Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
Ch 2 ~ Ken, Dev & Yayan


__ADS_3

Moldy instumen terdengar, mengalun lembut. Namun Ken tampak tak menikmatinya sama sekali. Memilih berkelut dengan pemikiran. Alisnya saling bertaut ingin kembali masuk dalam ruang pemikiran—,namun dari arah depan sebutir kacang polong terlempar ke arah keningnya, memniat ken meringis dan mengusap keningnya.


Ken menemukan si pembuat kejahilan.


“Kau ingin kubunuh Dev! ” Membalas dengan kencang lebih dari satu butir lima butir tepatnya mengenai Dev.


“Wow wow, selow Men.” Dev malah terkekeh, tidak merasa bersalah sama sekali.


Jarang sekali Ken bersikap sensitif begini.


“Kau kenapa Ken? Sejak tadi pasang wajah murung? Ada masalah?” Pertanyaan Yayaan mendapat jawaban helaan nafas dari Ken yang begitu berat.


“Masalah apa Ken?” Dev memasang wajah serius kali ini. Tidak jenaka seperti biasanya.


“Apa yang sampai membuat wajahmu penuh beban pikiran begini? Tidak seperti biasanya.” Dev heran sekali.


“Iya.” Yayan menyahut setuju, membuat Ken berdecak.


Ken menatap ragu pada sahabatnya itu. Apa ia perlu bercerita atau tidak?


Dengan pertimbangan sejenak akhirnya Ken pun menghela nafas sebelum membuka suara.


“Huft...” Ken menyandarkan tubuhnya. Meletakkan gelas yang sudah hampir setengah ia teguk isinya.


“Aku akan menikah.”

__ADS_1


“Oh Akan Meni...”


“KAH? Menikah?” Dev terbata ketika menyambung ucapannya yang terputus. Matanya menatap Ken tak percaya.


“Ini telinga kita tidak sedang salah dengar kan Ken? Seorang Ken mau menikah? Dengan siapa? Dengan siapa kau akan menikah Ken?” Yayan memajukan tubuhnya berusaha mendapat informasi dari Ken.


Setahunya sahabatnya ini bahkan tidak dekat dengan satu wanita pun. Sekarang dikejutkan dengan peryataan ingin menikah, dan lagi...raut wajahnya itu santai sekali. Seperti sedang membicarakan tentang cuaca saja.


“Aku berniat menikah dalam waktu dekat dan kalian tidak salah dengar.” Ken memperjelas dengan nada santai.


“Oh oke lalu siapa wanita yang berhasil mengaet seorang Kenan Prastyo ini?” Dev bertanya dengan serius. Ini mungkin kabar mengejutkan bagi mereka. Sebab Ken memang tidak pernah terlihat memiliki kedekatan dengan wanita mana pun.


“Aku belum menemukannya.”


Sontak jawaban Ken membuat Dev dan Yayan merasa kesal.


Ken memukul kepala Yayan dengan buku menu.


“Kau tidak mengerti kata akan?!” Ken setengah kesal menjelaskan. “Aku akan menikah, dan pernikahnnya juga akan terjadi kalau aku sudah mendapat pendamping yang tepat.”


“Kenapa tiba-tiba malah ingin menikah?”


“Mommyku mendesak.” Sahut Ken, bayang wajah harapan sang Mommy berkelebat membuat Ken tidak mau mengecewakan sang mommy.


Yayan dan Dev mengangguk paham. Di antara mereka anak yang paling begitu penurut dan sayang dengan orang tua adalah Ken. Jadi rasanya semuanya cukup wajar dan masuk dalam logika.

__ADS_1


“Saran ku saja Ken, jangan menikah hanya karena terdesak oleh tuntutan. Menikah itu bukan ajang coba-coba. Ada beban tanggung jawab sebagai pemimpin nantinya.” Dev berucap serius sekali.


“Aku mampu dalam hal finansial yang berarti sudah bisa mengemban tanggungjawab. Aku mampu dalam memimpin yang berarti bisa mengarahkan istriku nantinya. Aku yakin usia dan pikrinku sudah sangat matang.” Ken berucap sungguh-sungguh, membuat Dev yang tadi hendak kembali menyadarkan Ken teridam. Dev hanya takut jika saja ini hasil pemikiran pendek Ken dan tidak minat ke arah depan. Namun jawaban Ken yakin sekali.


Lihat Dev yang tidak bisa menjawab Ken tahu bahwa Dev sudah mengerti sudut pandangan.


“Aku akan menikah dan mencoba berkencan lebih dulu. Apa kalian punya kenalan wanita?”


“Aku punya banyak.” Sahut Dev.


“Bukan wanita yang jenis seperti itu dev!” Ken menggeram. Kenalan wanita Dev pasti tidak jauh dengan wanita yang mudah digoda ataupun penggoda. Ken tidak menyukai jenis wanita begitu.


Yayan menghunus tatapan mencela pula pada Dev.


“Aku ingin mencari wanita yang cerdas, berwawasan luas, mudah diajak bicara, humble dan tidak rapuh. Yang terpenting dia harus sesuai dengan mommyku.”


“Kalau kau mencari wanita beekulas begitu aku angkat tangan Ken. Sekitarku tidak dikelilingi wanita yang kau inginkan.” Yayan angkat tangan. Kriteria Ken berat sekali.


Ken memandang Dev.


“Kurasa kau perlu datang ke biro jodoh saja ken.”


“Biro jodoh?” Kening Ken bertaut tertarik.


“Iya biro jodoh. Mereka akan mencarikan pasangan yang sesuai keinginan si klien. Nah melihat kriteriamu yang begitu berkelas. Kau memang perlu menggunakan jasa biro jodoh. Mereka profesinoal Ken... dan pasti akan menyembunyikan identitas keliennya.”

__ADS_1


Mendengar penuturan Dev. Sejenak Ken terdiam mempertimbangkan. Jika dia bergerak mencari wanita yang sesuai, mungkin akan memakan waktu dua tahun lagi sebelum ia benar-benar mendapat pasangan sesuai keinginnya. Namun dengan bantuan biro jodoh ken akan membuat waktunya tidak banyak terbuang. Tinggal melakukan penyelisihan mana yang pantas atau yang tidak pantas.


“Baiklah, berikan aku alamat biro jodoh itu.”


__ADS_2