senang .“Mah Angel baru aku Anter pulang .Baru pulang kerja nanti aja .” Hans berusaha membuat Mama Rina mengerti .
Raut wajah ibunya mendadak lesu .Hans hanya terkekeh geli dan lanjut menuju kamarnya .
Dibukanya kamar nya .Satu persatu kencing kemana mulai dia buka dan beeakhir ditanggalkan .Segera menuju kamar mandi .Dan mengguyur tubuhnya .
Rumah sudah dipersiapkan rencana sudah matang .Tinggal melaksanakan .
Mata agan terpejam sejenak .Dia sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang .Hanya memakai handuk berbatas pinggang .Otot tubuhnya tampak terbentuk .Seperti memangil untuk menikmati pemandangan yang indah itu .
Hans bergelung ke samping dengan sorot mata menerawang .Sekelebat bayangan pertemuan dengan seorang Angel membuatnya tersenyum lebar .
Dan disinilah awal mulanya .
.
.
.
.
Yah habis deh part nya .Kudu dipending dulu menuju altar pernikahan .Hans mau ngisahin pertemuan mereka ya.Haha...
Part selanjutnya akan membuat kilas balik awal hubungan mereka terbentuk .
~Happy reading
__ADS_1
~Tyatyut