
Hans membebankan rasa tanggung jawab ke Bram .Dia percaya dengan asistennya itu untuk mengurus perusahaan selama dia pergi keluar negeri untuk beberapa pekerjaan .Hans juga memberikan beban kepercayaan untuk Bram agar bisa menjaga Angelnya .
Beberapa waktu lalu pikirannya terusik .Teringat dengan kejadian di Jepang .Saat melihat Angelnya tersandar tak berdaya pada dinding . Dadanya langsung menyeruakan kecemasan .Sampai detik ini dia belum mengetahui sosok yang menguntit Angelnya .
Kesibukan yang di jalaninya membuat dia sulit untuk memegang ponsel .Waktu yang berbeda juga menjadi pertimbangannya untuk menghubungi kekasihnya itu atau tidak .Saat dia selesai bekerja ,mungkin waktu itu Angelnya baru tertidur pulas .
***
“Ternyata dia memang sangat sibuk .Hem...Aku mau menghubunginya tapi telpon ke luar negri sangat mahal .Dompetku menangis untuk itu huuaa...” Bergaya cengeng .Angel tidak mampu untuk membeli paket Roaming .Dia hanya bisa menunggu dan memahami .Kehidupan Hans tidak hanya berputar di sekelilingnya .Ada juga kehidupan real lain yang menuntut kekasihnya itu memiliki tanggung jawab yang berat .
Dddrrttt Dddrrttt Dddrrttt
Segera Angel mengambil ponselnya dengan kegembiraan dikiranya itu telpon dari Hans .Keningnya berkerut mendapati panggilan dari nomor tak dikenal .
“Siapa ini ?.” Bertanya -tanya tanpa ada niat untuk mengangkat panggilan telpon .Dibiarkan Angel panggilan itu malas untuk mengangkatnya mungkin hanya orang asing .Jika itu panggilan penting mungkin si penelpon akan menghubunginya lagi nantinya.
Tangannya terpaksa menggeser ikon hijau pada layar ponsel .Mungkin ini memang benar panggilan telpon penting .
“Hallo.”
“Sayang.Syukur kamu Angkat telpon Tante .”
“Ini siapa ya?.” Angel tidak mengenali suara si penelpon dia berusaha menelahan suara tadi namun masih belum bisa mengenali .
“Duh...ini Tante mamanya Hans .” Terdengar suara menggebu-gebu di seberang telpon .
“Eh ta-tante ?.Maaf Angel gak kenal sama suara Tante .” Merasa bersalah .
“Haha gak papa .Tante mau ngajak kamu jalan-jalan mau ya ?.”
“Ja-jalan-jalan Tante ?.”
“Iya jalan-jalan mau ya sayang .”
“Iya Tante boleh .” Sebenarnya Angel malas untuk pergi .Tapi menolak juga rasanya sangat tidak sopan .Apalagi mendengar suara Mama Hans yang begitu antusias .
***
Mama Rina mengalungkan lengannya dengan lengan tangan Angel .Berjalan menjelajahi mall.
“Sini deh sayang .” Menarik Angel ke salah satu toko baju . Angel masih bersikap canggung namun dia berusaha menanggapi ibu Hans .“Kamu pilih yang mana yang bagus .”
“Eh sa-saya Tante ?.”
__ADS_1
“Iya pilih sayang .”
Angel menggigit bibir bawahnya .Melihat deretan baju bermerek di depan matanya .Dia tidak tertarik membeli baju .Pakaian dirumahnya sudah sangat banyak .
“Kenapa gak suka ya?.” Lontaran pertanyaan mama Rina membuat Angel berbalik dan langsung bertatapan dengan mata penjaga toko yang tampak menatap sinis ke arahnya.
“Eh bukan begitu Tante .Tapi se-semuanya bagus jadi Angel gak tau harus milih yang mana .” Berucap dengan sangat tidak enak hati .Berusaha menekan raut wajahnya agar tidak ketara bahwa dia merasa tidak nyaman .
“Benarkah? .Permisi tolong bungkus semuanya dari sini sampai sini .”
Mata Angel membulat .Dia menelan salivanya kasar .Barang bermerek tadi dibeli ibu Hans dengan santainya .Tanpa beban sedikitpun .Angel tersenyum canggung menanggapi raut wajah ibu Hans yang tampak semakin antusias .
Mereka kembali berkeliling .Ibu Hans memang sangat ringan tangan terus menggesek tanpa beban berat sama sekali .Hati Angel rasanya sedikit menciut merasakan perbedaan status yang begitu nyata .Di saat dia hanya bisa menendang barang .Keluarga Hans sudah memborong barang yang dipandangnya .
Seharian dia diajak belanja ini itu .Angel tidak bisa menolak pemberian mama Rina . Dia menatap nanar ruang tengah rumahnya yang penuh dengan paper bag .Dia hanya membuka sekilas paper bag tersebut .
“Hallo sayang .” Hans menelponnya .Saat suasana hatinya dilanda rasa tidak nyaman .Dia tidak terbiasa menerima sesuatu .
“Hmm...” Angel menjawab dengan gumaman .Padahal beberapa waktu lalu dia sangat menunggu -nunggu telpon dari Hans .
“Kenapa dengan suaramu .” Yang diseberang telpon sudah terdengar cemas .Disana Hans berdiri tidak tenang .
“Kau baik-baik saja .”
“Ya sama .Hanya terlalu sibuk .”
“Em...” Angel menanggapi dengan gumaman lagi .
“Apa ada yang terjadi .Apa ada yang mengganggumu ?.”
“Tidak ada semua baik.” Menjawab seadanya .
“Apa Mama membuatmu susah? .” Mulut Angel bergeming tidak memberikan jawaban .
“Tidak sama sekali .”
“Jangan menyembunyikannya . Mama menghubungiku tadi .Menceritakan kesenangannya bisa berbelanja seharian denganmu .” Angel hanya bisa menghela nafas .
“Kau merasa tidak nyaman kan? .Aku tau itu .Tapi sayang jangan sampai kau merasa perbedaan dunia karena gaya hidup ibuku.” Seru Hans dengan lambat-lambat berusaha agar Angel mendengar dan menyerap kata demi kata yang di ucapkannya .
“Yang akan hidup bersamamu nantinya aku .Hans yang akan menjadi kepala keluarga . Jangan kotori pikiranmu dengan pantas atau tidak lagi karena kita sudah sejauh ini .” Hati Angel rasanya tersentak .Tidak seharusnya dia berpikiran yang tidak perlu seperti tadi .Dia harusnya mengambil hal positif dari cara ibu Hans bersikap seharian .Ibu Hans tampaknya ingin dekat dengannya .Dia juga merasa ibu Hans nampak canggung .Mungkin itu yang menyebabkan ibu Hans membeli barang untuknya .
“Maaf kan aku .”
__ADS_1
“Aku akan memaafkanmu .Kalau kau bilang merindukanku .” Suara Hans terdengar sangat lunak sekarang .Tidak berat seperti beberapa detik lalu .Angel mengulas senyum diwajahnya .
“Aku menunggumu .Kau tau penggilan internasional sangat mahal .” Mendapat penuturan Hans membuat Angel tergelak .
Angwkengigit bibir bawahnya .
“A-a...”
“Ya.”
“A-Aku sangat merindukanmu .Cepat pulang .” Angel mengucapkan kata sakral itu dengan jagung yang berdegup kencang .Sama halnya dengan yang mendengar di seberang telpon .Hatinya tersentuh ,ucapan Angelnya terdengar begitu tulus tidak seperti mendapat paksaan darinya .
“Aku juga sangat merindukanmu tunggu aku Angel Rasinta .” Hans memanggil nama panjang Angel .Membuat Angel kembali terkekeh .
“Haha iya .Aku juga menunggumu Hans Prasetyo .”
“Wow ternyata kau berani juga ya memanggil nama panjangku.”
“Aku hanya membalas mu .”
“Aku suka itu .Hoamm aku sudah mengantuk .” Merebahkan badan di tempat tidur .
“Eh tapi ini masih siang .” Melihat ke arah luar jendela yang masih terang benderang .
“Haha waktu kita berbeda sayang .”
“Oh ya sudah istirahat sana .” Seru Angel .Dia merasa tidak nyaman rupanya Hans menahan kantuknya demi menemukan dirinya .
“Ya selamat tidur .”
“Tidur yang nyenyak .”
Hans mengulas senyum merekah lalu meletakkan ponselnya di dekat nakas rajang .
.
.
.
.
Happy reading
__ADS_1
~Tyatyut