
Bayu memejamkan matanya sejenak ,bibirnya langsung menyeringai. Dilihatnya Angel dan Hans sedang berjalan tepat beberapa meter dari pergerakan mobil polisi yang membawanya .
“Ingin meninggalkanku dalam masa kelam hah ,jangan bermimpi !! Mari bersama-sama masuk dalam masa kegelapan !”
Bugh
Satu pukulan dengan siku mengenai polisi samping kanannya, dengan lihainya dia mengambil barang incaran yaitu alat sengat listrik .
“Hei!!”
Satu polisi disampingnya mulai mengarahkan pukulan, namun polisi kalah cepat dengan Bayu, seketika itu juga alat kejut listrik itu bayu berikan pada tubuh si polisi, Tubuh polisi itu mengejang tegang.
Tinggal polisi bagian pengemudi yang sudah mengumpat dan hendak menghentikan mobil namun tubuhnya langsung menegangpula, Bayu dengan kejamnya mengunakan alat listrik tadi menyentrum pinggang si polisi .
“Akhhh.” Penyiksaan itu tak berakhir Bayu makin menyeringai lalu bagian paha si polisi dibuat menengang sakit pula, membuat kaki polisi itu langsung menegang dan menekan pedal gas dengan kencang tanpa bisa dihentikan .Saat itu lah dia tertawa puas .Mobil oleng dan menabrak sebuah pohon besar .
“Aku puas jika begini.” Ucapnya lemah dan tak sadarkan diri, dengan wajah keji!
.
.
***
Hans terbaring dengan bagian kepala yang sudah berlumuran darah. Bram dan yang lain berusaha mendekat dan membantu dua orang itu .
“Ka- kau ti-tidak apa-apa sayang .” Hans berbicara dengan menahan sakit yang luar biasa .Angel langsung berusaha bangun tangisnya pecah tangannya gemetar melihat darah yang tak berhenti berkucur di kepala Hans .
“Kau...kau berdarah...ke-kepalamu mengeluarkan darah banyak sekali Hans!! bagaimana ini?! bagaimana menghentikannya!!....Akhh... ini tolong !! hiks...”Angel memeluk Hans dengan tangis pecah .Wajah Hans sudah pucat luar biasa, jari tangan Hans berusaha naik dan menggapai pipi Angel .Ini salah seharusnya Hans melihat kondisinya lebih dulu bukan saatnya bertanya tentang kondisi Angel .
“Bagaimana ini da-darahnya sangat banyak ...Akhh hikss...kumohon bertahanlah .”
Bram dari kejauhan sudah sibuk menuntun pilot helikopter untuk sampai di lokasi mereka .
Hans mengulas senyum dengan ringisan yang nampak begitu jelas .Diusapnya pipi Angel secara perlahan .
“A-aku senang bi-bisa mencintai seorang Angel .”Angel menggeleng kepala .
“Jangan bicara seperti itu ! ” Angel membentak Hans dengan derai air mata. Detak jantung Angel sungguh tak beraturan .Suara Hans terdengar lirih dan begitu dalam .
“Dengar sayang.” Suara Hans sudah tercekat ,Angel menggeleng kepalanya keras .
“Tidak ada! tidak ada yang perlu didengar. Masih banyak waktu...iya kita masih punya banyak waktu! kau hanya perlu menyimpan tenaga sekarang oke .” Ciuman keresahan Angel Lesatkan di bibir Hans tetesan air matanya ikut memasahi pipi .
“Lihat mata polos ini ?! Hatiku begitu sakit melihat mata yang selalu dipenuhi dengan kelembutan berubah menjadi penuh keresahan .Kumohon tuhan kemabalikan ...Ke-kembalikan mata polos Angelku .”
“Angel cintaku terima kasih sudah hadir di dalam hidupku .” Tangan Hans luruh dengan mata yang sudah terpejam .
“Akhhh ...Hans...Hans ku komohon bangun!!” Angel mengguncang tubuh Hans dalam pelukannya .“Hans!! Hans sayang!!... bukannya kau mengatakan mau aku memanggilmu dengan sebutan sayang kan...Hans ku aku memanggilmu sadarlah !! kumohon jangan membuatku takut buka matamu...Buka matamu!!...kumohon bertahanlah .”Dada Angel terasa diremas .Hantaman sesak yang luar biasa membuat tangisnya semakin menjadi .Dipeluknya Hans yang sudah tak sadarkan diri dengan begitu erat .
__ADS_1
Dia sekuat tenaga berusaha mengalihkan pikiran buruk!
“Kau mengatakan di dalam kamusmu tidak ada kata gagal kan... Kau harus membuktikannya sekarang ...Ak-” Angel sesegukan dengan remasan dada yang tak kasat mata .“A-aku mulai ragu sekarang kumohon... bangun jangan lemah seperti ini!” Angel mencium pelipis Hans .
“Hans! nak!!” Papa Fadli datang bersamaan dengan Bram .Melihat kondisi anaknya membuat dia begitu miris .Untung saja Bram bergerak cepat dengan memanggil helikopter.
“Om Hans...bagaimana ini...hiks.” Melihat mata calon menantunya yang begitu rapuh membuat papa Fadli hampir tak bisa menahan tubuhnya .Anak sulungnya tergeletak tak sadarkan diri .Dia berusaha menguatkan dirinya .
“Kamu tenang ...semuanya akan baik-baik saja .”Angel masih meluruhkan air matanya hingga dia tergugu pilu .
“Ayo om.” Bram dan papa Fadli membawa tubuh Hans naik ke dalam helikopter lalu Angel kemudian .
Kenapa takdir begitu menyakitkan untuk mereka .Kata-kata Hans bagaikan sebuah salam perpisahan untuk Angel .Tubuhnya bergetar hebat sakit di pergelangan tangannya tak seberapa dengan hati yang rapuh saat ini .Wajah Hans semakin pucat hingga dia tak segan menghadiahkan kecupan cukup lama dengan perasaan yang begitu dalam.
Pria nya! laki-laki luar biasanya ! pelupuk mata Angel terpejam seiring dengan air matanya jatuh membasahi pipi Hans .Genangan itu tak menyurut sedikitpun detik yang dilalui terasa menyesakan dan menimbulkan kegundahan.
Papa Fadli hanya bisa mengelus punggung Angel .
Kumohon bertahanlah pria ku...Kau pria kuat ! Pria paling hebat yang pernah kukenal ! ...aku tidak suka,tidak suka melihat Hans yang seperti ini...kumohon tunjukkan -tunjukan sisi pria kuatmu...akhh hiks ...hiks...kau tidak mungkin meninggalkan aku sendirian kan !!
“Kumohon bertahanlah ...jangan tinggalkan aku...akhh hiks.” Pilu.
“Semuanya akan baik-baik saja nak ,dia anakku yang paling kuat yang pernah kukenal .” Suasana yang begitu kalut akan kesedihan membuat Bram tak bisa menahan cairan bening disudut matanya .
Anda laki-laki kuat yang pernah saya lihat pak .Melihat perjuangan Anda yang sudah sejauh ini ...Seharusnya Anda tidak boleh menyerahkan .Lihatlah wanita Anda ! Bertahanlah pak .
Alur hidup memang tidak selamanya mulus kadang ada gelombang yang menjadikan kehidupan lebih bermakna. Pria yang selalu tampak luar biasa dan penuh kasih sayang ini sekarang tidak sadarkan diri dengan darah dan sekujur tubuh yang sakit .Melihat kondisi anaknya tentu saja papa Fadli merasakan hantaman sakit yang luar biasa .Anak kebanggaannya ,anak yang disayang anak sulungnya ,namun dia memendam semua rasa itu dalam sesaknya dada.
***
Holikopter mendarat di atas rumah sakit besar.Dokter ternyata sudah menunggu pasien darurat. Segera Bram dan papa Fadli mengangkat tubuh Hans.
Para perawat dan dokter tergesa membawa pasien darurat .Angel dengan sekuat tenaga menahan tubuhnya agar tidak roboh .
Papa Fadli menjelaskan kronologi kecelakaan ke pada dokter .“Pasien harus segera dioperasi, Mohon untuk segera mengurus proses persetujuan dan administrasi nya .”
“Saya yang akan mengurusnya pak .” Papa Fadli menangguk menaggapi Bram dia mengusap wajahnya kasar .Mereka hanya bisa menunggu diluar ruangan operasi .
“Pah,apa yang terjadi?! hiks...hiks...” Mama Rina datang dengan tangis yang pecah .Hana juga datang dengan tergesa .
Mata mama Rina melihat calon menantunya yang duduk .
“Angel kamu baik-baik aja kan sayang.” Angel tak bisa membendung tangisnya .“Syukurlah kamu selamat nak hiks...hiks...” Dipeluk mama Rina Angel dengan kasih sayang .
“Maafin Angel Tante se-semua ini karena Angel.”
“Karena dia menyelamatkan Angel... dia yang tidak baik-baik saja...seharunya...seharusnya.” Suaranya tercekat, ketika ingin menyalahkan diri.
“Sutt semuanya sudah takdir sayang sekarang kita semua harus berdoa untuk keselamatan Hans .” Mama Rina menyela dengan sikap dewasa ,diusap mama Rina perlahan dan sedikit demi sedikit wajah Angel yang dipenuhi cairan bening .
__ADS_1
“Ta- Tapi ...” Angel seolah tak bisa menopang tubuhnya “Angel sayang, pah.” Teriakan mama Rina menjadi hal terakhir yang dia dengar sebelum kesadarannya benar-benar hilang .Bersamaan itu tetesan air mata jatuh membentur ubin rumah sakit .Tetesan air mata keresahan, kesedihan & kegundahan .
Situasi sungguh kacau Angel pingsan Hans sedang operasi .Semua kekacauan ini karena ulah anak manusia itu .Mata papa Fadli berkilat amarah
Angel segera dilarikan untuk mendapat perawatan .Kondisi Angel tampak pucat dengan pergelangan tangan yang tampak penuh luka.
“Kamu jaga kak Angel ya nak .” Hana mengagguk untuk menemani calon kakak iparnya itu .Mama Rina dan papa Fadli kemudian berlalu menunggu anak sulung mereka .
.
.
***
Para dokter sedang berusaha menyelamatkan Hans dari masa kritis .Semua tim medis mengusahakan yang terbaik untuk operasi .
Diruangan lain Angel sedang berbaring tak sadarkan diri juga.Tubuh wanita itu lemah ,tangannya diinfus .
Takdir mempertemukan mereka dengan cara yang begitu manis hingga mereka saling meniti dan bersamaan menjalani takdir itu .Dalam takdir mereka merasakan senang sedih sesak semua emosi bercampur menjadi satu .Semua tawa ,semua kenangan dan semua impian akankah itu akan segera pupus?!
Impian teratas Hans adalah menjadikan Angel sebagai miliknya seutuhnya .Menjalani sebuah rumah tangga bersama .Memiliki rumah ,memiliki malaikat dan memiliki kebahagiaan .
Hatinya penuh kehangatan akan impian itu . Rumah, lamaran , semuanya sudah disiapkan sampai takdir ternyata seolah membendung jalannya .Semua Ekspektasi nya tak berjalan dia tak bisa melawan takdir .
Layar monitor Hans hampir menunjukkan garis lurus .
Dokter langsung bergerak cepat !!
Angel menjatuhkan air matanya masih dalam keadaan tak sadarkan diri .
Benarkah ini akhir ?! Benarkah ini akan menjadi awal leburnya semua impian seorang Hans .Akankah impian itu melayang di udara bagaikan sebuah abu tabur .Pria hebat akankah kamu pergi tanpa pamit .Akankah kamu meninggalkan wanitamu dalam sebuah keterpurukan panjang?!
Hans sudah melayang pada sebuh mimpi penuh kabut .
.
.
.
.
.
Penuhi kolong komentar yok
Happy reading
~Tyatyut
__ADS_1