
Hans memasang wajah datar ,manik matanya begitu menghujam dalam .Dia tak bisa melepaskan barang satu detik pun dari gadis di depannya . Gadis ini menjawab pertanyaan dengan selalu tersenyum .
Hans tak banyak bicara seperti beberapa saat lalu .Beberapa saat lalu dia terus mengajukan pertanyaan yang menyudutkan para pelamar menuntut untuk mendengar sebuah jawaban yang paling logis .Mengamati wajah-wajah pelamar dengan begitu serius dengan manik mata mengintimidasi .Tapi saat ini dia bungkam tak banyak bicara .Bram yang berdiri di dekat pintu pun merasa terheran .
“Kalian akan kami hubungi lagi .”kalimat itu layaknya sebuah penutup semua pertanyaan .Gadis itu bangkit ,sampai tubuhnya benar-benar hilang barulah Hans melepaskan pandangannya .
***
~Ruangan CEO Hans Prasetyo .
Laki-laki itu berdiri di dekat kaca .Matanya menerawang ,pikirannya tertuju pada si gadis bermata polos .Takdir dia mengangap pertemuan mereka adalah sebuah takdir .Kedua lengannya berlipat di depan dada .
“Pak ini berkas semua pelamar.”suara Bram menyentaknya .Berkas ?.Langkahnya tergesa mengambil posisi duduk .
“Kenapa hanya segini?”
“Semuanya sudah dipisahkan pak .Mereka ini adalah pelamar yang memiliki point tertingi dalam wawancara tadi .”jelas Bram .
Hans tampak membolak-balik halaman dengan tergesa .Data gadis itu tidak ada di depannya .Kesal raut wajahnya sungguh kesal .Berani sekali para HRD itu menyisihkan gadis bermata polos .
“Sudah kubilang aku sendiri yang akan memilih sekretarisku! Berani sekali mereka menyeleksinya lebih dulu .” Bram begitu terkesiap .Atasannya ini menunjukan raut wajah yang begitu dingin .Memangnya apa masalahnya ? Bukankah Hans akan lebih mudah mencari sekretaris yang terbaik .Tapi sekarang atasannya ini begitu kesal .
“Tapi mereka ini yang sepertinya–,”
Ucapan Bram terpotong ketika Hans menyela .
“Memangnya kau yang akan memiliki sekretaris Bram! Kemarikan semua data para pelamar yang melakukan wawancara !tanpa terkecuali ! .”pinta Hans cepat dengan penuh penekanan .Bram hanya bisa menelan salivanya kasar .Selama bekerja baru kali ini dia melihat raut wajah yang begitu menakutkan .Raut wajah seperti takut kehilangan sesuatu yang berharga .
Baiklah Anda bossnya terserah Anda saja .
“Baik pak akan saya bawakan .”Bram menunduk kemudian berlalu .
Ditinggalkan Bram tak membuat rasa kesal Hans surut .
“Apa apan ini kenapa mereka memilih para gadis yang tampak centil .Oh apa mereka disogok?.Cih”
Melakukan spekulasi .Jika dipikirkan lagi gadis bermata polos tadi memiliki nilai tinggi dibagian ketulusan .Gadis yang baru saja dia ketahui bernama Angel itu menjawab semua pertanyaan dengan sangat logis .
Sejak melihat gadis itu memasuki ruangan wawancara Hans Sudah memutuskan .Gadis itu lolos dan akan menjadi sekertarisnya .Tapi apa ini ,hampir saja dia kehilangan gadis itu .
Beberapa menit kemudian Hans tidak melakukan apa-apa hanya mengetuk -ngetukan jarinya di atas meja .
__ADS_1
“Kenapa Bram lama sekali.”Kesal sudah .Mau beranjak dari tempat duduk namun dia urungkan tat kala yang ditunggu sudah datang .Kening Bram berkerut dalam ,baru saja dia meletakan berkas para pelamar .Hans segera mengambil berkas itu dengan tergesa .Jika diibaratkan ketergesaan itu layaknya seseorang yang belum makan beberapa hari ,dan sekarang baru menemukan makanan.
Pak Hans sungguh Aneh .Yang terbaik ada di depan mata tapi malah melihat berkas yang sudah disisipkan .
Hans menemukannya setelah membalik formulir entah yang keberapa kali .Dia menemukannya formulir lamaran dengan nama Angel Rasinta .Dilihatnya dalam foto gadis dalam formulir itu.
Diusapnya dengan jari tangannya dengan gerakan pelan .
Lihat ini kenapa wajahnya terlihat sangat murni .Mata polos ini .
Aku semakin tidak sabar menitik takdir lebih dalam denganmu .
Mata Hans beralih dari dokumen ke arah Bram .Diserahkannya lembar pelamar yang bernama Angel Rasinta .Tatapan Bram tampak bertanya .
“Dia–,”Dia apa maksudnya pikir Bram .
“Gadis ini aku memilihnya menjadi sekretarisku .Segera hubungi Dia.” Hans sungguh pandai memasang raut wajah datar .
Bram tampak meneliti lembar formulir dengan nama Angel Rasinta yang dipegangnya .Dia belum bergerak ,seketika dia terlonjak saat…
Brak!!
Gebrakan meja terdengar begitu nyaring dan hal itu dilakukan oleh Hans .“Kenapa kau masih terdiam Bram! jangan mengulur waktu .Segera urus .” Melihat raut wajah dingin atasannya Bram mengaguk dan berlalu .
Berani sekali dia! Beraninya memandang formulir si gadis polos .
Kesal dia kesal tadi .Ada rasa tidak rela ketika Bram melihat formulir tadi dengan begitu saksama .Otomatis mata Bram akan melihat wajah murni itu .Dan Hans tidak akan membiarkannya .Karena itu dia segera menyentak Bram .
***
Seorang gadis sedang berteriak rumahnya .
“Ini bukan mimpi kan ? Aku terpilih? Benar-benar teepilih yeay.”
“Aku akan berusaha sangat keras hem .”Tidak sia-sia tenyata dia memberanikan diri untuk melamar menjadi sekretaris .Dia begitu gembira ketika dikabari bahwa dia lolos dan bisa mulai bekerja besok . Ya gadis ini tidak lain Adalah Angel atau nama lengkapnya Angel Rasinta .
Dia segera mengayuh sepedanya tujuannya sekarang menuju toko bunga tempatnya bekerja sementara waktu .Dia akan berhenti bekerja di toko itu .
Gadis ini masih tidak menyadari dalang dibalik terpilihnya dia .Akankah itu menjadi sebuah keberuntungan? Atau kesialan baginya.
***
__ADS_1
~Kediaman Prasetyo
Di kamar Hans sedang sibuk bersiap pergi ke kantor .Dia begitu bersemangat hari ini akan menjadi hari pertama dia bertemu dengan gadis itu .Dia mulai mengoleskan Pomade ke rambutnya ,satu persatu rambutnya mulai rapi .
“Hem memang tampan .Sungguh hanya wanita beruntung yang akan mendapatkanmu .” Tergelak dengan senyum menyihir di depan cermin .
Sudah tampil dengan sempurna. Dia segera turun meniti satu persatu anak tangga .
Mama Rina tampak berkerut samar melihat anaknya sudah turun menuju dapur .Anaknya yang begitu tampan sudah siap rapi dan sarapan dengan nyaman di salah satu kursi .Bibi pembantu menyajikan teh hangat untuk tuan mudanya.
“Hans?”
“Selamat pagi .”
Mama Rina semakin dibuat heran .Langkah lebarnya begitu tergesa segera dia menempelkan telapak tangannya di kening anak sulungnya itu .
“Apaan sih mah Hans lagi sarapan ini.”Menutunkan tangan Mama Rina dari keningnya .Anehnya lagi Hans memasang senyum lebar disetiap gigitan roti selai yang dia santap.
“Sayang kamu yakin gak apa-apa ? ”
“Memangnya Hans kenapa ?”Heran tapi tolong kodisisan senyum manismu itu .
“Kamu aneh sayang .”
“Ck mamah aja yang aneh linglung gitu kayanya .Hans pergi dulu ya mah .Bay”
Aneh! Aneh ! Aneh!
Kenapa anakanya bersikap begitu aneh .Sudah berada di dapur sepagi ini .Sudah sarapan sepagi ini .Senyum-senyum sendiri dan tadi sudah pergi bekerja sepagi ini!!
Itu bukan anaknya .Itu bukan kebiasaan anaknya.
Mama Rina hanya bisa berkelit dengan pikirannya .Mama Rina mulai membombardir bibi dengan banyak pertanyaan .Kapan makanya turun ? sikapnya bagaimana ? bla bla bla –.
Hari Hans akan dimulai .Dia sudah memiliki sopir pribadi .Pak Yanto dengan suka rela menjadi sopirnya sesuai dengan permintaan sang papa.Agak sungkan saat dibukakan pintu namun dia menerimanya .
Mobil melaju menandakan perjalannya sudah dimulai .Bukan hanya perjalanan menuju kantor namun juga perjalanan untuk meniti takdir bersama gadis bermata polos.
Hem
~Happy reading
__ADS_1
~Tyatyut