Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 94- Tangis Bahagia


__ADS_3

Suasana ruangan diisi dengan kesenyapan .Hanya terdengar tetesan cairan inpus ,dan penyejuk udara mengisi ruangan. Seorang wanita yang baru saja mendapat goncangan besar sedang terbaring lemah .Diculik! ditabrak dan juga menyaksikan dengan mata kepalanya melihat sang kekasih begitu amat sangat melindunginya hingga terluka begitu dalam .Membuat tubuhnya tak bisa menerima semua hantaman itu .Konflik menghantanya bertubi-tubi .


Dia hanya wanita lemah yang sulit menerima akan kenyataan .Kesedihan ,kecemasan dan kekalutan membuat dia tak bisa mengimbangi daya tahan tubuhnya .


Dulu dia pernah menanyakan pada dirinya benarkah dia pantas mendapat cinta yang begitu besar dari Hans .Dan sekarang hal itu berbalik sudahkah dia memberikan limpahan cinta untuk Hans .


Laki-laki yang dulunya tampak jauh dari jangkauannya.Laki-laki yang di ibaratkan langit dan bumi untuknya .Dia bumi dan Hans langitnya .Hans adalah langit yang tak bisa dia gapai .Tapi sekarang !... Langit itu sendiri yang merunduk dan menghampirinya!


Sedari Mama Rina meminta Hana untuk menemani Angel .Tak sekalipun kelopak mata Angel bergerak atau mengerjap .Teringat akan kejadian beberapa waktu lalu menjadikan kecemasan tersendiri bagi Hana.


“Apa kakak baik-baik saja ? kenapa kalian semua terluka ? kenapa kalian tidak ada yang sadar .” Hana menggenggam jari tangan rapuh Angel .


“Kakak tau.” Suara Hana tampak tercekat dengan kilas balik di kepalanya .“Kakaku tidak pernah menunjukan sisi lemahnya kepada kami .Yang kami lihat selalu sisi luar biasa ,sisi penyayang dan sisi pekerja keras.Tapi...tapi beberapa saat lalu sisi lemahnya membuat hati Hana teriris sebagai adik kak.” Buliran air mata nampak sudah jatuh pada dua sudut mata Hana.


“Kakakku yang hebat kakakku yang luar biasa ...Dia ...dia menangis ...hmppp...hiks...Aku bisa merasakan kekalutan emosinya walaupun ...wa-walaupun hanya mendengar di seberang telpon ...hiks...hiks...Dia kakakku yang berharga jadi...jadi sekarang kau harus bangun dan melihat kondisinya ! Kau harus melihat kondisi kekasihmu !”Seru Hana sembari mengguncang tubuh Angel .


Pintu ruangan tiba-tiba dibuka .Cepat-cepat Hana menghapus jejak air mata .Setelah dirasa tidak ada jejak baru dia berbalik .


“Mah.”


Bibir Mama Rina mengulas senyum .Kejadian yang begitu menakutkan baru saja mengguncangnya dia hampir kehilangan anak kesayangannya .Derai air matanya tak bisa berhenti sebelum melihat ruangan operasi terbuka .


Papa Fadli hanya bisa menenangkan wanita yang sudah mendampingi hidupnya .


Beberapa jam lalu .


“Akhhh hikss...pah ...kenapa lama sekali sih . Bagaimana...Bagaimana kondisi anak kita pah...huuu...anakkuu.”


“Mamah yang sabar terus berdoa .Percaya sama anak mamah .” Papa Fadli terus mengupayakan diri agar tidak lemah akan situasi .


“Akhh hikss hikss.”


Kadang kala kehidupan tak terus berputar pada sebuah situasi manis .Akan ada saatnya rasa pahit ikut masuk ke dalam kehidupan .


Dan sekarang ini mereka sedang merasakan pahitnya kehidupan .Diguncang dengan konflik kehidupan ,dibuat goyah ! dibuat menangis ! hingga dibuat sulit untuk bernafas .


Ruangan operasi tampak sudah terbuka .


Mama Rina segera berlari menuju anaknya yang tampak didorong oleh beberapa perawat .Juga masih ada dokter yang menangani operasi tadi .


“Akhh nak .Syukurlah mamah tau kamu anak yang kuat sayang .” Menggenggam tangan Hans yang masih tak sadarkan diri .


Papa Fadli berbicara dengan dokter yang menangani Hans .Ternyata pihak kepolisian juga sudah datang di rumah sakit .Bram mengurus sementara situasi .Korban sedang tidak sadarkan diri .Dan saksi lain baru saja melepas masa kritis pasca operasi .


Polisi mengecek untuk memastikan kebenaran .Untuk sementara mereka memilih untuk kembali ke kantor polisi .Dan nantinya akan datang lagi .


Kilasan kejadian tadi telah usai .

__ADS_1


“Kamu pulang aja biar mamah yang jagain kak Angel .”


“Kakak?” Meskipun sering kali bertengkar dengan Hans dia masih menyayangi Kakanya itu .Hans memiliki cara tersendiri mengekspresikan kasih sayangnya terhadap Hana.


“Semuanya lancar hanya perlu menunggu kakak kamu sadar .” Terang mama Rina dan itu membuat rasa resah yang sedari tadi bergelung di dada Hana seketika meredam .


Hana berlalu dan meninggalkan ruangan Angel tujuannya yang pertama melihat kondisi kakak kesayangannya .Mama Rina meletakan makanan yang baru saja dia beli .


Dilihatnya Angel yang masih tak bergeming dari posisi dengan mata yang terpejam .


Tubuhnya mengambil posisi duduk di samping ranjang Angel .


Jari jemarinya yang hampir termakan usia mengelus permukaan pergelangan tangan Angel .“Lihat ini ,seharunya tangan seorang wanita tidak seperti ini .” Menatap sendu pergelangan tangan Angel yang berbalut kain kasa .


“Jika saja bekas yang didapat hanya bekas luka ditangan Tante akan sangat bersyukur .Tapi Tante tau bukan hanya bekas luka pergelangan tangan yang kamu dapat tapi juga memori menakutkan yang membekas .”Sulur rambut Angel di elus dengan begitu lembut .Kejadian ini pasti akan membekas dalam memori menantunya .Rasa kasih sayang yang sudah mulai muncul membuat ia merasa iba dan kasihan .Jika saja di dunia ini ada jasa menghapus ingatan buruk maka dia akan membawa kedua anaknya kesana .Dia sudah menganggap Angel sebagai menantunya .


“Sadarlah nak ...jika kamu bangun nanti jangan menyalahkan diri sendiri ...ini semua sudah terjadi kerena takdir .Tente akan sangat marah kalau kamu mencoba berpisah dengan Hans karena menyalahkan diri . Saat itu terjadi maka Tante yang akan menculik kamu .”Tertawa diakhir kalimat .Jari tangan Angel mulai bergerak .


“Angel...Angel sayang.” Mama Rina tersentak dan membulatkan mata penuh .Dia berdiri dan segera memencet tombol memanggil dokter .


Kelopak mata Angel perlahan dan sedikit demi sedikit mulai terbuka .


“Angel...Angel kamu sudah sadar nak syukurlah .” Mama Rina memandang Angel dengan mata berkaca-kaca dan menghadiahkan kecupan dikening Angel .


Dokter datang pada waktu yang tepat dan segera mengecek kondisi Angel .Setelah dirasa semuanya baik mereka berlalu .


.


.


Suasana sepi senyap.Tatapan mata Angel terlihat kosong .Dia bersandar pada ranjang pasien .“Kamu harus makan dulu nak kala-”


“Ba- bagaimana kondisi Hans Tente .” Bertanya dengan manik mata penuh kesedihan suaranya juga terdengar serak .


Mama Rina mengulas senyum getir .“Dia baik semuanya baik .”


“A-apa operasi nya berhasil? ...A-apa dia sudah sadar? .” Angel nampak menunduk dalam .Saat bangun tadi wanita ini tampak handak memberontak dan berlari keluar dari ruang perawatan .Namun dia menahan diri .


Mama Rina mengulas senyum tipis .“Semaunya baik dan operasinya lancar .Tampaknya dia hanya perlu sedikit istirah– .”


Brak!!


Pintu kamar dibuka dengan kasar .Mata mama Rina dan Angel dibuat membuat dengan kehadiran Papa Fadli yang tampak kehabisan nafas .Juga mata sembab mata Fadli membuat kening Angel mengernyit.


“Hans...”


Deg deg deg

__ADS_1


Angel memompa jantungnya dengan kecang .Takut jika ini adalah kabar buruk di tarik paksanya cairan inpus .


“Ha...Hans kenapa om.” Angel sudah berdiri dengan badan yang masih lemah .


“Angel!! kamu tidak boleh bangun dulu nak!” Peringatan Mama Rina tak dihiraukannya .


“Hans...dia sudah sadar .”


Tangis Angel pencah dia berlari mencari ruangan Hans .Hans sadar!! Hans sadar !! Tangis bahagia begitu menyeruak .Dia berlari tak tentu arah .Hingga tangannya ditarik .Ternyata papa Fadli yang menariknya .


“Om dimana Hans om .” Tanya Angel dengan begitu gusar .


Setelah Indra pendengarannya menangkap nomor kamar dia menjadi yang pertama yang berjalan cepat .Inpus yang dicabut kasar membuat kain kasa di pergelangan tangannya menjadi memerah.


Nafasnya terengah .Dilihatnya laki-laki yang dia cemaskan sedang berusaha memberontak para dokter .“ Lepaskan Aku .”


“Tidak boleh pak Anda baru saja selesai operasi.”


“Aku tidak peduli aku ingin menemui Anglku!!” Teriak laki-laki itu frustasi .


Si keras kepala sedang memberontak .Si luar biasa yang tidak bisa dibantah sampai keinginanya terwujud sedang gusar di ranjang sana .


“Ha...Hans .” Angel mengulas senyum dengan derai air mata dimana pintu .Semua teralihakan fokusnya ,Hans tak lagi memberontak dan melihat ke arah sumber suara .Suara serak kecil familiar itu membuat dadanya berdenyut.


Wanitanya ! wanita yang dicintainya


“Angel sayang .” Panggilan Hans terdengar lirih dan dalam.


Melihat kondisi Angel yang tampak Puncat dengan peluh keringat juga memakai baju pasien .Membuat dadanya berdenyut .


Angel berlari dan menghambur memeluk Hans erat .


“Akhh...hiiks....hiks...”Tangisnya pecah tak terbendung .Mama Rina juga tampak menangis haru diambang pintu .Sedangkan para dokter terlihat tercenung akan situasi .


“Hiks...hiks...syukurlah ...syukurlah kau selamat .” Hans berusaha menenangkan tangis Angel .Dia tak melepaskan sedikitpun rengkuhannya terhadap tubuh Angel .Salam perpisahan yang dia ucapkan kala tertabrak membuat dadanya terasa diremas .Pasti Angelnya merasa sedih .Pasti Angelnya menangis dengan sangat kencang !!


Sekarang ! sekarang dia akan memulai lagi .Memulai impiannya yang hampir pupus .Menyempurnakan kehidupannya .


.


.


.


Happy reading


~Tyatyut

__ADS_1


__ADS_2