Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 40-Ada apa dengan Angel?


__ADS_3

Hayo like dulu sebelum baca


yang punya point mubajir bisa disumbangin ke novel ini .


.


Angel berangkat ke kantor agak siangan hari ini, setidaknya agar dia tidak


Harus menyapa boss nya saat datang.


Ia berusaha menyiapkan hatinya, untuk membentengi dirinya. Seperti yang ia duga boss nya sudah ada diruang kerjanya dan


Angel tidak perlu melakukan sapaan rutin seperti biasanya.


Di dalam ruangan kerja ,seorang laki-laki tidak henti-hentinya melihat ke arah pintu masuk ruang kerjanya. Berharap yang ditunggu segera datang.


Tok tok


Pintu ruangannya diketuk


Laki-laki itu berusaha menormalkan ekspresi wajahnya, sebelum kemudian


Mempersilahkan siapa saja yang masuk.


Tidak seperti ekspetasinya yang datang bukan orang yang dia harapkan.


Melainkan asistennya Bram.


Rasanya Hans ingin melempar sesuatu ke wajah asistennya itu. Bram yang tidak tau menahu hanya berlenggang mendekat ke arah meja Bossnya itu.


“Selamat pagi pak ”Sapaan pertama diriringi dengan badan yang sedikit Membungkuk


“Akan saya bacakan agenda hari ini pak”


Bram mengucapkannya dengan formal layaknya, atasan dan bawahan.


Hans mengerutkan keningnya dalam.


“Tunggu-tunggu, kenapa kamu yang membacakan agenda? Mana Angel?”


Bertanya dengan suara tidak sabaran, dan menengok ke arah belakang Bram.


Bram berdehem pelan sebelum menjawab pertanyaan bossnya itu.


“Ehm, saya tadi melihat Angel sedang ada yang diurus pak.Maka dari itu Angel Meminta tolong saya untuk membacakan jadwal Anda” Aneh itu yang Hans pikirkan.


Selama Hans bekerja dengan Angel, tidak pernah sekalipun ada kejadian


Seperti ini. Angel tidak pernah melewatkan untuk membacakan agenda.


Wajah Hans menunjukkan raut tidak suka


“Bacakan dengan cepat. Versi rapper”


Bibir Hans menyeringai.


What?! apakah atasannya ini sedang bercanda, meminta membaca agenda


dengan versi rapper. Bram bukan seorang RM BTS yang sudah terbiasa melakukan rapper, jika dia melakukannya bukan rapper suara yang terjadi,melainkan rapper percikan air ludah yang terbelit karena kesusahan


mengucapkan dengan cepat. Itu pikir Bram sekarang.


“Yeah yeah...Yo jadwal pertama melakukan meeting ,kemudian pada pukul...” Kaku sekali.


Baru bait pertama Hans sudah menghentikan Bram. Hans mengangkat telapak tangannya dan memajukannya ke depan.


“Stop stop! kamu tidak berbakat sama sekali Bram.Telingaku sakit mendengarnya .”


Yang benar saja setelah Bram berusaha ,melakukan rapper. Atasannya ini


Bahkan tidak memberikan pujian. Rasanya Bram ingin mengumpat sekarang .


“Bacakan seperti biasa, seperti pembawa acara profesional”


Sepertinya atasannya ini sedang mengerjainya pikir Bram.


“Baik pak”


Bram berusaha menggunakan intonasi yang benar layaknya pembawa acara Profesional.

__ADS_1


“Jadwal pertama hari in...”


“Stop suaramu tidak enak didengar”


Bram mencengram bagian pinggir celananya, saking geramnya.


“Aku ingin mengumpat mulut pak Hans dengan tisu rasanya.” Gumam geram.


“Panggilkan saja Angel “


Akhirnya ternyata ini tujuan atasnya ini. Kenapa Berbelat-belit langsung saja bilang bahwa dia ingin Angel yang membaca agenda. Kenapa harus membuat lelucon dengan Bram .


“Baik pak”


“Bilang saja dari tadi kalau ingin angel yang membaca agenda


Kenapa membuat saya terlihat payah pak boss heh.”


Bram mencongolkan wajahnya dari dalam ruangan, langsung terarah ke meja Angel.


“Angel, pak Hans meminta kamu yang membaca agenda”


Angel menatap Bram yang baru saja memberikan instruksi untuknya, namun


Dia masih belum beranjak dari tempat duduknya.


Padahal ia berusaha menghindari atasannya itu ,tapi tenyata malah seperti ini jadinya .


“Baik.” Jawab singkat tanpa ekspresi. Bram Bahakan dibuat terheran biasanya senyum Angel tak pernah pudar, namun saat ini hal itu tak ditemukannya.


Sebelum masuk ke ruangan tersebut, Angel mengembuskan nafas pelan.Mempersiapkan diri.


“Selamat pagi pak.”


Angel berusaha memberikan senyum penuh paksa.


Hans melirik ke arah Bram agar memberikan iped yang ia pegang ke angel.


“Silahkan. ”Menyodorkan iped ditangannya


“Terima kasih.Untuk agenda hari ini BLA BLA BLA ...hanya itu pak”


Tatapan mata itu ,kenapa berbeda pikir Hans.


Tatapan mata itu sudah tidak bersahabat seperti beberapa hari lalu.


Gestur tubuhnya itu juga seperti memberikan benteng pembatas, Agar Hans tidak melewatinya. Dapat dilihat dari jarak yang angel ambil, dia mengambil jarak agak jauhan dari depan meja Hans.


Hati Hans dipenuhi dengan tanda tanya.


Hans ingin menarik tangan itu dan merengkuh ke dalam pelukannya


Tubuh mungil itu.


Dan menanyakan langsung kenapa bersikap berbeda? Namun yang ingin direngkuh bahkan dari tadi tidak menatap matanya dengan benar. Seperti berusaha menghindari kontak mata darinya . Hans meremas jari tangannya .


“Kalau begitu saya undur diri pak”


Sampai angel keluar dari pintu ruang kerjanya, Hans masih terdiam .


Ada apa dengan sekretarisnya angel?


***


Seharian ini Hans bekerja, nampak tidak fokus .Pikirannya berlalu lalang hanya untuk angel .Beberapa kali dia berusaha untuk memanggil angel agar masuk Kedalam ruangannya ,namun sepertinya sekretarisnya itu Selalu saja menghindar.


Jam pulang kantor sudah hampir tiba, Angel merasa sangat lega seharian ini ia berusaha menghindari terlalu banyak kontak Dengan sang atasan.


Ia membereskan tempat kerjanya ,dan pada saat itu pula sang atasan diikuti asistennya keluar dari ruang kerja tersebut.


Angel berpura-pura berlama-lama membereskan tempat kerjanya,


agar atasannya itu lebih dulu pergi


Seperti yang ia kehendaki. Atasannya itu berhenti tepat didepan meja kerjanya


beberapa saat ,lalu kemudian melanjutkan langkah panjangnya.


"Hufft."Angel menghembuskan nafas pelan

__ADS_1


Angel menunggu beberapa saat ia hanya ingin menghindari atasannya.


Setelah menunggu beberapa saat kemudian dia menuju lift dan menekan


Tombol lantai dasar.


Dari jarak segini dia dapat melihat dengan jelas atasannya yang bersandar Pada mobil mewah.Kenapa pak hans belum pulang?


Angel tidak ingin larut dalam pikirannya dan berjalan cepat Ingin menuju mobilnya.


Sialnya angel tersandung dan tubuhnya terjatuh, tangan mungilnya sedikit Terkena goresan lantai yang kasar.


"Auu"


Angel mengerang kesakitan


Hans membalikkan tubuhnya mencari suara mengerang seseorang.Tenyata itu angel ,dia bergegas menghampiri angel.


Angel sibuk membersihkan telapak tangannya dan belum berusaha berdiri saat Hans menghampirinya.


"Kamu tidak apa-apa"


Tubuh angel menengang mendengar suara itu.Dia mendongak ternyata benar ,itu atasannya sosok yang sangat ingin dia hindari seharian ini ,bukan mungkin kedepannya juga.


Hans datang dengan wajah penuh kehawatiran.Angel hanya tertawa getir didalam hatinya.


Matanya hans memindai tubuh angel .


“Apa anda tidak lelah !...


Berhenti bersikap seperti ini!...”


Batin angel berteriak membenci sikap Hans sekarang.


Angel menampik tangan atasannya itu yang berusaha membantu.


Biarlah dia dikatakan kasar dia tidak peduli.


“Maaf...terima kasih pak”


Sesat Hans memandangi tangannya yang ditapik oleh tangan mungil Angel tadi.


Angel melanjutkan jalannya menuju mobilnya ,langkah kakinya Terseok-seok ,akibat terjatuh tadi.


Hans berlari mengejar langkah angel.


“Naik ke mobilku”


“Tidak usah pak. Saya membawa mobil sendiri.” Menolak segera.


“Aku bilang naik bagaimana bisa kamu membawa kendaraan dengan kondisi


Seperti ini?” Suara Hans menekan terdengar kesal ,membuat orang yang mendengarnya merasa merinding.


Entah kenapa Angel merasa takut dengan tatapan dan nada suara itu.


“Sa-saya bisa naik taksi. Saya tidak ingin merepotkan sopir anda terus menerus”


Memberikan alasan yang masuk diakal


“Aku sendiri yang mengendarai mobil.”


Kalau begini semua alasan Angel sepertinya sudah tidak mendapatkan


Kesempatan lagi.


“Aku akan mengantarmu !”


Penuh penekanan dengan suara yang meninggi


Mereka berjalan menuju mobil


Hans dengan perhatian memapah tangan Angel dan membuka pintu,


Di samping kemudi dan memasangkan sabuk pengaman untuk Angel.


Berhenti bersikap manis seperti ini pak


Angel mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil

__ADS_1


Tidak ingin memulai obrolan apapun dengan Hans yang mengemudikan mobil di sampingnya .


__ADS_2