Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 78- Mulutnya sumber Api


__ADS_3

Kening Angel terus berkerut samar merasakan heran yang terdalam. Ketika langkah kakinya masuk ke dalam perusahaan. Banyak mata yang tertuju ke arahnya. Memang dia termasuk orang yang dihormati dan seiring di perhatikan.


Tapi rasanya situasi sekarang berbeda. Dia merasa tidak nyaman melihat segerombolan orang-orang yang tak dikenalnya berbisik dengan mata melayangkan tatapan sinis ke arahnya. Ada apa ? Kenapa dia ditatap seperti itu. Sampai masuk ke dalam lift Angel mendapati wanita yang terang-terangan yang seperti menilai penampilan dirinya bersedekap dada dengan sunggingan senyum sinis.


Pintu lift tertutup, menyisakan kebungkaman Angel yang dirundung rasa heran .


“Kenapa mereka memandangku seperti ini .Apa ada yang aneh?”Memandang diri di pantulan lift .“Tidak ada semuanya baik-baik saja” .Angel mendengus kasar .Moodnya menjadi berantakan .


***


~Toilet wanita


Dina sedang berada dalam bilik toilet .Perutnya terasa mulas sejak pagi tadi .


“Aduh sakit banget ...huh.” Mengerang kesakitan. Keningnya mengernyit mendengar krasak-krusuk dari arah luar .


“Gak nyangka ternyata Angel bisa jadi kekasih CEO Hans .” Rasa mulas Dina berhenti, ia memasang telinga dengan saksama, mendengar suara Angel disebut.


“Hah iya pasti dia kerja gak bener. Selama kerja pasti asik ngerayu boss makanya dia bisa bertahan di posisinya.” Telinga Dina memanas apa-apaan orang itu kenapa membicarakan sahabat mereka. Apa yang mereka tau tentang sahabatnya. Dada Dina sudah kembang kempis dia segera menyudahi kegiatan yang dilakukannya .


Tunggu kenapa mereka bisa tau Angel berpacaran dengan Hans.Astaga Dina membekap mulutnya apa semuanya sudah tersebar? Padahal mereka baru kemarin malam mengetahui fakta itu dan sekarang gosip sudah berseliweran.


“Kau tau aku dari awal memang tidak suka dengan dia. Huh sekali lihat aku sudah bisa menilai nya dia memang nampak seperti wanita penggoda. Lihat saja jika orang menyapanya pasti dia tersenyum .” Hei kalian para wanita yang iri. Pikir pakai logika! Jika kalian disapa dengan begitu ramah apa kalian akan memberengut. Bodoh sekali pola pikir kalian .


“Ya...Ya aku juga berpikir seperti itu .” Dua wanita itu masih asik berbicara sembari memperbaiki riasan. Hei, seharusnya bukan riasan kalian yang diperbaiki tapi cara berpikir kalian. Sangat geram sekali Dina mengulung tisu toilet sebanyak-banyaknya. Ingin segera mendobrak pintu.


“Macem-macem ya tu mulut, harus ngerasa disumpel pake tisu toilet.” Tau wajah garang.


Selesai dia selesai .Dibukanya pintu toilet dan membanting kasar “Hei!! ” Mata Dina membeliak suara itu bukan berasa darinya. Dia temundur dan memegang dada .


“Vin.”Ya itu Vina. Raut wajah Vina sama dengannya begitu garang.


“Din...Bagus mana tadi yang ngomongin Angel mau ku bikin bonyok mulut dia !!” Berseru dengan wajah penuh amarah .Mereka berdua tidak lagi melihat dua wanita yang suaranya menyesakkan telinga dengan omong kosong belaka .


“Cih sama mau Aku kasih pelajaran juga itu orang.” Semangat Dina membuncah .Setelah saling pandang tanpa aba-aba mereka berlari keluar dari toilet mencari dua wanita yang berbicara omong kosong tentang sahabat mereka. Sahabat mereka yang paling luar biasa. Sahabat mereka yang paling baik. Mereka sangat tidak terima. Dapat mereka menemukannya .


“Heii! Dua wanita bertanduk .”


Seruan Dina yang seenak jidat mengganti nama orang dan juga suara lima oktafnya membuat dua wanita tadi berbalik. Mereka sedang berada di tengah-tengah karyawan yang lalu lalang. Tidak merasa malu sama sekali Dina segera bergegas menghampiri dua wanita yang ditunjuknya dengan raut heran. Wajah Dina menunjukkan berang kemarahan .


“Ya dua wanita bertanduk berhenti kalian!” Seru Vina juga tak kalah lantang .Mereka gila mereka sudah menjadi pusat perhatian sekarang .


Vina dan Dina Sudah berdiri dengan berkacak pinggang .“Apa masalah kalian ?” Seru salah satu wanita dengan tampang tak berdosa. Rasanya Dina ingin menjambak rambut wanita itu detik itu juga.


“Kau yang punya masalah apa? Hah?! Bicara omong kosong tentang sekretaris Angel. Apa yang kalian tau tentangnya. Sekretaris Angel itu orang sangat luar biasa, tidak seperti yang kalian bicaranya di toilet tadi .” Vina mengaguk setuju dengan mata melotot ke arah dua wanita tadi. Wah dia berdecak sekarang dua wanita ini memang tebal muka tampang gosip. Lihat gayanya yang bersedekap dada .


“Heh ini mulut milik sendiri .” Menunjuk arah bibirnya ,sontak membuat geraman Dina dan Vina bertambah .“Kenapa kalian peduli dengan apa yang kami bicarakan haha...Ck ck ck.”


“A-apa! ...Tentu saja kami peduli semua yang keluar dari mulut mu itu omong kosong belaka .” Vina memincing suaranya begitu keras dia dalam tahap membela mati-matian sang sahabat.


Tawa sinis menguar dari dua wanita bertanduk itu.

__ADS_1


“Oh mereka ini temanya Angel pasti. Haha pantas saja mereka marah.Kalian pintar memilih teman .” Betepuk tangan dengan bibir tampak mencemooh .“Kalian pasti berteman ingin kebagian perlakuan spesial kan dari atasan kita .Duh pintar-pintar .” Tetawa sinis .


“Tutup mulutmu dua wanita bertanduk .Dasar devil!!.” Dina mencerocos .


“Kenapa ?Hem semua orang juga sudah tau kebenarannya .”


Dina menggerakkan gigi geram dengan kepalan tangan yang semakin kuat .


“Kebenaran omong kosong .Kau hanya pandai bergosip mengolah pemikirannya negatif menjadi sebuah omong kosong yang tak bermutu .Dasar sampah ! Kalau kau bicara omong kosong lagi tentang sekretaris Angel aku tidak akan tinggal diam!.” Peringatan ini sebuah peringatan keras dari Dina .Manik matanya mengkilat penuh amarah .Vina menggertakan giginya .


“Sampah? Kalian yang sampah! Memangnya kau mau apa kalau aku tetap bicara hah?! Mau apa hah mau apa ?!” Wah wanita ini menantang Dina .


Ditantang ?!Sudah kesabaran Dina habis dia berlari menjauh .“Heh dia malah ketakutan berlari...hehe dasar penakut .” Vina Sudah berdecak apa-apaan temannya itu. Dua wanita tadi tampak berbalik .


“Wanita bertanduk rasakan ini!! ”


Wajah mereka sudah dipenuhi kabut. Dina sungguh bar-bar. Vina menutup mulutnya namun sedetik kemudian dia tertawa puas .


Bayangkan saja Dina ternyata tadi berlari mengambil tabung pemadam kebakaran. Tidak ragu langsung disemprotkannya kedua wanita bertanduk tadi. Suasana menjadi riuh karena mereka membuat keributan .


“Wah ada apa itu?”


“Mereka berkelahi.”


“Lerai sana.”


“Kau saja aku tidak berani.” Suara-suara para karyawan terdengar.


“Hei!!” Teriak dua wanita tadi tidak terima .


“Apa hah?! Mulut kalian itu sumber api !Jadi Aku menyemprotkannya ke mulutmu .Ya bonus ke seluruh tubuh kalian .Haha...haha...” Tetawa begitu puas .


Menurut Dina mulut dua wanita itu penuh dengan api yang akan menjalar kemana-mana. Jadi dia langsung menyemprotkan tabung pemadam .


“Hei hei...”


Tenyata perseteruan masih belum berakhir .Dua wanita tadi sudah terlihat begitu menyedihkan seluruh tampilan mereka berwarna putih .Mereka saling Jambak mejambak rambut masing-masing .Vina juga ikut perseteruan tak kalah gesit memelintir lengan wanita satunya .


“Apa yang kalian lakukan!!”


Suara berat itu begitu menyentak mereka menoleh ke arah suara .Mereka meneguk saliva merasakan aura dingin. Disana ada Hans CEO mereka bersama dengan asistennya. Tadi bukan suara Hans .Tapi suara Bram, namun bulu kuduk mereka merinding .


Karyawan yang berhenti tadi mulai membubarkan diri. Tidak mau ikut campur dan terkena semprotan oleh atasan tertinggi di kantor mereka .


Hans hanya mengernyit tidak menyangka baru sampai di kantor disajikan pemandangan yang begitu menyakitkan mata .Dia mengerutkan kening dalam .Apalagi dia mengenal dua sosok wanita yang tampak begitu acak-acakan.Hans menghela nafas berat .Ditepuknya pundak Bram .


“Kau urus mereka Bram .”


“Baik pak.” Sahut Bram ,Hans berlalu masuk ke dalam lift yang tak jauh dari lokasi prakara .


Apa yang para wanita ini lakukan sungguh memalukan.Huff

__ADS_1


Bram merutuki pemandangan yang dia lihat dia memijit pelipisnya terasa berat .


***


Suasana sudah cukup tenang .Bram duduk dengan bersedekap dada .Ternyata melepaskan perseteruan wanita tidak semudah bayangannya .Dia harus ekstra mengeluarkan tenaga tadi .Sekarang mereka duduk pada satu meja bundar .Tinggal Vina dan Dina di depan Bram .Bram bertanya dan mendengar jawaban dari dua sudut pandang yang berbeda .


Keterangan yang di dapatnya tadi pada dua wanita lain .Mereka merasa dianiaya oleh Vina dan Dina .


“Mereka yang mulai duluan pak.Kami tidak tau apa yang dia pikirkan mereka tiba-tiba menyerang kami sampai keadaan kami menjadi begini .” Dasar devil mereka memasang tampang memelas .Memang jika dilihat sekarang mereka tampak begitu acak-acakan dibandingkan dengan Vina dan Dina .Tapi Bram tidak bisa mengambil kesimpulan Masalah hanya melihat pada satu sudut pandang saja .


“Bisa jelaskan apa yang terjadi .”


Brak! .


Ternyata rasa marah Dina masih saja menggebu-gebu .Jaga imej lah Dina cantik sedikit anggun sedikit .Bukannya kau ingin menaklukkan laki-laki ciptaan Tuhan yang begitu indah di depanmu ini. Kenapa kau malah bersikap bar-bar. Bram hampir terlonjak .


Astaga dia tidak dapat diprediksi .


“Heh mereka yang duluan pak. Mereka bicara omong kosong. Menjelek-jelekan Angel. Apa yang mereka tau tentang sahabat kami. Mulut mereka sungguh penuh dengan api. Pantas mereka disemprot dengan pemadam kebakaran.Huh.” Bersungut-sungut. Bram berusaha mencerna perkataan Dina yang begitu cepat.


“Apa maksud Anda dengan bicara omong kosong? .” Bram berusaha mencari kebenaran .


Brak!!


Dina menggebrak meja lagi .Vina sungguh merutuki kelakuan sahabatnya ini .Bram tak kalah juga mengernyit, membentuk kerutan samar.


“Mereka mengatakan Angel penggoda!!” Mulut Bram terbuka mendapat penuturan dari Dina dia begitu terkesiap. Penggoda!! Apa yang mereka katakan. Apa mereka ingin membuat masalah dengan seorang Hans . Dari sini Bram sudah dapat menyimpulkan kejadian aneh yang mengiringnya sedari masuk dalam perusahaan.Ternyata ini sebabnya .Hubungan asmara atasanya itu sudah terbongkar .Dan benar saja banyak mata yang iri.


“Hem baiklah, mulai dari sekarang mohon menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.Jangan bersikap seperti tadi karena ini adalah lingkungan perusahaan.”


Vina dan Dina nampak tertunduk .Bram memperingati dengan nada rendah tapi riat wajahnya begitu dingin. Laki-laki itu bangkit meninggalkan Vina dan Dina.


“Huh...Din mata kamu kenapa sih .”


“Keren sekali 'Jangan bersikap seperti tadi karena ini lingkungan perusahaan'.” Menirukan gaya bicara Bram .Vina sudah jengah dengan kelakuan temannya itu .


“Astaga....keren keren.” Terkagum dengan gaya Bram .


“Auu au...”


Tiba-tiba saja Dina mengerang memegang bagian perutnya .


“Kenapa?”


“Perutku sakit, aku perlu ke toilet Vin...”


“Haha haha ...” Vina terbahak melihat temannya yang ngacir ke arah toilet .Setelah amarah Dina hilang, rasa sakit perutnya kembali melanda.


.


.

__ADS_1


Happy reading


~Tyatyut


__ADS_2