
Sudah saatnya pulang kantor,hari sudah mulai beranjak malam. Hans dan Angel Keluar beriringan dari dalam kantor. Hans melirik ke arah Angel yang menengadahkan tangannya untuk mendapatkan rintik-rintik hujan.
Ya malam ini ternyata cuacanya tidak begitu bagus. Hujan turun persis saat mereka selesai dengan pekerjaan. Mengambil sapu tangan di saku jasnya dan mendekat ke arah Angel
"Kenapa bermain hujan hmm?"
Mengambil tangan angel dan mengelapnya lembut.
Angel dibuat begitu terkejut, dan ingin menarik tangannya yang dipegang hans. Namun Hans tidak membiarkannya, sebelum selesai mengeringkan tangan tersebut .
"Kenapa Anda berlaku seenaknya begini pak, tanpa permisi memegang tangan saya."
"Terima kasih pak."Memilih tidak menjawab pertanyaan bossnya itu
Memang apa yang harus ia jawab?haruskah ia menjawab bahwa ia hanya iseng. Tentu saja itu tidak perlu
Mobil yang dikendarai pak Yanto sudah berhenti tepat didepan hans. Pak Yanto keluar dengan memegang payung, agar sang majikan tidak terkena rintik hujan.
Angel bersiap berlari menuju parkiran mobilnya ,sudah mengangkat tasnya ke bagian kepalanya agar tidak terkena hujan ,baru satu langkah.
Grepp
Hans memegang tangan angel ,menghentikannya.
Angel berbalik menghadap sang boss.
"Ada apa pak?"
Sudah menurunkan posisi tangannya
"Naik"
Sambil menaikan ekor matanya menunjuk ke arah mobil
"Saya bawa mobil pak"Ucap angel
"Naik,saat hujan begini tingkat kecelakaan lalu lintas semakin tinggi ,jadi sebaiknya kamu ku antar"
Mengambil payung dari pak Yanto ,dan memayungi angel
"Ta,tapi"Sudah mau menyanggah
__ADS_1
Namun kemudian berdiam tidak melanjutkan ucapannya
Membukakan pintu mobil agar Angel ,masuk lebih dulu ,kemudian ia berputar arah untuk masuk ke mobil juga.
Sedangkan pak Yanto, memilih untuk terkena rintik hujan, agar bisa masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju ,tercipta keheningan ,sesekali pak Yanto melirik ke arah bangku belakang .
Hans melihat ke arah angel yang menggenggam erat tangannya seperti kedinginan. Ia melepaskan jasnya dan meletakkannya dipangkuan Angel.
Angel merasakan sedikit kehangatan di pangkuannya ternyata sang boss memberikan jasnya .
"Saya tidak apa-apa pak."Sambil berusaha mengangkat jas yang ada di pangkuannya
Hans membenarkan kembali jas yang ada di pangkuan angel ,tidak menjawab penolakan angel melalui kata-kata melainkan tindakan .
"Sepertinya kencan dan misinya harus ditunda"
Membuat topik pembicaraan
"Kencan?Missi"Ulang angel heran
"Iya missi untuk menaklukkan hatimu!"
“Kenapa Anda mengatakan semuanya ,tidak bisakah menyimpannya sendiri,mana ada laki-laki yang blak-blakan seperti anda ini pak ”
"Apa karena harga diri anda terluka ?,jadi anda..."Mengungkapkan pikiran, belum selesai Hans sudah menyela dengan sorot mata penuh keteguhan.
"Harga diri? jika hanya karena harga diri ,aku bisa langsung membalasnya dengan memberikan pekerjaan berat atau bahkan yang lebih parah ,memecat kamu!"Tutur Hans
Deg
“Sepertinya aku menggali lobang kematian ku sendiri.”
"Tapi nyatanya aku,tidak melakukannya. Aku akan melangkah perlahan sampai kamu bisa membuka hatimu,tidak bisakah kamu melihat kesungguhan ku?"Tanya Hans dengan raut wajah sungguh-sungguh
“Kenapa anda sangat bersungguh-sungguh,kalau seperti ini mungkin saya ,saya...”
Menatap kedua manik mata Hans
Angel terdiam tidak bisa menjawab Hans .
__ADS_1
Karena tidak mendapat jawaban Hans kembali berbicara .
"Jadi seperti yang kukatakan siang tadi ,saat kamu sudah menyukaiku cepat katakan ,jangan menundanya !"
Melihat ke arah jendela mobil
Melihat ke arah angel yang larut dengan pikirannya ,ia melihat angel
Menggelengkan kepala nya.
"Kenapa ?kamu sudah seperti anak metal,dari tadi geleng-geleng ,... "Ujar Hans
Hampir saja pak Yanto di kursi kemudi tertawa mendengar perkataan Hans .
"Ah tidak apa-apa pak,hanya sedikit lelah"
Mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil
"Lelah"Terkejut
Angel juga ikut terkejut dengan nada bicara Hans yang sedikit tegas
"Besok tidak usah masuk kerja istirahat saja !"Memberikan perintah
"Apa tidak usah pak,saya hanya sedikit lelah,..istirahat nanti akan menambah energi saya "
"Benarkah"Tidak yakin dengan jawaban angel
"Iya pak"meyakinkan
"Tidak dapat dibiarkan ,besok aku jemput !"
Memberikan keputusan
"Tidak usah pak,saya ada mobil"
"Sekertaris angel,kamuntidka ingat ,mobil kamu tinggal di parkir perusahan "Tersenyum
oh iya angel baru ingat
"Saya bisa naik taksi pak"Memberikan alasan lain
__ADS_1
"Tidak ada penolakan !,aku jemput "
Memilih diam karena angel akan selalu kalah dengan sang boss .