Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
Ch 45~ Menemukanmu


__ADS_3

Mengenai Ayana, sejak dulu Ken selalu sadar dengan kehadiran Ayana. Gadis itu selalu Ken ingat sebagai sosok malu-malu yang selalu mengikuti langkahnya. 


Ken tidak pernah abai dengan keberadaan Ayana ketika berada di sekitarnya. Dia mengenali Ayana dengan sangat baik. Gadis itu selalu mengatur jarak aman. Tidak terlalu jauh, tidak terlalu dekat juga. Namun selalu berada dalam jarak pandang Ken. 


Padahal banyak sekali gadis ketika masa sekolah menengah atas yang mengidolakan dan selalu mengikuti pergerakannya. Namun Ken hanya mengingat Ayana dari sekian banyak gadis itu. 


Ayana itu manis. Ayana itu pemalu. Ayana itu mencolok. Tentu penilaian itu hanya dari mata Ken. 


Pada suatu hari di bulan April, Ken sangat menyadari ketika sesosok gadis pengagumnya itu menghilang. Ayana menghilang dan tidak pernah Ken temukan lagi berada dalam jarak dekat dengannya. 


Gadis pengagumnya itu tak lagi mengikuti jejaknya. Bahkan sekalipun lagi tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. 


Dev dan Yayan, dua sahabatnya itu mengetahui perubahan Ken yang menjadi malas-malasan dalam kegiatan di sekolah. Namun Ken tidak mengungkap mengapa dia gelisah. Mengapa dia menjadi uring-uringan hanya karena tidak lagi bisa menjangkau Ayana. 


Sejauh mana pun Ken berkeliling sekolah, dia tidak menemukan Ayana. Dan ketika Ken meresapi dan memaknai tindakannya. Dia paham betul, ada segelintir rasa asing yang menyusup dalam jiwanya.


Mirip sebuah rasa yang disebut kehilangan. Dia merasa kehilangan ketika tak lagi bisa menemukan bayang Ayana. 


Dan setelah waktu yang bergulir mereka kembali dipertemukan. Buncahan rasa senang itu sejak awal sudah mencuat dari dalam jiwa Ken. 


Sejak dia bertemu dengan Ayana dia merasa jantungnya berdegup kencang. Ken merasa takdir mendukungnya. 


Namun lihatlah takdir yang pikirnya sangat mendukungnya itu. Ken sudah merasa hampir patah arang. Dia terus merasa cemas, di tengah pencarian Ayana. 


“Di mana kamu Ayana? Kenapa tidak bisa dihubungi.” 


Gumaman Ken tertangkap jelas di Indra pendengaran Hans, sang Daddy. Yang sejak awal menjadi tukang supir dadakan dalam pencarian Ayana. 


Hans tidak membiarkan Ken mengemudi, melihat bagaimana kacaunya anaknya itu. Hans tidak mau mengambil resiko jikalau sampai-sampai terjadi kecelakaan. 


Hans juga sudah meminta pihak kepolisian untuk mencari keberadaan Ayana. Dia punya koneksi. Namun tetap saja sampai detik ini sang pencipta masih belum memperbolehkan mereka menemukan Ayana. 


Hans melirik anaknya itu. Apa mungkin ini adalah jalan sang pencipta? Apa mungkin sang pencipta punya rencana memisahkan kedua pasangan itu? 


Mata Hans terpejam. Hanya bisa berdoa dalam hati semoga dia bisa menemukan Ayana. 


Ken memandang luar jendela mobil. Keresahan enggan surut dari dalam jiwanya. Jari tangannya saling merem*s. 


Ken berharap sekali setiap jalan yang mereka lalui dia bisa menemukan sepucuk rambut Ayana, lalu dia membuka pintu dengan tergesa dan segera memeluk dan merengkuh sosok mungil itu! Dia berharap sekali! Sangat berharap! 

__ADS_1


Ken mengusap wajahnya secara kasar.


“Apa masih tidak ada kabar Daddy?” 


Ini sudah tiga jam sejak pencarian mereka. Hans menggeleng lemah menjawab pertanyaan anaknya itu.


“Masih belum.” 


Raut wajah putus asa Hans dapat ketika jawabannya muncul.


“Tenang Ken, kita masih dalam tahap pencarian. Meskipun kamu berteriak dan menggila Ayana tidak akan muncul.” 


“Aku ingin menikahinya daddy.” 


Tiba-tiba Ken dengan gamblang menyuarakan isi hatinya. Di Tengah sepi semula jalan yang temaram itu. 


Hans menoleh cepat pada posisi putra kesayangannya itu. Putra kesayangan sang istri.


“Mommy selalu bilang temukan wanita yang membuatku ingin menikahinya. Dan sekarang aku merasakan itu. Aku ingin Ayana menjadi istriku. Sangat ingin.” 


Hans menatap iba pada putranya itu. 


“A, aku…” suaranya tercekat.


“Aku sangat menyukainya.” 


Pengakuan itu terdengar lirih dan putus asa. Suara Ken tercekat. Hans merasa tidak mampu berkata-kata. Anaknya benar-benar sudah terperangkap.


Anaknya sudah sangat mencintai Ayana. Bagai kelereng yang sudah menggelinding dan sulit dikendalikan. Hans melihat perasaan Ken demikian. 


“Kita pasti akan menemukannya nak.” 


Hans berucap mantap. Mata Ken yang jarang memohon itu terlihat jelas ditangkap Hans.


Dan belum sempat Ken menjawab sebuah dering yang berasal dari ponselnya menggema. 


Nama Daren tertera di sana. Hans mengangkatnya segera. 


“Ada apa? Aku sedang sibuk.” 

__ADS_1


[“Tunggu Hans. Itu…” ]


“Itu apa? Kau jangan menggangguku Daren. Aku sudah sangat pusing sekarang.” 


[“Ck, aku sedang dirumah sakit sekarang. Dan kau tau, aku melihat gadis muda yang hadir di dalam acara Anniversary mu dan Angel. Gadis yang waktu itu dirangkul Ken. Aku melihatnya di sini…” ]


Mata Ken dan Hans melebar secara bersamaan. Mendapat info dari dokter Daren itu. 


[“Gadis itu kulihat tadi, …”]


“Rumah sakit mana om!”


Sela Ken dengan keras. Mengejutkan Daren. 


Ayana! Ayana'nya! Gadisnya ada di rumah sakit sekarang. Demi tuhan! Apa yang terjadi pada Ayana. Hans dengan cepat menancap gas ketika sudah diberitahu oleh Daren lokasi rumah sakit itu. 


“Tolong lebih cepat daddy.” pintanya. 


***


Berlari bagai orang yang kesetanan. Itu yang Ken lakukan setelah menutup pintu. Langkahnya berderap. Melewati orang-orang yang keheranan karena kehadirannya. Ken tidak peduli jika nafasnya habis karena berlari tanpa mengatur nafas dengan benar.


Sekarang ia perlu mencapai Ayana. Jangan bilang sesuatu terjadi pada kekasihnya itu.


Dan Ken menemukan pintu ruangan yang tadi diberitahukan oleh dokter Daren. Segera dia berderap lebih cepat.


Merapal mantra Ayana baik-baik saja. Ayana baik-baik saja. Dengan debar jantung yang tak terkira. 


Pintu segera dibuka dengan keras. Dan Ken tercengang ketika melihat pemandangan di depannya. Hatinya terasa teriris. Melihat sosok yang dicarinya tampak menyedihkan. 


.


.


**Jangan lupa kasih Vote!


Like!


dan Komen!

__ADS_1


love semua 🙏😄**


__ADS_2