Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
Ch 17~Pantau


__ADS_3

"Bawakan semua barangnya." Ken memerintah Alex yang sudah kepayahan dengan koper-koper yang harus ia bawa.


"Koperku tidak perlu dibawakan Alex, aku bisa membawanya sendiri Ken." Ayana bisa melihat Alex yang kesusahan membawa tiga koper itu. Alex sudah meymabitnya dengan senyum senang hati.


"Tidak perlu, saya saja yang membawakan semuanya." Ekspresinya berubah karena tadi mendapat pelototan tajam dari Ken.


"Eh, tidak apa-apa. Dengan begini kan bebanmu jadi lebih ringan." Ayana sudah mengambil koper miliknya. Jiwa tidak teganya memberontak dan segera mengambil koper yang memang sejak awal seharunya dia yang membawanya. Karena itu kan kopernya.


Melihat hal itu Alex sontak gelagapan. Padahal dia tadi sudah dipelototi! Yang menandakan jangan sampai Ayana membawa kopernya sendiri. Tapi lihatlah sekarang!


Ouch, berat juga ya. Ah ini karena aku menjejeal sebarang barang. Ya salahkan saja mereka ini yang membuatku tergesa-gesa ketika mengemas pakaian.


Ken berdecak melihat kelakuan Ayana. Dimabuk ya koper yang dibawa Ayana dengan susah payah mengunakan dua tangan tadi.


"Eh, eh...loh aku bisa membawanya sendiri Ken." Ada niatan mau memukul tangan Ken agar meletakkan kembali kopernya. Namun ia urungkan.


"Bisa membawanya tapi setengah jam kemudian baru sampai lokasi."


Ayana cemberut.


"Sudahlah ayo. Ini tidak ada artinya, ringan sekali."


Melihat Ken yang mengangkatnya dengan sangat santai Ayana bisa yakin yang diucapkan Ken benar bahwa barangnya sangat ringan.

__ADS_1


Hei Ken harusnya kan kau membawa kopermu dulu, baru jadi pahlawan koper orang lain. Dev bersedekap dengan mata menyipit dari kejauhan.


"Ken itu aneh sekali ya, Dev. Sejak tadi dia seperti menghalang-halangi ku berkenalan lebih dekat dengan Ayana." Yayan berbisik dekat dengan telinga Dev.


Dev memandang Yayan sekilas kemudian melihat lagi ke arah punggung Ken dan Ayana yang melangkah bersisian.


"Sebaiknya kau memang jangan mencoba mendekati Ayana, Yan."


Kalau mengulik satu demi satu keanehan sikap Ken. Maka tidak akan ada habisnya.


"Kenapa begitu?" Yayan bertanya heran dengan aksi yang saling bertaut.


"Karena kalau kau mendekati Ayana, kau akan mendapat ma-sa-lah besar." Dev berlalu meninggalkan Yayan.


Ken sudah sampai di depan kamar yang sudah ia pilih. Hamparan laut luas tersaji di depan mata. Ayana juga sudah melihat ke arah bawah airnya jernih dan netranya baja menangkap kehidupan bawah laut.


Aku liburan gratis ya ini? Aaaaaa senang sekali. Pandangannya indah, udara sejuk anginnya nyaman. Hemmmm....huwaaaa...beruntung juga aku tenyata....


"Sudah saya masukkan barang-barangnya, tuan muda." Alex melapor pada Ken.


"Baguslah, terima kasih Lex." Ken menjawab singkat lalu beralih pada Ayana yang sejak tadi berjongkok di tepian dekat air.


"Jangan terlalu mencondongkan tubuhmu, kamu bisa tercebur nanti." Ken memperingati Ayana.

__ADS_1


"Ha ha iya, aku tau." Ayana sudah merasa bisa lebih leluasa bicara santai. Ya sudahlah kan ini juga permintaan Ken untuk bicara santai.


"Katanya kalian akan melakukan reuni, melakukan renui mana yang lain?" Ayana bertanya masih dengan fokus menatap bawah laut itu, wah dia bsia minat ikan dengan ragam jenis.


"Mereka belum sampai." Sahut Ken singkat tidak berniat lagi membahas teman-temannya.


Tangannya tertarik untuk mengambil bagian ujung baju ayah yang berada di dekat tekuk dan menariknya.


"Eh-eh eh." Ayana merasa terbawa mudur dan tidak lagi bisa melihat keindahan bawah laut.


"Nanti lanjutkan melihatnya, sekarang masuk ke dalam ruanganmu dan bereskan pakaian. Setelah itu kita akan makan." Titah Ken.


"Ehm, apa aku perlu membayarnya? Aku tidak punya banyak uang cash sekarang karena pergi dengan terburu-buru." Ayana melontarkan tanya itu dengan sangat lugu dan bersungguh-sungguh.


"Kepolosanmu ini..." Gumaman Ken.


"Hah? apa?" Ayana mendekati Ken karena tidak bsia menangkap jelas ucapan Ken.


"Tidak perlu membayar. Kau cukup makan saja nanti. Masuk sana dan ganti pakaianmu." Ken mendorong Ayana hingga memasuki ruang dengan pintu kayu tadi.


"Dasar." Ken terkekeh sendiri dan mengambil posisi duduk di kursi yang ada di depan ruang Ayana.


"Masih ku pantau." Yayan menyipitkan matanya dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2