Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
Ch 8~ Tangan Mahalnya?! Astaga Mencubit?!


__ADS_3

Setelah beberapa saat dibuat menunggu oleh Ayana, pintu kemudian kembali terbuka. Kali ini tampilan Ayana bukannya membuat Ken merasa melegakan nafas. Malah semakin membuat Ken tegang.


“Alexander!” Ken memandang tajam pada Alex yang memaku tatapan pada Ayana. Si wanita polos itu malah hanya mengerjap saja.


Kenapa wajah Ken terlihat tegang begitu ya?


Ken berbalik menatap lurus pada Alex.


“Mulai sekarang jaga pandanganmu itu! Jangan gunakan tatapan tak berkedip mu itu.” Raut wajah kesal dan gusar.


Apa sih yang sedang mereka ributkan. Si polos masih tidak paham bahwa dia adalah sumber dari keributan yang dibuat Ken.


“Baik tuan muda.”


Alex bukannya bodoh yang tidak paham arti kata dari Ken.


Sepertinya sekarang aku perlu memperlakukan nona Ayana seperti Nyonya Angel. Astaga, kenapa pekerjaanku bisa serumit ini sih.


“Bagus kau tunggu saja di mobil! Tidak perlu ikut pembicaraan!” Berkata tegas.


Masih memasang raut wajah tajam pada Alex.


Berani sekali kau memandang calon kandidat dengan begitu intens. Dan wanita ini juga, kenapa...


Sudah berbalik dan memandang Ayana, yang di tatap mengulas senyum.


Kenapa...dia... memakai baju kelinci begitu! Astaga! Dia sangat man...is... Gila!


Memukul kepala.


Gila! Sejak kapan seorang Ken pernah menilai wanita dengan kata manis?! Kapan? Syok berat!


Selama ini Ken merasa aneh dengan sang papi Hans yang sering kali gemas dengan Mami Angelnya. Ken bahkan mencela sikap Papi Hans nya itu. Namun sekarang, haruskah dirinya mencela dirinya juga?! Karena saat ini Ken juga sedang merasa gemas ketika melihat Ayana!


“Tuan Ken, apa tidak sebaiknya Anda segera masuk saja ya.” Menyadari pipi Ken yang memerah.


Apa cuacanya sedang panas ya? Jadi wajahnya memerah. Tapi kan matahari pun sudah kembali ke persembunyiannya dari mana asal rasa panas itu? Memandang ke arah depan, sedikit memiringkan kepala agar pandangannya bisa melewati genteng rumah. Tepat Ayana sudah memastikan bahwa hari memang sudah malam.


“Kau ingin mengajakku segera masuk?” Nada suara Ken tidak percaya dan matanya terbelalak.

__ADS_1


“I-iya.” Menjawab lugu.


Tunggu kenapa nada suaranya sangat aneh?


Ken mengusap wajahnya, lalu menyoroti Ayana kembali.


Kenapa kau ingin mengajakku lekas-lekas masuk ke dalam rumah minimalismu ini?Apa yang kau pikirkan. Oh ternyata wajah polosnya tidak sepolos otakmu ya.


“Wajah Anda memerah tuan...Ka...rena itu lebih baik kita masuk sekarang.”


Duarr!


Nyaris tersengal saking malunya dengan pemikirannya itu.


Tunggu kenapa wajahnya semakin memerah.


“Ayo tuan.” Membuka lebar pintu. Sebenarnya masuk ke dalam rumah Ayana sekarang adalah hal yang berbahaya bagi Ken . Sebab rasa gemasnya ini, membuat tangannya gatal ingin mencubit pipi Ayana.


Apa tadi? Mencubit?!


*Gawat! Gila! Situasi apa yang kualami sekarang! Bisa-bisanya tanganku ingin bergerak tanpa permisi!


Berperang dengan pemikiran. Ken tidak tau bahwa awal keputusannya menjadikan respon dirinya terhadap Ayana menjadi meledak-ledak.


Ken Manarik nafas dalam, lalu menyorot kaku pada Ayana.


“Ambil ini!” Menyerahkan sebuah map.


Tangan mungil Ayana yang tadi masuk dalam kantung baju kelinci berbahan lembut itu keluar dari persembunyiannya dengan ragu-ragu.


Ayana memandang Ken minta penjelasan.


“Ini adalah kontrak kerja.”


“Kontrak kerja?”


“Iya, kontrak kerja. Aku perlu mengikat semua yang melakukan pekerjaan denganku! Dan kau tanpa pengecualian. Baca saja semuanya, besok pagi pukul 10.00 kau kutunggu di perusahaan.”


“Eh, tu-tunggu...” Baru mau membuka mulut tapi Ken memberi instruksi untuk diam.

__ADS_1


“Aku tidak punya waktu, segala pertanyaan ajukan esok pagi. Sekarang kau masuk ke dalam rumahmu! Jangan berkeliaran dengan baju kelincimu itu.”


Tunggu kenapa sikapnya aneh sekali. Dan punya hak apa dia melarang ku pergi keluar?!


Bibir Ayana berkedut heran. Memadang Ken yang sudah mau berbalik, tapi malah kembali menatap ke arahnya.


Apa lagi?!


Lalu tanpa Ayana duga!


Tanpa Alex duga!


Kenan Prasetyo! Dengan segala sikap mahalnya!


Mencubit pipi Ayana!


Hei!!!! Ada apa ini?!!!


.


.


.


Moga rame kolong komentarnya...


Yang males komen cobalah untuk komen...


Yang males like cobalah untuk like ya...


Nge like nggak rugi kok, modal jempol rajin aja....


Yuk jangan lupa lakukan hal di atas.


Vote boleh juga...


atau kasih hadiah....


Hehe mari kita lihat akankah kapal Ken dan Ayana berlayar lancar, atau tidak?!

__ADS_1


__ADS_2