Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 41-Berakhir Sebelum Memulai


__ADS_3

Mobil berhenti dengan sempurna tepat didepan rumah Angel. Hans bergegas keluar ingin membukakan pintu mobil untuk Angel.


Namun Angel sudah terlebih dahulu keluar dari mobil. Hans menghela nafas dan menghampiri Angel.


Mereka saling berhadapan.


“Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi”


Sekuat hati Angel berusaha mengukir senyum di wajahnya.


“Tunggu!”


Hans menghentikan langkah kaki Angel.Tangan Angel dipegang dengan erat seolah-olah tidak ingin tangan itu terlepas.


“Ada apa pak?”


Angel berusaha bersikap biasa.


Hans berusaha memindai kembali, jika saja jarak itu sudah menghilang. Namun yang dilihatnya saat ini Angel semakin memasang jarak lebar antara mereka. Hingga membuat hatinya resah.


“Seharusnya aku yang menanyakan itu. Ada apa denganmu, Angel?”


Angel rasanya ingin tertawa jahat, namun ia menahan itu.


“Saya? memangnya saya kenapa?”


Memberikan pertanyaan balik.


“Jangan berpura-pura. Kenapa seharian ini kamu menghindar? Kenapa bicara tidak menatapku?! Kenapa menepis pertolonganku! Dan kenapa sekarang matamu berkilat penuh kebencian!” Nafas Hans rasanya dibuat tersengal karena bicara tanpa jeda penuh emosi.


“Kalau saya menghindar memangnya apa peduli anda.”


“Kapan saya seperti itu pak. Anda berpikir berlebihan. Sudah pak saya ingin masuk sekarang. Selamat beristirahat.”


Angel ingin melepaskan tangannya dari cengkeraman Hans. Tidak cengkeraman itu sulit untuk dilepas bahkan semakin erat


Namun sama sekali tidak menyakiti tangan mungil Angel.


“Kenapa kau seperti ini angel ,jangan menguji kesabaranku.”


Benak Hans berteriak frustrasi dengan sikap angel, hilang tak berbekas sudah wanita yang selalu memberikan senyum manis ke arahnya. Hanya ada wanita dengan senyum palsu di depannya sekarang.


“Aku bertanya kenapa?” Hans mengulang penuh kegusaran.


Angel hampir frustrasi berusaha melepaskan cengkeraman tangan itu. Angel menggemeltukkan giginya, udah mulai geram dengan kelakuan sang atasan.


“Lepas! Tolong berhenti bermain-main pak!”Segah Angel dengan suara yang meninggi pun diiringi mata yang berkaca-kaca.


Hans terheran keningnya berkerut dalam. Mengalami keterkejutan luar biasa karena Angel tiba-tiba meledak.


“Bermain-main apa maksudmu?”


Hans sangat ingin menyentuh pipi Angel, namun Angel melangkah mundur. Langkah Angel terbatas karena tangannya masih dicengkeram oleh tangan kokoh Hans.


Angel kembali menumpahkan kemarahannya kepada Hans.


“Be-berhenti bermain-main dengan perasaan saya! Anda sudah cukup bekerja keras sejauh ini.”


Hans dibuat bingung dengan perkataan angel. Kenapa angel tiba-tiba berkata seperti itu. Bukankah semuanya baik-baik saja.


Iya semua baik-baik saja sampai beberapa waktu lalu. Namun keadaan sudah berbeda sekarang. Wanita di hadapannya ini dipenuhi emosi yang sepertinya akan meledak. Itu pikir Hans dari pengamatan matanya yang tajam.


“Ada apa denganmu bicara yang jelas. Kenapa bersikap aneh?”


Hans menuntut meminta penjelasan atas sikap Angel, matanya tidak lepas dari Angel.


Angel terkekeh pelan di tengah pertahanan air matanya .

__ADS_1


“Aneh seharusnya itu kata yang tepat untuk diri Anda!” Suara Angel meninggi masih dan berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah lebih besar .


“Kenapa Anda bersikap seperti ini? Kenapa Anda melakukan ini kepada saya pak?”


Angel memukul dada Hans dengan tangan satunya. Kali ini tidak ada namanya atasan diantara mereka berdua. Hanya ada Angel dan Hans disini sekarang.


Hans membiarkan Angel memukul dadanya tidak ada perlawanan dari Hans. Laki-laki itu hanya berharap dengan Angel melakukan itu dapat mengurangi kekesalan Angel.


“Melakukan apa bicara yang jelas!”


Hans ingin menghapus jejak air mata di pipi itu, namun Sepertinya wanita di hadapannya ini akan benar-benar meledak jika ia melakukan itu.


Angel mendongakkan kepalanya menghadap atasannya itu. Dia mengambil nafas panjang sebelum berbicara. Dia sangat tidak suka dengan sikap Hans yang pura-pura tidak tau itu.


“Semua sudah jelas dan sekarang akan saya perjelas lagi! Mulai sekarang saya mohon jangan melewati batas.”


Seperti tersengat listrik,Tubuh dan hati Hans dibuat beku di tempat. Angel sekarang membuat batasan yang sangat jelas antara mereka. Tenggorokannya tercekat ,tidak bisa mengatakan sesuatu lagi . Mata Hans nampak kecewa karena ucapan Angel.


Perlahan pegangan tangannya mengendur.


Dadanya seakan dihantam benda tajam. Sesak bercampur rasa nyeri.


Bukan hanya Hans yang merasa sedih disini


Angel juga merasakan itu. Dia berusaha menekan rasa hatinya yang memberontak ingin meminta lebih ,tapi dia sudah mengerti situasi sekarang.


Angel membalikkan tubuhnya dan berlari dengan cepat masuk ke dalam rumahnya.


Bersandar pada dinding pintu .Tubuhnya perlahan luruh ke lantai. Ia berusaha menutup mulutnya agar Isak tangisnya tidak dapat didengar Hans.


“Berakhir? Apakah semuanya telah berakhir


Aku bahkan baru memulainya hiks hiks.


Apakah ini yang dinamakan berakhir sebelum memulai “


Hans masih belum bergerak dari ketertegunannya. Ia masih setia melihat pintu rumah Angel .Berdiri disana dengan pikiran berkecamuk. Kakinya melangkah ingin mengetuk pintu rumah itu dan diurungkannya.


Beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk kembali ke rumah, mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Sepertinya ia mengungkapkan kekesalannya.


“Apa yang dia bicarakan!” Memukul setir mobil.


"Huh Angel kau...aku tidak akan melepaskan mu semudah ini! Persetan dengan batasan itu. Aku akan merobohkannya!"


***


Setelah sampai dirumah barulah Hans mulai memikirkannya dengan kepala dingin. Dengan logika.


Kenapa? Hans lagi-lagi dibuat bertanya-tanya.


Setelah keterkejutan itu ia mengurung diri di kamar. Tidak turun untuk makan malam. Tidak semangat melakukan olahraga untuk membentuk otot-otot tubuhnya. Moodnya mempengaruhi tindakannya.


Hans mengambil ponselnya mengetikkan berbagai cerca pertanyaan ke nomor ponsel angel. Namun sejurus kemudian dia hapus kembali ,berulang-ulang seperti itu.


"Tidak bisa, ini tidak akan berhasil ."Melemparkan ponselnya ke sembarang arah


"Aku akan bertanya langsung!."


Apa yang membuat angel berkata seperti itu?


Apa yang membuat angel berubah drastis seperti itu?


Apakah Hans memiliki kesalahan kepada angel?


Dan apa lagi itu yang dikatakan angel bermain-main


Apa maksudnya? Pikiran Hans berputar-putar mempertanyakan kembali

__ADS_1


Sikap angel


Padahal saat angel berkata dengan suara gemetar, ingin sekali Hans membentak dan mempertanyakan semua tingkah dan perkataan Angel.


Namun Hans berpikir Angel membutuhkan waktu untuk menenangkan pikirannya, dan saat Angel sudah tenang Hans akan mengajukan


Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik kepalanya saat ini.


***


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali asisten Bram ,sudah menelpon Hans. Kabar mengejutkan itu membuat Hans bergegas berkemas dan membawa kopernya. Hans berdecak sebal harus mengurus masalah perusahaan ditengah masalah hatinya yang tidak karuan.


“Siapkan tiket pesawatnya, jangan menunda waktu!” Akhirnya dia harus bersikap profesional menunda urusan pribadinya.


Seharusnya saat ini Hans sudah berada di kantornya dan yang lebih penting lagi dia berencana akan menyekap Angel agar mau menjelaskan perubahan sikap Angel.


Tapi ternyata sekali lagi rencananya tidak sesuai dengan kenyataan. Pagi-pagi dia sudah dihubungi asistennya mengabarkan bahwa


Ada masalah di perusahaan cabang diluar negeri. Dan itu mengharuskan Hans sendiri yang turun tangan untuk mengurusnya .


***


Sementara itu di kantor pusat.


Angel dibuat kelimpungan karena menyiapkan berbagai berkas yang diperlukan sesuai arahan asisten Bram. Sehingga sedikit melupakan masalah yang terjadi antara dia dan Hans.


*


Beberapa hari setelah kesibukan itu Angel, lebih banyak berdiam di meja kerjanya .


Entah mengapa hari-harinya terasa kurang.


Ia merindukan sosok yang selalu datang pagi,berjalan dengan gagahnya dengan langkah yang sulit angel iringi. Wajah yang terlampaui ketampanannya .


Sering kali ia mengingat-ingat saat ia bersama dengan Hans. Sosok yang sekarang ia rindukan. Namun juga sudah dia berikan


batasan. Agar hatinya tidak terluka .Tapi itu sulit ... hatinya sudah terluka.


Angel menggelengkan kepalanya mengusir pikiran manisnya .


Kepala angel rasanya berputar dari tadi.


Dia mengerjapkan matanya dan memijit pelipisnya berusaha menyadarkan diri.


Namun ternyata Perlahan padangan angel menjadi buram .Tubuhnya sudah tergeletak dilantai kantor dan sudah mulai tidak sadarkan diri.


Hal terakhir yang ia ingat adalah seseorang berlari ke arahnya dan menepuk


Pipinya pelan berusaha untuk menyadarkannya .


Bodohnya dia sekarang berharap orang yang dia rindukan yang datang dan menolongnya.


Bukan Hans yang menolongnya melainkan Bram.


Astaga Bram dibuat terkejut mendapati angel yang pingsan ditengah


Pekerjaannya.


“Sekertaris angel...sekertaris angel...sadar-sadar”Menepuk-nepuk wajah Angel.


Bram sekarang sedang dalam mode panik, otaknya berusaha memikirkan cara untuk membantu Angel. Akhirnya Bram membopong tubuh angel dan membawanya menuju rumah sakit .Apakah ia berjalan tentu saja tidak .


Dia menggunakan mobil dan dengan kecepatan tinggi.


Jika dia sok-sokan membopong Angel sampai ke rumah sakit mungkin tahun depan baru sampai dan yang paling utama adalah mungkin dia akan encok ditengah perjalanan.

__ADS_1


Yang terjadi bukannya Angel yang mendapat perawatan malah Bram yang akan mendapat perawatan. Jadi mengendarai mobil adalah keputusan paling tepat.


__ADS_2