
POV Angel
Aku diajak jalan-jalan di pedesaan oleh atasanku .Senang? tentu saja aku senang, ini adalah saat-saat yang aku tunggu. Ketika pak Hans menunjukan gambar-gambar pedesaan yang sedang akan kami kunjungi mataku sungguh dibuat tersihir. Hingga aku begitu ingin melihat lebih dalam dan lebih nyata bukan hanya sekedar dari gambar yang ditunjukkan.
Pak Hans memimpin jalan menunjukan daerah sekitar sepertinya dia sudah sangat memahami rute yang ada.
Kami berjalan beriringan sedangkan asisten Bram berada beberapa langkah dibelakang kami.
Sangat perhatian itulah yang aku pikirkan saat ini, bagaimana tidak dari tadi pak Hans sepertinya memperhatikan langkahku.
"Pegang tanganku....."Atasanku ini mengulurkan tangannya agar aku menerimanya.
"Eh iya pak,maaf merepotkan,"Ujarku canggung.
Kami sampai ditempat tujuan pertama.
Pak Hans ternyata membawa kami ke tempat Air Terjun .Wah ternyata desa ini memiliki tempat-tempat yang tak kalah bagus.
Sangat menyenangkan, aku merasa sangat bahagia bisa berada ditempat ini.
Mendengar suara air yang mengalir, serta burung-burung yang tak berhenti nya berkicau.
"Sesenang itu kamu?"
Pak Hans bertanya kepadaku yang terlalu hanyut memandangi keindahan alam, sepertinya ia dari tadi memperhatikan tingkah laku ku.
"Iya pak,ini sangat menyenangkan "
Jawabku dengan wajah full smile.
"Mau mengambil gambar?"
Ia bertanya lagi
Aku mengusap bagian belakang tengkukku.
Melirik ke arah atasanku itu,aku sangat ingin menjawab ia dengan lantang tapi tidak mungkin, aku berfoto ria didepan atasanku itu .
"Tidak usah pak, dengan memandangi seperti ini sudah sangat menyenangkan "
Akhirnya aku menolak.
Aku berjongkok di atas bebatuan yang ada, memainkan air yang mengalir.
Atasanku itu ternyata juga ikut berjongkok melakukan hal yang sama denganku.
Beberapa saat kemudian,sepetinya aku sudah mulai puas menikmati air terjun.
Pak Hans sudah berdiri dari posisi jongkoknya.
Atasanku ini kembali mengulurkan tangannya
"Kemarikan tanganmu"
Suaranya terdengar berat namun dengan intonasi yang lembut
__ADS_1
Aku tersentuh dengan perlakuannya itu,sesekali aku memandang jari tangan kami yang saling bertautan.
"Aaa hiyat....cah"
Aku menoleh kebelakang mendapati asisten Bram yang kesulitan berjalan dan hampir terjatuh.
Rasanya aku ingin tertawa melihat itu.
Sepertinya ia menutupi rasa malunya dengan berkata
"Ehem ,saya tadi jatuh dengan gaya keren "
Dia mengatakannya dengan suara sok tegas, namun aku melihat gelagat malu dari postur tubuhnya.
"Oh ya..."Atasanku ini sepertinya mengejek asistennya sendiri.
"Hati-hati bram...."
Dia berujar seperti itu, kemudian menarik tanganku untuk mengiringinya.
Aku sangat senang dengan suasana ini.
Entah kemana pak Hans membawa kami lagi aku hanya mengikutinya .
Dan wah aku kembali tercengang ,ia membawa kami ketempat yang dpat melihat sunset dengan sangat leluasa.
Kali ini aku harus mengambil gambar,tapi tidak mungkin aku meminta atasanku untuk mengambil gambarku aku tidak seberani itu.
Aku menengok ke sekitar mencari keberadaan asisten Bram ,belum sempat aku menemukan keberadaan asisten Bram atasanku itu berucap .
Ia menawarkan untuk mengambil gambarku
"Eh tidak usah pak,nggak enak sama bapaknya ,saya minta bantuan asisten Bram aja" Aku kembali menolehkan pandangannya mencari keberadaan asisten Bram.
Sepertinya penolakanku itu membuat atasanku kesal.
"Kenapa? kamu tidak menganggap kehadiranku malah mencari asisten Bram ,atau karena merasa tidak nyaman "
Dia menunjukan raut wajah kesalnya
Jika seperti ini aku yang menjadi tidak nyaman
“Benar saya merasa tidak nyaman ,bukan dalam artian saya tidak menyukai anda seperti ini...tapi saya hanya merasa malu jika anda mengambil gambar untuk saya...entahlah ada apa dengan diri saya...saya tidak bisa bersikap sangat biasa akhir-akhir ini jika berada didekat anda pak”
Aku langsung menyerahkan ponselku ke tangannya, sesaat jari tangan kami saling bersentuhan, entah kenapa rasanya berbeda.
Jantungku sepertinya berdegup kencang.
"Ka-kalau begitu saya akan minta bantuan Anda" Aku bersikap tidak tau malu ,karena takut ia memikirkan macam-macam hal lagi
Seperti yang kukira aku agak canggung berpose didepannya, aku tidak fokus pada kamera ponselku, mataku malah tefokus ke arah matanya yang sangat menarik .
"Angel !"
Panggilannya menyadarkan ku
__ADS_1
"Berpose yang cantik" Ujarnya
Aku tersenyum malu menanggapinya .
Aku sangat kaku ketika ia mengambil gambarku .
Saking malunya aku memutuskan untuk mengambil pose ,mataku terpejam sambil tersenyum sangat lebar tak lupa kedua tanganku membentuk lambang hati.
Cekrek cekrek cekrek
"Bagus bagus "
Pak Hans mengomentari gaya poseku
Sepertinya lebih sibuk yang mengambil gambar dari pada yang bergaya.
Aku merasa lucu melihat kelakuan atas kau ini .
Dan secara tidak sadar aku menampilkan senyum tulus dari wajahku.
"Sudah selesai"
Aku sedikit berlari ke arahnya mendekat melihat hasil gambar yang ia ambil
Ponselku masih ditangannya dan dia menggeser layar ponsel ku menunjukan gambarku yang berhasil ia ambil.
Posisi kami sangat dekat bahkan tubuh kami merapat tidak ada celah.
Hasilnya sangat bagus ditambah lagi background yang menampilkan matahari yang hampir terbenam menambah keindahan hasil gambar tersebut.
Ada juga fotoku yang tersenyum sangat indah dengan rambut yang sedikit bergoyang karena terkena smeilir angin,dan hasil itu terlihat sangat alami.
"Wah anda sangat berbakat pak mengambil gambar"
"Tentu saja"
"Haha,anda tidak ingin mengambil gambar pak?biar saya ambilkan"
"Tidak usah ,aku kesini karena ingin menunjukan tempat ini kepadamu...tidak untuk mengambil gambarku "
Ha jadi karena aku dia mau menjadi seperti seorang pemandu wisata.
Aku kembali tersentuh dengan perkataan dan perilakunya.
Senyum tulus mengembang diwajahku,kami saling berpandangan.
Dan pada detik ini juga aku menyadari bahwa
Aku sudah mulai membuka hati untuk atasanku ini.
*
Epiloge
Asisten Bram mengambil jarak yang agak jauh dari pasangan dua orang itu,ia tidak ingin menjadi nyamuk diantara dua orang itu.
__ADS_1