Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 72- Mengantar Ke Bandara


__ADS_3

Senyum Hans mengambang .Perjalinan kasihnya dengan Angel semakin menguat .Dia sudah mengenalkan Angel dengan keluarganya dan mengantongi restu dari kedua orang tuanya .Dia akan bergerak cepat sekarang . Tidak mau hanya menjadikan Angel sebagai kekasih .Melainkan teman seumur hidup .


Tunggu saja sayang .Aku akan menjadikanmu teman hidupku .Menjadikanmu istriku satu-satunya .Menjadikanmu ibu dari anak-anakku .


Yang dipikirkan sudah berada di depannya berdiri .“Kenapa senyam senyum dari tadi ?.” Bahkan suara kekasihnya itu sangat siukainya .Masih terlihat begitu Bodh Hans terus tersenyum lebar .Guratan wajah dingin hilang tak berbekas sedari tadi .Hanya ada Hans dengan full smile sekarang .


“Karena aku senang .” Sahut Hans . Raut wajah Angel menunjukkan kerutan samar .Tak mau berpikir jauh tentang ke anehan sikap kekasihnya itu .


***


Angel dan Bram sedang mengurus berkas yang diperlukan Hans atasan mereka . Angel tersenyum canggung pada satu wajah .Sama halnya dengan wajah itu . Wajah itu menunjukkan sikap ramah .


Kenapa situasinya menjadi canggung seperti ini .Sungguh tidak nyaman .Kenapa juga dia harus melihat kami .Duh...Kenapa sikapnya menjadi tidak biasa .


Tatapan mata Angga menunjukkan .Aku akan sangat bersikap sopan mulai sekarang .Aku akan menjaga sikapku .Angel hanya meringis kan senyum ke arah Angga .


Angel keluar lebih dahulu meninggalkan Bram dan Angga .


“Kenapa kau memandang Angel seperti itu ?.” Bram berusaha mengorek informasi .Merasa laki-laki ini sepertinya perlu diperingatkan .Dia sudah menangkap gelagat Angga saat di kantin beberapa waktu lalu .


“Sa-saya? bersikap sangat biasa pak .” Angga berusaha menyembunyikan fakta .Dia sudah diperingati dan tidak akan membuka mulutnya .Angga tidak tau bahwa laki-laki di depannya ini juga Sudah mengetahui hubungan atasanya itu dengan sekretaris Angel.


Mata Bram menelisik berusaha menilai .Bibirnya menyeringai mendapat sebuah jawaban .Ditepuknya pelan bahu Angga kemudian berlalu .


“Karena kau Sudah tau selamat menikmati .”


Bram berlalu meninggalkan tanda tanya untuk Angga .Kata-kata Bram tidak bisa dipahami Angga .dia tidak mengerti sama sekali .


***


Kembali lagi mata Bram menangkap pemandangan yang membuatnya harus menarik nafas . Hans sedang duduk berdampingan dengan Angel bagaikan lem .


“Bagaimana kau bisa mengerjakannya kalau kau terus saja meniup telingaku .” Angel Sudah jengah dengan sikap Hans yang sedari tadi ,meletakkan dagunya di bahu.Bibir Hans juga tak bisa diam meniupkan udara disekitar telinga Angel .Hingga membuat tubuh Angel meremang .


“Haha kenapa ekspresimu lucu sekali sih .” Malah tergelak tidak mengindahkan kemarahan Angel .


Bram berdehem pelan ,membuat bola mata Angel membulat dan berusaha menggeliat sekuat mungkin untuk lepas dari pelukan Hans .


“Huff.” Dia tidak bisa melepaskan .


“Kenapa Bram .” Bertanya tanpa memandang orangnya sibuk membenari rambut Angel yang mengusik dirinya .Laku melabuhkan kecupan di pelipis Angel .


“Ini berkas yang anda minta pak .”


“Oh Kemarikan .” Hans mengulurkan tangannya .Bram menyerahkan berkas tadi .Raut wajah Hans mulai serius sekarang .

__ADS_1


“Kau boleh pergi Bram.” Seru Hans .Bram mengiyakan dan berlalu menuju meja kerjanya .


Hans mulai fokus pada pekerjaannya .Tapi dia tetap menahan Angel dalam ruang kerjanya tidak membiarkan Angelnya kembali ke meja kerja.


***


Ruang CEO Hans Prasetyo .


Mata Hans dan Bram saling pandang dalam diam mengisyaratkan keseriusan .


“Apa tidak ada perkembangan Bram ?.” Menatap Bram dengan serius duduk berhadapan di sofa ruang kerjanya .


“Maaf kan saya pak .Penyelidikan berjalan ditempat .” Bram berucap dengan menunduk .


Hans menghela nafas kasar memijit pangkal hidungnya .“Aku tidak bisa meninggalkan Angelku jika situasinya seperti ini .”


Mereka sedang membahas orang yang dicurigai Hans .Saat di villa pikirannya mengatakan bahwa orang yang di villa dengan orang yang melakukan kejar-kejaran dengannya adalah sosok yang sama .Sekeras apa pun Bram berusaha penyelidiknya masih belum membuahkan hasil .Tidak ada sedikitpun petunjuk lain mengenai penguntit selain rekaman CCTV di villa .Rekaman itu juga tidak memberikan banyak bantuan wajah si penguntit tertutup rapat .


“Maaf kan saya pak .Boleh saya menanyakan sesuatu ?.”


“Hmm.”


“Apa mungkin anda memiliki orang yang tidak menyukai anda ?.”


“Tidak ada Bram .Semua orang menyukaiku .Kau lihat ini .” Menunjuk pada pantulan dirinya di meja sofa .“Bahkan pantulan diriku mereka sukai .”Tersenyum bangga sembari menyilangkan kakinya .


“Bukan itu maksud saya .Kalau itu saya juga mengetahuinya.Anda memasang selalu luar biasa bahkan bayangan anda akan sangat luar biasa .” Melambungkan rasa percaya diri Hans melalui kata-katanya .Lihat sudut bibir Hans yang berkedut merespon omongan Bram.“Maksud saya mungkin anda memiliki musuh .”


Hans terdiam manik matanya berubah serius .Raut wajahnya langsung menunjukkan perubahan .“Musuhku sangat banyak Bram.Dalam dunia bisnis ini sangat sulit untuk membuat orang menyukai kita .Selalu ada satu atau dua orang yang tidak menyukai kita .Dalam kasusku..."


“Sangat banyak dan tidak terhitung .Otak brilianku membuat mereka sulit untuk bisa menang dariku dan merasa iri .” Bram terfokus pada kata banyak musuh .Melihat raut wajah atasnya itu juga tampak serius tidak seperti tadi yang memang menyombongkan dirinya .


“Untuk sementara aku minta kau menjaga Angelku .Lakukan pengawasan .Aku takut jika kita akan kecolongan selama aku pergi ke luar negeri nanti .” Seru Hans penuh keseriusan .Penuh manik matanya yang tampak menghujam ke arah Bram .Badannya sudah condong dengan bertumpu pada kakinya agar lebih dekat dengan Bram.


Tok tok tok.


Keseriusan mereka buyar dengan rasa kaget .


“Lakukan permintaanku Bram!.” Mengakhiri pembicaraan .


“Baik pak .Saya akan mengusahakan yang terbaik .” Sahut Bram mantap segera beranjak dari sofa .


“Masuk.” Menyuruh siapa pun yang mengetuk pintu. Wajah manis dengan senyum muncul dari balik pintu .Itu Angel datang .


Kenapa ada orang yang ingin berbuat jahat dengan mereka .Aku sungguh masih tidak bisa menguaknya .Siapa yang menjadi sasaran apa memang sekretaris Angel ,atau sebenarnya pak Hans sendiri yang menjadi sasaran .

__ADS_1


Mata Bram menyoroti sang atasan dan Angel yang duduk di sofa .Hans memegang iped yang baru diberikan Angel .


***


Di tengah ramainya bandara .Dua orang sepertinya tak terusik dengan pandang mata yang mencuri -curi ke arah mereka sedari tadi .Mereka menjadi tontonan gratis karena snag laki-laki terus saja lengket memeluk perempuannya .


“Apa kita akan terus seperti ini ?.” Saking malunya tidak mau menunjukkan wajahnya dan memilih diam merapatkan diri .


“Iya.Aku akan pergi lama jadi biarkan kita dalam posisi ini sampai Aku berangkat .” Seru sang pria penuh permohonan .Sang perempuan hanya bisa menghela nafas .Mereka pasti akan bertemu lagi .Haruskah bersikap seperti ini .Seperti orang yang tidak akan bertemu selama bertahun-tahun lagi .


“Apa tidak sebaiknya kau ikut juga?.”


“Ha .Untuk apa kamu bukan berlibur di sana tapi bekerja .”


“Bukanya kau paling suka liburan dengan berkedok pekerjaan...Auuu.” Mendapat cubitan dari Angel. Wanitanya Sudah. memberengut kesal .


“Aku ingin menciumu sekarang .” Berujar santai sudah menangkup kedua pipi Angel .


“Jangan gila .”


“Hei kau mesum sekali .Kau hanya ingin memberikan ciuman di kening .” Tergelak melihat raut wajah Angelnya yang sudah sangat malu .


“Te-tetap saja tidak boleh .” Bicara dengan nada kesal .Pemberitahuan tentang keberangkatan pesawat membuat Hans kembali merengkuh Angel dalam pelukannya .


Semoga selama aku pergi kau akan baik-baik saja .Jika dan hal buruk yang terjadi padamu aku akan menggila .


Pada detik ini baru Angel merasakan .Akan merindukan sosok di depannya ini .Apalagi ciuman dikening yang begitu lama .Angel merasakan bahwa Hans mencurahkan kasih sayangnya dalam ciuman tadi .Mata Angel terpejam menyerap momen singkat ini .


“Aku akan pergi ,jaga diri baik-baik.Jangan banyak bepergian dengan teman-temanmu itu .” Memberikan pesan pada Angelnya .Ditanggapi dengan Anggukan dari Angel .“Tidak ada yang ingin kau ucapakan lagi Angelku...kita akan jarang bertemu .Aku akan sangat sibuk nantinya .” Menatap penuh arti ,menghujam dalam manik mata Angel .Di benarkan Hans sulur rambut Angel yang berpindah dari tempatnya .Dia masih menunggu jawaban Angel.


“Cepat Kembali kekasihku ...Cup.” Berucap dengan penuh perasaan .Berjingkit untuk bisa mencapai pipi Hans .Kalau mereka tidak di bandara dan dikejar waktu Hans sudah mencium habis-habisan Angelnya ini .


Dengan hati yang senang Hans mulai berjalan menjauh untuk keberangkatan .Dia berbalik sebentar untuk melihat masih ada Angelnya disana .Yang melambai dengan penuh emosi .


Aku akan kembali sayang tunggu aku .


.


.


.


.


Happy reading

__ADS_1


~Tyatyut


__ADS_2