
CERITA DIUBAH
.
.
Hembusan udara semakin dingin ditengah rasa yang berkecamuk. Nafas saling terengah-engah, sedang kening saling menyatu. Ken bisa melihat bibir Ayana membengkak karena ciumannya.
Dikecup Ken juga kening Ayana dengan begitu lembut. Hingga membaut rasa putus asa dalam diri Ayana mulai mereda. Gejolak itu sekarang meredam.
“Dengarkan aku baik-baik Ayana Humaira.”
Ken mengunci tatapan mereka. Degup jantung dan tubuh yang saling mengurung, membuat pikiran Ayana sulit untuk tenang.
“Aku adalah tipe yang tidak akan membiarkan targetku pergi begitu saja.” Ken menyapu rambut yang hampir menutupi pandangan Ayana. Membuat Ayana semakin terfokus pada setiap kalimat yang ia lontarkan.
“Ketika kamu masuk dalam kehidupanku semua pintu keluar sudah tertutup rapat. Tidak ada satu pun celah yang bisa membuatmu pergi.” Ken bersuara sangat serius. Membuat Ayana yang mendengarnya membeku.
“Kalau kamu tidak mau menemuiku, maka aku yang akan menemuimu. Kalau kamu menghindar maka aku akan menghadang.” Manik mata Ayana semakin membulat. Dia bisa melihat tekat dan kobaran kesungguhan dari mata Ken.
Sapuan hangat dirasa Ayana di pipinya. Menyapu jejak air mata yang tertinggal.
“Sejak awal aku tidak mau jadi tempat persinggahan, dan hanya di nikmati dalam sekejap. Aku tidak menerima hal itu.”
Ayana yang paham sekali maksud Ken. Padahal ia bahkan tidak singgah dia hanya melihat dari jarak jauh. Namun nyatanya Ken menjangkaunya dan berpikir bahwa ia singgah.
Semuanya rasanya rumit. Ken tidak mau melepaskan Ayana dari semua ucapan yang terdengar serius dan arogan tadi.
“Maka dari itu, aku membuat penawaran.” Ayana mengawasi dalam hati-hati. Ken tidak mungkin akan memberikan penawaran yang merugikan bagi laki-laki itu. Pasti penawaran ini akan menguntungkan Ken.
Ayana waspada. Dari ucapan Ken tadi pun Ayana masih merasa tercengang. Entah karena Ken tidak memiliki pilihan, atau harga dirinya jatuh karena ditolak Ayana pikir itulah salah satunya.
Kalau tidak Ken terdesak sekali sehingga menangkap Ayana yang ada di depan mata, sebagai calon pengantin.
Iya pasti salah satu dari sana.
“Selama satu bulan mari kita menjadi sepasang kekasih. Dalam jangka waktu itu aku akan membuatmu kembali menggelora dan merasakan dahaga akan cinta.”
Ayana meneguk salivanya. Tidak mampu berkata-kata. Senyum Ken tampak sangat licik. Ken tau Ayana begitu menyukainya di masa lampau.
Maka dia akan melakukannya. Membuat Ayana kembali merasa begitu menatapnya dengan damba.
__ADS_1
“Dan kalau nanti sampai jangka waktu berakhir kamu masih tidak ingin menjadi calon istriku. Maka aku akan membebaskanmu. Aku tidak akan mengganggumu lagi.” Ken mengawasi ekspresi Ayana dengan geli. Raut wajah Ayana waspada sekali.
“Jika detik ini kamu menolak, maka semuanya akan sama saja. Aku akan terus datang dan menghampirimu. Oh iya sayang kamu sudah melanggar kontrak kan?” Ken lagi-lagi tersenyum licik.
Ayana terdiam sebelum ia paham arah rujukan ucapan Ken.
“Aku sudah mengembalikan semua uang yang kamu kirim!” Memang kan Ayana sudah mengembalikan sejumlah uang yang harusnya milik Ken. Pasti laki-laki ini juga sudah menerima pemberitahuannya.
“Jangan memasang wajah seperti kucing kecil yang sedang marah sayang...Aku gemas sekali melihatmu.” Ken geli sekali dan tidak sungkan mencibit pipi Ayana dengan satu tangannya.
Oh tidak Ayana tidak pernah melihat sisi Ken yang begini. Sisi yang menggoda wanita dengan seringai nakal dan kedipan mata nakal.
“Jadi apa kesimpulannya?!” Ayana kesal.
“Terima tawaranku dan kamu punya kemungkinan untuk bebas, atau menolak lalu tetap akan dalam jangkauanku, dan juga akan membayar mahal atas kegagalan kontrak.”
“Kamu licik sekali ken!” Geram Ayana kesal.
Mengapa situasinya menjadi begini?
“Bukan licik, tapi smart or brilian.” Alis naik dan senyum merekah. Senang melihat Ayana yang terlihat marah namun tak berdaya.
“Aku ini pebisnis Ayana, jadi wajar sekali tawaranku tentu saja harus menguntungkan ku lebih dulu sebelum klien.” Malah tertawa senang.
“So? Yes or no?” Tanya Ken berbisik dekat sekali dengan bibir Ayana.
Dengan menahan kesal, Ayana memejamkan mata sebelum mengangguk dengan malas.
“Gunakan bibirmu ini, apa terlalu kebas karena habis dicium jadi sulit untuk bicara?” Ucapan Ken terdengar sangat panas di telinga Ayana.
“Iya, jawabannya iya tuan Ken!” Ayana kesal sekali. Dia tidak punya pilihan. Pilihan yang ada pun sama sekali tidak menguntungkannya. Dan jadi kekasih Ken adalah satu-satunya pilihan yang sedikit menguntungkan.
Atau mungkin saja dia malah masuk perangkap laki-laki arogan ini?
“Bukan tuan, tapi sayang.” Ken mengeja kata sayang dengan perlahan. Seperti sengaja mengajari Ayana.
Mata Ayana membulat. Jangan bilang dalam masa satu bulan ini ia harus mengikuti apa pun kemauan Ken termasuk memanggil nama sesuai dengan keinginan ken.
Ken tiba-tiba saja mencium Ayana yang sedang bergelut dengan pikirannya.
Dia tau Ayana akan marah padanya.
__ADS_1
“Kenapa? Sepasang kekasih boleh melakukan ini.” Senyum licik lagi santai juga. Ayana hanya bisa menatap tajam Ken.
“Dan juga kenapa pikiranmu mudah sekali terbaca Aya. Pikiranmu benar, kamu harus memanggilku dengan sebutan sayang.”
“Mana bisa begitu!” Hampir saja Ayana linglung karena Ken baru saja memanggilnya dengan nama kecil.
Kali ini Ken terlihat lebih kurang ajar, layaknya laki-laki pemain handal. Dia bergerak dan mengusap bibir Ayana dengan sensual tatapannya pun terlihat mendamba.
“Harus, karena kalau saja kamu masih belum bisa luluh selama satu bulan, maka aku tidak akan bisa mendengar bibir mungilmu ini menyebutku dengan sebutan sayang.” Lagi-lagi Ken memberi jawaban yang membuat Ayana diam.
“Jadi.” Wajah Ken semakin dekat membuat Ayana berusaha memundurkan kepalanya. Namun nyatanya itu tak membuahkan hasil karena Ken menangkup tekuknya.
“Mari kita rayakan, sayang.”
Lalu Ken berbuat semaunya dengan kembali membenamkan ciuman di bibir Ayana. Menyesap bibir Ayana dengan lembut. Sungingan senyum kecil menghiasi bibirnya dikala merasa Ayana yang hanya pasrah.
Ah target sudah masuk dalam perangkap.
Tampaknya akan banyak kontak fisik yang tidak bisa Ayana tolak dari Ken. Ciuman saja Ken sudah melakukannya tanpa ijin. Lalu apa lagi setalah ini?
.
.
.
Maaf sekali ya kalian kenal kan sama aku yang suka plin plan yang suka sering hapus bab. Jadi bab 30 Kemaren aku hapus.
Ganti ini yang baru...
Moga suka...
Ayo beri banyak cinta untuk Aya dan Ken
Capek nulis...capek mikir...capek ngetik....capek guling-guling...
Mohon kasih like...
Komen
Vote dan hadiah semua....
__ADS_1
Yang baru baca moga senang ya..hehe
🙏🤗🤗🤗