
“Siapa kau?” tanya Hans ketus. Nada suaranya nampak sangat geram. Beraninya wanita ini hendak memukul kekasihnya yang sangat berharga.
Bram hanya akan bersiap sekarang, bersiap untuk mengusir secara kasar wanita di depannya ini jika sang atasan sudah meledak .
“Aku Sindy, nyonya Rina menyuruhku untuk menemui anaknya. ”
Wanita tadi memperkenalkan diri. Mata Hans melebar terkejut dia tidak tertarik dengan wanita yang dikirim ibunya ini. Dia hanya menghawatirkan pikiran-pikiran yang bergelayut di otak Angel nya .
Mata Hans menelisik dalam melihat Angel yang nampak terdiam dari tadi.
Sindy mengucapkannya dengan santai dengan memajukan uluran tangannya untuk bersalaman dengan Hans. Angel melihat uluran tangan itu tubuhnya bereaksi, dia meremas kedua jari tangannya .1 detik 5 detik 10 detik uluran tangan itu tidak disambut oleh Hans .Tangan Hans tersembunyi rapat dibalik saku celananya.
Astaga mataku sakit melihat wanita ini. Aku sungguh tidak betah berlama-lama melihatnya .Bagaimana bisa perempuan berpakaian seperti itu ck.Aku risih melihtanya .
Hans sudah bisa menangkap maksud wanita ini. Ibunya sekarang sedang membuat masalah baru untuk dirinya, ia sekarang hanya perlu bersikap sangat-sangat tidak bersahabat. Menampakkan aura dinginnya. Terpaksa sindy menurunkan uluran tangannya wajahnya nampak masam
“Sial ! uluran tanganku di acuhkannya.” Menggerutu marah.
Mata Hans nampak sinis, tidak betah berlama-lama melihat wanita dihadapan nya ini . “Aku tidak menyukai wanita sepertimu .”Hans melontarkan kata penolakan langsung.
“Apa?” Sindy dibuat tertohok seketika.
“Pakaian mu ,cara bicaramu ,hidung mata bibir. Aku tidak menyukai semua yang ada .”Sungguh Hans sekarang menolak mentah-mentah tidak memberikan celah sama sekali, mulutnya sudah seperti boncabe level 5 pedas.
Wah Bram sampai terperangah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut sang atasan. Dia sekarang ingin mengacungkan jempol dan memberi penghargaan kepada sang atasan dengan predikat Sikap terburuk menolak seorang wanita.
Saat Hans mengatakan pakaian cara bicara hidung mata bibir sindy juga ikut melihat bagian dalam dirinya,memegang hidungnya juga tanpa sadar, sekarang wanita ini ingin melihat kaca .Dia mengepalkan tangannya geram baru kali ini dia bertemu dengan orang yang sungguh-sungguh sangat tidak sopan. Memberikan penilaian buruk bahkan belum mengenal sedikit pun.
Memangnya kenapa dengan pakaianku? ini edisi terbatas .Wajahku ini sangat cantik. Mulutnya pedas sekali !!.
Angel seperti makhluk tak nampak disini hanya sebagai pendengar. Walaupun begitu Hatinya mendapatkan angin segar saat Hans memberikan kata-kata penolakan kepada wanita itu.
Hans tidak selalu menjatuhkan arah matanya ke perempuan bernama sindy tadi ,dia lebih banyak melihat wanita yang berada disampingnya ini.
“Kau tidak sopan sama sekali. Aku juga tidak menyukaimu!!” Geram sang wanita ,dia datang kesini juga bukan kemauannya tapi atas paksaan sang ibu.
“Baguslah kalau begitu pergi jangan pernah bertemu lagi!” Bahkan sampai akhir Hans bersikap sangat dingin, dia akan memberikan kesan terburuk hingga wanita itu bahkan sangat muak melihat wajahnya dan dia tidak akan ambil pusing dengan penilaian itu. Hans akan menerimanya dengan senang hati .
Alasan Hans tidak bersikap sopan sama sekali, pertama wanita dihadapan nya ini hendak melukai kekasihnya, kedua wanita ini dikirim oleh ibunya pasti dengan maksud tertentu dia langsung membasmi sang perempuan dengan silatan lidah yang begitu tajam.
“Huh aku juga berharap begitu. ”Sindy berjalan cepat ,dengan amarah yang mengubun-ubun ,sempat juga wanita tadi seklias melirik sinis kepada angel sebelum benar-benar pergi .
"Bram "
"ya pak "
"Pastikan wanita tadi keluar dari gedung ini ,dan tidak kembali " Menekankan kata kembali .
Bram mengangguk dan berlalu .Hanay tinggal Hans dan Angel sekarang .
***
Hans segera menarik Angel masuk kedalam ruangannya duduk di sofa. Hans mengambil tangan Angel dan membawanya merapatkan jari jemari mereka tidak memberikan celah disana.
Dia takut Angel akan salah paham, karena kedatangan wanita tadi. Pekerjaan tertunda karena tamu tak diundang tadi, dan Bram dia pergi setelah mendapat kode dari Hans .
“Kita harus mendengar penjelasan dari pembuat masalah.
Apa maksud ibuku mengirim wanita tadi?!! ”Seru Hans.
Angel nampak menampilkan senyum kecil, walaupun saat awal kedatangan wanita bernama sindy tadi dia nampak terancam .Namun ketika melihat respons Hans ada kelegaan tersendiri di dalam dadanya.
“Tidak apa-apa ,aku tidak perlu penjelasan .”Ujar angel
“Tidak itu perlu !... Diam disini jangan bergerak .”Seru Hans ,Angel akhirnya menuruti perkataan Hans duduk dengan diam matanya terus beradu pandang dengan Hans.
Hans kemudian mengambil ponselnya segera menelpon sang ibu yang membuat masalah.
Dia juga menghidupkan lousepiker agar angel juga mendengarnya .
[“Hallo kenapa sayang?Tumben nelpon.”]
“Mah, kenapa mamah ngirim wanita jadi-jadian ke kantor Hans ...Hans kan sudah bilang Hans memiliki kekasih. ”Cerca Hans langsung saat telepon sudah diangkat sang ibu ,dia bahkan tidak menjawab ucapan sang ibu yang nampaknya agak aneh ketika dia menelpon sang ibu.
[“Apa sih maksud kamu nak...”]Seru ibunya bertanya di seberang telpon.
“Ada cewek Dateng tadi dia bilang disuruh mamah.”
Angel diam memasang telinga baik-baik apa alasan ibu hans mengirim sang wanita. Apakah ibu Hans tidak menghargai pilihan hans, hingga turun tangan untuk mencari wanita ideal sesuai selera nya.
Jika seperti itu haruskah Angel angkat tangan dan pergi agar tidak terjadi perpecahan didalam keluarga Hans .
Atau masih memperjuangkan Hans sampai ibu Hans benar-benar merestui hubungan mereka. Angel kalut dalam pikirannya mulai menebak-nebak.
[“Astaga mamah lupa sayang...aduh itu kemaren mamah lupa buat gak jadi nyuruh Dateng anak temen mamah ... Kamu kan udah ada pacar... ”]Tutur Mama.
Hati Angel rasanya terusik ,tenyata benar ibu hans memang ingin agar perempuan tak diundang tadi lebih mengenal anaknya . Namun hatinya juga merasa lega secara bersamaan, Hans secara gamblang mengakui statusnya dan tidak menyembunyikannya
“Kenapa bisa lupa sih, mah.” Suara Hans terdengar kesal.
["Anak ini mamah udah tua ya wajar " ]Sahut ibu Hans tidak terima dengan ucapan Hans walaupun itu benar.
"Ya udah ma...beresin cewek itu Hans gak mau lagi ketemu sama itu cewek. ” Pinta Hans dengan nada menuntut .Dia tidak akan pernah mau berurusan lagi dengan wanita tadi.
[“Iya sayang iya...calon mantu mama...”] Belum selesai mama bicara, Hans sudah menyela.
“iya udah dulu mah..”
TutTutt
Panggilan diputuskan oleh pihak Hans .Dia sudah tau arah pembicaraan ibunya yang selanjtnya. Pasti ibunya akan merengek ingin bertemu Angel bukannya Hans tidak mau mempertemukan orang tuanya dan Angel, namun Hans tidak ingin Angel merasa terbebani .
“Kamu dengar kan” Tanya Hans
Kedua pasangan kekasih ini saling beradu pandang . Hans berharap Angel tidak merasa terusik lagi setelah mendapatkan konfirmasi dari sang ibu. Yang ternyata memang berencana ,namun lupa untuk membatalkan rencana .
Angel mulai menampilkan senyumnya .”iya aku mendengarkannya dengan sangat jelas .”Sahut Angel nada bicaranya sangat santai, tidak terlihat seperti orang yang akan mengamuk karena kekasihnya baru saja hendak di carikan jodoh .
__ADS_1
“Apakah kejadian ini akan sering terjadi ?” Angel bertanya dengan ragu ,walaupun masalah tadi selesai mungkin saja nanti akan terjadi lagi kejadian seperti ini.
“Tidak akan tidak akan pernah ...kalaupun akan ada lagi kau akan melihat sikapku yang seperti tadi ,mengusir dengan cara yang paling kasar.” Hans berujar dengan sangat yakin ,penuh perasaan .
“Angel kau sudah cukup untuk diriku." Tutur Hans dia mengungkapkan perasaannya berusaha meyakinkan Angelnya. Mata Angel memanas ,dia merasa tersentuh dengan sikap Hans. Angel menyurukkan kepalanya ,ke dalam pelukan sang kekasih ,melingkarkan tangannya erat .
“I Love You .”
Tiba-tiba saja Angel mengungkapkan perasaannya secara gamblang ,biasnya dia menahan diri untuk itu ,namun dia tidak akan menahannya lagi .Mungkin ini juga efek rasa takut .Takut kepemilikannya diambil orang lain .
“Aku juga sayang.”
Sahut Hans.
***
Di kediaman Prasetyo
Hans masuk ke dalam rumah dengan raut wajah ditekuk mungkin ini sebuah ungkapan kemarahan kepada sang ibu yang membuat Masalah tadi siang.
“Udah diberesin mah?” Tanya Hans to the point ,namun matanya malas melihat ke arah sang ibu.
Saat itu ibu Hans sedang membereskan meja makan dibantu oleh bibi pembantu senior bi Mirna yang ada di dalam rumah.
“Iya ini lagi ngebersein ,kamu aneh Hans...baru dateng malah nanya yang aneh .”Seru ibunya
Ingin rasanya Hans tepok jidat ,tapi benar juga jawaban ibunya tidak ada yang salah .
“Maksud Hans cewek itu ,yang kata mama temen anaknya mama.” Tuntut Hans lagi.
“Oh udah beres ,gak usah dipikirin lagi .”Sahut ibu Hans sembari menutup makanan dimeja makan dengan tudung saji.
“Bagus lah ...hampir aja mama kehilangan calon mantu tadi siang. “Ucap Hans .
Mama menangkap sesuatu yang janggal disana ,anaknya ini seperti menyatakan bahwa mungkin saja si calon mantu yang bahkan belum dia ketahui namanya berada di lokasi saat itu. Mata Mama membulat sempurna ,mendapat sebuah celah untuk bisa menemukan calon mantunya lebih awal.
“Tunggu! Ini maksud kamu hampir kehilangan calon mantu. Artinya calon mantu mama ada ditempat iya? Jadi kamu satu kantor sama calon mantu mama iya iya bener sayang?...” Tanya ibu Hans nada suara bahkan lebih tinggi dari sebelumnya bukan karena marah ,ini efek senang .
Hans nampak salah tingkah dia kemudian berlari melarikan diri dari sang ibu takut akan memberikan lebih banyak celah.
“Hans mama nanya bukannya dijawab!...jangan kabur kamu ...iya bener iya kan iya kan...?” Tanya ibu Hans lagi
Terjadi kejar-kejaran antara Hans dan Mama ,tentu saja Mama tidak bisa mengimbangi kecepatan Hans ,hingga di tertinggal jauh di anak tangga. Hans sudah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu .Itu adalah tempat teraman untuk menyembunyikan diri .
“Mama udah kayak anak kecil main kejar-kejaran terus sama kak Hans ya ,pah.” Ucap adik Hans yang bernama Hana. Papa menanggapi anaknya dengan anggukan yang sangat menyetujui ,mereka tertawa melihat raut wajah masing-masing .
Anak dan ayah itu tadi melihat kejadian yang membuat bising rumah dengan geleng-geleng kepala .
***
Malam Hari
Tiga serangkai ,jika mereka sedang berkumpul sering kali terjadi kehebohan .Mulut mereka juga tidak bisa berhenti untuk selalu mengeluarkan obrolan yang semakin kesini semakin absurd.
Vina dan Dina menyadari Angel sudah jarang sekali berkumpul bersama mereka .Sekarang mereka memaksa Angel untuk bertemu ,Dina sudah memikirkan lokasi tujuan mereka malam ini.
“Kita naik bianglala yuk.” Ajak Vina ,sembari tangannya menunjuk ke arah bianglala. Wahana satu ini memang yang paling populer di pasar malam. Bisa menikmati malam ,dari ketinggian yang tak terukur .
“Boleh yok .”Angel nampak mengangguk menyetujui permintaan Vina ,Dina juga mengiyakan bahan heboh sampai berteriak .
Bianglala mulai naik meninggi berputar dengan lambat .
“Wah...”
“Cantik banget pemandangannya .”
Mereka bertiga saling bermonolog sendiri .
“Ambil gambar dulu yuk “ Ajak Angel
“Yok yok.” Sahut Vina dan Dina bersamaan mereka bergeser mencari posisi yang nyaman agar bisa tertangkap kamera .
Cekrek
Didapat hasil 'Tiga serangkai’ yang serempak menunjukkan lambang hati ala Korea ,kalau di Indonesia mungkin dibilang maknanya duit.
Cekrek
Kambali mengambil gambar kali ini mereka bergaya imut menyipitkan mata. Angel berada paling depan mereka saling berjejer ,Dina nampak menyentuh pipi Vina dengan satu jari .
Cekrek
Kali ini mereka bergaya jutek ,tanpa senyum Angel dengan raut wajah mengangkat sebelah alis ,Vina memangku dagunya dengan jari tangan ,sedangkan Dina ,dia menatap lurus ke arah kamera dengan raut wajah jutek.
Cek..
Belum sempat gambar diambil lagi tertera nama sang kekasih di layar ponsel Angel.
“Waduh pak Hans nelpon ngel ,ngapain malam-malam gini.” Tanya Dina dia sepertinya heran
“Gak tau .” Sahut Angel berusaha santai
“Kalian lanjut aja fotonya ya. Mau jawab telpon dulu kayanya penting pak Hans gak pernah nelpon kalo gak penting .” Angel meminta ijin dan seperti memberikan penjelasan secara langsung ,supaya teman-temannya tidak curiga
“Santai aja ngel ...udah jawab kalo Kena semprot kelamaan jawab telpon.” Ujar Vina ,dia nampaknya memaklumi Angel.
Angel pun mulai bicara dengan suara pelan.
“Iya.”
[“Masih belum selesai ?”]
“Iya”
Angel berusaha menanggapi sesingkat mungkin agar mengurangi kecurigaan sahabatnya .
[“Kirim foto setiap 15 menit .”]
__ADS_1
Laki-laki itu mengatakannya dengan nada santai .
“Untuk apa?.”
[“Kirimkan saja ,awas saja kalau kau tidak mengirimkannya .”]
Keluar sudah sikap Hans yang suka seenaknya sendiri .
“Baiklah .Aku tutup ya.” Angel berusaha menyahut selembut mungkin.
Panggilan sudah selesai .Tiga serangkai juga sudah mulai turun dari bianglala.
“Kenapa Ngel?”
“Apanya?” Tanya Angel juga
“Lah orang nanya dia dia belok nanya .” Ucap Dina
“Balik markonah bukan belok ,hadeuh pea .” Vina nampak tepok jidat mendengar ucapan Dina tadi
“Ya sama aja “
“Ya beda “Sungut Vina
Mereka malah mempermasalahkan belok dan balik ,lupa dengan asal usul pertanyaan.
“Eh ada yang jualan es buah tuh kesana yuk.” Ajak Angel
Matanya menunjukkan arah ,tempat penjual .
“Kuy lah.” Sahut Dina
“Mas es buahnya 3 ya.” Angel langsung memesan
“Kalo lihat es buah, jadi pengen pantun nih Vin.”
“Gak Mau denger .” Cegah Vina
“Aku mau pantun buat Angel aja.”
“Siap-siap Ngel, dipaantunin.” Ujar Vina
“Buah mangga ,buah stroberi
Buah alpukat buah naga
Itu lah nama-nama buah-buahan .” Dina tertawa dengan pantun recehnya.
“PLETAK”
“Auu.”
Sentilan ringan yang berasal dari Angel tepat mendarah dikening Dina.
“Ngaco banget bukan pantun itu .”
“Lagian kamu juga Ngel mau dengerin dia pantun .”
Dina tampak cengengesan “Lah lu juga mau dengerin Ngel ,orang tadi cuma mau nyebutin nama-nama buah.”
“Iya ini salah ku emang .” Angel gelang-gelang kepala
“Ini mba es buahnya .” Mas pedagang menyerahkan 3 buah cup es buah yang sudah bisa disantap.
Ting
Ponsel angel berbunyi ,tampaknya ada sebuah pesan masuk .Sembari menyantap es buah dan terus berjalan dengan Dina dan Vina dia membuka ponselnya .
[“Kenapa belum ngirim foto !Kirim foto sekarang !!”]
Hasihh benar-benar ya, memangnya apa sih yang mau kau lihat. Wajahku sudah sering kau lihat, sampai setiap 15 menit sekali minta kirim gambar...Huft dasar.
Ternyata itu pesan dari sang kekasih .Angel lupa untuk mengirim gambar ke Hans .
Dia berhenti sebentar, mengambil gambar dengan cepat es buah juga ikut masuk berfoto .
[Send
Angel sudah mengirim foto .]
Dan kegiatan itu berlanjut beberapa kali ,sampai mereka benar-benar pulang barulah Angel menelpon Hans .
“Aku sudah pulang .” Angel langsung mengatakan inti pembicaraan yang ingin diucapkannya .
[“Bagus...langsung tidur “]
“Iya selamat malam.”
[“Selamat malam .”]
Setelah mengucapkan selamat malam masing-masing Angel langsung berbaring .
Namun belum segera tertidur ,dia keluar dari kamar dan membuka jendela rumahnya .
Sepertinya dia merasa ada seseorang yang mengikutinya tadi ,dan dia hanya ingin mengecek itu.
Walaupun ada perasaan was-was dia berusaha memberanikan diri .Melayangkan matanya melihat ke sekitar depan rumahnya tidak ada yang aneh.
“Apa itu hanya perasaanku saja.”
Angel bergumam ,berpikir mungkin dia salah kira.
.
.
Happy reading
__ADS_1
~tyatyut