
Angel sedang berkutat dengan komputernya. Sebentar lagi akan waktunya pulang. Bibirnya mengulas senyum mengembang kala waktu menunjukkan tepat untuk pulang kantor. Dibereskan nya meja kerjanya dan mulai mengantungkan tas kecilnya pada bahu kanan .
Langkahnya terhenti ,keningnya mengkerut dalam .Mendapati Bram berdiri di depannya dengan ngos-ngosan seperti kehabisan nafas .
“Ada apa asisten Bram? Kenapa anda terlihat buru-buru sekali?” Angel bertanya heran. Bram masih berusaha mengatur nafas lalu kemudian dia menegakkan tubuhnya .Dia memberikan paper bag kepada Angel .
Angel masih tak mengambil paper bag itu. Bram kembali menyodorkannya .” Ambil ini Angel .Kita tidak punya banyak waktu .”
“Eh me-memangnya kenapa ?Apa maksud Anda kita tidak punya banyak waktu?” Bram segera maju satu langkah dan menempelkan paper bag tersebut ketubuh Angel, hingga Angel dengan terpaksa menerimanya. Masih dengan raut wajah terheran .
“Kita harus menemui Klien penting sekarang ! Anda harus segera berganti pakaian .Materi akan menyusul nanti .Klien ini sangat penting ,dia tidak suka menunggu.Sekarang Anda harus ikut dengan saya.”
Angel segera mengecek paper bag tadi .Keterkejutannya semakin tak berhenti .
“Ke-kenapa saya harus memakai baju ini ?” Angel sudah memikirkan hal buruk. Bagaimana jika Bram hendak menyerahkannya pada klien yang genit. Mungkin saja kan melihat paper bag yang Bram beri, berisi sebuah gaun yang tampak begitu cantik .Tidak ada jadwal pertemuan dengan klien ditambah lagi dia harus menemui Klien dengan gaun yang begitu cantik? Sungguh otaknya berpikiran yang tidak-tidak.
Bram tampak menghela nafas berat ,tangannya memutar arloji di lengan kirinya .Matanya membulat.“Angel jika Anda terus saja seperti ini .Maka kita akan membuang waktu .Klien kita mungkin tidak akan setuju dengan kerja sama .Dan pak Hans akan menyalahkan saya karena tidak becus mejaga tanggung jawab saat dia tidak ada .”
Angel tampak menimbang. Bodoh dia harus menghilangkan pikiran negatifnya. Mungkin ini karena traumanya beberapa waktu lalu jadi dia bersikap waspada. Dia juga kenal dengan Bram kenapa dia bisa berpikiran hal buruk tentang Bram .
“Baiklah tunggu sebentar !” Segera Angel berlari menuju toilet terdekat. Bram tampak memusut dadanya lega .
***
~Toilet Wanita .
Angel tampak kesulitan mengganti bajunya. Ruang begitu sempit menghambat pergerakannya. Dan juga dia sedang diburu waktu. Selesai dia sudah berganti menjadi menggunakan Gaun. Segera diambilnya baju kerjanya yang sengaja digantung tadi dimasukkan ke dalam paper bag .
“Klien apa? Kenapa aku tidak tau ? Astaga begini kan jadinya kalau dadakan .” Menggerutu di depan Cermin sembari menyisir rambutnya agar tergerai. Dia juga memoles sedikit bedak kemudian lipstik .Semua itu selalu dibawanya di dalam tas kecil nya.
Sudah beres .Angel segera berjalan cepat .
“Astaga Anda mengejutkan saya asisten Bram !” Mendapati Bram yang berdiri di depan toilet wanita .
“Ayo kita harus cepat .” Seruan Bram kembali membawa langkah Angel semakin buru-buru .
“Dimana tempatnya .Saya akan segera menyusul .Saya harus mengambil mobil saya dulu .” Angel berucap dengan tangan yang sibuk membuka isi tasnya .
“Tidak itu akan memperlambat waktu, sekretaris Angel .Waktu kita semakin mepet.Silahkan ...” Bram sudah membuka pintu mobil .Tidak ada pilihan Angel segera masuk ke dalam mobil .Bram masuk ke bagian depan sebagai pengemudi .Kening Angel berkerut dalam mendapati Bram yang terus saja melirik ke arah Jam tangannya .Laki-laki itu tampak sangat sibuk mengemudi sembari memegang ponsel .Sepertinya dia mengetik pesan dengan satu tangan lainnya .
Semoga kami tidak gagal .Kenapa rasanya semuanya sangat aneh ya .Astaga Angel kenapa kau berpikiran buruk .Sadar-sadar!!.
***
Mobil Bram membawa Angel pada tempat yang tak dikenal .Dia kemudian mengikuti langkah lebar Bram yang tampak tergesa -gesa .
__ADS_1
Kenapa aku jadi deg-deg an.Angel-angel sadar!!.
Saat Bram berhenti Angel juga berhenti .Dia melihat sekitar yang tampak sepi .Apa benar Klien mereka ada disini .Kenapa tempat ini tampak seperti tak bernyawa .
“Angel, Silahkan masuk lebih dulu .Saya harus mengambil berkas.Saya lupa berkasnya tertinggal di mobil .”
“Saya akan menunggu Anda saja asisten Bram. Saya tidak nyaman jika harus menemui Klien sendiri .” Mana tempatnya sepi begini lagi .Bagaimana jika klien kita melakukan sesuatu yang buruk padaku .
Angel menunjukkan raut wajah memohon .Bram mengulas senyum tipis .
“Beliau tidak suka menunggu .Setidaknya jika Anda lebih dulu masuk. Anda bisa menjelaskan saya mengambil dokumen .” Ya dokumen omong kosong .Bram tampak melarikan arah pandangnya .
Angel memicing curiga .Mendapati Bram yang bertingkah aneh .Dia tampak menimbang-nimbang .“Ayo cepat masuk!Tenang saja saya akan segera menyusul .” Kembali di sudutkan akhirnya Angel menganguk dan mengambil langkah lebar mulai berjalan menuju tempat pertemuan .
Semoga semuanya lancar ...
Batin Bram seraya berbalik .
***
Degup jantung Angel semakin menjadi di setiap langkahnya. Entah kenapa bukannya semakin cepat tapi langkahnya semakin pelan dengan kening yang tak henti berkerut dalam. Matanya menyapu sebuah tulisan yang tampak begitu apik di suguhkan.
Pada langkah pertama ia menemui buket bunga besar pada dinding lorong. Buangnya segar yang tampak masih baru.
Semakin bertanya-tanya apa ia masuk ruangan yang benar? Atau salah?
Ia kembali meneruskan langkahnya. Kali ini ia diterjuni oleh berbagai confeti.
“Tunggu! Apa aku sudah mengacau acara orang?” Aataga Angel merasa sungkan. Apa orang yang menyediakan dan menyiapkan ini berpikir bahwa dia adalah orangnya.
Pahala Angel kesini ingin menemui kliennya. Baiklah dia akan menjelaskan pada orang itu.
Langkahnya semakin cepat.
“Wanitaku Datanglah. Aku menunggumu.”
Suara itu tiba-tiba menggema ditengah langkah Angel yang tergesa. Tapak demi tapak lalui dengan tanya besar.
Mengapa ini begitu romantis. Aku pasti sudah salah tempat. Tapi asisten Bram mengatakan bahwa memang disini tempat bertemu kliennya. Ah sudahlah aku memang sudah mengacau sekarang.
Tidak mau berpikir panjang lagi. Langkahnya kembali membawanya masuk lebih dalam. Angel berhenti tat kala langkahnya menghidupkan satu persatu lampu, menerangi tempat itu. Heran namun dia kemudian melangkah lagi .
“Wah...Apa aku tidak salah tempat?”
Kembali melangkah Angel sampai seluruh tempat itu Tempak bersinar begitu indah. Angel membekap mulutnya mendapat sebuah pemandangan yang begitu mengagumkan.
__ADS_1
Kakinya bergetar, merasakan haru, cemas, heran dan berbagai emosi yang bergelayut di dadanya. Matanya di hadapkan pada layar yang begitu lebar .
Film berdurasi pendek disajikan .
Mata Angel tak bisa lepas menyoroti layar .
“A-apa ini ke-kenapa gambarku a-ada di sana .”
Ya! Dilayar tersebut menampilkan dirinya yang begitu cantik. Ada beberapa yang dikenalnya, potret tersebut salah satu postingan di instagramnya. Yang membuat hatinya kalut dalam degupan jantung yang tak berhenti hingga matanya merasakan keharuan adalah dimana ...terdapat tulisan dengan potretnya bersama sang kekasih Hans Prasetyo .
“Wanitaku yang cantik .Wanitaku yang Paling berharga .”
Slide potongan selanjutnya .
Saat Angel makan ice Cream satu-satunya orang yang mengambil gambar itu .Gambar dia memakan Ice Cream dengan jaket adalah kekasihnya Bram. Angel membekap mulutnya. Matanya tampak mencari-cari sosok yang mungkin telah merencanakan semua ini.
Apa ini dia apa memang dia yang menyiapkannya .Dimana dia ?.
“Tunggu! Pangeranmu Akan segera Tiba.”
“Pangeran Luar biasamu .”
“Ini benar-benar dia aku yakin. Tidak ada yang bisa menyamai nya. Berkata percaya diri dengan gaya sombongnya ...”
Angel tertawa dengan haru .Dia tak bisa lagi bersabar terus melarikan arah pandangnya ke segala tempat mencari sosok yang dia rindukan .Sosok yang dia cintai .
Suara musik yang mendayu dengan begitu Gagah. Membuat arah pandangnya segera menyoroti. Dibawah lampu itu.
PANGERANNYA!! .
Pangeran Tampannya Hans Prasetyo!!.
Buliran tangis bahagia mengiringnya dengan langkah lebar berlari menuju pangerannya .Dan memeluknya erat .
PANGERANNYA❤️
“Pangeran Tampannya Hans Prasetyo”.💞
“Aku merindukanmu My Angel” Bisik Suara pangerannya. Dengan mendekap si putri .
.
.
Happy reading
__ADS_1
~Tyatyut