
Jangan lupa like .
Vote juga ya sayang.
~Ruang Tamu
Angel dan Hans duduk berdampingan .Tadi setelah teriakan histeris Vina mereka masuk ke dalam rumah Angel .Hans menatap horor kue yang berada di atas meja .Jika ditawarkan dia tidak akan mau .Sungguh dia akan menolak .Bisa-bisa seseorang mematikan lilin dengan cara seperti itu pikirnya .
Hans menatap dua orang wanita di depannya .Dia sering melihat dua wanita ini tapi tidak mengenal dalam .Hans dapat menangkap rasa gugup dua wanita itu .
“Ya...Seperti yang kalian lihat. Angel adalah kekasih saya .” Mata Vina dan Dina membeliak prasangka mereka sudah dikonfirmasi sekarang bahkan dengan nada santai .Lihat wajah tampan itu .Huh.
“Kenapa? apa kalian keberatan ?” Hans bertanya sakartis karena melihat dua wanita ini melirik ke arah kekasihnya .
“Eh te-tentu saja tidak pak .” Sahut Vina cepat dengan meringiskan senyum lalu beralih melihat ke arah Dina .“Sa-saya juga tentu tidak keberatan .Wah selamat untuk hubungan Anda ...prok prok prok.” Saking gugupnya menjawab Dina malah bertepuk tangan dengan canggung .Tunggu mereka tidak salah situasi kan ? Bukankah seharusnya mereka yang mengintrogasi disini dan Seharusnya Angel dan Hans yang gugup dengan pertanyaan mereka?.
Pemikiran gila dari mana itu mana mereka berani dengan lantang dna bersedekap dada bertanya bagaimana kalian bisa berhubungan ?.Sejak kapan?.Kenapa?.Dan masih banyak pertama lainnya .
“Ya terima kasih .” Masih dengan gaya santai .Angel sudah melirik takut ke dua sahabatnya itu .Sekarang semuanya sudah terbongkar dan dia pasti harus bercerita dengan dua sahabatnya .
“Jangan menatap kekasihku seperti itu .” Hans kesal melihat dua wanita yang seperti menyudutkan Angelnya melalui sorot mata .
“Angel, aku akan pulang. Jadi jelaskan pada mereka kenapa kau bisa jatuh cinta pada laki-laki yang luar biasa ini .” Masih bisa-bisanya Hans kau bersikap narsis .Vina dan Dina malah terpelongo mereka mendengar nada lembut dari cara bicara atasanya itu .
Tidak dapat dipercaya pikir mereka .
Lihat lagi ini dia dengan santai mengelus rambut Angel .
Haishh dia benar-benar lihat seringainya itu .Seolah-olah mengatakan bahwa aku yang mengejar-ngejarnya jelaskan pada mereka .
“Ceritakan dengan sejujurnya .Ceritakan tentang ketampananku.” Angel berdecak kesal masih sempat-sempatnya Hans mengucapkan itu .Laki-laki ini pasti tidak mau imejanya turun karena ketahuan mengejar -ngejar Angel .
“Iya aku akan menceritakan .Dari saat kamu bilang sukai aku mulai sekarang haha...”
“Angel.”
Hans hanya bisa meneriaki wanitanya itu. Pintu rumah sudah tertutup rapat .Hans memutar tubuhnya masuk ke dalam mobil .
“Dia sungguh lucu .Sukai aku mulai sekarang ! Bukankah itu sangat keren. Haha mengingatnya membuatku malu sendiri .”
Tetawa disepanjang mengemudikan mobil kembali ke rumah .
“Bodoh semuanya bukan dimulai dari sana .Tapi jauh sebelum itu Angel sayang .” Hans mengukir senyum mengembang .
***
__ADS_1
Selepas kepergian Hans mereka masuk kedalam kamar. Acara tiup lilin ditunda .Kejutan batal malah mereka yang dikejutkan .Dina meneguk air dingin dengan tergesa -gesa merasa kerongkongannya kering .
“Wah...hebat-hebat kamu, Angel. Aku gak nyangka kamu sama pak Hans ternyata udah sejauh itu.Astaga-astaga stok manusia tampan di dunia mulai berkurang ...Auu.” Dina melotot ke arah Vina yang menyentil keningnya .
“Woy.”
“Woy juga!” Balas Vina melotot .Angel hanya memperhatikan dua sahabatnya itu dengan satu bantal di atas pangkuannya dia masih belum berganti pakaian .
Mata Vina beralih pada Angel dia bersedekap dengan serius .“Jadi sejak kapan Ngel? Kenapa gak cerita ?.”Vina melontarkan pertanyaan dengan sifat tenangnya .Angel meneguk salivanya sebelum bicara .Menatap Vina dan Dina bergantian .
“Sejak Aku cerita tentang temenku waktu itu .”
“Sudah ku duga .” Vina tampak memincingkan sudut matanya ke arah Angel .
“Hah apa!...Ja-jadi yang waktu itu kamu nyeritain diri kamu sendiri! ” Anggukan Angel malah membeliakan mata Dina .“What...Hiks.” Bergaya melodrama .
Vina menatap Dina dengan malas .“Terus? Kamu yakin sama hubungan kalian .Bukan maksud mau menghasut gitu ya ,tapi melihat situasi kebanyakan...”
“Beliau serius dengan hubungan ini! .”Angel berucap begitu serius .Vina dan Dina saling terdiam .“Awalnya memang Aku nerima saran kamu untuk menolak pak Hans .Tapi...”
“Tapi...”
“Tapi ternyata dia serius .Dia serius bahkan, sudah mengenalkanku dengan keluarganya dengan santai, tanda keseriusan mendalamnya.”
Vina terperangah. Melihat keseriusan di wajah sahabatnya itu .“Hubungan kalian sudah sejauh itu ? Terus kenapa gak cerita. Kenapa gak jujur ?.” Vina bertanya serius ada rasa kecewa juga dalam dirinya mendapati sahabatnya itu tidak jujur .
Vina bergerak mendekat dan memeluk Angel .
“Melihat perilaku pak Hans, aku tidak yakin bakal ninggalin seorang Angel.Dari tadi kita kumpul bahkan beliau cuma menatap kamu aja .” Tutur Vina lembut memberi kekuatan ke Angel .
Manik mata Angel bertatapan dengan Vina .Senyum mengembang terukir diwajahnya .“Sebagai sahabat, aku ngedukung kamu .”
“Makasih ya udah bisa mengerti .”
“Hua... Aku tidak dianggap .Aku lagi potek ini babang Hans udah ada yang punya .” Tawa mereka pecah melihat Dina yang sedang patah hati .Tapi di lain sisi Dina juga merasa senang .
“Pak Hans milikku .”
“Aiceee...” Vina dan Dina menggoda Angel .Muka Angel sudah panas merasa malu .
“Woy Ngel kue kamu ini .”
Vina menatap horor ke arah Dina .
“Kue apaan .Makan tu kue sendiri .Bego banget sih bisa ditiup pake mulut malah pake idung.”
__ADS_1
Dina malah tertawa tidak bersalah .“Ya kan gugup aja liat situasi .Mulut juga terbuka saking terkejutnya nah cuma ada hidung doang pada situasi itu, sekalian aja deh...”
Angel dan Vina tampak menghela nafas .Kelakuan sahabatnya yang satu itu memang benar-benar ajaib .
“Eh Ngel gimana-gimana .Pak Hans nembak kamu kayak gimana Ngel penasaran.” Dina berseru antusias .
“Lokasi nya disini .”
“Hah maksud nya.” Vina bertanya heran juga dengan perkataan Angel .
“Ya disini !.Dikamar ini .Gak ada romantisnya sama sekali tapi bikin deg-deg an.”
“What????”
“Sungguh tidak dapat dipercaya .” Dina nampak merutuki pria dengan berjuta pesona itu .Akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Angel .
Malam ini ketiga serangkai itu tidur dalam satu rajang salaing berdesakan .
***
Epilog .
“Angel, kenapa mata kamu?.”Bertanya dengan polosnya .
Dina terkejut dengan kantung mata Angel yang tampak jelas .
“Gara-gara kamu ini! Aku gak bisa tidur nyenyak!”
Angel berteriak memekikan telinga .
.
.
.
.
.
Untuk meminimalisir kesenjangan like .Dimohon untuk dengan suka rela buka bab sebelumnya yang belum kalian kaish jempol ya .Sayangkuh semua 😪
Setoran untuk hari ini .🤧
Happy reading
__ADS_1
~tyatyut