Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH-51- Tamu Tak Di undang


__ADS_3

Di kediaman keluarga Prasetyo, Mama mengekori Hans yang pergi ke dapur mengambil air minum. Senyumnya merekah, matanya berkedip-kedip lucu menatap sang anak. Panggilan telepon pagi tadi sangat menyenangkan dirinya dia akan segera memiliki menantu .


“Kenapa sih mah?” tanya Hans, sejak tadi ia merasa aneh dengan mamanya itu.


“Mana calon mantu mama?...bawa kesini mama mau kenalan. Ayo Hans bawa calon mantu mamah ,mamah gak sabar mau ketemu .”Mama Rina tampak sangat ceria meminta Hans mempertemukan dirinya dengan kekasih anaknya itu.


“Nanti mah biar nunggu dia siap dulu. ”Hans berujar lembut, berusaha membuat Mama mengerti.


Laki-laki itu berusaha menghindari ibunya yang heboh karena dia sudah memiliki kekasih. Papa fadli sendiri hanya santai di ruang keluarga sambil menonton televisi. Sedangkan adik perempuannya sibuk dengan gadget nya sendiri.


Hana ,itulah nama adik Hans ,adiknya ini sudah menempuh dunia perkuliahan ,jarang sekali berada dirumah karena memilih tinggal dekat dengan lokasi kampusnya, walaupun berat hati Mama mengiyakan keinginan anaknya .


Hans sekarang sudah duduk di sofa tepat disampingnya ayahnya sang ibu tidak ingin ketinggalan menyusul anaknya duduk di sofa juga.


“Hans...pokoknya mama gak mau tau dalam waktu dekat ini ajak pacar kamu ke rumah. “Pinta Mama Rina lagi


“Heboh banget sih mah dari kemaren ...duh.”Seru Hana sang anak perempuan


“Mamah ini yang sabar...gimana kalo calonnya kabur duluan .”Ujar sang suami juga ikut menimpali.


“Iya tuh mah...mamah pernah denger gak 'calon mantu gak jadi menjadi menantu karena ibu mertua terlalu agresif'.”


Hans berkata dengan wajah serius ingin mengecoh ibunya agar tidak terlalu mendesak dirinya.


“Ah masa bener gitu ...gak gak...gak boleh.”


Mama terlihat berpikir dia kemudian mengeluarkan ponselnya ,dia tidak ingin kesempatan untuk menjadi calon mertua hilang begitu saja, seperti yang dikatakan sang anak.


“Ngapain mah?” tanya sang suami heran.


“Siap-siap mau stalking akun medsos calon mantu. ”Mama Rina mengeluarkan ponselnya dengan wajah lucu.


Sunggu ibu-ibu jaman sekarang .Sangat gaul .


“Hans nama akun aiji pacar kamu apa ,biar mamah follow .”


“Aiji apaan mah ?”Tanya hans heran ,keningnya juga ikut berkerut.


Papa juga tak kalah heran dengan kelakuan sang istrinya itu.


“In-sta-gram...haduh ini orang berdua gak ngerti bahasa gaul.”Mama Rina tepok jidat ,melihat kedua pria yang dirasanya tidak kudet.


“Pelafalan mamah itu aneh. Hans gak paham.” Hans Menepiskan senyum di bibirnya


“Pokoknya itulah intinya ..Udah ini ...apa nama akun ig nya .” Tetap kekeh dengan pelafalannya .


Hans pura-pura mengambil ponselnya ,dan beranjak dari sofa menuju kamar .


“Hans mau Kemana kamu?! Jangan kaburrr sini...mama mau stalking akun ig calon mantu .”Mama Rina berteriak ,Hans semakin melangkahkan kakinya dengan cepat .


Sedangkan ayah Hans hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua orang tersebut dan melanjutkan menonton televisi.


Hans menutup pintu kamarnya rapat ,tidak membiarkan sang ibu masuk.


“Hans ...anak ini !mama Cuma mau liat wajah calon mantu...Hans ....”


Ibu Hans menggedor-gedor pintu kamar sang anak. Karena tidak diperbolehkan masuk akhirnya ibu Hans pergi .Dia akan mencari tau wajah kekasih anaknya dengan caranya sendiri .


“Huff ...aku baru tau ternyata calon mertua sangat berbahaya.”


Mengolok ibunya sendiri .Bukannya apa dia menghindar ,dia hanya takut angel tidak siap ,hubungan mereka juga terbilang Baru. Dia takut Angel terbebani .


Dia membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur. Kedua tangannya menjadi tumpuan bagian kepalanya .Wajahnya akhir-akhir ini terlihat sangat mudah tersenyum. Mungkin karena faktor jatuh cinta yang membuat suasana hatinya sangat senang .


Mengambil ponsel dan menelpon sang kekasih .


Dering pertama belum diangkat ,dering kedua belum juga sampai dering ketiga baru diangkat.


Terdengar suara wanita dari seberang telepon yang tidak lain adalah angel.


[“Hallo”]


“Kenapa baru diangkat .”


Hans merasa sedikit kesal karena teleponnya tidak langsung diangkat tadi


[“Aku sedang di dapur tadi .”] Suara lembut dari Angel sedikit meredam kekesalan Hans.


“Kau belum makan.?”


[“Iya ...ini baru mau makan sekarang.”]


Angel diseberang mengapit telpon Di antara bahu dan telinganya sambil menata makanan yang akan dia santap.


[“ada apa. ”]lanjutnya lagi


“Tidak ada... Apa perlu alasan jika ingin menelpon kekasih sendiri. “Seru Hans dia sudah berguling kesana kemari di atas ranjangnya .


Angel menjawab dengan kekehan pelan,sebutan kekasih masih saja membuat dia merasa senang .


[“Tentu saja tidak ,jadi?”]


“Jadi apa.?” Tanya Hans balik ,dia masih ingin berlama-lama berbicara dengan Angel.


[“Aku mau makan sekarang ,kita sudahi dulu ya.”]


“Hei...”


Hans tidak terima dia baru bicara sebentar dan angel mau mengakhiri sesi telpon mereka .


[“Iya .”]Jawab Angel berusaha tenang ,padahal perutnya sudah minta diisi dari tadi.


Hans berpikir sesuatu untuk melanjutkan pembicaraan ,dia menepiskan bibirnya.


“Buatkan makan siang besok. Jangan makan dikantin perusahaan ,kita makan siang bersama ! ”


Angel membenarkan ponselnya memegang dengan tangannya.


[“Kenapa? Bukannya ada asisten Bram yang menemani makan siang .”]


Angel berusaha menolak halus ,karena jika dia menyiapkan makan siang maka dia harus bangun lebih pagi dari biasanya.


“Kekasihku kau atau asisten Bram?.”Tanya Hans dan sedikit mendengus kesal


[“Baiklah akan kusiapkan .”]Angel memilih mengalah


[“Sudah ya.”]


“Ucapkan selamat malam dulu .”


Angel menatap ponselnya dengan kening berkerut dalam merasa agak geli dengan situasi ini.


[“Baiklah selamat malam selamat tidur.”]


“Kau juga.”


Panggilan telpon sudah dimatikan ,senyum Hans semakin mengembang. Tidak sabar menunggu hari esok.

__ADS_1


***


Di kantor


Hans sedang berada di kota lift ,menekan tombol lift ke angka menuju ruangannya.


Dia sangat tidak sabar untuk bertemu sang kekasih ,lift bahkan terasa lambat untuknya .


Kakinya dihentakan pelan menandakan dia agak tidak sabaran, matanya menatap lurus ke arah pintu lift .


Walaupun biasanya dia terlihat gagah sedang berjalan, namun saat ini Hans seperti ingin terlihat lebih mengagumkan di mata sang kekasih .Dia berjalan dengan sangat keren. Bram yang berada di belakangnya hanya merasa geli dengan kelakuan yang atasan.


“Selamat pagi pak...selamat pagi asisten Bram.”


“Pagi.”


Hans menepiskan senyum ke arah a


Angel ,kemudian melirik ke arah Bram matanya mengatakan untuk tidak menjawab sapaan angel.Tentu saja Bram menurut tidak ingin mendapat lampiasan amarah nantinya.


Angel mengerjapkan matanya ,Hans masih tidak berlalu dari depan meja kerjanya .Wajahnya masih memasang senyum lebar.


“Ada yang bisa saya bantu pak. “


Hans baru tersadar ,dia terlalu menikmati menatap wajah sang kekasih.


“Ehm...kau membawakan yang kuminta tadi malam.”


“Iya sudah saya siapkan ,tapi saya tidak yakin dengan rasanya.”


Bram yang tidak mengerti arah pembicaraan hanya bisa menjadi pendengar.


“Tidak masalah ,yang penting kau sudah berusaha.”


“Bagaimana jika rasanya sangat buruk.”


Angel berusaha menahan senyumnya karena ,ingin menggoda Hans .


Hans terlihat berpikir ,dia tidak mungkin mengatakan hal kasar sekarang .


“Sudah kubilang tidak masalah. Kalau perlu wadahnya akan ikut kumakan juga nanti...haha.”


Krik krik krik krik


Apakah Hans sedang bercanda sekarang ,itu bahkan tidak lucu di pendengaran Bram .Sedangkan Angel merasa Hans berlebihan.


“Haha...”Angek tertawa garing ,hanya sebentar kemudian berhenti


“Ehm ,aku akan masuk sekarang.”


“Baiklah selamat bekerja .”


Ucap angel ,kemudian Hans berlalu menuju ruang kerjanya diikuti sang asisten.


2 jam kemudian .


“Bram...”


“Iya pak”


“Pukul berapa sekarang?.”


Hans melihat arloji di tangannya .


“Pukul 9 pagi pak.”


“Kenapa lambat sekali .”


Bram tidak menjawab hanya diam.


1 jam kemudian .


“Bram...”


Bram yang saat itu sedang memeriksa dokumen di sofa ruang kerja Hans ,menolehkan kepalanya mengarah ke meja kerja dimana sang atasan sedang duduk disana .


Ada apa dengan tatapan matanya itu.Haduh aku tidak bisa mengimbangi perubahan boss ku ini.


“Iya pak .”


“Sudah waktunya makan siang kan?”


“Masih 2 jam lagi menuju makan siang pak, tapi jika anda sangat ingin makan saya akan memesan makanan sekarang.”


Bram berpikir jika sang atasannya ini sangat lapar ,jadi karena itu sang atasan berulang kali menanyakan makan siang.


“Tidak perlu .”


Penolakan Hans diikuti isyarat tangannya .


10 menit sebelum jam makan siang.


“Bram.”


“Iya!!!”


Bram spontan menyahut dengan suara yang sedikit tinggi ,karena dari tadi sang atasanya itu menanyakan jam makan siang ,membuat dia sedikit kesal.


“Kau berteriak sekarang!”


Seru Hans dengan nada tak kalah sengit


Seketika Bram tersadar ,dia merutuki dirinya karena lepas kontrol.


“Tidak bukan begitu maksud saya... Sa-saya ha...”


“Tidak perlu dijelaskan!. keluar sana kau Bram!. Panggilan sekertaris angel ,suruh dia masuk ke ruangan ku se-ka-rang.”


“Ehm baik pak .”


Bram sedikit merasa lega ,karena tidak mendapat semprot dari sang atasan,hanya sedikit kekesalan saja.


Tok tok tok


Pintu ruangan diketuk .Hans mempersilahkan siapa saja yang masuk ,yang ditunggu-tunggu sekarang sudah masuk di tangan kanannya menenteng bekal makanan .


Hans langsung mendekat dan duduk di sofa ruang kerjanya .


“Masih ada waktu sebelum jam makan siang .”


Ujar angel tapi tangannya dengan telaten menyusun makan siang yang dia persiapkan di atas meja .


“Apakah tidak masalah.” Imbuh Angel


“Tidak masalah ,kau ini bossnya siapa disini?”Tanya Hans.Menyadarkan Angel bahwa dia bisa berbuat semaunya sendiri .


“Baiklah terserah bossnya saja.”

__ADS_1


Hans memulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya .Angel melihatnya dengan penuh binar ,wajahnya menunggu pujian dari Hans.


“Bagaimana?...enak?”


“Cukup bisa dimakan.”


Hans tidak ingin melambungkan Angel melalui pujian, jadi dia menanggapi dengan datar.


Mata angel menyipit, mulutnya mencebik tidak suka dengan tanggapan Hans.


“Padahal aku sudah mempersiapkannya dari pagi sekali.” Ujar Angel


“Benarkah?” Melirik sekilas ,melihat raut wajah Angel .


Hans kembali memasukkan satu sendok ke dalam mulutnya bahkan hampir penuh. Jika biasa saja kenapa Hans terlihat lahap memakan makanan ini. Pikir Angel.


“Ada apa dengan wajahmu?...ayo makan.”


“Astaga ini memang makananku !”


Seru angel


“Tapi kau mempersiapkannya untukku kan.”


Dia tidak peka sekali berikan aku pujian .


Mata angel menatap Hans dengan penuh arti


Hans berusaha menahan tawanya melihat ekspresi angel ,dari wajahnya Hans bisa membaca pikiran angel.


Selesai sudah makan siang.


Angel akan berlaku dari ruangan Hans ,dia malas berlama-lama disana .


“Mau Kemana?”Tanya Hans


“Kembali kemeja kerja ku.”Ada nada ketus dari jawaban Angel ,sepertinya dia merajuk karena Hans tidak memujinya


“Sini dulu.”


Angel yang tadinya berdiri ,dengan enggan perlahan mendekat ke arah Hans. Hans menahan senyumnya melihat Angel mendekat ,karena tidak tahan dia menarik tangan angel dan tubuh Angel jatuh di pangkuannya.


“Eh...”Angel memekik terkejut.


Hans menarik tekuk angel ,agar lebih mendekat ,tangan satunya melingkar takut Angel melepaskan diri. Mata terfokus ke arah bibir merah Angel.


Angel menelan salivanya kasar. Entah kenapa tubuhnya tidak ingin menjauh malah seperti menerima perlakuan Hans walaupun jantungnya berdegup kencang. Matanya perlahan terpejam menunggu yang dilakukan Hans.


Hans tersenyum tipis melihat Angel yang memejamkan matanya.


Bibir hans sekarang sudah terbenam tepat di belahan bibir angel, ciuman lembut.


“Makananya sangat enak ,jadi tidak perlu memasang wajah cemberut.” Menatap Angel


Sepertinya Hans membujuk Angel dengan caranya sendiri .


“Si- siapa yang...heh.”


Angel tidak melanjutkan kalimat bantahannya .


Hans menepiskan senyumnya melihat wajah angel yang merona .


“Berdiri sekarang !.Kalau tidak aku akan mengurungmu di ruangan pribadiku saat ini.”


Hans tidak tahan lagi .


Mata Angel membulat dia segera bangun dari pangkuan Hans ,dan langsung berlari menuju pintu keluar ,tanpa melihat ke arah belakang .


Astaga dia sangat berbahaya .bagaimana jika dia lepas kontrol


***


Mata Angel memicing tajam melihat seorang wanita yang berpakaian minim dan berkacamata beridiri dihadapannya .Dagu wanita itu nampak terangkat ,meninggalkan kesan angkuh.


“Atasanmu ada didalam?”Tanya sang wanita to the point ,dengan suara yang nampak angkuh pula


“Iya beliau ada ditempat .”Sahut Angel sopan.


Tak disangka Angel wanita itu langsung berusaha meluncur masuk ke dalam ruangan Hans. Angel segera menghadangnya melebarkan tangannya untuk menghalangi langkah lebih jauh wanita tadi.


“Eh Anda tidak bisa masuk ke ruangan ceo Kami sembarangan Anda perlu membuat janji terlebih dahulu.”Tutur angel, dia menjalankan tugasnya sebagai sekretaris. Mungkin juga sebagai seorang kekasih, yang merasa miliknya terancam.


Entah bagaimana wanita ini bisa masuk bahkan sampai mencapai lantai teratas ruangan CEO. Mengingat beberapa agenda Hans tidak memiliki jadwal temu dengan wanita ini. Pasti dia memiliki pengaruh orang dalam pikir Angel.


Wanita itu nampak tidak suka dengan Angel yang menghalangi jalannya ,dia melepas kacamatanya . Mendongakkan dagu nya ke arah angel.


“Hei jangan menghalangiku !...Aku disuruh oleh ibu CEO mu itu untuk ke sini .”Jawab nya ,dengan nada yang terdengar kesal.


Hati angel rasanya meringis ,ada hantaman rasa sesak di dadanya .Kenapa ibu Hans mengirim seorang wanita untuk menemui kekasihnya .Apa maksudnya?


“Tetap saja anda tidak bisa langsung masuk...anda perlu membuat janji terlebih dahulu.”Tutur angel


“Heh kau tau siapa aku?”Suaranya nampak meninggi


Astaga memangnya siapa kau aku tidak perduli..memang gaya orang sombong bertanya 'kau tau siapa aku'.


Angel menarik nafas sebentar sebelum menjawab wanita dihadapannya ini.


“Saya tidak tau siapa anda ...tapi saya dapat menyarankan Anda untuk pergi kedokter jika Anda tidak mengenali diri anda sendiri.”Jawab angel cepat ,dia mengingat ucapan Hans saat ada laki-laki yang mengganggunya dulu .


“Kau...”Wanita itu Sudah mendekat handak melayangkan sebuah pukulan kepada angel


Mendengar suara bising yang nampak asing dari arah luar ruangnnya Hans langsung beridiri .Bram juga nampak merasa terusik .


Pintu ruangan Hans terbuka ,mata Hans membulat sempurna melihat wanita asing yang akan melayangkan tamparan kepada sang kekasih.


Ada apa ini...kau jangan membuat Masalah wanita ...


Bram bermonolog di pikirannya ,dia sudah membayangkan akan terjadi suasana mencekam nantinya.Benar saja Bram langsung terkesiap mendengar suara atasannya itu .


“Sebaiknya kau menahan tanganmu itu!! Jangan sampai aku mematahkannya! karena kau bersikap kurang ajar !!“Seru Hans dengan suara lantang ,dia tidak peduli tentang gender .Wanita yang berdiri jauh dari jaraknya sekarang ini hanya lah orang yang akan mendapatkan amukan besar dari dirinya.


Wanita tadi nampak ,terkejut mendengar suara berat dengan sisipan kegeraman .


Wanita tadi langsung menurunkan tangannya ,Angel berbalik melihat sang kekasih berjalan ke arahnya dengan langkah lebar ,Bram juga mengikuti sang atasan dari belakang .


Guratan wajah garang juga terlihat jelas terlukis dari wajah Hans .Tidak ada sama sekali sikap ramah yang diperuntukkan untuk seorang tamu. Tepatnya tamu tak diundang.


Sampai sudah langkah kaki Hans dia berdiri tepat disampingnya angel .


“Siapa kau?”Tanya Hans ketus ,nada suaranya nampak sangat geram .Beraninya wanita ini hendak memukul kekasihnya yang sangat berharga.


Bram hanya akan bersiap sekarang ,bersiap untuk mengusir secara kasar wanita di depannya ini ,jika sang atasannya Sudah meledak .


“Aku Sindy ,nyonya Rina menyuruhku untuk menemui anaknya. ”


Wanita tadi memperkenalkan diri. Mata Hans melebar terkejut ,dia tidak tertarik dengan wanita yang dikirim ibunya ini.Dia hanya menghawatirkan pikiran-pikiran yang bergelayut di otak angel nya .

__ADS_1


Mata Hans menelisik dalam melihat Angel yang nampak terdiam dari tadi.


__ADS_2