
Semakin hari Bram semakin dibuat heran. Dia merasakan perubahan besar atas perilaku atasannya ini. Sosok yang tampak dingin setahun belakangan menjadi sosok yang sudah mulai mengumbar senyum. Tentu saja ada satu hal yang tak berubah kenarsisan itu semakin bertambah semakin hari.
Apa karena sekretaris Angel ya?Eh enyahkan pikiranmu Bram ! Dasar.
“Bagaimana sekretaris Angel? Bukankah Aku sangat tampan, mengagumkan dan luar biasa kan.” pernyataan itu seperti menuntut jawaban iya dari sang lawan bicara. Angel sudah mulai paham dengan sikap atasannya itu. Dia mendekat dan membantu Hans yang tampak sibuk berkaca diruang pribadinya.
“Ya pak Anda memang selalu tampak luar biasa .”
Angel tidak tau bahwa pujian itu begitu menggetarkan hati Hans. Dan jiwa narsisnya semakin menjadi. Angel merapikan jas Hans, sementara Bram hanya menjadi pemerhati jarak jauh.
“Haha kau beruntung sudah bekerja denganku. Kau bisa menikmati wajah tampanku ini tanpa harus bersusah payah.” lagi-lagi dia menyanjung dirinya sendiri .
“Haha iya pak saya sangat bersyukur untuk itu .”Bersyukur karena saya mendapat gaji yang setimpal untuk meladeni sikap narsis Anda .Sambung Angel dalam hati .
“Bagus-bagus .” ditepuk Hans pelan bahu Angel .
***
Insiden pertama di acara.
Angel seperti pembersih laler yang akan mengerubungi Hans. Laler disini yaitu para wanita pengejar Hans. Bukan karena kemauan ini karena perintah dari Hans langsung untuk kenyamanannya katanya.
“Ingat sekretaris Angel. Pokoknya kalau ada wanita yang mendekat usir mereka dengan segala cara. Aku mau merasa nyaman selama di acara ini .”
“Baik pak .” seperti memiliki kacamata tak kasat mata Angel mulai menajamkan pandangannya. Dia siap menghalau para perempuan yang mendekat. Baru beberapa menit dia sudah dibuat kelelahan ada yang beberapa langsung mengumpat kasar ada yang hanya berlalu.
“Kau sekretarisnya Hans kan?”
“Iya nona.”
“Aku ingin bertemu dengannya tolong katakan.” Ujar si wanita di depan Angel ini dengan begitu angkuh.
“Maaf nona, pak Hans sedang dalam pembicaraan serius dengan beberapa orang. Saya tidak bisa memenuhi permintaan Anda.” Angel menjawab tegas.
“Kenapa tidak bisa!” Suara si wanita tampak kesal dan melotot jama ke arah Angel.
“Baiklah Karana kau tidak mau maka aku sendiri yang akan menghampiri Hans.”
Mata Angel membulat penuh segera menghalangi langkah si perempuan. Ia cemas tidak bisa menjalankan perintah Hans dengan baik.
“Tidak bisa nona!” Tidak dasar suara Angel menekan dalam, membuat si wanita begitu marah dan...Byurrrr
“Akhhh...” Mata Angel mengerjap. Dia disiram!
“Sekretaris Angel ! ” Angel begitu terkesiap. Doubel kill rasanya. Sudah mendapat siraman cairan di wajah. Mendapat teriakan Hans yang begitu menggema lagi. Seketika bulu kuduknya berdiri melihat rahang atasannya itu yang mengeras dari jarak dekat.
Saya tidak bersalah pak. Wanita ini yang menyiram saya. Saya tidak berniat membuat Anda malu sama sekali . Angel membatin takut.
“Hai Hans senang bertemu denganmu .” wanita yang tadi tampak menyemburkan sebuah gelas minuman pada wajah Angel bersikap tak tau malu.
Dia tidak paham situasi. Dia sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal .Dikisis Hans jarak diantara dirinya dan Angel dan segera menyeka wajah Angel dengan sapu tangan. Sangat kesal melihat Angel yang seperti ini. Wanita tadi terus diacuhkan Hans. Angel tak dapat bergerak dia berdiri mematung .
“Hans!! Hans!” wanita itu berani menyentak Indra pendengaran Hans. Tatapan menghunus tajam Hans berikan.
“Anda tidak punya sopan santun sekali! Beraninya Anda menyentuh sekretaris Angel” Hans menyentak wanita didepannya itu. Dengan sekali lihat aja dia tidak mau berlama-lama menatap wanita ini. Kata yang cocok adalah tidak menarik sama sekali!
“Ke-kenapa kau marah-marah. Ini aku Sintia .” wanita ini berusaha membuat Hans mengingatnya mengabaikan rasa takutnya mungkin saja laki-laki ini bersikap seperti itu karena belum menyadari dia siapa .
“Aku tidak peduli! Dan siapa Anda bisa berbicara santai dengan saya !hah.” Wajah wanita ini tampak begitu pias pasi. Mereka diperhatikan semua peserta acara tanpa terkecuali. Dan sekarang Sintia sedang manabuh benih dari yang dia tanam.
“Minta maaf sekarang! Minta maaf dengan sekretarisku!! ” Bentak Hans dengan begitu kesal. Mengapit Angel dalam rangkulan dalam .
“A-apa?” tidak terima dia dipermalukan di tempat yang ramai. Smakin pias sudah wajahnya.
Hans tampak menyeringai. Di ambilnya sebuah gelas yang berisi sebuah minuman dan dibuatnya Angel mengapit gelas itu .
Kenapa ? kenapa pak Hans memberi saya gelas ini. Astaga aku sudah melihat seringainya sekarang tinggal menunggu waktu saja .
__ADS_1
“Tidak mau baiklah”
Byurrrrr
“Aaaaa beraninya kau!!.” mendelik ke arah tangan Angel yang menyiramnya. Mata Angel seketika membulat, tangannya bergetar.
Ke-kenapa menatapku. Hei pak Hans yang menyiram mu dia menggunakan tenaganya.Aku hanya perantara .
“Kenapa? ” Hans kembali memberikan tatapan menghujam. Angel sudah berkeringat dingin pada situasi malu kesal semuanya bercampur menjadi satu .“Anda juga sudah berani membasahi wajah sekretarisku!!” kembali lagi wanita itu dibuat bungkam. Ini bukan laki-laki yang dulu pernah bercakap dengannya. Ini bukan laki-laki yang mengumbar aura tampannya Dihadapannya ini hanya ada laki-laki dengan seringai dingin dan wajah mengeras yang siap untuk menyemburkan lahar panas!
“Pak saya tidak apa-apa.” Angel berusaha melerai. Dia bungkam saat Hans menatapnya begitu dingin. Manik matanya semakin dingin menatap Sintia .
“A-aku minta maaf .” Sintia tak kuasa dia melepaskan egonya dan meminta maaf. Dia begitu takut mendapat tatapan yang begitu dingin dari Hans Prasetyo .
Angel bungkam merasa tersentak. Tidak menyangka wanita yang tadi begitu sombongnya begitu angkuhnya meminta maaf kepadanya. Dia hanya bisa menanggapi dengan anggukan pelan setelah itu dia diseret keluar dari aula acara.
Hans menggegam tangan Angel menariknya, membuat langkah Angel hampir terhuyung mengikuti langkah lebar Hans .
Saya mohon pelankan langkah Anda, pak. Kenapa Anda tampak begitu emosi.Saya yang diperlakukan tidak baik tadi, tapi kenapa Anda begitu mengerikan .
Dibuka Hans pintu mobil. Angel segera masuk pak Yanto merasa terheran namun tetap menjalankan mobil. Suasana begitu hening. Hans begitu kalut dalam kekesalannya. Padahal Angel berada di belakangnya beberapa saya tadi. Dia begitu tidak menduga akan menyaksikan hal yang membuatnya begitu marah! Yang membuatnya dipenuhi dengan amarah yang begitu membuncah !!Wanita gila!! Ingin dia mengumpati wanita tadi mengeluarkan kata-kata setajam mungkin .
Namun melihat kondisi Angel dia urungkan.
“Ehm ma-maaf pak saya .Saya minta maaf sudah membuat Anda malu.” Angel mengambil kesimpulan bahwa laki-laki itu bersikap seperti tadi karena menjaga wajahnya.
Hans kembali dibuat geram “Kamu bodoh sekali ! Kenapa diam saat dia menyirammu!” masih kesal Hans tidak menyadari nada suaranya yang mulai meninggi. Membuat spekulasi Angel semakin menjadi bahwa laki-laki sebenranya marah dengan dia.
“Ma-maaf pak .” ucap Angel begitu lirih. Cairan bening bening tergenang di pelupuk matanya. Hans bodoh kau yang bdoodh disini ! Dia merutuki dirinya dan rasanya ingin mati saja. Dia malah membuat Angel hampir menangis .
***
Waktu terus bergulir tahun berubah menjadi tahun lagi. Dia memang layaknya pria aneh selalu berusaha memperhatikan Angel dalam diam. Dulu bekerja dianggapnya sebagai sebuah kewajiban. Dan sekarang semua sudah berbeda. Bekerja menjadi sebuah kebiasaan. Melihat wajah itu menjadi kebiasannya. Menatap wajah itu menjadi kebiasaan.
Hans masih tidak tau apa yang mendasari rasa yang begitu berkecamuk di dadanya. Dia pernah merasakan hal yang begitu menyesakan saat sang sekretaris tidak hadir karena sakit. Dia begitu cemas dan berakhir dengan mengunjungi rumah Angel .
Puncak dari rasa kecemasannya adalah ketika sang sekretaris hilang di hutan. Rasa bersalah menghantamnya.
Seharunya dia membuat Angel berada disisinya. Seharusnya begitu tapi dia bodoh!
Sekarang dia bagikan orang gila yang tak meperhatikan sekitar. Dia terus berteriak menyerukan nama Angel.
“Sekeretaris Angel .!!”
“Sekretaris Angel!!.”
“Sekretaris Angel !!...”
Rasa frustasi begitu menghantamnya. Dadanya terasa sesak dia tak bisa merasakan luka gores di bahu nya. Hanya ada rasa kecemasan yang begitu mendalam takut jika gadis itu terluka.
“Saya disini .Tolong saya.” Teriak sumber suara yang begitu dia kenal. Hans semakin berteriak dan menajamkan pendengarannya. Menyusuri sumber suara. Dilihatnya wanita itu terduduk dibawah pohon silau senter membuat wanita itu menghalaunya dengan jari tangan.
Kaki wanita itu terluka, namun kenapa wanita ini masih saja tersenyum. Hans dibuat bergetar ,dia merasa kesal. Dia sungguh cemas tapi wanita ini masih saja keras kepala tidak mau digendong. Hans memberikan tatapan menghujam dan itu berhasil wanita itu menurut .
Selagi terus membopong tubuh Angel mata Hans terus menyoroti bagian kaki yang terluka. Langkahnya semakin cepat .
Dia membentak Bram yang hendak mengambil alih Angel. Dia tidak punya waktu untuk itu. Sekarang Angel harus segara dilarikan kerumah sakit. Begitu tidak mau dibantah Hans tidak mendengarkan ucapan Angel.
Dia mendekap tubuh Angel dan membawanya ke rumah sakit .
“Dokter! Dokter ! Tolong -tolong berikan perawatan. Dia terluka pergelangan kakinya terluka .” Hans berkata cepat dengan raut wajah begitu cemas. Dia meneriakan nama dokter. Dengan masih mendekap Angel .
Matanya tak mau lepas dari Angel namun Bram memudarkan fokusnya. Pasti dia tampak aneh tadi. Pasti asistennya ini merasakannya. Pasti .
“Pak lengan Anda terluka pak.” Raut wajah cemas Bram dengan mata yang tertuju pada bagian lengan Hans. Membuat laki-laki itu serta merta melihat bagian yang dikatakan Bram terluka .
“Akhhhh...” Hans meringis baru menyadari luka ditubuhnya. Karena kalut dalam kehawatiran dia tidak menyadari bahwa dia terluka .
__ADS_1
“Mari pak Anda juga perlu dirawat .” Bram ingin memberikan fasilitas dan perawatan terbaik untuknya. Namun dia menolak dengan tegas ini bukan saatnya dia hanya ingin lukanya segera dibersihkan dan dibalut dengan kain perca .
Dilihatnya kaki Angel sudah dibalut kain perca. Luka tubuh Hans terlindung dengan kemejanya jadi Angel tidak menyadari itu.
“Apa ini sakit? ” Angel menangkap rasa cemas itu dia begitu terkesiap .“Ehm ti-tidak terlalu pak .”
“Kau yakin .”
“Iya pak hehe.”
Tangan Hans menyelip diantara lutut kaki dan punggung tubuh Angel. Raut wajahnya begitu dingin hingga Angel tak bisa melontarkan kata penolakan .
Hans tidak mempedulikan Bram .Karena prioritasnya saat ini membuat Angel segera berbaring nyaman dan beristirahat .
(Mohon mengerti babang Bram ini alasan babang Hans ninggalin kamu😌)
***
Mobil melaju dan hanya tercipta keheningan. Dilihatnya Angel sesekali meringis kesakitan. Itu seperti menular dalam dirinya. Gemertak giginya menahan emosi di dadanya.
Kembali lagi dia membopong tubuh Angel.Tubuh wanita dengan mata polos ,si ceroboh si banyak senyum, si lucu !Banyak sekali julukan yang dia berikan .
Sebenarnya kenapa aku bersikap seperti ini .Kenapa aku begitu cemas dengannya .Kenapa aku merasakan sakit yang sama .
Benaknya bertanya -tanya .
Dia memeluk Angel dengan spontan merengkuh wanita itu dalam pelukan penenangnya. Dia merasakan aliran darahnya berdesir pelukan itu malah membuat dia tenang .
Kenapa otak cerdasnya tidak bisa menganalisis rasa dalam hatinya. Apa otak cerdasnya itu hanya berguna di bisnis. Di tatapnya dalam Angel dalam diam .
Dia mulai menerka-nerka dan meresapi perasaanya. Mengapa tingkahnya aneh?
Mengapa dia seperti penguntit ?
Mengapa dia selalu memperhatikan Angel ?
Sejenak matanya terpejam. Dadanya berdetak tak karuan. Sekarang dia tau dia tau kenapa dia merasakannya .
Dia tau kenapa!
Dia tau Kenapa setiap melihat Angel matanya tak bisa beralih dari wanita ini ?
Dia tau Kenapa setiap melihat Angel menangis rasanya dirinya juga ikut terluka ?
Dia tau Kenapa dia seperti seorang penguntit.
Ternyata kita sudah meniti takdir yang begitu dalam .Kau tidak hanya tertakdir bertemu denganku .Kau juga sudah tertakdir menjadi bagian dalam hidupku.Ya Angel Rasinta kau harus bertanggung jawab sekarang .Kau sudah membuat seorang Hans Prasetyo jatuh cinta denganmu !!
Hans menyadarinya. Menyadari setiap perilakunya. Tenyata ini bukan hanya sekedar rasa suka biasa. Namun dia sudah jatuh cinta dengan gadis ini. Sudah jauh dari sebelumnya. Kata-katanya mengalir begitu saja .
“Sukai aku mulai sekarang .” Dia begitu tulus mengatakan itu .Berharap Angel langsung membalas perasaanya. Namun situasi tidak tepat. Jadi dia memberikan waktu untuk Angel .
Ada rasa tidak percaya diri ketika Hans mengungkapan rasanya.
Benar saja ternyata dia ditolak .
Sudah kubilang kau harus bertanggung jawab .Penolakanmu kembali ditolak oleh ku Angel .Kau hanya perlu menerima akan kubuat kau juga jatuh cinta padaku .Akan kubuat kau juga membalas perasaanku .
Disinilah semuanya berawal .Disinilah dia mulai membuat hati Angel bergetar. Membuat wanita itu membalas perasaanya .Hingga Angel benar-benar menjadi wanitanya ! Kekasihya!
.
.
.
Happy reading guys.
__ADS_1
~Tyatyut.