
Sore itu Ken sedang bersantai. Sosoknya dikenal sebagai Tuan sempurna. Kenan Prasetyo yang di kenal dunia adalah sosok karismatik yang sangat luar biasa. Kecerdasannya melampaui Daddy'nya Hans Prasetyo.
Bagaimana tidak jika Hans dulu perlu les dengan guru yang di datangkan langsung dari universitas terkenal, maka Ken berbeda. Otaknya cepat tanggap dengan belajar otodidak.
Majalah bisnis selalu mengungkit tentang Ken. Reputasinya begitu baik di mata publik. Berita tabloit juga sering kali mengangkat tentang dirinya. Tidak ada hal negatif yang dapat diungkit oleh publik tentangnya. Itulah dia sosok sempurna yang memasuki usia ke 27 tahun, yang sudah memiliki pencapaian luar biasa.
Namun di usia dan kejayaan yang mengiringnya, dirinya masih belum memiliki kekasih.
Jika ditanya kriteria seperti apa wanita yang diinginkannya, maka dia akan menjawab dengan sangat santai. Dia mencari sosok yang dapat mengimbangi dirinya. Dirinya yang dikenal dengan sosok sempurna.
Sore hari Ken terlihat sedang bersantai di dekat jendela kamarnya. Di dekat jendela itu terdapat sebuah sofa panjang yang dibalut dengan bulu beruang. Sosoknya sangat kontras dengan Iped yang sedang ia pegang.
Matanya terlihat berselancar mengikuti tarikan jarinya yang sedikit demi sedikit menarik layar iped.
Ceklek
Perhatiannya teralihkan melihat sosok wanita lemah lembut yang tidak lain adalah Mommy Angelnya.
"Ken."
"Ya mom." Sahutnya.
"Lagi ngapain nak?" Tanya sang mommy yang sudah mendudukan diri tepat di depannya. Hingga memaksa Ken menurunkan kakinya, sebab memang begitu pengajaran yang di berikan oleh mommy Angel, ketika berbicara dengan yang lebih tua harus bersikap dengan sopan.
"Baca-baca berita mom biasa," Jawabnya. Mommy Angel menanggapi dengan anggukan dan senyum cerah yang selalu tersemat.
"Mommy sering banget juga baca berita." Ungkap Mommy Angel, hal itu ditanggapi Ken dengan santai dan masih mendengarkan.
"Mommy juga paling seneng pas baca berita liat wajah kamu terus, nak." Ken hanya bisa menanggapi dengan senyum malu dan mengusap tekuknya. Ya dia memang sering kali masih merasa malu ketika berita tabloit banyak menyorot tentangnya, berbeda dengan kakaknya Nara yang tidak terlalu disorot publik.
"Mommy baca berita pencapaian Kenan Prasetyo Hingga saat ini. Mommy sampai terperangah Loh." Mommy Angel terdengar begitu menyanjungnya. "Tapi ada satu berita tentang kamu yang mommy tunggu banget, tapi sampai detik ini masih belum mommy temukan sedikitpun." Kening Ken terlihat berkerut, penuh tanda tanya. Keseriusan tercetak jelas di sorot mata yang mommy.
"Memangnya berita apa yang mommy harapkan?" Tanya Ken dengan penasaran. Jika berita tabloit seringkali menggkat tentang dirinya yang kebenarannya masih belum seratus persen akurat, maka jika bertanya dengan sumbernya secara langsung tentu saja akan sangat akurat, dan Ken masih bingung dengan mommy Angelnya. Kenapa tidak langsung bertanya saja pada dirinya pikirnya.
Mommy Angel tampak menarik dan mengusap tangan Ken.
"Berita mengenai pernikahan seorang Kenan Prasetyo."
__ADS_1
"Uhuk! Uhuk!" Sontak saja hal itu membuat Ken terkejut hingga terbatuk tanpa sebab. Matanya juga ikut melebar menandakan keterkejutan.
"Mom, kenapa tiba-tiba?" tanya Ken, setelah bisa mengendalikan diri.
Mommy Angelnya terlihat semakin mendekat.
"Ken, selama ini mommy dibuat begitu bangga dengan pencapaian kamu. Mommy bangga sekali." Mommy Angel tampak menekan kata bangga dengan senyum tulus. Sangat keibuan sekali.
Ken tercenung ketika menatap mata mommynya yang penuh keseriusan saat ini.
"Dan sekarang di usia kamu yang sudah matang. Sudah sepatutnya mommy mulai mempertanyakan. Kapan kamu menikah." Deg, lontaran penuturan yang diakhiri tanya itu membuat Ken seketika membeku.
Pernikahan? Sekalipun Ken masih belum memikirkannya. Dunianya memang sering kali dipertemukan dengan banyak wanita. Di antara wanita itu tidak ada satupun yang ia minati untuk menjadi istrinya. Tidak ada wanita yang bisa membuatnya nyaman.
Ditatapnya kembali wajah yang menanti jawabanya itu.
Ken mendesah."Aku belum mikir ke arah sana mom." Tutur Ken.
Sontak saja mata mommy Angel membulat penuh keterkejutan.
"Sampai pada detik ini kamu masih belum juga memikirkannya?!" Mommynya tampak terlihat putus asa, bahkan Ken melihat jelas sebuah kekecewaan tercuat di sana.
"Aku belum menemukan wanita yang cocok untuk kujadikan istri mom."
Angel mendesah lega. Pikirnya Ken memang tidak mau menikah, karena memang suka dengan kesendirian.
"Kalau begitu temukan." Ucapan mommynya yang tiba-tiba membuat Ken menatap dengan kernyitan. "Temukan wanita yang bisa cocok dengan anak mommy. Saat kamu menemukannya segera pertemukan dia dengan mommy." Cetusan kata itu benar-benar serius dari mulut mommy Angel.
Mulut Ken terlihat terbuka ingin berucap sesuatu. Apa pun itu untuk menyela ucapan mommynya yang terdengar begitu menggebu. Namun semuanya hanya sampai di ujung lidah saja.
Pintu ruangan kamarnya tiba-tiba dibuka. Semakin menghilangkan kesempatan Ken untuk bicara lebih dengan sang mommy.
"Sayang, kenapa di kamar Ken." Oh sang Daddy si pencemburu sudah datang ternyata.
"Lagi ngobrol sebentar sama Ken." Sahut sang mommy Angel.
"Ck, kenapa sering sekali sih ngobrol sama Ken." Decakan sang Daddy sudah biasa Ken dengar.
__ADS_1
"Ada hal penting yang kubicarakan sayang." Mommy Angel berusaha membuat Hans mengerti. Sejak tadi Mommy Angel sudah ditarik dalam pelukan sang Daddy.
"Ya sudah kita kembali ke kamar." Langsung membawa tubuh sang istri keluar dari kamar Ken. Yang ditinggal hanya bisa menggerutu. Tidak berubah sekali, bahkan anaknya sendiri di cemburu karena sering berduaan dengan sang mommy. Helloww ini bukan cerita novel yang mengisahkan persimpangan antara anak dan ibu yang sering berinteraksi, dasar Daddy Hans!
Ken kemudian terdiam.
"Dimana aku bisa menemukan wanita yang bisa memahami ku?! Wanita yang benar-benar bisa memandangku tanpa melirik ke arah dompet yang sedang kusembunyikan. Wanita yang bisa memahami kesibukan waktu kerja yang digeluti."
Ken mendesah pikirannya mulai terasa rumit. Wanita sempurna wanita yang sesuai dengan kriterianya. Tentu saja Ken akan menemukan wanita yang benar-benar mencintainya dan dicintainya pula. Pernikahan bukan sebuah permainan hanya mencari baju yang cocok untuk dipasang, baju itu akan selalu melengkapinya bukan nantinya menjadi pajangan.
Andai saja ada beberapa sahabat wanita di sekelilingnya. Sekali lagi Ken mendesah. Karena kecerdasannya itulah juga yang membawanya jarang memiliki teman yang menetap.
Sebab kecerdasannya membawanya sering kali lompat kelas. Sejak dulu dari sd dia sudah melewati Nara dua kelas. Maka itu ia tidak memiliki teman tetap. Ya kecuali ada beberapa teman laki-lakinya.
"Baiklah mari mulai mencari Ken. Mencari wanita sempurna, bukan hanya dirimu yang bisa menerimanya, namun keluargamu juga bisa menerimanya."
Inilah awal mula pencarian pelabuhan hati seorang Ken.
.
.
.
Hai hai semua 😂
Sisanya nih yang nggak sabar baca cerita Ken.
Haha iya ini si anak babang narsis.
Lagi cari wanita sempurna.
Semoga dapat antuasias dari kalian ya.
Love you
Happy reading
__ADS_1
~Tyatyut