
Hari Senin vote dan komen zeyenk ❤️.
.
.
2 Februari ,2015
Satu tahun ,dalam satu tahun puncak kejayaan Admawijaya Group Begitu melambung di bawah pimpinan Hans Prasetyo .
Fadli Prasetyo begitu bangga dengan anaknya dia bisa menghabiskan masa tua dengan tenang .Hans begitu cerdas dan mumpuni .
Setiap detiknya laki-laki itu menghasilkan ribuan dolar .Jadi janji temu dengan Hans Prasetyo adalah harga yang begitu mahal .
Laki-laki dengan gaji ribuan dolar per waktu itu sedang merasakan lelah .Ya dia bisa juga lelah karena dia manusia .Dia lelah karena bekerja .
Sorotan mata Hans Prasetyo tak terarah .Matanya melayang hanya menatap kosong jalanan yang begitu lengang .Sudah hampir pukul 9 malam hari dan dia baru pulang kerja .Untung saja dia memiliki asisten pribadi yang sedia merangkap menjadi sopirnya . Dengan begitu lebih meringankan bebannya .
Dia memegang dagunya dan menatap ke arah luar .Bram sebagai asisten hanya melirik dari kaca spion .
“Sungguh pekerja keras.Sama sepertiku .” Gumaman Hans membuat Bram melirik .
“Ya...Apa Anda berbicara sesuatu pak.” Bram memastikan jika pendengarannya tidak salah .“Tidak ada Bram .Kau fokus saja menyetir .” Sahut Hans .
Mata Hans terus menyoroti seorang wanita yang tampak mengayuh sepeda di jarak yang cukup jauh dari mobilnya. Hans mengerutkan kening ,matanya tak lagi menangkap sosok tadi . Sudahlah pikirnya .
“Kapan seleksi sekretarisku Bram .”
Asisten Bram tampak menolehkan kepalanya sedikit ke arah Hans .
“Dalam waktu dekat pak .”
Hans mengangguk .Seulas senyum kecil terlihat pada sudut bibir Hans .Mata Bram menyipit menyoroti .Apa aku tidak salah lihat tadi pak Hans tersenyum .Wah sungguh kejadian langka yang mengagumkan .
Bram banyak sekali kejadian langka di dunia ini .Dan kau malah mengagumi senyum kecil yang terlukis di wajah bossmu .Sungguh tidak dapat dipercaya .
Bulu kuduk Bram merinding .Bekerja selama hampir 6 bulan dengan Hans Prasetyo membuatnya sedikit tau tentang bossnya .
Hans dikenal sebagai pribadi yang tegas maka itu dia begitu disegani .Senyum manis? .Tidak ada ,Bram belum pernah melihatnya sekalipun. Atasannya itu sering menunjukkan seringainya ketika membaca sebuah dokumen ,sering menunjukan senyum palsu ketika berjabat tangan . Maka itu senyum kecil tadi dan pada situasi yang senyap membuat Bram terkagum .
***
Di tengah teriknya matahari Hans berjalan dengan langkah lebar .Bram mengikuti langkah lebarnya menuju sebuah tempat pertemuan .
Pertemuan kali ini begitu penting .Dia akan bertemu dengan investor dari China .Ternyata kelihaiannya dalam bekerja membuat para investor berdatangan dengan suka rela .
Langkah Hans terhenti di lobi hotel tempat pertemuan .Dia menangkap sosok perempuan yang menarik matanya .
Apa ini takdir ?.
Tanyanya dalam hati kemudian tertawa kecil .Bram tampak terkesiap ,kenapa bossnya itu bertingkah aneh .
Kenapa pak Hans banyak tertawa .Astaga apa ini artinya dunia akan terbalik .Ya tuhan tolong kembalikan bossku ke sedia kala .Aku tidak mengerti dengan tingkahnya .
Hans masih gamang dari tempatnya berdiri ,matanya menyoroti ke arah seorang wanita .
__ADS_1
Wanita itu tampak membawa buket bunga rambutnya berjalin .Memakai kaos potih dengan rok panjang sampai bawah lutut. Dia hanya bisa melihat dari samping. Rasanya dia ingin mencoba bagiamana rasanya bertatapan dengan wanita itu .
Wanita ini adalah wanita yang sama .Wanita yang berada dalam gumamanya kemarin malam .
Namun suara Bram menyentaknya .
“Ada apa pak?.Investor sedang menunggu kita pak .”
Oh baiklah mungkin ini belum saatnya .Atau tidak akan ada lagi pertemuan lain dengan wanita tadi . Ada rasa tidak rela ketika Hans mulai melangkah menjauh dari sosok tadi.
Ekor matanya masih menangkap wanita tadi tampak masih belum berbalik sepenuhnya .Pintu lift mulai tertutup saat itu juga detak jantung Hans menjadi begitu tak teratur .
Dia bertatapan sekilas ! Sangat seklias dengan wanita tadi . Tapi kenapa rasanya pipinya menjadi panas .Ada gelenyar rasa berbeda yang menyentuh hatinya hingga berimbas pada pemikirannya .Dia tidak fokus berbicara dengan investor di depannya .Ingatnnya berputar dengan tatapan mata tadi .Tatapan mata polos nan teduh .
Seharusnya dia merekamnya tadi .Dia snagat ingin mengulang lagi kejadian tadi menatap dalam manik mata polos yang menggetarkan hatinya .Hingga membuat dia tak fokus saat ini .
“Saya percaya dengan Anda .” Hans tersentak kala investor tadi hendak bersalaman dengannya .Lagi-lagi Bram hanya bisa membangun melihat tingkah langka Hans Prasetyo .
Oh tuhan ada apa dengan pak Hans ?.Apa pak Hans kerasukan ?.Wahai jin keluarlah kamu dari dalam tubuh pria narsis ini ! Syuh–syuh!.
Merapalkan mantra sembarang untuk mengusir jin dalam diri atasanya .
Bram berubah santai ,ketika tubuh atasanya itu berbalik menghadapnya .Hans tampak acuh lalu melanjutkan perjalanannya .Ya sedari tadi Bram merapalkan mantra sembari berjalan di belakang Hans .Pertemuan sudah selesai saat jabat tangan tadi .
***
Sudah hampir satu Minggu kejadian berlalu. Kejadian yang begitu membekas dalam ingatan Hans. Kejadian yang membuatnya menjadi aneh dan membalas tatapan mata wanita yang melihatnya.
Dia ingin menemukan lagi mata polos itu. Apa hanya wanita itu yang memilikinya pikirnya. Hans tidak menemukannya! tidak ada manik mata polos dari wanita yang ditatapnya saat ini.
Sore hari akhir pekan dimanfaatkan Hans untuk melakukan olahraga Boqing( Tinju).
Gestur tubuhnya mulai mengambil ancang-ancang. Setelah pemanasan tadi mulailah tangannya bergerak. Meninju satu kali dua kali tinga kali berlanjut –.
Matanya terpejam sejenak dengan kucuran keringat yang mulai bermunculan. Ditangkapnya Sam sak tinju untuk mengakhiri kegiatan.
Dia mendesah pelan .
“Ada apa denganku kenapa aku mengingat wanita itu lagi .” Hans kesal dengan dirinya.
Lantaran semenjak matanya bertatapan dengan mata polos itu dia tidak bisa melupakannya. Dirinya begitu tertarik dengan wanita yang tampak begitu sederhana dalam ingatannya. Wanita bersepeda dengan tatapan polos .
“Haiishh!!.” Masih saja kesal membuka sarung tinju dengan segera. Dering ponsel membuat langkah lebarnya terayun menjangkau ponsel.
“Ya mah .” Ibu Negara ternyata menelponnya.
“Hans sayang di mana?” Jika ibunya berkata lembut pasti ini ada maunya Hans paham betul.
“Ngomong aja mamah perlu apa .” Seru Hans lekas dan mendapat kekehan girang diseberang .Satu taangannya sudah lepas dengan sarung tinju lalu beralih kesatunya dengan mengapit ponsel pada telinga dan bahu.
“Haha tau aja sih .” Halah pasti lah Hans tau mah .Ingin meneriakan tapi hanya dalam hati .“Beliin mamah bunga ya sayang .”
“What bunga ?.Apaan sih mah buat apa juga ?.” Apa kata dunia jika Hans disuruh membeli bunga .Membayangkan auranya menyihir toko bunga saja membuat dia bergidik .
“Udah beliin aja .Mamah gak keburu nanti .” Nada suara di seberang sudah terdengar galak jika begini Hans hanya bisa pasrah .
__ADS_1
Mematikan panggilan dengan raut kesal .Namun ibu negara sangat-sangat bahagia disana .
Dia bergegas menuju loker untuk mengganti baju .Tampilannya menjadi santai peluh keringat sudah diseka Sedari tadi .
“Bunga apa coba ?.Bunga kan banyak jenisnya ?.Bunga bank mungkin ?–haha .” Tergelak dengan lelucon recehnya .
***
Mobil sport Hans mulai menyusuri jalanan mencari-cari toko terdekat yang menjual bunga sesuai dengan permintaan Mama Rina.
“Itu dia .Parkir-parkir .” Bersenandung kecil .Dia sudah menemukan sebuah toko bunga .
“Cih banyak sekali bunganya apa yang harus kupilih ?.” Bingung padahal masih di dalam mobil .Sudah parkir dibahu jalan .Mobil sportnya mulai terbuka .Turun dengan tangan berselip pada saku celana . Agak ragu ,ini pertama kalinya dia membeli bunga dan itupun karena permintaan ibu tersayangnya .
Benar saja banyak mata yang melihat ke arahnya .Dia acuh akan hal itu dan mulai melangkah lebar .Bunyi krincing pertanda dia masuk ke dalam toko membuat seorang wanita yang tadi tidak menghadapnya berbalik .
“Selamat datang .”
Deg
Deg
Deg
I-ini benar-benar dia gadis bermata polos !.
Mendengar suara yang begitu lembut membuat pipi Hans memanas .Suara, wajah ,senyum dan lagi sorot mata itu .
Tenggorokan Hans rasanya tercekat .
Dia dipertemukan lagi! dengan gadis bersepeda bermata polos !.Gadis itu berdiri di depannya dengan senyum mengembang .Hans hampir goyah dari pinjakannya .
Dan disinilah awal pertemuan sempurna dengan gadis bersepeda bermata polos .
Pertemuan yang membuatnya melihat begitu manik mata polos dari jarak dekat .
Sungguh ! ini pertemuan sempurnanya!
.
.
.
Serbu komen dong Wk ayolah
Hari Senin guys ...Vote ya sayangku semua.
Like jangan ketinggalan .
Gimana ini? Hans Prasetyo bergetar sama gadis bersepeda bermata polos kalo kalian ?.😂
Komen ❤️
~Happy reading
__ADS_1
~Tyatyut