
Seorang wanita paruh baya tampak sibuk membuka tirai kamar. Laki-laki yang sedang tidur nyenyak itu mulai tergannggu dengan pancaran sinar matahari yang menelusup masuk ke dalam kamar. Membalikan badan ke arah sebaliknya ingin melanjutkan tidur .
“Pah bangun molor Mulu. Calon Menantu Dateng hari ini.” Membangunkan dengan nada kesal .
Kamar ini berada di dalam rumah keluarga Prasetyo. Mama Rina memiliki semangat yang menggebu-gebu. Membangunkan sang suami. Yang hanya ditanggapi gumaman. Matanya melotot naik ke atas tempat tidur dan memaksakan kedua jari tangannya membuka kelopak mata sang suami yang masih mengantuk.
“Bangun gak!...Menantu Dateng hari ini .”
Papa Fadli mulai memproses setelah mendengar kata yang terlontar dari sang istri berulang kali. Matanya melebar dan mulai beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Pokonya dia tidak mau kalah akan tampil kece badai mengalahi sang anak. Sehingga sang calon menantu akan berpikir bahwa Ketampanan anaknya berasal dari dirinya .
***
“Hana mana ?”Bertanya dengan raut super sibuk .
“Apaan sih mah .”
Hana tepat berada di belakangnya .“Duh...kenapa gak ada suara. Jangan kemana-mana menantu Dateng hari ini .”Serunya penuh peringatan .
Bosan Mamanya itu sedari malam tadi sampai pagi ini selalu mengingatkannya Saat dia hendak tidur juga diingatkan. Haduh Hana hanya mau tepok jidat. Bukannya dia tidak antusias malah dia juga antusias karena tadi malam sudah berhasil memoriti kakaknya.
“Kak bagi uang dong .”
Hans menatap malas adik perempuannya itu masih asik dengan layar laptop didepannya ,tanpa bergerak seincipun. Merasa diabaikan Hana masuk lebih dalam .“Oh gak mau bagi uang nih .” Nada suara Hana berubah seperti memegang kartu AS yang akan membuat Hans kalah telak .
“Ya udah nanti kalo kak Angel dateng aku bakalan cerita masa lalu kakak yang waktu semasa SMP...”
Hans terlonjak matanya membulat. Segera diletakkannya laptop di sampingnya. Mengambil dompetnya di dalam nakas tempat tidur .
“Ini uang tutup mulut ! Awas aja sampai ngomong macem -macem nanti pas Angel Dateng.” Ancam Hans sembari menyerahkan 3 lembar uang 100ribu .
Hana berloncat kesenangan .“Makasih kakak ku sayang. Jangan khawatir rahasia akan tetap terjaga .” Mengerling nakal pada Hans sang kakak. Berlalu dengan bersenandung ria karena berhasil dengan rencananya. Yang ditinggalkan di dalam kamar antara lega dan kesal. Lega karena bisa membungkam mulut adiknya ,kesal karena berhasil dimanfaatkan .
Keceriaan nampak begitu terasa. Bahkan gerbang utama sudah sejak pagi tadi tidak boleh ditutup. Takut jika sang calon menantu akan terhambat kedatangannya .
“Hans mau pergi mah.” Pamit Hans saat menuruni anak tangga. Mama Rina sudah memasang posisi kacak pinggang dengan raut wajah memerah. “Pergi? Pergi kemana kamu?! Calon menantu mau datang kamu mau kelayapan Hans! Kamu gak serius dan Angel iya. Kalo gak serius kenapa dipacarin. Coba-Coba ?!Jangan main-main kamu sama Mama .” Mencerocos lancar marah dengan sikap anaknya yang tampak tak perduli dengan sang pacar yang akan datang berkunjung. Malah pamit pergi. Dada mama Rina memburu memincing mata tajam melihat ke arah anaknya. Hans terperangah dengan amarah ibunya yang tiba-tiba .
“Apaan sih mah orang ini mau jemput Angel .” Sahut Hans kesal dengan suara meninggi. Tidak terima karena dituduh yang tidak-tidak.
Krik krik krik krik krik
Mulut mama terbuka lebar.
“Ini karena ngebet mau punya menantu, kayak gini lah jadinya .” Celetuk Hana santai.
Mama memasang wajah penyesalan.
“Haduh kenapa gak ngomong dari tadi sih. Kenapa setengah-setengah langsung aja bilang pamit mau jemput Angel .” Merasa bersalah sekaligus lega. Tatapan datar Hans tujukan pada sang ibu .
__ADS_1
“Ck...udahlah Hans pergi sekarang .” Pamitnya lagi .
“Iya-iya sayang. Bawa calon mantu selamat sampai sini .”
Hans melambaikan membentuk ok dengan jari tangannya berlalu keluar rumah .
Flashback Onn
Sembari memasang kaos nya Hans mengambil ponsel .
“Ya.” Sudah terdengar sahutan lembut dari seberang .
“Sudah siap.”
“Ya.”
Selesai memasang baju Hans memegang ponselnya .“Kenapa menjawab singkat ?”
“Gak papa kok.”
“Angel kenapa sayang.” Seru Hans lembut berusaha mengorek informasi. Terdengar helaan nafas di seberang telpon hingga membuat Hans mengernyitkan keningnya.
“Kau gugup?”
“Iya .” Sahut Angel lemah. Hans mengembuskan nafas lega.“ Akan ku jemput .”
“Eh jangan-jangan .” Cegah Angel segera .
“Tunggu aku awas saja kalau tidak menurut.” Ancam Hans.
“Baiklah aku menunggumu .”
Flashback off .
Mengendarai mobil dengan segera .Tidak terburu-buru tetap mematuhi lalu lintas .
***
Rumah Angel.
Angel meletakkan ponselnya. Sekarang dia gugup walaupun sudah pernah sekali bertemu dengan ibu Hans, tapi rasa gugup tak bisa dicegah dari dalam dirinya .
Berpakaian sebaik mungkin dan nyaman dia juga sudah mengemas kue yang dibuatnya dengan penuh perhatian kemarin. Sebagai bawaan untuk sang keluarga kekasih .
Pesan Wa .
Dina: Jalan yuk @Angel @Vina😊😉
__ADS_1
Vina:Kuyy lah .Kemana tapi ini?.😶
Dina:Kemana-mana hatiku senang .Tangan dilambai-lambai pinggul digoyang -goyang.
Vina:Stop pea malah nyanyi 😑
Dina:Wk becanda serah aja yang penting jalan cuy bosen dirumah .😪
Dina:@Angel Dimana kah dirimu.🤔
Vina:Iya @Angel nongol sekarang
Angel mulai mengetikan pesan.
Angel:Gak bisa sayang-sayang .
Dina:Kenapa gak bisa kamu selingkuh ya?
Vina:Iya Ngel kenapa gak bisa udah jarang kita ngumpul .
Angel:Selingkuh apaan🙄.
Angel:Maaf ya men temen mohon pengertiannya dah...🤗🤗.
Ditutup Angel segera layar ponsel dan juga jaringan data .Sepertinya sang kekasih sudah datang .Mengambil paper bag dan bergegas membuka pintu .Ternyata...
.
.
.
__ADS_1
Happy reading
~Tyatyut