Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 108- Sudah Memiliki Tunangan


__ADS_3

Perkara kecelakaan diambil alih oleh papa Fadli. Hanya dalam waktu 1×24 Jam Papa sudah bisa membawa si pelaku ke jerujing besi. Ya meskipun amarah beliau sesaat memucak akhirnya beliau berpikir logis kembali ia tidak akan menodai tangannya hanya untuk secuil kecoa yang tidak berarti.


“Saya tidak mau tau pokoknya perkara ini harus mendapatkan hukuman yang sangat berat. Anak saya hampir saja meninggal bahkan asistenya mengalami patah tulang akibat kejadian.” Ucapan papa bagikan ultimatum bagi tim kuasa hukum Prasetyo. Pengacaranya sekarang bekerja lebih keras dari kasus sebelumnya.


Semuanya terungkap, Pelaku dibalik kecelakaan Hans dan Bram ialah Pak Nugroho Ayah dari Bayu. Menurut penuturan Nugroho ia melakukan itu karena Hans memang pantas mendapatkan hal itu, bahkan nungroho menyayangkan targetnya masih hidup.


“Kau laki-laki gila!! Berani sekali kau berkata seperti itu!! Keluargamu akan mendapatkan akibat dari perbuatannmu!! ” Suara papa Fadli menggema, dengan tubuh yang berusaha menggapai Nugroho. Akhirnya perkelahian tak terelakan, polisi yang berusaha melerai perkelahian dalam sekejap mata terlentang akibat dibanting papa Fadli.


Kericuhan terjadi dikantor polisi. Dengan usaha keras para polisi baru bisa memisahkan Papa Fadli dan Pak nughoro. Penampilan pak nughoro tampak begitu acak dan mengenaskan. Jika saja akal sehat papa tidak kembali mungkin saat itu juga pak nughoro akan dikirim ke alam baka!!


***


Semua diproses sesuai jalur hukum. Mama menjadi lebih tegas selepas kejadian Hans kecelakaan. Jika Hans tidak menurut maka mama akan mengancam dengan menceritakan kejadian Sebenarnya kepada Angel tentang Hans yang kecelakaan. Tentu saja Hans langsung kalah telak. Dia tidak ingin Angel mengetahui dan nantinya berakibat menyalahkan diri sendiri.


Angel akan menyalahkan dirinya karena semua ini bermula dari Bayu sampai-sampai keluarga Bayu yang tak terima anaknya dipenjara nekat ingin membunuh Hans. Tidak boleh Angel tidak boleh mengetahui fakta ini. Ia menurut dengan ucapan mama.


Ingatan Hans berputar saat dirumah baru sadar di rumah sakit.


“Angelku!! Astaga Angelku pasti khawatir! mana ponselku! ” Sudah gelisah di ranjang rumah sakit ribut mencari ponselnya.


“Kenapa sih Hans?” Mama Bertanya karena Hans begitu ribut.


“Ponsel Hans mana mah!! Kok gak ada! Eh pinjem ponsel mama, Hans belum menghubungi Angel! Biasanya Hans menelponnya pagi-pagi pasti dia khawatir karena Hans tidak menelponnya! Pinjem mah!! ” Hans mencerocos lancar tentang Angel yang pasti betanya-tanya kenapa dia tidak bisa dihubungi. Pada kenyataannya Angel memang cemas. Wanita itu berulang kali menelpon Hans, namun tidak ada jawaban sama sekali. Dadanya terasa sesak karena hal itu.


“Iya iya sabar. ini...” Mama menyerahkan ponselnya kepada Hans. Segera ponsel mama di sambut kasar oleh Hans.


Karena jaringan yang tidak memadai di daerah Angel jadinya ia dan Angel sepakat akan berbicara pada jam tertentu. Namun sekarang Hans sudah melewatkan jam perjanjian mereka.


Hans berusaha menghubungi Angel, Untuk percobaan yang ke 30 kalinya Angel baru mejawab panggilan Hans.


“Hans? kamu baik-baik aja kan? kenapa baru menghubungiku? Aku begitu cemas!!” Suara Angel menghangatkan hati Hans yang penuh amarah.

__ADS_1


“Aku baik-baik aja sayang. Tadi hanya terlalu sibuk.” Senyum tipis terlihat dari raut wajah Hans.


“Aku pikir Kau kenapa-napa! ”


“Maaf membutmu cemas, aku baik-baik saja sayang.”


Pembicaraan itu berlanjut hingga mama melotot karena betrai ponselnya hampir habis karena Hans banyak bicara dengan Angel.


***


Akibat yang timbul akibat kecelakaan membuat Bram dipersilahkan istirahat oleh Hans. Bram meyambut hal itu dengan senang hati. Beban pekerjaan memang sangat berat, apalagi dengan kondisinya yang masih harus mengalami masa pemulihan istirahat akan sangat membantu proses pemulihan dirinya.


Hans sudah mendapatkan sekretaris Baru, anaknya cekatan dan tidak banyak bicara Hans menyukai cara kerja sekretarisnya ini.


Hati Hans selalu menghangat ketika menggumamkan kata Angel. Perpisahan ini terasa menyiksa dirinya.


“ Sabar Hans besok kau akan bertemu dengan kekasihmu.” Tertawa lepas dibangku penumpang. Ya benar pekerjaan yang kemarin-kemarin setumpuk sekarang mulai beres, posisi sementara CEO Adma Wijaya Akan digantikan oleh Vero sepupu Hans. Hans sendiri Tidak mempersilahkan malah merasa senang dengan kehadiran Vero.


Bibir yang semula mengulas senyum tipis seketika memudar, menampilkan wajah dingin. Dia sudah masuk ke dalam sebuah restoran. Posisinya sekarang duduk di depan seorang wanita yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan.


“Pak Hans Prasetyo, perkenalkan saya Rena putri dari Pak Malik.”


Hans tak menyambut uluran tangan tadi keningnya berkerut dalam merasakan kejanggalan. “ Kenapa Anda berada pada posisi Ayah Anda sekarang?” Hans dijanjikan akan bertemu pak Malik namun yang ditemuinya sekarang bukannya Malik malah Putrinya Malik.


“Saya sekretaris beliau, karena ada urusan lain jadi beliau memberikan kepercayaan kepada saya untuk menggantikan.” Rena menjawab tenang nada tidak suka Hans.


Baiklah Hans malas memperpanjang masalah dia hanya harus menyelesiakan pekerjaan dan pulang sehabisnya.


“Silahkan makan dulu pak.”


Waktu berlalu Hans dibuat risih dengan sikap Rena.

__ADS_1


Sikap Rena dianggap Hans diluar batas sekarang. Hans paling tidak suka ada orang asing yang menyentuh makanan miliknya. Dari tadi Rena tampak sibuk mengurusi makanan miliknya. Ia menekan amarah karena ini adalah putri pak Malik.


Aku sangat tidak menyukai wanita ini!!


“Sudah cukup.” Suara Hans terdengar begitu dingin. Namun Rena malah semakin terpukau dengan sikap dingin Hans.Ya sejak awal ini memang alibi dirinya, ketika mendengar sang ayah akan menjalin kerja sama dengan Hans Prasetyo ia langsung merengek untuk mengantikan sang ayah. Karena pak Malik begitu percaya dengan anaknya, jadi beliau dengan berat hati mengijinkan hal ini.


Mata Hans terpejam sejenak.“ Apa Anda sedang bercerita dongeng? ”


“Eh?”


“Ya saya hanya sulit mencerna pembicaraan Anda sedari tadi. Bahkan terdengar seperti omong kosong belaka.” Glek raut wajah Rena berubah masam kali ini tatapan mata Hans mengantarkan galenyar rasa takut pada dirinya.


“Anda sudah membuang waktu saya dengan ocehan yang tak bermutu. Lagi pula siapa yang mau tau tenang hobi Anda.” Hans sudah lepas kendali, dia mengeram kesal karena wanita didepannya ini bicara tidak bermutu.


Kedua tangan Hans bertumpu di atas meja. Cincin dijari manis nya membuat mata Rena terbelalak. “ Seharusnya Anda melihatnya sedari tadi. Ya ini adalah tanda kepemlikan.” Senyum sinis terukir di sudut bibir Hans. Dia memang berusaha membuat Rena sadar dengan posisi cincin di jari manisnya.


“Saya sudah dimiliki oleh seorang wanita yang sangat luar bisa. Wanita yang penuh tata Krama, lemah lembut dan sangat menggemaskan.” Hans memang sengaja menunjukan rasa cintanya dari cara bicaranya . Rena tidak bisa bicara apa-apa lagi. Hans bukannya laki-laki boodh yang tidak paham dengan gerak-gerik.Rena yang menunjukkan ketertarikan terhadapnya.


“Jadi, Saya tidak menerima rasa ketertarikan Anda.Karena Saya Sudah memiliki tunangan yang sangat saya cintai.” Raut wajah Rena begitu pusat pasi apa yang dilakukannya tadi. Dia berusaha memikat Hans dengan ocehan panjang dan mengulur waktu pembicaran kerja. Namun dia diserang fakta bahwa laki-laki ini sudah dimiliki orang lain.


Hans memutar cincin dijari manisnya lalu menciumnya seklias. “ Saya menahan diri karena Anda anak pak Malik. Jadi sekarang berhenti bicara banyak, dan selesaikan prosesi ini. Oh atau sebaiknya kita batalkan saja kerja sama Asma Wijaya dengan...”


“Ja-jangan pak Hans, saya mohon.” Rena memungkas ucapan Hans dengan menghiba.


“Maaf, Maaf atas sikap kurang ajar saya.” Meskipun Rena meminta maaf Hans masih merasa kesal. Tanpa mengulur waktu segera dia pergi dari lokasi.


***


Rasa kesal karena Rena memudar, senyum Hans terlukis jelas. Akhirnya Dia akan segara menyusul Angel.


“Akhhh... Aku bisa gila. Aku sudah tidak sabar bertemu Angelku.” Dia tergelak lepas memukul bantal sofa.

__ADS_1


__ADS_2