Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
Ch 18~ Hot CEO


__ADS_3

Sebentar lagi acara akan dimulai. Bram merangkap pekerjaannya menjadi pengamat. Ya pengamat, entah apa maksud pengamat itu.


Yang pasti tadi ia mendapat beberapa perintah dari Hans. Ia menuruti perkataan Hans.


Hans dan Angel sudah berada dipinggir pantai, jet ski sudah berjejer tepat di depan mereka. Sebelum acacar dimulai. Dijelaskan terlebih dahulu aturan permainan oleh para penanggungjawab bagian acara jet ski.


Angel menyimak dengan saksama. Mereka diberikan pelampung untuk jaga-jaga jika terjatuh dari jet ski.


Angel membantu Hans memasang jaket pelampung. Hans hanya menatap Angel yang membantunya memasangkan pelampung keamanan tersebut.


Sorot matanya terlihat dalam, tanpa Angel ketahui.


“Selesai, pak.”


Hans segera berpaling dan berdehem. Angel hanya mengernyit kening samar melihat tingkah Hans.


“Ehm, terima kasih Angel.” ujarnya setelah berhasil menguasai diri.


“Iya pak, sama-sama.” jawab Angel tersenyum.


Lalu terdengar arahan dari penanggung jawab acara untuk segera menaiki jet ski.


“Sekarang para peserta lomba dimohon...untuk menaiki jet ski nya bersama pasangannya.”


“Jika ada pasangannya yang belum datang, sementara acara akan dimulai maka akan di diskualifikasi. Sesuai dengan peraturan.”


“Tidak ada acara tawar menawar, juga tidak ada promo hihihi...” Sang penanggung jawab berbicara menggunakan toa sudah seperti pembawa acara lawakan.


Para penonton tertawa mendengarnya.


Banyak yang menyaksikan acara ini.


Sebab ini adalah acara penghujung sebelum semuanya usai. Waktu tiga hari telah berkahir. Dan itu tandanya mereka akan kembali ke rutinitas awal.


Acara sepertinya akan sangat menyenangkan musik latar sudah disetel, dan juga jika ada yang ingin menyumbang lagu untuk bernyanyi dipersilahkan.


Dina sudah berjalan menuju panggung, ia ingin menyumbang sebuah lagu.


“Ehhh, mau kemana kamu Din?” Sudah waspada, menarik belakang kerah baju Dina.


“Aduh Vin, lepas! Aku mau nyumbang lagu ini.”


“Suara sumbang malah mau nyumbang lagu! Tetap di sini.” Vina mencegah Dina dengan tenaganya yang kuat.


“Niatnya mau menghibur Vina...” Dina kekeh.


“Jangan! Kasihan kami yang denger suara kamu Din.” Semakin kuat menahan tubuh Dina.


“Iih! Kalian kan malah terhibur.”


“Yang ada kami malah pusing denger suara kamu. Udah diem di sini.”


“Lepas Vin!”


“Nggak!”


Dan kembali lagi aksi kejar kejaran mereka, kali ini Vina yang mengejar Dina. Menghentikan sembagat Dina yang ingin menghibur.


***


Lanjut acara.


“Mari pak.” Sang penanggung jawab mengarahkan Hans agar menaiki jet ski.


Hans tidak menjawab hanya mengikuti. Di belakangnya  Angel juga ikut mengekori Hans.


Para peserta sudah berjejer manis duduk di atas jet ski, yang paling mencolok diantara peserta tersebut adalah pasangan Hans dan Angel. Banyak dari kaum hawa yang iri dan ingin juga berada di posisi Angel.


Hans terlihat begitu tampan, apalagi jika nanti percikan air membasahi tubuhnya yang atletis itu. Ah pemikiran kaum hawa hampir sama. Mereka ingin melihat bentuk otot perut yang tersembunyi di balik t shirt putih itu.


Semoga saja, hanya bisa berharap.


Acara akan dimulai. Hans berbicara kepada Angel dengan posisi masih menghadap depan.


“Pegangan yang erat!”Hans memerintah.


“Eh?”Angel agak terkejut.

__ADS_1


Hans mengambil tangan Angel agar melingkar diperutnya.


“Pegang yang erat Angel, jangan kamu pikir nanti jek ski ini akan berjalan lambat dan tenang. ” Angel menuruti perintah Hans memeluk Hans dengan erat hingga tubuh mereka saling berhimpitan.


“Titik bendera terlihat jelas semua, dengar Angel.”


“Iya pak!” Angel menyahut keras sebab sudah terdengar suara mesin jet ski dari sekitar ditambah bising huru-hara para penonton.


“Saat jet ski berhenti itu tandanya ada bendera di sekitar kamu, kamu tau kan apa yang perlu kamu lakukan?”


“Iya pak, saya akan mengambilnya dengan cepat.” Sahut Angel. Jadi semangat menggebu. Padahal tadi bisa saja. Sudah mulai basah juga.


Mereka mendengar riuh nya suara orang orang yang menonton perlombaan, sang penanggung jawab sudah seperti MC sungguhan.


“Ayo penonton silahkan berikan dukungannya.”


“Perlombaan akan segera dimulai.”


Angel makin mengancangkan pelukannya dengan hans.


Sang MC dadakan kembali berbicara.


“Mari kita hitung sama-sama...”


“Tiga...”


“Dua...”


Hans semakin serius.


“Satu...”


Pritttt


Hans langsung melakukan jet ski nya dengan kecepatan maksimal. Pecahan air yang dihasilkan oleh gelombang jet ski membasahi tubuh membawa percik ke sebagian mata.


"Aaa–,"Angel menjerit terkejut sekaligus bersemangat


Mereka berada diposisi pertama dengan lihainya Hans melanjutkan jet ski yang dibawanya.


“Siap, pak!” Angel memfokuskan arah pandanganya ke bendera.


Jet ski melambat agar Angel bisa menjangkau bendera.


Hap


“Sudah pak, saya berhasil mengambilnya.” Angel begitu bersemangat. Langsung memeluk Hans kembali.


Hans mengulas senyum melirik melaui sudut matanya ke arah Angel.


Jet ski yang lajukan Hans hampir beriringan dengan jet ski pesaing yang ikut menyusul dibelakang.


Angel mengusap wajahnya, karena percikan air yang sudah beberapa kali membasahi wajahnya. Sama halnya dengan Hans.


“Pegangan yang erat Angel, kecepatan akan ditambah!” Angel merasa adrelnalinnya semakin berpacu, bukannya takut dia malah merasa sangat senang.


"Aaa–,seru pak seruuuu wah– ini sangat menyenangkan ,yuhuu.”


Hans tersenyum sangat lebar mendengar angel,ia melambatkan laju jet ski nya karena melihat bendera yang berada dekat dengan posisi mereka. Ia berdiri di tas jet ski.


Byurr


Gelombang yang dihasilkan oleh jet ski Hans, membasahi bendera dan tertutup oleh gelombang tersebut. Setelah beberapa detik barh terlihat kembali bendera tersebut dengan sigap Angel kembali mengambil bendera tersebut.


“Woahhh.”


Terdengar jeritan dari peserta lain.


Jet ski lain mulai menyusul mereka bahkan posisinya sangat dekat .


Mereka melajukan  jet ski nya hampir beriringan. Hans sesekali melirik ke arah sebelahnya.


Jet ski tersebut melaju mendahului Hans dan Angel ,sehingga bendera didapatkan oleh mereka.


“Pak di sana pak.” Angel menunjuk ke arah bendera.


Langsung saja Hans membelokkan jet ski nya ke arah bendera tersebut, Angel mengambil bendera tersebut .

__ADS_1


“Satu titik lagi Angel.” Hans masih berbicara setengah berteriak.


Hans kembali melanjutkan jet ski.


Jet ski yang dibawa Hans melaju, untuk menghampiri titik terakhir bendera.


"Wah–benderanya udah dekat pak."Angel menjerit.


"Siap-siap kembali ."Hans berteriak agar didengar Angel.


Hans melewati pesaingnya, yang tertinggal tidak agak jauh dari posisinya.


"Sudah dapat pak dapat yeay."Angel sangat senang, hampir saja ia melompat lompat diposisinya.


“Baiklah, kita kembali.”


Berbicara datar, padahal Hans tersenyum sangat lebar. Walaupun Angel tidak melihat hal tersebut.


 


***


Tidak seperti waktu mereka berangkat, Hans melanjutkan jet ski dengan sangat cepat. Sekarang ia malah menggunakan kecepatan normal untuk mengendarai jet ski nya.


"Wahh pak seru ini pak, sepertinya kita akan memenangkan permainan pak “Angel berbicara dibelakang Hans masih dengan wajah senyumnya dengan masih memegang bendera.


Hans menarik sudut bibirnya kepalnya sedikit menoleh ke arah belakang dimana Angel masih dengan patuhnya memeluk dia.


"Itu karena kelihaianku, makanya kita bisa menang, jika itu orang lain kau tidak akan bisa menang Angel."Hans menyombongkan dirinya.


Untuk kali ini Angel setuju dengan Hans ,Hans memang sangat hebat.


"Hebat pak hebat. "Angel memberikan jempolnya ke depan Hans dari belakang dan memiringkan wajahnya agar bisa melihat Hans.


Sesenang itu kamu.


Hans membatin, terukir sebuah senyum diwajahnya.


Angel hendak melepaskan pelukannya namun tangan Hans menahannya. Telapak tangan Hans berada di atas permukaan tangannya keningnya berkerut dalam. Mencoba lagi ingin lepas namun masih tidak bisa.


“Jangan banyak bergerak!” Seru Hans membuat dia bungkam. Padahal jet ski tidak melaju seperti awal lomba namun Hans tetap mempertahankan posisi mereka yang berdempetan.


Meski dalam hati Angel heran, namun Angel memilih menurut.


 


***


Jet ski itu berhasil menembus air pantai. Di depan mereka sudah terlihat sorak Sorai para penonton. Hans hanya terheran apa yang disoraki mereka.


Terdengar lagi instruksi dari penanggung jawab lomba.


“Yaa untuk para peserta bendera yang telah didapatkan dimohon untuk dikumpulkan. Karena akan langsung dilakukan perhitungan untuk mengetahui siapa pemenang lomba ini.”


Kaki mereka menjejal pasir pantai. Hans lebih dulu turun lalu tangannya terulur membantu Angel. Karena tidak sabar Hans langsung menyelipkan kedua tangannya di antara kedua tangan Angel.


“Eh saya bisa turun sendiri pak .” Angel melotot. Bagaimana bisa Hans menurunkannya seperti menggendong anak bayi.


Haishh pipi Angel langsung bersemu merah menahan rasa malu mereka masih menjadi pusat perhatian sampai sekarang.


“Bisa turun tapi masih tetap di jet ski sedari tadi ...Sudah ayo .” Hans berlalu dengan santai .


Bram sudah siap dengan handuk .“Silahkan pak .”


“Terima kasih Bram.” Digosok Hans kasar rambutnya dengan handuk tadi juga wajahnya diseka agar tidak ada buliran air. Bendera sudah beralih posisi ke tangan Bram.


Bram berlalu menyerahkan bendera yang berhasil di bawa oleh Angel dan Hans .


“Wah sangat hot.”


“Itu seperti iklan handuk.”


“Lihat cara CEO kita mengeringkan rambut. Bahkan handuk pun ikut bersinar ketika dia gunakan.Aaaa”


Masih banyak lagi pembicaraan yang mengangkat topik Hans si CEO handsome.


 

__ADS_1


__ADS_2