
Selesai mengurus mobil Angel dan mengetahui seluk beluk permasalahan Bram kembali menuju perusahaan .Dia harus melaporkan yang dia ketahui tadi ,Hans sudah mengiriminya pesan beberapa kali untuk menjelaskan semuanya secara ditail.
Sebelum menuju ruangan CEO dia menghampiri anak magang lebih dahulu di lantai 5 .Bram berjalan mendekat menuju kubikel tempat Angga dan Bayu si anak magang di tempatakan .
“Angga.”
Nampaknya Angga terkejut ,dia terlonjak dari posisinya tadi dan segera mengambil posisi berdiri .“Ya pak .”
Mata Bram beralih melihat kubikel disebelah Angga yang kosong.“Mana Bayu .”
“Eh ini saya juga tidak tau pak .Dia tidak muncul sedari tadi .”
“Tidak ada mengirim pesan ?”
“Tidak ada pak.”
Bram memijit pangkal hidungnya .Keningnya berkerut samar .Terpaksa dia memberikan semua tugas kepada Angga .Setelah itu dia berlalu tempat tujuannya saat ini adalah lantai 17 .
Benar-benar masalah besar ,apa motif sebenarnya dari orang itu? kenapa dia mendekati sekretaris Angel ? apa jangan-jangan dia sudah berada di sekitar kami tanpa kami sadari ?!
Benaknya risau dengan peliknya permasalahan .
Saat melangkah menuju ruangan Hans ,dia berhenti sejenam melihat Angel yang menyapanya .Perempuan itu tidak tau menahu tentang permasalahan yang terjadi .Wajah polosnya membuat Bram merasa bersalah tidak bisa menuntaskan masalah ini dengan segera .
Lihat wajah itu ...apa itu wajah yang akan mendapatkan kejahatan dari orang lain ? bahkan wajah itu terlalu ramah untuk memiliki seorang musuh .
Masuk ke dalam ruangan dia sudah dihadapkan dengan raut dingin Hans .Tanpa membuka mulut Hans segera mendudukan tubuhnya di ruangan tengah yang terdapat sofa .
Bram menangkap tatapan mata tajam sekaligus raut wajah dingin dari Hans sang atasan .“Bagaimana Bram ?”
“Seperti yang saya duga pak ,semuanya sudah di otak Atik .” Bram kemudian menjalankan semua yang montir mobil jelaskan kepadanya tadi .Tatapan mata dingin itu semakin dipertajam pun kedua alisnya yang juga saling bertautan .Buku-buku jarinya nampak memutih karena kepalan yang begitu kuat .
Dia harus menekan amarahnya tidak akan ada gunanya dia marah ,dia harus berpikir jernih mencari jalan yang paling baik untuk diambil .Sejenak dia mengusap wajahnya kasar ,tubuhnya tadi yang bersandar sudah tegak karena menegang tat kala mendengar semua penjelasan Bram .
“Carikan orang-orang terpilih untuk mengawasi Angelku ,bawa mereka kehadapanku.” Raut wajah dingin itu masih tak menyurut ,hingga membuat Bram harus berkeringat dingin .Ini yang paling dia tidak suka dari atasanya itu .Jika Hans sudah diambang batas amarahnya maka aura gelap akan begitu nampak disekelilingnya .
“Baik pak .” sahut Bram .“Lalu untuk acara yang Anda persiapkan apakah harus dilanjutkan .”
__ADS_1
Amarah Hans sedikit menyurut mengingat tentang rencana spesialnya namun bibirnya sama sekali tak mengulas senyum .
“Apa semuanya sudah siap Bram ?”
“Ya pak .” sahut Bram cepat .Hans tampak menimbang sesuatu .“Mulai dari malam ini aku mau pengawasan terhadap Angellu semakin mengetat.” serunya serius dengan manik mata menghujam dalam .Bram menaggapi dengan anggukan pasti .
Ku harap aku tidak pernah mengunakan jasa kalung itu .Angelku sayang...aku akan melindungimu .
***
“Bawa ini ,berdandanlah dengan cantik aku akan menjemputmu .” Bisik Hans tepat ditelinga Angel lalu memberikan ciuman lama di pelipis Angel .
Pipi Angel memanas mengingat kejadian itu .Dia menepuk pipinya pelan membuyarkan lamunanya .
“Aku benar-benar gila ...kenapa aku tetawa sedari tadi .Angel kendalikan dirimu haha...” Masih tidak bisa menahan diri ,begitu senang .Dadanya berdegup kencang .
“Apa yang akan kami lakukan .Kenapa pakaian ini indah sekali .” bergumam masih dengan nada ceria.
“Oh hampir lupa .” mengambil kalung yang tadi sempat dia lepaskan .Teringat dengan peringatan Hans untuk tidak pernah melepaskannya dia menganguk patuh tidak tau apa maksud dibalik peringatan itu .
“Selesai.”
Layar ponselnya menyala terdapat panggilan telpon dari nomor tak dikenal .Sejenak Angel terdiam menimbang haruskah dia mengangkat panggilan telpon .
“Hallo .” Ia memutuskan mengangkatnya .
“Apa ini nona Angel.” tanya disebrnag telpon ,Angel sama sekali tak mengenal suara si penelpon.
“Ya benar .” sahut Angel .
“Saya diutus oleh pak Hans Prasetyo menjemput Anda.” kening Angle mengkerut samar merasakan kecurigaan .Padahal tadi Hans mengatakan bahwa dia yang akan menjemput Angel .Apa ini perubahan rencana .Rasa curiganya mengalahkan rasa senang yang membuncah .
“Saya sudah di depan rumah Anda .” seru yang si penelpon .Tanpa pikir panjang Angel menyibak gorden dan melihat ke arah luar memang terlihat ada sebuah mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya .
“Baiklah tunggu sebentar .” sahut Angel lalu panggilan telpon di putuskan .Langkahnya terhenti untuk membuka pintu rumah .Entah mengapa ada perasaan aneh yang membuatnya urung melanjutkan langkah.Ditatapnya layar ponselnya .
Dia tau tabiat Hans ,laki-laki itu tidak akan membiarkan seseorang untuk berduaan dengannya apalagi dari suara yang dia dengar tadi itu adlah seorang laki-laki .
__ADS_1
Sekelebat akal sehatnya muncul .Pintu dikuncinya dengan rapat tak jadi melanjutkan langkahnya .Dia kemudian berlari menuju kamar dan menguncinya juga .Alarm peringatan menyala!!
Dia pernah merasa dikuti seseorang ,jadi sejak itu dia semakin waspada .“Hallo kau sudah siap ...sebentar lagi aku akan menjemputmu .”
Bak sebuah Sambaran petir mulut Angel terkatup rapat dengan tangan yang gemetar .
“Angel Angel sayang...” suara Hans di telpon menyadarkannya .
“Ada-ada orang diluar rumah .” Bisik Angel pelan dan lirih tubuhnya masih bergetar .
“Apa maksudmu bicara yang jelas!!” yang di seberang sudah mulai gusar nada Hans menjadi begitu cemas .
“Di- dia mengatakan bahwa kau yang menyuruhnya untuk menjemputku .”
“Jangan keluar rumah ...bersembunyi kunci kamarmu juga aku akan segera datang ...tenang sayang tenang...jangan putuskan panggilan ini oke .” Hans memberikan instruksi kecemasan juga sudah merambat di seluruh tubuhnya .
Angel mengigit jarinya tangannya gemetar bersandar pada daun pintu .
***
Mobil Hans semakin melaju kencang .Angelnya dalam bahaya!! dia tidak pernah meminta seseorang untuk menjemput Angelnya .Pikiran negatif sudah dia olah .Bagaikan orang gila dia melanggar lampu lalu lintas . Sama halnya Bram yang sudah siaga dibelakang mobil Hans .
“Tenang oke ...jangan kemana-mana tetap di dalam kamar ...Angel jawab aku sayang .” serunya dengan nada kencang ke depan ponsel .
“I-iya .” Hans tau bahwa Angel sedang ketakutan saat ini .
“Aaaaaaaaaa...”
“Angel! Angel !!! apa yang terjadi Angel sayang Angel!!!”
Tidak ada sahutan terdengar suara barang yang berjatuhan dari seberang telpon .Kegusaran Hans semakin menjadi .Angelnya menjerit tadi ! Sial dia tidak akan mengampuni siapa pun yang berbuat masalah dengan Angelnya !!!
.
.
Happy reading
__ADS_1
~tyatyut