
Perjuangan perjalanan yang begitu sulit tak membuat Hans mundur. Langkah kaki dan gerakan tangannya semakin cepat membelah ranting-ranting yang tampak menghalangi jalan mereka. Dia mengambil baris terdepan dengan Bram dan yang lainnya dibelakang .
Titik lokasi itu semakin dekat hingga dia mengambil langkah lebar setengah berlari ingin cepat mencapai lokasi. Bram dan Hans dibuat terkesiap saat dihadapkan pada sebuah rumah kuno yang tampak begitu gelap tumbuhan liar nampak melilit rumah tersebut.
Hans menatap layar ponsel dan pintu rumah itu secara bergantian. Emosinya terasa membuncah. Ini saatnya ,ia akan menyelamatkan Angelnya. Langkahnya dan suaranya hampir keluar dari tempatnya namun cekalan tangan membuat langkahnya terhenti dengan sorot mata menghujam .
“Jangan gegabah pak.” Peringat Bram, emosi atasannya yang tak stabil membuat dia merasa terbebani .“Kita harus bergerak sesuai dengan rencana yang sudah disusun .” Bram kembali mengingatkan, hingga manik mata menghujam itu berubah dengan mata terpejam dan helaan nafas kasar .
“Baiklah ayo bergerak cepat .” Suara dingin Hans mengintruksi Bram dari situasi. Sekarang Bram yang memimpin situasi mereka berjalan jongkok kemudian menempel pada dinding rumah kuno tadi disamping sebuah tangga .
“Dua orang lewat arah belakang ,Dua dari samping dan Kanan dan Dua samping kiri.” Bram mengintruksi dengan suara pelan dan serius seolah-olah takut pergerakan kecilnya akan terdengar ke dalam rumah itu.
Semuanya memulai pergerakan dengan langkah pelan dan hati-hati. Hans dan Bram mengambil jalur depan melalui pintu utama.
Sejenak mereka saling pandang dan menganggukkan kepala .Hans mulai membuka pintu dengan perlahan-lahan.
Gelap tanpa penerangan sedikitpun. Rasa khawatir itu semakin menyeruak. Nuansa kegelapan begitu kental di dalam ruangan. Dia harus berusaha meminimalkan Cahya yang dihasilkan ponselnya. Juga dering ponsel yang sudah diatur diam sedari tadi .
“Benar-benar berengsek, Angelku dibawa sejauh ini. Disekap ditempat yang begitu sunyi dan jauh dari perkotaan! Aku kuhajar kau yang berani macam-macam dengan Wanitaku!” Batin Hans mengumpat kasar.
Langkah pelan mereka membawa terus maju. Mereka berada di lantai bawah rumah. Rumah kuno ini tampaknya memiliki dua lantai .Sayup-sayup dia mendengar suara tangis Angelnya. Dadanya langsung bergemuruh, Angelnya ada disini !! tangis itu terasa mengiris dan membuat dadanya terasa sesak. Hampir saja dia gegabah mengambil langkah lebar jika Bram tidak kembali menghentikannya .
“Saya mohon pak tahan diri Anda .” Rahang Hans mengeras dengan tangan terkepal. Tangis itu semakin nyaring dengan sebuah jeritan .
“Angelku sayang aku ada disini .Bertahanlah ...siapapun yang sedang bersamamu saat ini aku tidak akan mengampuninya !!”
Langkah yang semula pelan menjadi tergesa sampai dia semakin dekat, matanya tertuju pada sebuah pintu .Dari sana asal suara Angelnya .Sama halnya juga dengan Bram dia sudah mengambil posisi siaga mereka merapat pada dinding .
Rasa marah itu menyeruak ketika tangis Angelnya semakin pecah apalagi dia mendengar jelas suara serak Angelnya.Hilang suara Angelnya hialng!!
Dia lepas kendali dan ...
Brakkkkk
Pintu dibantingnya dengan kasar darahnya mendidih ketika melihat Angelnya diborgol dan tak sadarkan diri sebuah rajang besar .
Bram hanya bisa mengumpat kasar melihat kelakuan Hans yang gegabah. Dia lantas segara menyusul Hans matanya juga dibuat membulat melihat kondisi Angel .
Satu sosok gelap tampak berbalik ke arah mereka .Keterkejutan luar biasa menghantam mereka!! Sosok ini!! Sosok yang menculik Angel adalah Bayu si anak magang !!
“Kau brengs*k !! berani sekali kau menculik Angelku .” Suara Hans menggema mengisi ruangan. Bram dibuat aneh ketika Bayu tak menampilkan ekspresi apa pun datar.
Hans hendak berlari dan menerjang tubuh Bayu namun matanya dibuat terkesiap .
“Berani mendekat maka ucapkan selamat tinggal untuknya.” Angel yang tak sadarkan diri ditodong sebuah pisau dibagian leher .
Ini lah yang ditakutkan Bram .
Seringai Bayu membuat aura gelap Hans semakin mendominasi .“Sedikit saja ujung pisau itu menyentuh leher Angelku...”Mata Hans berkilat penuh amarah .“Maka kau akan merasakan kehidupan yang penuh dengan penderitaan .”Imabuhnya dnegan Kecama nada dingin. Bram bahkan dibuat meremang mendengar suara atasannya itu yang tampak begitu dingin.
Bayu menatap datar namun tangan terlihat bereaksi.
Pergerakan tanpa diprediksi membuat lengan kiri Bram terserempet sebuah belati .
“Akhhh!!”
__ADS_1
“Bram!!” kilat amarah Hans tujukan pada Bayu si pelaku .“Pergerakannya cepat sekali...sepertinya dia memang handal.”
“Seharunya aku yang memperingatkanmu!! ” Hans bisa menangkap raut wajah datar tanpa ekspresi dari Bayu hingga otak cerdasnya semakin dibuat terheran .“Jangan melangkah lagi dan pergi dari sini secepatnya !!” Bram meringis kesakitan dengan satu tangan menahan darah yang mulai mengucur dilengannnya.
“Mau mencoba rasa belati lagi ayo maju.” Bayu memberikan tantangan hingga api amarah Hans aamiin berkobar .
“Sial dia memang memancing pak Hans .”
“Pak jang...”
“Satu lawan satu.” Jentikan jari Hans menandakan dia menerima pertarungan dengan lapang dada .
“Jangan pak!!” Bram berteriak hingga membuat Angel membuka sedikit demi sedikit kelopak matanya. Hans mengumpat seketika dengan Bram yang tidak bisa mengontrol suaranya. Tadi Hans bahkan mengontrol suaranya tidak ingin mengusik Angelnya .Akan lebih baik Angel tetap dalam keadaan pingsan dan tidak melihat situasi .
Melihat mata polos yang sudah sembab itu membuat hati Hans seakan teriris .“Ha...Hans kau da-datang...” Suara Angel begitu berat dan serak .Terjangan rasa sesak itu tak bisa dibendung membuat dadanya seketika berdenyut .Apalagi senyum itu, senyum yang seharusnya begitu manis nampak sangat menyedihkan.
“Jangan merasa senang dulu .” Desis Bayu tepat di dekat telinga Angel .Gadis itu baru menyadari ada pisau yang berada di depan lehernya .Dia tadi terpaku akan keadaan Hans dan Bram .“Kau akan melihat kematian Hans Prasetyo didepannmu... haha .” Gelak tawa tanpa ekspresi itu membuat Angel bergidik .
Bayu melepaskan pisau di dekat leher Angel .Mata Hans begitu menggelap sama halnya dengan Bayu .
“Tidak...tidak...kumohon jangan sakiti dia ...akhhh...hiks...Hansku jangan sakiti dia!!”
Ada rasa senang dibalik rasa sakit yang Hans pendam .Senang Angelnya manggilnya dengan sebutan Hans ku ,tapi rasa sakit itu mendominasi ketika melihat pergelangan tangan Angelnya yang tampak berlumur darah .
“Jangan sakiti dia ...jangan sakiti Hans ku.”
Melihat situasi yang semakin memanas mata Bram menangkap pergerakan para orang pilihan .Tangannya dengan sigap membalut lengannya dengan sobekan bagian baju .Matanya terpejam merasakan sakit pada lengannya .
“Majulah Hans prasetyo.” Sebutan nama itu tampak begitu meremehkan .Hans langsung maju dan menjangkau tubuh Bayu .Bayu bertarung menggunakan pisau didepannya hingga Hans harus fokus .Dia lengah sesast ketika tangis Angel begitu pecah .
“Akhh...” Satu sayatan panjang mengenai lengannya .Kumohon berhentilah menangis sayang ...itu menyakitiku .
Bayu bangkit sebelum Hans bisa menjangkau .Pisau tadi sudah terjatuh entah kemana .Mata Bram menangkap letak pisau dia bergerak cepat dan menjangkau pisau itu !
“Sial!” Bayu kehilangan senjatanya ,namun dia merasa masih di atas angin .Bram mulai maju dan melayangkan pukulan ke arah Bayu namun Bayu memliki respon yang begitu aktif hingga pukulan Bram tak mengenainya .
“Kalian akan segera mati karena kehabisan darah haha .” Tawa Bayu menghentam dada Angel .Hansnya!! Dia juga melihat bagaimana kondisi Hans nya yang sudah tampak memucat .
Saatnya ini saatnya !! Situasi tak terduga membuat pergerakan acak Bayu semakin lincah dia disergap dan dikelilingi oleh orang-orang .Bahkan dia tak menangkap suara pergerakan !!
Hans menyeringai kemenangan .Bayu masih bisa melakukan perlawanan .Namun perlawanannya itu tampak sia-sia ketika ketua tim tampak bergerak dan menghadiahkan sebuah pukulan di hidungnya tanpa bisa dihindari !!
Bayu sudah dilumpuhkan hingga Hans secara membabi buta memukul dan memberikan pelajaran ke arah pria itu.
“Akhhh rasakan ini kau berani menyentuh Angelku!!”
“Pak susah pak.” Bram menghentikan Hans yang tampak akan membunuh Bayu pada detik itu juga .
“Sekretaris Angel .” Satu nama itu menyadarkannya dengan ringisan dan wajah memucat Hans berdiri dan mendekati Angelnya .
“Hikss...hiks...ka-kau terluka bagaimana ini.” Dicium Hans seluruh permukaan wajah Angel .“Jangan menghawatirkan ku !! Sekarang kau selamat aku ada disini ...maaf-maaf aku datang terlambat .” Genangan air mata tampak menumpuk di pelupuk mata Hans .
Bram membuka satu persatu borgol di tangan Angel .Borgol itu berganti posisi menjadi pengikat kedua tangan Bayu.
Angel langsung memeluk erat Hans dengan tangis pecah.“ Hikss..a...aku ...aku sangat takut !! tempat ini mengerikan dia juga mengerikan ...hiks...hiks...hiks.” Hans mengusap dan menepuk punggung Angelnya .
__ADS_1
Saat yang sama suara sirene yang dihasilkan mobil polisi membuat mereka terdiam dan merasa lega sekaligus .Bayu akan diserahkan kepada pihak berwajib sebagaimana papa yang papa Fadli katakan .
“Tenanglah sayang...tenang semuanya sudah berlalu aku ada disini Hansmu disini .” Cairan itu seketika luruh ketika Hans memejamkan matanya sejenak .
***
Bayu diseret paksa masuk ke dalam mobil polisi .Laki-laki itu sungguh tak mengira rencana yang dia susun dengan sempurna hancur dalam seketika dan tak menghasilkan apa pun .Selain keterpurukannya di masa depan.
Mobil polisi tampak memenuhi depan sebuah rumah kuno di tangah hutan ini .Dari dalam mobil dia bisa melihat dua orang yang tak diharapkan nya bersatu !!
Sisi kanan dan kirinya diapit oleh polisi .Seringai mulai menghiasi bibirnya .Matanya menggelap dan menatap fokus ke arah Angel dan Hans .
Hans memeluk pinggang Angel .Mereka hendak menghampiri papa Fadli yang juga berada di lokasi .
Sial!! Suara jeritan semua orang membuat Hans membatu seketika .Mata Angel dibuat membulat saat mobil melaju ke arah mereka .
Sorot lampu menyilaukan pemandangan mereka .
“Munggir!! minggir!! Hans ”
“Pak Hans sekretaris Angel .” Bram dibuat mengambil langkah lebar .
Brukkkkk brukkkk brukkkkk...
Tubuh mereka terpental ke atas dan membentur mobil .Hans memeluk erat Angelnya !! Dalam situasi seperti ini pun dia berusaha melindungi Angelnya !!
“Akhhhhh...”
Tubuh mereka terjatuh!! Kepala Hans sudah berkali-kali terbentur!! Angel terjatuh tempat diatas Hans .Hans melindunginya dengan seluruh tubuh .
Tuhan kumohon selamatkan Angelku ...jika ini adalah akhirku ...kumohon jangan akhiri kehidupan kekasihku...biarkan dia hidup lebih lama .
“Pak Hans !!”
“Hans!!”
“Hans!!”
Semua orang menjerit melihat situasi .
.
.
.
.
Remein grup❤️❤️
~Hmm double up .
~Hayo diserbu Bagain komentarnya .Akan ada pertimbangan bab selanjutnya langsung up dini hari jika banyak yang komen 🤧🤧
~Sungguh situasi tak terduga
__ADS_1
~Happy reading
~tyatyut