Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 86-Jangan Pernah Melepaskannya


__ADS_3

Hari Senin vote yok...like juga..


Bram, si asisten pribadi ,si ciptaan Tuhan yang tampan ,si gagah .Sebuah keberuntungan bagi Dina melihat seorang Bram berada di pantry sepagi ini tidak menyia-nyiakan waktu dia segera menghampiri Bram .


“Ehm...” berdehem pelan supaya Bram merasakan kehadirannya .Tidak ada pergerakan ,sedikitpun ! cih sudah merasa kesal namun tidak menyerah .


“Wah apa ini yang namanya takdir ,kita jadi sering bertemu akhir-akhir ini ya pak Bram .”


Sontak saja Bram menoleh .Diabaikan tenryata wanita ini semakin menjadi, tangannya berlipat di dada .Dilihatnya senyum merekah di wajah Dina .


“Anda pasti salah perhitungan .Bahkan pertemuan kita bisa ...” mengangkat jari tangannya .“Dihitung jari .” memasang senyum tipis .


“Jodoh memang seperti itu pak ,bukan Masalah seringnya kita bertemu tapi hati kita yang nantinya pasti akan terikat .”


“Haha...” Tertawa hampa. “Anda sangat percaya diri sekali ya .Kita tidak akan pernah terikat dalam hubungan apa pun .” tegas Bram .


“Woahh ...kenapa Anda semakin tampan kalau bersikap tegas seperti ini sih .” Bram sungguh tak habis pikir ,bukannya merenungkan kata-kata yang terlontar dari mulutnya .Wanita ini malah mengagumi dirinya .


Raut wajah datar Bram memiliki daya pikat tersendiri bagi Dina .Jika laki-laki ini diam dia terlihat semakin tampan .Dina hanya bisa membayangkan bagaimana senyum manis dari wajah datar ini .


Dering ponsel membuat Dina bungkam .


“Ya pak .”


“Ya pak.”


Mengembalikan ponsel ke saku jas .Kopi yang ditunggunya tadi malah ditinggalkan karena tergesa mendapat telpon dari Hans .


“Eh pak Bram ini kopinya .” Bram tidak berbalik sama sekali .


Dina terdiam ,bibirnya langsung mengulas senyum merekah sembari memegang pipinya .Dia melompat-lompat di tempatnya .


“Eh Din disini Lo ternyata.” Vina menuju arah Dina .Tidak merasa aneh karena sahabatnya itu memang sering berperilaku aneh .


“Ini kopi siapa ?.”


“Punya gue .”


“Lah sejak kapan Lo suka kopi .”Kening Vina berkerut samar .


“Sejak tadi ...haha.” Tergelak dan membawa kopi buatan si makhluk ciptaan Tuhan yang indah .Di sepanjang jalan dia membawa kopi itu dengan sangat hati -hati .


Kopi buatan babang Bram haha.Dina Lo beruntung banget woaw .Ehmm gak tega minumnya .


Vina hanya bisa menggeleng kepala pelan.


***


Beberapa saat sebelum Hans menghubungi Bram sang asisten .


Angel sedang mengemudikan mobilnya .Di putarnya musik Black pink berjudul ~How you like that .


Lagu ini menemani perjalannya .Dia juga ikut bernyanyi mengikuti irama lagu .


“Yeah...Ha, how you like that?


You gon' like that, that that that, that, that that that, that


How you like that? (bara bing, bara boom, boom, boom)


How you like that, that that that, that, that that that, that


Tergelak sembari melihat ke arah luar jendela mobil .Tubuhnya bergerak menikmati irama musik .


Now, look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me


How you like that?


Now, look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me


How you like that?

__ADS_1


“Eh eh kenapa ini .” merasakan mobilnya melambat tidak setara dengan pedal gas yang dia pijak .“Ada apa ini ...huwaa...” terpaksa memingirkan mobil ke tepi jalan .Angel segera membuka sabuk pengaman dan turun dari mobil .


“Apa ban nya bocor ya .” Mengelilingi mobil mencek satu persatu ban berjongkok beberapa kali .“Tidak ada masalah kenapa ini?”


Angel tidak paham dengan kondisi mobilnya .Dia hanya bisa berputar dan merasakan ke anehan .


Masuk lagi ke dalam mobil mencoba mungkin saja sudah seimbang .Tenyata tidak, mobilnya ini masih bergerak tidak sesuai .Dia tidak bisa memaksakan mobilnya begerak ,takut ada kemungkinan akan terjadi kecelakaan.


Drrrtttt Drrrtttt Drrrttt


Ponsel di dashboard nya berdering segera diambilnya ponselnya tertera nama Pangeran ❤️❤️❤️,dengan lambang hati yang banyak .


“Ya halo .” sahutnya .


“Kau dimana sayang ? kenapa belum datang ?”terdengar suara gusar namun tetap dalam kadar lembut dari seberang .Siapa lagi yang menelponnya jika bukan Hans .Ya si Pangeran ❤️❤️❤️,tidak lain adalah Hans .


Angel menekuk wajahnya dia sudah terlambat sekarang pantas saja Hans menelonnya .“Mobilku bermasalah ...sepertinya aku akan terlambat .” membuka pintu mobil dan bergaya mengecek lagi mobilnya ,ia mengamati sekitar ingin meminta bantuan sambungan telpon masih belum terputus .


“Kau di mana akan kujemput .Kirim alamatnya tetap disana.” sudah Angel kira ,Hans pasti akan langsung menyusul .


“Eh tidak usah ...kau juga tidak bisa membantu .Aku akan mengurus mobilnya sebentar lalu pergi ke perusahaan setelahnya .” mencoba bernegosiasi .


“Aku bisa membantumu...otakku ini sangat cerdas .”


“Benarkah ?...kalau begitu kamu berikan instruksi saja dari sana aku akan berusaha melakukannya sesuai dengan perkataanmu.” Angel berseru membuka solusi untuk permasalahannya .


Angel tidak tau yang di seberang sudah sibuk mencari Bram .“Baiklah dengarkan aku .” ujar di seberang telpon .


Angel menganguk dan kemudian tersadar si penelpon tidak bisa melihat dia .“Iya aku mendengarkan .”


“Masuk ke dalam mobil periksa apa saja yang ada di sana .”ucap Hans diseberang telpon .


Angel mengikuti instruksi dan mulai membuka laci mobil .“Ada snek ,ada permen .”


“Hei kenapa banyak barang tidak berguna dimobilmu .” yang diseberang terdengar tergelak.


Angel mendengus kesal .“Ada air dan satu lagi tisu ...Hanya itu yang ada .”


“Cukup ...sekarang ambil air dan tisu .”


Mengambil botol berisi air dengan tergesa sekaligus mengapit tisu .


“Sudah.”


Segera keluar dari dalam mobil ,dia agak melompat saat keluar dan menutup lagi mobil .“Sudah .” menjawab dengan serius .


“Sekarang lihat daerah sekitar baca papan jalan nya .”


Mata Angel mencari -cari papan penampang nama jalan dia berjalan agak jauhan dari mobilnya .“Jln xxx xxxxxx.” Kembali berbalik menuju mobilnya .


“Bagus gadis pintar ...sekarang minum air dalam botol ya dan seka keringatmu ...aku akan menyusulmu sekarang ..haha .” suara gelapkan tawa Hans mengakhiri sesi telpon .


“Hei kau bercanda .” berteriak di depan telponnya .“Sungguh mengesalkan dia mengenalku ...” mendengus kesal dengan kaki berhentak.


Diminumnya air dalam botol kemasan tadi dengan tergesa dia,juga disekanya keringat .


Sudah berhasil menenangkan diri .


“Tidak ada pilihan baiklah aku akan menunggu .” memilih menepi. Bangku panjang dengan pohon yang rindang menjadi tempat pilihan Angel untuk beristirahat sejenak sembari menunggu Hans datang.


***


Bram menyusul dengan tergesa menuju lantai dasar ,matanya menelusuri sekitar mendapati atasannya itu sedang berdiri di depan perusahaan .Dia segera menghampiri Hans dengan nafas yang tak beraturan .


“Ada apa pak ?.” tanyanya setelah berada di samping Hans .


“Angelku sedang kesusahan ...mobilnya bermasalah .Jadi kau harus ikut untuk membereskan masalah.” ucap Hans begitu serius .Bersaman itu juga pak Yanto berhenti di depan mereka .Bram tidak membantah sama sekali dan segera masuk ke dalam mobil sama halnya dengan Hans .


Disebutkan akan jalan yang harus mereka tuju kepada pak yanto .Tubuh Hans bergerak maju memegang bangku depan dari arah belakang .Dari gerak geriknya dia seperti tak sabar melihat Angelnya padahal ini baru awal perjalanan .


Laki-laki itu tak juga menyurutkan rasa khawatirnya .Jarak tampat yang akan mereka tuju tidak jauh berada di daerah sekitar perusahaan ,15 menit perjalanan mereka sudah sampai di daerah sekitar .


Matanya mengedar setelah begitu tergesa keluar dari dalam mobil .Mencari wanita mungilnya .Dikihnay dari jarak jauh Angel .Bahkan sangat jauh tapi dia sudah mengenalinya ,langkahnya yang semula lambat semakin cepat untuk menggapai Angelnya .


Greb


“Eh Ke-kenapa ini.” wanitanya tampak terkesiap.


Dipeluknya Angel .Sepanjang jalan dia merasa tidak nyaman ada rasa tidak tenang yang berkecamuk di dadanya .Setelah mendekap Angel berangsur-angsur rasa itu mulai hilang .

__ADS_1


“Tidak ada.” serunya sembari melepaskan rengkuhannya .Alisnya melukis tajam melihat wajah Angel .“Kenapa dengan wajahmu .”


“Wajahku?...memangnya kenapa ?.” Angel balik bertanya heran.


Hans memejamkan matanya sejenak dan mengambil sapu tangan di saku jasnya .Diraihnya dagu Angel segera dia usapkan dengan gerakan lembut sapu tangan tadi ke wajah Angel .“Wajahmu ada hitam-hitamnya...kau pasti tidak mendengarkanku.” nada suara Hans terdengar tidak suka .


“Hehe aku ketahuan ya .” tertawa dengan polosnya .Jika Angel sudah tertawa begini mana Hans tega memarahi Angel .Dia hanya haus mendengus meratapi hatinya yang terlalu lemah jika menyangkut Angel .


Tadi Angel memang sempat memeriksa mobilnya .Bergaya memegang satu persatu mesin yang ada .Lalu berhenti karena bingung ,menggaruk kepalnya yang tak gatal .Sesekali juga dia memegang dagunya .Tidak menyadari bahwa tangannya sudah mulai kotor .


“Sudah jangan banyak bergerak.” seru Hans penuh peringatan .Kegiatannya agak terganggu karena Angel yang menoleh ke arah Bram yang memeriksa mobilnya .Angel berkedip dengan tangannya memegang jas Hans .


Melihat Angel yang patuh membuat Hans mengambang senyum .“Sudah selesai .” memasukan sapu tangan ke dalam tempat semula.Ditangkup Hans kedua pipi Angel . “Duh...manisnya ...cup..cup..cup.” menyerbu semua bagian wajah Angel dengan ciuman .Yang dicium menjadi gelagapan .Tergelak karena puas menciumi Angel .


Hei dari mana sih aku manisnya?.Perasaaan aku hanya diam sedari tadi .


Segala tingkah laku Angel selalu di anggap Hans manis .Dia begitu tidak tahan dan menyerbu Angel dengan seribu kecupan .


“Ayo.” mengiring Angel ,jari tangan mereka saling bertautan .


***


Kap mobil Angel sudah Bram buka .Dia sedikit mengerti tentang masalah kendaraan .Jadi dia berinisiatif membuka kap mobil .Dia membungkuk memeriksa Setiap jengkal bagian dalam kap mobil matanya menyipit mendapati keanehan .


Suara berat Hans menyentaknya dan segera berbalik , dia sebisa mungkin merubah raut wajahnya menjadi biasa .


“Bagaimana Bram ? ...apa masalahnya besar .”


Ya ini Masalah besar pak .Untung saja kita datang pada waktu yang tepat dan sekretaris Angel bisa diselamatkan .


Ucapan hati dan mulutnya berbeda .“Ada sedikit masalah pak dan,sepertinya mobil ini harus dibawa untuk di servis .”


“Gitu ya .” Angel tampak mengaguk paham dia tidak mengerti tentang masalah mobil ketika Bram menjelaskan dia hanya mengaguk paham .


“Kau urus mobil Angel ,Bram .”


Angel mengembang senyum ke arah Bram .


“Mohon bantuannya ya asisten Bram .”


“Ya sekretaris Angel tidak masalah.” sahut Bram singkat .


“Angel kamu masuk ke dalam mobil dulu ya .Aku ingin berbicara dengan Bram sebentar .”


“Kenapa?” tanya Angel dengan polosnya .


“Hanya sedikit urusan menurut ya .” satu kecupan Hans daratan di pucuk kepala Angel .Wanita itu mengaguk paham dan berlalu menuju mobil Hans berada .


Tatapan mata Hans begitu menghujam dalam tubuh mereka tertutup oleh kap mobil yang terangkat hingga menghalangi pengamatan Angel .“Ada apa? Apa masalahnya .” tanya Bram begitu serius dengan nada pelan .


Tenyata Hans bisa membaca situasi tadi ketika Bram tampak memberikan kode melalui matanya .


“Ada yang aneh dengan bagian dalam mesin pak ...sepertinya...” Hans begitu serius mendengarkan Bram .


“Sepertinya ini sudah di otak Atik oleh seseorang .” sontak saja hal itu membuat rahang Hans mengeras .Dia mengusap wajahnya kasar ingin mengumpat pada saat itu juga ,namun Angel pasti akan mendengarnya .“Sepertinya dia tidak main-main ?...kita harus menyelidiki semuanya lebih dalam lagi Bram .” seru Hans penuh penekanan .Dia salah telah menghadapi dengan cukup santai masalah si penguntit. Entah mengapa pikirnya langsung menjurus ke arah penguntit .


“Baik pak.” sama halnya dengan Hans .Bram juga berpikiran sama .


Setelah melakukan pembicaraan serius dengan Bram sejurus kemudian Hans kembali Menghampiri Angel .Rasa takut langsung menyeruak di dadanya ,serta Merta dia memeluk Angel dengan begitu erat abai dengan keberadaan pak Yanto .


Kurang ajar!! Apa motifnya?! kenapa berani sekali hendak menyentuh Angel ku!.


Yang dipeluk saat ini merasa terheran ,hanya bertanya melalui dongakan kepala dan sorot mata .


“Kenapa ?” Angel mulai buka suara .Sejenak Hans terdiam belum mnyehuti Angel matanya tertuju pada kalung pemberiannya melingkar dengan indah di leher jenjang snag kekasih.


“Kalung ini...” Memahami bagian mata Kakung , Angel juga menyoroti hal yang sama .“Jangan pernah melepaskannya ,mengerti .” Hans berucap dengan serius dan nada dingin .


“Iya.” Angel menyahuti ,ada rasa aneh ketika melihat tatapan mata Hans yang begitu menghujam namun dia menepis pemikirannya.


“Sial.” umpat sebuah suara sesaat setelah Hans meninggalkan lokasi dan Bram juga mengurus mobil Angel .Tangannya terkepal ,dengan sorot mata memincing .


“Dia milikku ,jangan harap kau bisa memilikinya seutuhnya .” suara misterius itu penuh dendam .Rencananya tak terealisasikan.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading


~Tyatyut


__ADS_2