Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 29-Sedikitpun?


__ADS_3

Biasakan like sebelum membaca oke..


Ubah kebiasaan yang hanya baca lewat lewat gitu


.


.


Hans sekarang sangat gencar bekerja keras bukan menyangkut soal pekerjaan, melainkan bekerja keras untuk meluluhkan hati Angel.


Dan disinilah ia sekarang mengendarai mobil, membawa Angel ke tempat yang sering dikunjungi oleh pasangan-pasangan .


Mereka masih memakai pakaian kerja untung saja hal itu tidak terlalu ketara, Hans juga sudah melepaskan jas nya hanya menggunakan kemeja dan digulung hingga kebagian siku.


Lagi-lagi Angel harus meninggalkan mobilnya di parkir perusahaan.


Mereka berjalan beriringan saat sudah sampai ditempat. Sesekali Hans meilirik ke arah Angel disebelahnya. Bagaimana perasaan Angel? Ia sebenarnya merasa sedikit gugup, tidak menyangka bahwa atasannya ini sangat serius menyukainya. Angel juga sesekali melirik ke arah atasannya itu.


"Ehem..." Hans berdehem menghilangkan suasana canggung Masih dengan berjalan beriringan.


"Bagaimana?...kamu lebih suka kencan seperti ini atau kencan mewah?"Tanya Hans melihat ke arah Angel disebelahnya.


"Ke,kencan?"


"Iya kencan."Mendapatkan jawaban yakin dari Hans.


"Bukankah Anda yang ingin mencari udara segar pak...saya hanya menemani," Ujar Angel seperti tidak menerima perkataan Hans bahwa mereka sedang berkencan


"Hah tidak dapat dipercaya...mana ada dua orang... apalagi seorang wanita dan pria berjalan bersama hanya untuk mencari udara segar...ini disebut kencan."Kekeh dengan pemikirannya.


"Tapi saya tidak menyetujuinya pak." Memberikan penyanggahan.


"Sudahlah ayo..."Menautkan tangan Angel dan tangannya.


Deg


Jantung angel berdegup karena mendapatkan perlakuan itu.


Berusaha melepaskan genggaman tangan Hans namun tidak terlepas, akhirnya ia membiarkan Hans membawanya. Ia mengalihkan pandangnnya ke sembarang arah sepertinya ia sedang salah tingkah.


Sampailah mereka di dekat pembatas berupa pagar tinggi. Di depan mereka sudah disajikan pemandangan kota yang sangat indah,l ampu terang benderang disegala titik menambah keindahan kota pada malam itu.


"Wahhh ini indah sekali ."Seru Angel mendekat ke arah pagar pembatas


Hans mengulas senyum simpul .Respon Angel seperti harapannya .


"Tentu saja indah, Angel aku adalah ahli menganalisis berbagai macam hal dan ini... adalah salah satu tempat yang beruntung yang bisa aku analisis." Membanggakan otak cerdasnya yang senang hati menganalisis tempat . Tautan tangan mereka sudah terlepas saat Angel mendekat ke arah pagar pembatas

__ADS_1


Angel hanya tercengang dengan pembicaraan Hans, atasannya ini gaya bahasanya selalu saja tinggi.


"Haha...bagaimanapun tempatnya sangat indah."Ucap Angel kembali melihat ke arah kota.


Angel masih menikmati pemandangan, sedangkan Hans hanya memperhatikan Angel dari samping. Hans bergerak perlahan mendekat ke arah Angel dari belakang. Tangannya dengan perlahan melingkar dibahu Angel.


"Eeh" Angel begitu terkesiap, Hans memeluk nya dari belakang. Tubuhnya menegang dengan debat jantung yang tak bisa diartikan .


"A,apa yang Anda lakukan pak? le-lepas." Sudah memegang tangan Hans untuk lepas dari bahunya


"Aku sedang melakukan pendekatan–,bagaimana apa jantungmu berdegup kencang ?"Tanya Hans.


Hans berbicara tepat didekat telinga Angel. Hebusan nafasnya saat berbicara membuat jantung angel berdegup berkali-kali lipat mereka sangat dekat tubuh mereka menempel satu sama lain .


"Ti,tidak pak..."Menolak memberitahu perasaanya yang sebenarnya.


"Cepat lepaskan saya pak."Menggerakan badanya agar Hans melepaskannya


"Sedikitpun?"Tanya Hans lagi.


Sungguh wajah Angel sudah memerah sekarang ditambah lagi deguban jantungnya .


"Iya"Jawab Angel cepat.


What wrong with my heart ?


Aku bisa gila jika terus seperti ini .Pak saya mohon berhenti melakukan skin ship dengan saya .


Mereka sudah saling berhadapan ,namun Angel masih belum berani menatap mata Hans .


"Lihat aku." Seraya memegang dagu Angel agar mendongak menghadapnya.


"Apa yang anda lakukan pak," Lirih Angel.


"Banyak orang yang memperhatikan" Imbuhnya lagi menunjuk ke arah orang-orang yang melirik ke arah mereka dengan kode matanya.


Hans tidak beralih sedikitpun masih menatap Angel .


"Biarakan mereka ... lihat aku."Memberikan tatapan serius ke mata Angel.


"Bagaimana dengan ini" Menarik kedua tangan Angel agar melingkar ditubuhnya.


"Masih tidak berdegup "Tanya Hans


"Ti,tidak pak"


Berhenti melakukannya pak saya mohon.

__ADS_1


Tenggorokan Angel rasanya kering ia menelan salivanya kasar. Berusaha memberontak melepaskan pelukannya namun tangan Hans menahannya begitu kuat hingga membuat dia pasrah.


"Kalau tidak kenapa kau gugup "Terbit sebuah senyum menggoda diwajah Hans.


"Kenapa wajahmu memerah" Mengusap pipi Angel .Tangan satunya masih digunakan untuk menahan tangan Angel melingkar ditubuhnya.


"ini...ini karena Anda terlalu dekat pak...mungkin juga karena posisi kita sekarang membuat saya kepanasan ...."ujar Angel menyangkal dengan bahasa yang masuk akal.


Angel berbicara dengan mendongakkan wajahnya ,karena Hans lebih tinggi dari dia.


"Bukan karena posisi...tapi karena jauh dari lubuk hatimu...sudah terukir nama Hans disana ...dan kau belum mengakuinya."


Mungkin benar yang dikatakan Hans, jika Angel tidak memiliki perasaan apapun terhadap Hans saharusnya ia biasa saja, saat dipeluk dan berada dalam posisi yang nyaman dipandang seperti ini. Tapi tenyata jantungnya berdegup.


Tidak ,tidak ,mungkin saja karena aku wanita ,mungkin ini reaksi alami.


Angel Memberikan penolakan dialam pikirannya.


"Saya rasa...bukan karena itu pak tapi.."


"Sttt" Hans meletakan jari telunjuknya didepan bibir Angel. Dia mengusap bibir Angel dengan cara menggoda. Bibirnya ingin ******* habis saat itu juga .Namun dia menahan diri .


"Aku akan membuat kamu mengatakan bahwa kamu menyukaiku,..."Menatap kedua manik mata Angel dengan tatapan serius.


"Jadi kamu hanya perlu menerima semua perlakuanku. "ujar Hans.


Jangan menolaknya .Semuanya akan berjalan sesuai dengan perkiraan ku. Kamu hanya membutuhkan waktu sekretaris Angel .


Setelah mengatakan itu Hans memeluk Angel dan memberikan kecupan di rambut angel.


Wajah Angel sudah ia benamkan di dadanya yang bidang, Angel dapat mencium bau parfum khas atasannya itu.


Bagaimana Anda dengan santainya berkata seperti itu pak...bagaimana ...bagaimana jika saya meminta lebih dari apa yang Anda berikan.


Angel membatin didalam hatinya.


.


.


.


.


Happy reading


~Tyatyut

__ADS_1


__ADS_2