Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 115- Wedding Day


__ADS_3

Pernikahan dari seorang Hans Prasetyo senter di perbicarakan. Para karyawan kecewa karena tidak diundang menjadi tamu pernikahan, namun mereka juga sadar diri tentang siapa mereka yang harus diundang oleh Hans Prasetyo.


Para media juga berusha keras ingin meliput pernikahan seorang Hans. Bagaimana tidak? Sosok CEO cerdas yang termasuk dalam jajaran CEO tertampan dan terkaya, pasti akan sangat menjadi berita hangat. Mereka berlomba-lomba untuk itu. Namun Hans bersikap tegas tidak ingin wajah sang istri diliput oleh media manapun.


Beberapa waktu lalu Hans mendapat ocehan dari sang mama karena ingin menyeleksi kembali undangan pernikahan.


“Gak ada perubahan lagi! Undangan sekarang harus disebar!” Mama begitu galak saat itu dan Hans hanya bisa menekuk wajah karena kesal. 


***


Hotel keluarga Prasetyo sekarang ramai. Sebuah ruangan dihotel tersebut sudah disulap dengan mewah dan berkelasnya. Bunga yang dijadikan pajang pun merupakan bunga-bunga yang berharga fantastis. Mama tidak segan menghamburkan uang milik sang suami untuk pernikahan anak kesayangannya. 


Tinggal menghitung menit sebelum pernikahan dilaksanakan. Hans begitu gugup, setiap detik berlalu kegugupannya semakin bertambah. 


“Mama memang mengesalkan! Sudah seperti bodyguard. Padahal aku ingin menjadi yang pertama melihat Angelku! Apa-apaan aku tidak boeah melihat Angel. Enak saja para tamu undangan yang lebih dulu menikmati kecantikan Anglku.” Ia terus menggerutu kesal. 


“Tidak akan kubiarkan, pokoknya…” Gumaman penuh kekesalan sekarang menyurut seketika beralih dengan mulut yang dibuat bungkam saat knop pintu dibuka.


Matanya sekarang dibuat terperangkap oleh kecantikan sang istri. Eh bahkan ia tidak sabar menyematkan sebutan istri kepada sang kekasih.


“Angel sayang.” Panggilnya dengan suara lembut. Ya beginilah seorang Hans Prasetyo, Sikap tegasnya dibuat melebur jika di hadapkan dengan seorang Angel Rasinta. Hanya tersisa sisi pria penuh perhatian, penuh kasih sayang, dan penuh kecemburuan.


Si wanita yang tadinya sibuk membenahkan bagian bawah gaun pengantin dibuat tersentak oleh seruan Hans.


Ia dibuat begitu terkagum melihat aura tampan seorang Hans Prasetyo. Ia tediam sejak sebelum pulih dari kekagumannya.


“Hans, kenapa?” Sahutnya tak kalah lembut pula.


Sial kenapa dia cantik sekali sih! Aku tidak rela dia harus dilihat orang lain. Akhhh aku membenci pikiranku ini!! 


“Kau cantik sekali sayang.” Pujian itu dilesatkan bersamaan dengan kecupan ringan dipermukaan tangan si wanita. Sebulan rona merah yang selalu membuat Hans gemas, sekarang kembali terlihat.


Hans sekarang berlalih duduk di samping sang mempelai wanita. Satu tangan Angel digenggamnya dengan begitu lembut dan erat. 


“Angel sayang.” 


“Hmm?” Manik mata mereka saling terkunci saat ini. 


“Kau pasti merasa senang kan? Karena sudah berhasil memiliki laki-laki yang sangat diinginkan semua wanita.” Wah jiwa kenarsisan sekarang kembali sebelum detik-detik menuju pernikahan. Padahal jantung Angel sudah berdetak tak karuan dengan tatapan Hans yang seakan melumpuhkannya. Namun tenyata...


“Iya aku sangat senang.” Angel mencubit pelan pipi Hans, sampai Hans mengaduh minta dilepaskan. “Kenapa sih jiwa narsismu tidak pernah hilang. Itu membuat jengkel meskipun sebuah kebenaran.” Cerca Angel dengan mata yang menyipit karena senang mencubit pipi Hans.


“Aku memang laki-laki Luar biasa yang sulit dimiliki itu sebuah fakta sayang, jadi aku menyerahkan diriku untuk kau milikki.” Senyum kecil terukir di bibir Hans. Angel semakin mengeratkan cubitannya di pipi Hans sampai-sampai kepala Hans bergerak sesuai irama tangan Angel.


“Kenapa kau mencubitku?Berhenti mencubitku. Kau sudah berani ya sekarang… Aku semakin gemas dengan tingkahmu sekarang.” Ucapnya dengan tatapan mata yang begitu mendamba. Sejak awal melihat Angel rasanya ia ingin menerkam wanita ini, ia sedang menahan diri, namun tingkah Angel seakan meringsek pertahanan dirinya.


“Maksdunya?” Si polos bertanya.


“Aku ingin menciumu!! ” Terang Hans dengan suara yang tampak parau. Sontak saja hal itu membuat mata Angel tebeliak.


“Hans, Jangan macam-macam!” peringat Angel dengan mata melotot. Bisa hancur dandananya jika si pria yang tidak sabaran ini berulah.

__ADS_1


“Salahkam dirimu karena terlalu cantik, dan menggoda!” Seloroh Hans detik selanjutnya ia berusaha ******* bibir yang begitu menggoda tadi.


“Eh Eh eh eh.” Bibirnya terkatup rapat, suara yang selama ini mengisi hidupnya dengan ocehan-ocehan sekarang terdengar jelas. Tubuhnya yang tadinya hendak meringsek Angel sekarang berputar seiring dengan tarikan tangan yang mengantip bibirnya.


“ Mau apa kamu?!” Benar dugaanya sang Mama sedang melotot ke arahnya.


“ Gak ngapa-ngapain mah.” Hans sulit bicara karena mulutnya masih tak dilepaskan mama. Bibirnya begitu muncung saat ini.


“Halah! Ngeles aja kamu! Udah mama bilang jangan nemuin Angel!” Mama mengoceh sampai memekakan telinga Hans, Si pengantin wanita sudah tergelak.


“Mama tau kamu itu gak bakalan bisa nahan diri!, Untung aja mamah Dateng mergokin kamu, kalo gak... bisa ditunda ini pernikahan.” Hans terdiam lesu. Sedari tadi dia diawasi oleh mama, jangan sampai keluar dari ruangan peringat mama berulang kali. Padahal ia sangat ingin menemui sang kekasih. Untunglah saat mama ada di toilet ia segera melarikan diri. Namun tenyata sekarang dirinya tertangkap juga.


“Lepasin mah.” Suara Hans masih tidak jelas namun gerakan tubuhnya yang berusaha melepaskan jepitan tangan sang mama dari mulutnya membuat Mama paham.


“ Ayo ikut mama.” Mama sekarang beralih menjewer telinga snag anak, sampai badan Hans memiringkan mengikuti pergerakan tarikan tangan si mama.


“Pfttt.” Angel tak bisa Manahan tawanya.


“Akhh mah, jangan kaya gini dong! Malu mah, apa kata dunia seorang CEO Hans Prasetyo dijewer telinganya sama wanita paruh baya.” Sentak Hans menghiba. Gelak tawa Angel membuat Hans semakin beusha melepaskan diri.


“Ini mama kamu sendiri! Lagi pula dunia gak bakalan peduli sama kamu! CEO Apaan! Kamu masih dibawah mama! jabatan kamu gak ada artinya. Ayo ikut.” Hans kalah telak, dia dipermalukan sepanjang jalan menuju ruang tunggu untunya. Memang setinggi apa pun jabatan ia di dalam perusahaan, jika dihadapan sang mama maka ia hanya akan dipandang sebagai seorang anak, dan jabatan tadi tidak berarti sama sekali. 


Mama mengibaskan tangannya seperti sehabis membawa benda yang perlu diletakan di tempat yang semestinya.


“Jaga disini pah.” Pelotot mama pada papa yang tadi lengah.


Sekarang mama sudah seperti bodyguard yang menuggu di depan ruangan si calon pengantin pria. Papa juga dipaksa menjadi bodyguard saat ini.


***


Mata ibu terasa berair ketika melihat sang putri dalam balutan gaun pengantin. Memang terasa berat melepaskan sang putri untuk menikah, dipikirannya Angel selalu menjadi putri kecilnya. Namun dia tiba-tiba saja tersadar bahwa putri penurutnya sekarang sudah dewasa, dan tinggal menghitug menit, i ia akan melihat sang putri menjadi istri orang lain.


“Ibu!” Angel begitu tersentak sesat ibu datang dengan tatapan berkaca, Apalagi saat ini ibu malah bertekuk di depannya dan membenarkan helaian gaun pengantin yang ia kenakan yang menyentuh lantai.


“Duduk disini Bu.” Pinta Angel ia meletakkan bunga yang sedari tadi ia pegang. Ia beralih dengan menangkup kedua sisi bahu ibu. Wanita yang telah melahirkannya ,yang telah mengurusnya, wanita yang telah melimpahkan pengajaran dan kasih sayang untuknya.


“Ibu hanya ingin membenarkan gaun pengantin putri ibu.” Ibu tidak bisa menahan harunya, ia sudah menitikkan air mata. “ Anak ibu sudah dewasa, dan sekarang bahkan sudah mau menikah ya nak.” Sikap lembut dan suara lembut ibu yang penuh perasaan membuat Angel merasa pilu. 


Manik mata mereka saling terperangkap saling menatap dengan perasan dalam.


“Iya Bu Angel sudah besar sekarang.” Sahut Angel dengan kekehan berusaha mencairkan suasana.


“Waktu kecil ibu yang selalu membenarkan pakaian kamu ya nak. Tapi sekarang ibu begitu tersentuh dan tidak menyangka harus membenarkan gaun pengantin putri ibu.”


“Ibuuu... ” Mata Angel berkaca-kaca. Angel menatap ayah yang sedari tadi tampak berusaha tegar. Rasanya begitu berbeda.


“Putriku.” Suara ibu begitu bergetar, genangan air mata tadi semakin menumpuk di pelupuk mata Angel.


“Semoga kamu bahagia ya nak, kelak saat kamu sudah menjadi menantu mereka, tetap jaga sikap kamu ya nak. Menurut dengan mereka karena sekarang mereka juga menjadi orang tua kamu.” Angel mengguk dengan buliran air mata yang mulai berjatuhan.


“Iya Bu, Angel akan berusaha.”

__ADS_1


Mereka bertiga berpelukan dengan erat. Semoga saja putri mereka mendapatkan limpahan kebahagiaan hanya itu doa dari seorang ibu dan ayah kepada anaknya.


***


Tepuk tangan menggema di ruangan. sorak-sorai sambutan kepada sang pengantin wanita terdengar begitu bersemangat. Ayah mendampingi sang putri. 


Suara Dina si cempreng terdengar jelas di Indra pendengaran dan mambwa gelak tawa.


“Angel, cantik banget.” Teriak si Dina. Vina menutup wajahnya malu karena dia ikut menjadi sorotan.


Benar-bener lu Din setiap saat gak bisa ngobrol suara cempreng lo. Vina


Memang si Dina gak ada malunya.Angel.


Gelak tawa itu sekarang memudar, setiap langkah yang diambilnya penuh dengan kegugupan. Pangerannya, laki-lakinya, calon suaminya, begitu gagahnya berdiri dan sedang menjatuhkan sorot mata ke arahnya. Ulasan senyum mengembang tak lepas dibibir sang pria. 


Usapan lembut segera ia dapatkan sesat setelah tangannya beralih pada si pengantin pria.


Mata Hans dibuat berkaca karena haru...


Janji suci pernikahan mulai terjalin. Dua pengantin dengan kegugupan luar biasa itu sekarang sudah mengikat janji suci pernikahan.


Deg


Deg


Deg 


Deg


....


Detik, ini pada tanggal 19 November 2020 Angel Rasinta RESMI MENJADI ISTRI SEORANG HANS PRASETYO.


“Akhirnya kamu menjadi istriku sayang.” Hans mengucapakan kata itu dengan suara berat. Perasan lega dan bangga sekarang mendera.


Hati akan seakan dihujani ribuan kupu-kupu.


Perlahan daftar impiannya sudah mulai terwujud. Angel Rasinta, si wanita dengan mata polos yang menarik perhatiannya sejak awal—, sekarang dengan bangganya ia meneriakan pada dunia bahwa Angel Rasinta adalah istrinya!!


Inilah awal menuju bahtera rumah tangga yang sebenarnya. Wanita cantik yang ia idam-idamkan sekarang menjadi istrinya. Hans Prasetyo sekarang sudah sold out!!


~Hayo bagi amplop dengan kasih Vote ya🙄🤧😅❤️❤️


Babang narsis sudah sold out!!


❤️😅😅😅


Terima kasih sudah mengikuti cerita mau Secretary sejauh ini. Seperti yang kemarin-kemarin otor bilang konflik beratnya telah berakhir. Jadi jika ada yang menuntut konflik besar, dipikirkan dulu lah nanti ya 🙄😅.


Selamat berbahagia untuk couple H&A

__ADS_1


Happy reading


~


__ADS_2