
Apa aku tidak menarik? Dari sisi manapun aku terlihat luar biasa .Aku tampan dan kaya. Memang apalagi yang Angel butuhkan . Berperang dengan pikirannya.Tidak menyangka juga akan ditolak dengan alasan perbedaan status .
Wanita di luaran sana berlomba lomba mencari pasangan dengan level tinggi. Namun Angel? Wanita ini berbeda. Wanita ini begitu pemikir panjang.
“Aku harus berusaha lebih keras sepertinya.”
Memang Hans menyadari bahwa Selama bekerja dengannya Angel tidak pernah berusaha menarik perhatiannya. Namun Hans yang sudah tertarik lebih dulu dengan Angel.
Sampailah puncaknya sewaktu Angel menghilang. Dia bahkan tidak mempedulikan keselamatannya. Pikirannya waktu itu hanya tertuju pada Angel. Dia harus menemukan Angel dan menyelamatkannya. Wanita itu pasti sangat ketakutan tersesat di hutan yang rimbun .
“Tunggu saja Angel sebentar lagi kau akan jatuh dalam pesonaku .” Mengering nakal di depan cermin .Sudah siap dengan memakai baju kaos tidak lupa sepatu snekers .
***
Hans akan melancarkan aksi kerja kerasnya. Bukan kerja yang sesungguhnya. Kerja keras untuk meluluhkan hati Angel.
Kerja kerasnya akan dimulai dari sekarang .
Menyadari bagaikan model iklan. Laki-laki itu tampak begitu mengagumkan. Bak sebuah patung pahatan sempurna. Kacamata hitam bermerek bertengger pada hidung mancungnya.
Beberapa saat lalu dia sudah menghubungi Angel. Meminta untuk bertemu tidak mau menerima penolakan panggilan langsung dia putuskan.
“Haishh benar-benar. Kenapa dia menggunakan kekuasaannya .Ini tidak adil. Baiklah Angel lihat niat baiknya .” Mencibir dan menutup kembali gorden .Baiklah dia akan segera bersiap memenuhi permintaan tuan muda Hans .
“Haha tuan muda .” Terkekeh dengan sebutan yang begitu asing baginya.
***
Sesekali Hans melihat jam tangan lalu melipat kembali kedua tangannya di atas dada .Dia sedikit menurunkan letak kacamatanya .Anak kecil laki-laki tampak berhenti dengan sepeda di sampingnya .
Hans mengernyit merasa heran .
Siapa anak kecil ini .Lihat itu kenapa wajahnya tidak bersahabat sama sekali .Tidak sopan dengan orang tua .
Anak kecil tersebut mendongak untuk bisa menjangkau melihat Hans .
"Ngapain om?"
“Kenapa berdiri di depan rumah kak Angel."Suaranya terdengar ketus.
Kak Angel .Oh sepertinya naak kecil ini dekat dengan Angel .
"Menjemputnya ." Sahut Hans lalu membuka kacamata bermerek sepenuhnya menyelipkan pada baju kaos atasnya.Tidak ada niatan ingin menunduk menyamakan posisi .lebih senang melihat anak laki-laki yang tidak diketahuinya namanya itu mendongak ketika melihatnya .
Wajah masam anak kecil tadi membuat Hans hampir tergelak .
"Kenapa?...Kak Angel biasanya naik mobil sendiri."Memberikan tatapan tajam ke arah Hans.
Wah-wah .
"Dia yang meminta untuk dijemput!"Jawab Hans lagi,ia mulai tertarik dengan tatapan anak laki-laki didepannya ini. Minta dijemput sungguh pembohong besar kau Hans Prasetyo .
Anak kecil tadi tampak memindai Hans .Dari ujung kaki sampai ujung kepala .Mulai bersama sok juga mengambil posisi yang sama dengan Hans namun dia bersandar pada sepeda kesayangan .
Sungguh Hans hampir tak bisa menahan tawanya lagi .
__ADS_1
"Apa om sedang mendekati kak Angel?"Tanya anak kecil tersebut masih dengan tatapan tajamnya. Oh Hans paham anak laki-laki ini pasti menyukai sekretaris Angel .Pantas saja Sedari tadi tampak melihatnya dengan tatapan tidak suka juga dengan nada suara ketus .
"Bukan mendekati ,tapi kami memang sudah dekat"Hans menanggapi anak tersebut dengan sangat santai dan bersiul .Lalu juga menyematkan senyum kecil.
"Huh tunggu aku besar,aku akan menikahi kak Angel."Ucap sang anak kecil percaya diri.
"Aku tidak akan membiarkannya ,aku yang akan menikahinya ."Sentak Hans dengan nada dingin .Enak saja mau menikahi Angel .Dia bahkan sekarang masih berjuang untuk mendapatkan Angel .Tapi dengan santainya anak kecil tadi mengatakan akan menikahi Angel.
Situasi malah menjadi serius di mata Hans .
Anak kecil tadi tampak terkesiap dengan ucapan Hans .
"Heh"Memberikan seringai namun lucu.
"Tidak akan ku biarkan wooo."Mengolok Hans dengan lidahnya dan pergi menaiki sepeda.
"Astaga-astaga anak itu ,Berani sekali dia."Melihat kepergian sang anak kecil.
"Pak"
"Iya!"Menjawab dengan suara tinggi ,masih belum menoleh ke arah orang yang memanggil.
Beberapa detik kemudian baru tersadar setelah membalikan tubuhnya.
"Ada apa pak? Sepertinya Anda sangat marah?"Tanya Angel mendekat
"Tidak ada, hanya terjadi perdebatan tadi antara dua orang pria ,cih berani sekali dia."Masih kesal dengan anak kecil tadi
Sepertinya Hans terbawa perasaan.
"Ayo"
~°~
Mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju menuju arah lokasi perusahaan .
"Bagaimana apa kamu tersentuh?"Bertanya sambil masih tanahnya menyetir mobil
"Aku sudah menjemput kamu pagi-pagi sekali "Bangga dengan yang ia lakukan
"Saya berterima kasih pak"Tidak sesuai dengan jawaban yang diinginkan Hans
"Apakah banyak agenda hari ini?"Tanya Hans
"Hari ini tidak ada agenda outdoor hanya ,meeting saja"
"Bagus-bagus"
Sudah memikirkan rencana lain diotaknya
Angel hanya sedikit menyipitkan matanya melihat ke arah Hans
~°~°~°~°
__ADS_1
Sampailah mereka di kantor.
Seperti biasa Hans sangat dihormati disini karena jabatannya yang tinggi .
Banyak karyawan yang menyapanya ,Angel berjalan mengikuti sang boss dari belakang .
Setelah beberapa saat masuk ke dalam kantor mereka langsung melaksanakan meeting .
Angel sudah siap dengan perlengkapannya .
Sedangkan Hans ia hanya perlu menyiapkan Otak atau kecerdasannya saja .
Asisten Bram juga sudah terlebih dahulu berada di ruang meeting,ia hanya mengarahkan menyusun lembaran-lembaran data di meja panjang yang sudah berjejer kursi-kursi.
Meeting sekarang sudah berlangsung ,Hans mendengarkan sambil sesekali membolak-balikan data didepannya .
Angel juga ikut memperhatikan,ia dengan cekatan mencatat hal-hal penting selama meeting.
Tak beberapa lama meeting sudah selesai dengan pengambilan keputusan dari Hans ,dan ada yang merasa setuju dengan keputusan Hans ,ada juga yang merasa tidak setuju ,namun apa boleh buat ,mereka sudah mempercayakan apapun keputusan Hans dan jika mau mengubah keputusan Hans ,maka mereka harus menyiapkan mental yang kuat untuk beradu argumen.
Meeting selesai Hans terlebih dahulu keluar dari ruang meeting diikuti oleh Angel dan asisten Bram dibelakang.
Entah bagaimana ceritanya ,selama Angel berusaha menyamakan jalannya dengan sang boss ia hampir terjatuh untung saja asisten Bram menangkapnya .
"Hati-hati"Ujar Bram sambil sesegera mungkin melepaskan tangannya dari tubuh angel
"Angel!"Memanggil Angel dengan suara yang sedikit tinggi
"Iya pak"Angel begerak tergesa mendekat ke arah Hans belum sempat mengucapkan terima kasih kepada Bram
Bram mendapatkan tatapan tidak suka dari Hans .
astaga kalau tau begini aku biarkan saja sekertaris angel jatuh tadi ..cih
Batin Bram
~°~°~°
Seharian penuh ini ,Bram dibuat lelah oleh sang boss bagaiman tidak Hans memerintahkannya ke sana kemari,padahal Bram Sudah bersyukur tidak ada kegiatan outdoor ,namun ternyata ini lebih parah sepertinya sang boss memang berniat menyiksanya .
"Aku mengakui bahwa laki-laki yang cemburu sangat berbahaya"Berkata sendiri merutuki dirinya karena telah mendapatkan pelampiasan kecemburuan sang boss.
"Auhh"
Menendang kaleng.
Seperti Dejavu
Kalengnya mengenai orang dijalanan.
"Siapa itu!"Geram sang pejalan kaki.
"Astaga ,kenapa selalu begini."Ancang-ancang berlari.
.
__ADS_1