Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
Ch 140 ~Liburan Massal


__ADS_3

Area taman menjadi terlarang dikunjungi di pagi hari. Papa menetapkan peraturan di rumah. Pasca kejadian Mama yang mengajak kedua menantunya yang ternyata niatnya dinggap sungguh menyimpang.


“Berlebihan sekali sih kalian ini. Orang cuma liat aja kok.” Mama masih membela diri waktu itu.


Tapi tetap saja peraturan berlaku untuk semua orang. Hari ini semua keluarga berkumpul. Keluarga Pak Yoto, Keluarga Prasetyo dan Keluarga Winata. Mereka akan melaksanakan liburan massal bersama. Di sebuah pulau milik keluarga Winata.


“Ma, jangan banyak gaya. Dari tadi ganti kacamata terus.” Papa kesal juga, waktu terbuang menunggu para wanita yang sibuk berdandan.


“Harus gaya dong pa, biar penampilan makin syilaauu.” Hah alay sekali ejek papa dalam hati.


Sungguh istriku ini tidak sadar dengan usia!


“Cepat mah, papa turun dulu."


Papa berdecak, menuruni tangga menuju lantai bawah. Di kamar Angel dan Hans tentu saja Angel tidak dibiarkan banyak berdandan. Angel memakai kaos merek terkenal dipadukan rok yang jatuh hingga ke bagian atas mata kaki. Tambahan topi kebesaran juga terlihat di atas kepalanya.


“Pakai anting boleh ya sayang.” Mencoba merayu lagi. Tadi berhasil merayu memakai topi.


“Tidak!” Langsung menolak keras.


Berani sekali ya mencari kesempatan diperbolehkan. Aku saja merasa kesal karena kau malah tambah menarik memakai topi ini. Kupikir itu hal yang bagus karena menutup wajahmu...tapi tenyata...hah!


Ck, dasar!


Merengut kesal.

__ADS_1


Sementara di kamar Hana dan Bram juga terjadi keributan. Hana ribut memilih baju yang cocok untuk ibu hamil.


“Pakai aja yang ada sayang. Perut kamu nggak terlalu keliatan besarnya, tetap cantik.” Memuji entah untuk yang keberapa kalinya. Sudah terjebak di kamar sekitar tiga puluh menit. Papa Ren sampai menelponnya beberapa kali.


[“Nak kapan sih kalian turun.”]


“Bentar pa, Hana lagi rewel.” Bram menjawab dengan berbisik waktu itu sebab sang istri membongkar isi lemari. Bram berdecak.


[“Duh ya udah kamu urus mantu papa.”]


“Iya pa.”


Itulah obrolan singkat Bram dan papa beberapa waktu lalu.


“Tapi kayaknya nggak cocok ini.” Memasang ekspresi cemberut.


Bram memasang senyum mengusap wajah Hana dengan sayang. “Cocok banget sayang. Dari sisi manapun kamu caaaannnntik.”


Nah kalau dibilang cantik dengan penekanan baru bisa bernafas lega.


Semua wanita yang memperlambat proses keberangkatan sudah selesai dengan keributan. Laki-laki segera menggeret koper. Si kecil Nara digendong oleh ayah. Sedang Ken digiring oleh Nenek.


Mobil berjejer menuju jet pribadi milik keluarga Prasetyo. Meski Keluarga Angel tidak banyak berkontribusi di liburan ini semua tidak mempermasalahkan. Tidak juga memberikan pandangan sebelah mata. Sebab mereka keluarga tidak ada perbedaan sama sekali.


Papa Yoto merasa sangat beruntung bisa berbesan dengan Papa faldi.

__ADS_1


Mobil mulai.membelah jalanan. Membawa semua keluarga itu menuju tempat keberangkatan.


“Daddy kenapa sih narik mommy terus. Mommy susah gerak kalau terus dihimpit.” Ken si kecil mengganggu suasana lagi. Hans sering kali kesal dengan anaknya yang cerdas satu ini. Cerdas sekali...perhatian sekali dengan Angelnya...sampai-sampai Hans terasa dipisahkan ketika ada Ken. Sebab Ken akan mengambil semua perhatian Angel.


“Iya sayang, jauhan dikit.” Angel mencoba lepas dari Hans yang terus lengket di dekatnya. Malu juga dengan sopir yang melihat mereka.


Hans mencium Angel lekas.“Mencari kesempatan menajuh ya.” Desisnya sudah terdengar kesal.


“Haha tidak-tidak.” Angel tergelak memang sudah lepas dari dekapan Hans.


“Beri pengertian si cerdas itu.” Memberikan gerakan menoleh sedikit ke arah belakang tempat Ken bersama Ibu mertuanya sedang duduk.


Ini juga ini seringkali dibuat mulai dengan ke agresifan Hans. Ibu sering kali melihat sang putri terus dimesrai ketika berkunjung dirumah. Rasanya dibuat bercampur, ibu merasa ingin mengacungi jempol sebab kedua pasangan ini masih saja mesra sampai sekarang.


Angel menerima pengertian pada Ken anaknya itu.


Tiga mobil yang berjejer tadi sudah berhenti tepat di sebuah tempat. Semuanya turun, segera angin terasa menerpa tubuh mereka. Menggeret koper, satu persatu mulai masuk ke dalam pesawat tadi.


Inilah dia liburan massal para sultan akan dimulai....


.


.


.

__ADS_1


Happy reading


Salam saya 🤗


__ADS_2