
Pagi-pagi sekali Angel mendapatkan pesan singkat dari sang kekasih.
[Hans:Aku tidak ke kantor hari ini.Jangan merindukanku...]
[Hans:Jangan terlalau memikirkanku❤️❤️]
Gambar hati di ujung pesan .
Dia tidak pergi ke kantor hari ini. Pesan singkat itu membuat Angel merasa terganggu ada apa gerangan? kenapa tidak ke kantor ?
Berulang kali dia mengetik kata yang cocok untuk bertanya, dan berulang kali pula dia menghapusnya . Akhirnya dia memutuskan untuk tidak mengirim pesan dan menunggu saja .
Kenapa tidak pergi bekerja .Padahal agenda banyak sekali hari ini. Apa mungkin terjadi sesuatu ?Tidak-tidak jangan berpikiran aneh Angel. Fokus bekerja fokus .
Dia mensugesti dirinya untuk fokus namun ternyata tidak berhasil. Angel tidak fokus dengan pekerjaannya, matanya menatap layar komputer, namun pikirannya melayang ke sana kemari. Melirik ponsel yang tergeletak di samping keyboard komputer berharap ada notifikasi pesan ataupun panggilan telpon lagi.
Jari tangannya berhenti menekan tombol keyboard komputer .Dan mengambil ponselnya memeriksa dengan pasti tanggal tepat hari ini. Ada sekelebat ingatan yang membuat ia bergegas membuka ponselnya .
“Astaga benar tanggal 2 .”Memejamkan matanya sebentar dan menghembuskan nafas pelan
Dia sekarang ingat kebiasaan kekasihnya itu, tidak sebelum menjadi kekasih Hans adalah atasannya. Kebiasaan atasannya itu setiap tanggal 2 Agustus tidak pernah ke kantor ,dan angel tidak tau menahu, apa alasan atasnya itu tidak pergi ke kantor karena dulu dia tidak peduli sama sekali.
Tapi sekarang situasi sudah berbeda ,rasanya ada sesuatu yang mengusik pikirannya.
“Memangnya ada apa ditanggal 2? Aku sungguh belum mengenal lebih dalam tentangnya .”Angel merasa bersalah.
Pekerjaan hari ini banyak di handle tentu saja faktor utama salah satunya ketidak hadiran sang CEO. Angel sibuk memberitahukan via telpon ke beberapa orang yang telah membuat janji . Kesibukannya itu sejenak membuat dia lupa pikirnya tentang Hans.
"Ya tolong disampaikan .Maaf"
Menutup gaggang telpon dan menghela nafas kasar .Matanya melayang melihat ke sembarang arah .
***
Cafe Coffeee
Tiga serangkai sekarang sedang berada di cafe cofeee memesan es americano untuk menyejukkan tenggorokannya. Mereka mengantre untuk mendapatkan es americano.
“Terima kasih ya mba...”Ucap Vina dan Dina bersamaan.
“Iya sama-sama .”Sang pelayan cafe memberikan senyum
Dari tadi Angel tidak terlalu fokus, Dina dan Vina sudah berdiri menyamping dari tempat pengantrian. Angel tersentak saat pelayan cafe, memberikan es americano pesanannya .
“Terima kasih ”Menerima es americano
Dia lekas-lekas berbalik, tanpa sengaja es americano nya terjatuh, dan menyebabkan keributan .Para pengantre memundurkan tubuhnya karena hampir mengenai mereka .
“Astaga maaf semua maaf .”Ucap Angel dan segera membersihkan tumpahan es americano tersebut.
“Kacau sekali...Angel sadar Angel dia tidak menghilang dia hanya tidak pergi bekerja itupun belum sampai full satu hari penuh .Astaga aku perlu Aqua sepertinya .”
Berusaha menyadarkan dirinya .
Dina dan Vina tersentak dan segera membantu temannya, mengambil tisu untuk membereskan lantai bekas tumpahan es americano .
“Astaga ngel, kenapa nggak hati-hati. ”Dina berujar lembut
Angel berusaha mengukir senyum diwajahnya .”Hah gak sengaja ini Din vin..udah Aku aja yang bersihin. “Angel tidak ingin Dina dan Vina ikut-ikutan membersihkan masalah yang dia buat sendiri .
“Gak biar cepet selesai .”Ucap Vina ,dan mengambil kembali tisu, Dina tidak menjawab Angel melalui suara melainkan tindakannya yang juga tidak berhenti membantu Angel.
“Astaga kenapa dia sampai menjatuhkan pesananya.”
“Wah sepertinya dia tidak fokus.”
“Kacau sekali ini.Aku ingin segera mimum cofe.”
Terdengar suara-suara tidak menyenangkan dari para pengunjung cafe, karena insiden itu.
Ada suara yang paling menyesakkan telinga Angel.
Suara itu berasal dari Seorang pria.
“Lihat itu...dia mempermalukan diri ditempat umum ,aku tidak bisa membayangkan mungkin kehidupannya penuh dengan hal memalukan.ck”
Apa yang baru saja orang itu katakan! Rasanya hati Angel mendadak sendu ada juga campuran amarah disana.
Haruskah orang itu berkata kasar, hanya karena Angel menumpahkan es americano .Lagipula es itu bahkan juga tidak menyentuhnya sama sekali.
Dina yang kala itu juga mendengar jelas ucapan pria yang bahkan tidak dia kenal namanya. Rasanya dia orang yang paling marah disini, walaupun bukan dia yang dibicarakan oleh sang pria.
Dina bangkit dan melempar tisu yang sudah basah karena, es americano tadi dan mendarat tepat di depan seorang pria yang membuat telinganya memanas .
“Kau sudah gila .”Hardiknya tidak terima
Dina tidak merasa bersalah sama sekali melempar tisu ke hadapan pria ini. Dia makin memincing matanya kesal.
“Kau yang gila disini. Mana ada orang waras berpikiran sempit “Ujar Dina, dia tidak segan mengacungkan jari telunjuknya tepat ke hadapan pria tersebut
"Apa sempit ?" Ulangnya tidak faham sekaligus tidak terima .
Angel dan Vina yang kala itu terkejut segera menghampiri Dina .Angel berusaha menghentikan dina berbicara dengan menariknya namun Dina menahan berat tubuhnya hingga tak bergerak ketika ditarik Angel
"Udah Din jangan diladenin."
"Gak bisa Ngel.Orang kayak dia nih yang sebenarnya banyak buat malu "
__ADS_1
Dia tidak ingin menimbulkan Masalah lagi ,cukup lah hanya menebalkan telinga saja toh itu semua tidak benar adanya.
“Apa kau bilang.” Seru sang pria tidak terima dia mulai meninggikan suaranya juga, sepertinya Ia terbawa emosi.
“Iya banyak buat malu karena omong kosong. Memang kau kenal siapa sahabatku. Kau tadi menjelekan dia disudut ruangan dengan mengatakan dia banyak membuat hal memalukan dalam hidupnya... ” Tuduh Dina memegang kedua bahu Angel ,suaranya terdengar meninggi hingga menarik perhatian pengunjung cafe.
“Sudah Din gak usah di perbesar masalahnya. ”Lerai Angel lagi,dia malas untuk memperkeruh suasana.
“Ck udah ngel ,kamu diem aja orang kaya gini harus diberi pelajaran "
“Ada apa dengan wanita-wanita ini”ujar sang pria sinis, menatap satu persatu wanita dihadapan nya yang tidak lain adalah tiga serangkai.
“Heh ada apa ? Kau yang ada apa, kau bahkan tidak mengetahui nama sahabatku ini .Kau hanya melihat dia melakukan kesalahan sedikit , itupun kesalahan yang bahkan tidak membuat tubuh dan hatimu sakit sama sekali. Tapi kau berani berkomentar tentang kehidupan sahabat kami seolah-olah kau mengenalnya dekat!” Keluar sudah suara oktaf Dina, kali ini Vina sangat senang mendengar suara dina yang meninggi tidak seperti biasanya, mungkin salah satunya karena dia juga mendukung ucapan yang dilontarkan Dina.
Good Din good baru kali ini Aku seneng dengar suara cempreng Kamu berkoar .
Batin Vina
Vina yang kala itu berada disamping Dina juga tersulut emosi dan semakin memincing kan matanya dia tidak terima sahabatnya dikatai seperti itu.
“Iya benar berani sekali kau berkata seperti itu!!”Vina memajukan dirinya agar lebih dekat ,memberikan tatapan horor pada sang pria.
“Kau bicara apa?! ”Sang pria sekarang tidak mau mengakui ucapannya ,berpura-pura tidak mengerti
“Heh jangan berpura-pura bung!...Bertemu hanya kurun waktu kurang dari 5 menit dan kau bahkan bisa menebak kehidupannya ...Wah hebat sekali ...prok ...prok...prok... .”Dina benar-benar membuat pria di hadapannya itu malu
Semua orang yang berada disana tidak sedikit yang membenarkan ucapan Dina ,laki-laki ini tidak dapat berkata apa-apa. Seharusnya tidak boleh menjudge orang kita bahkan belum benar-benar mengetahui kehidupan orang tersebut. Dan kita Hanya melihat sekilas .
“Jangan pernah Dengan mudahnya mulutmu ini berkata tajam! Kau bahkan tidak benar-benar mengenal sahabatku, bagaimana perjuangan hidupnya yang sesungguhnya. Bagaimana lika-liku hidupnya. Ku harap mulai sekarang mulut ini bisa mengendalikan omongannya ! ”Dina memberikan peringatan keras ke hadapan sang pria. Jari telunjuknya mengacung tanpa sopan santun ke depan pria ini.
“Kalau tidak aku akan menyemprot mulutmu dengan semprotan pemadam kebakaran ,mulut ini sangat berapi”. Kata-kata Dina membuat sang pria mengepalkan tangannya, untung saja dia tidak meninju Dina .
“Ayo ngel. ”Ajak Dina ,sembari memberikan tatapan horor kembali pada pria tadi.
“Awas Kau. ”Vina memberikan peringatan kepada sang pria dan kemudian berbalik ,menyusul sahabatnya .
Sang pria yang menahan malu sekarang .Dia juga mendapat cibiran dari pengunjung cafe .Langkahnya lebar meninggalkan cafe karena sudah terlalu malu.
***
Mereka bertiga sekarang berjalan kembali menuju perusahaan ,Angel berada ditengah mereka.
Angel sangat terharu melihat dina yang seperti ini .Dina yang bisanya otaknya sengklek ternyata saat marah sangat berbahaya.
“Makasih ya Din. ”Ucap Angel ,sembari mengukir senyum
Mereka masih berjalan beriringan.Dina kemudian menoleh ke arah samping dimana angel berada.
“Gak perlu ngel ,orang kayak gitu memang harus diberi pelajaran .Enak aja main ngomong sembarangan tentang kamu .”Suara Dina masih terdengar kesal
“Aju terharu ...baru kali ini si Dina ngomongnya bener ngel ,dan baru kali ini juga Aku ngedukung ucapan dia .”Vina mengatakannya dengan tertawa ,membuat perlahan mood Angel membaik
“Jadi selama ini Aku ngomongnya gak bener maksudmu vin?”
Vina tertawa geli sambil menggelengkan kepalanya.
“Bukan-bukan, tapi ngaco aja .”
“Beh minta catok nih .”
Dina memegang bahu angel
“Kamu juga kenapa sih tadi gak fokus ngel?.”
“Ehm banyak kerajaan aja.”Jawab Angel berbohong.
“Gak kayak biasanya .”Dina sepertinya curiga
Vina juga ikut menyahuti membela angel.
“Ya emang gak biasanya ...kalo kamu udah biasa .”Ujar Vina dengan gelak tawa
“Kamu ya ...sini emang mau ngajak berantem dari tadi ...sini ayo sini...jangan sembunyi dibelakang Angel ...”
Dina berusaha menjangkau tubuh Vina, namun Vina berlindung di belakang tubuhnya angel. Mereka bercanda tingkah perjalanan kaki mereka. Angel melupakan sekilas orang mood nya yang tidak baik Angel tertawa pecah ,karena dia yang digelitiki Dina.
Jalanan kaki itu ramai karena gelak tawa mereka.
***
Di lokasi yang berbeda,seorang pria nampak terdiam tidak banyak bicara. Memakai baju hitam jas hitam dan celana hitam nuansanya nampak sangat gelap ditambah raut wajah itu terlihat tidak ada cerah-cerahnya sedikit pun.
Hans dia adalah Hans sosok pria yang terlihat selalu arogan, sosok pria yang terlihat selalu memancarkan tatapan mengintimidasi, sekarang dia terlihat jauh berbeda dari hari biasanya.
Dia sekarang sedang mengulang duka per-tahunnya. Tepat hari ini adalah peringatan kematian seorang pria yang sangat ia kagumi semasa hidupnya ,yang sangat ia sayangi .Hingga pada saat pria ini menghembuskan nafas terakhirnya Hans adalah orang yang paling bersedih. Dia adalah kakek Hans .Sang kakek meninggal saat Hans beranjak usia 16thn ,dan rasa sayangnya masih belum pudar sampai saat ini pada sosok sang kakek.
“Hans mamah sama papah pulang dulu ya...”
Sejenak suara itu mengalihkan perhatiannya melirik sekilas pada sang ibu tanpa senyum Hanya menjawab melalui anggukan kepala ,dia masih setia ingin disini tidak ingin lekas pulang.
Sang ibu melirik suaminya ,merasa berat meninggalkan anaknya sendiri .
“Jangan lama-lama disini ,segera pulang ya...”Mama Rina berujar sangat lembut.
Papa Fadli kemudian menggandeng sang istri untuk keluar dari lokasi pemakaman.
Setelah ditinggal oleh orang tuanya Hans menatap makam sang kakek dia mengelas nafas berat. Kemudian memasang senyum terpaksa.
__ADS_1
“Kek..Aku sudah memiliki perempuan yang aku cintai .”Hans bercerita ,berharap sang kakek mendengarnya di alam sana.
“Kakek tau dia sangat cantik ,sangat imut ,aku sangat menyukainya .Aku sangat bersyukur dia bisa menerimaku sekarang. Dia wanita yang tidak mudah didapatkan ,haha ,aku bahkan sempat ditolaknya kek .Kakek percaya itu seorang Hans ditolak. Lucu sekali...”
“Aku akan memperkenalkannya nanti kepadamu ...”Sudah Hans tidak bisa lagi mengukir senyumnya.
Selepas berbicara tentang angel wanita yang dia cintai Hans hanya duduk termenung hingga hari mulai gelap .Jatuhnya rintik hujan menyadarkannya untuk segera pulang. Dengan berat hati dia beranjak pergi dari pemakaman itu.
***
Hans melajukan mobil menuju arah jalan pulang rumahnya. Sampai saat ini dia belum makan sama sekali karena terlalu hanyut dalam dukanya.
Sembari menyetir mobil Hans mengambil ponselnya tiba-tiba saja dia teringat dengan wanita yang hampir seharian ini tidak terlihat dimatanya .
Tanpa pikir panjang Hans kemudian membelokkan mobilnya didekat persimpangan tidak jadi pulang kerumah ,tujuannya saat ini adalah rumah sang kekasih .Perjalanannya penuh perjuangan matanya terasa kabur beberapa kali, hantaman rasa pusing juga ia rasakan.
***
Malam hari
Cuaca malam ini ternyata begitu mendung, Angel melihat ke arah luar jendela .Tangannya dari tadi selalu memegang ponsel ,berharap Hans menghubunginya .
Dia merebahkan tubuhnya di kasurnya. Kemudian berjalan kesana kemari .Hujan mulai turun.
Pintu rumahnya diketuk ,membuat Angel setengah berlari membuka pintu rumah.
Matanya membulat sempurna melihat orang yang berada didepannya campuran rasa lega dan khawatir langsung menggelayut didadanya .
lega karena orang yang dicemaskan nya seharian ini ada didepannya . Cemas dengan
aura sang kekasih yang terlihat sangat mendung.
Tampak Hans Disana orang yang sangat dia khawatirkan ,dibawah payung hitam itu Hans menatap Angel wajahnya setengah pucat. Tidak ada tampilan sempurna seorang Hans seperti bisanya, raut wajahnya sedih .Tidak ada Hans yang perfeksionis disini ,tidak Hans yang selalu menunjukkan wajah tegas ,disini hanya terlihat sosok pria yang nampak menyedihkan.
“Angel. ”Ucapnya kemudian payung yang ia pegang terjatuh
Mata Angel membulat terkejut ,Hans sudah oleng didepan matanya .
“Pak Hans ...eh eh eh. ”Angel menangkap tubuh Hans yang hampir terjatuh
“Astaga pak ...pak ...sadar pak!.” Angel berusaha mengguncang tubuh itu
Sepertinya Hans pingsan ,Angel membuka lebar pintu rumahnya dan menarik Hans setengah paksa. Menyeret Hans dengan mendekapnya kaki Hans terseret ,tidak mungkin dia menggendong Hans ala bridal style tubuhnya lebih kecil dari Hans.
“Eh ...eh ”Angel mengerang merasa tubuh Hans sangat berat
Sebentar lagi mereka sampai di kamar angel .Angel segera menghempaskan tubuh Hans .
“Astaga maaf pak bukan maksud kasar...tapi memang kondisi.Ini kenapa bisa jadi kayak gini sih?...”Angel berucap takut
Ia berlari mengunci pintu dan kembali berlari Kedalam kamar dia sangat sibuk bercampur rasa cemas, melepas jas Hans. Ia mengatur tubuh Hans agar berbaring sempurna. Hans benar-benar pasrah sekarang.
Dengan telapak tangannya Angel memegang dahi sang kekasih mengecek suhunya . Panas dahi itu terasa panas!.
“Kompres ia kompres!”
Angel kembali berlari ke dapur ,untuk mengambil kompres .Dia membawa baskom yang berisi air dan handuk kecil wanita itu setengah Berlari ke kamar .
Memeras kompres dan menempelkannya didahi Hans ,dia menyingkirkan rambut-rambut Hans yang jatuh .
“Astaga kenapa bisa demam begini. ”Angel sangat khawatir sekarang, matanya memanas sangat sedih melihat kondisi Hans seperti ini. Tidak pernah sekalipun Angel melihat sosok Hans yang seperti ini .
“Apa yang kamu lakukan seharian ini .Apa kamu melakukan hal yang sangat berat ,hingga menguras tenagamu habis .”Bertanya kepada Hans ,namun dia tidak berharap mendapat jawaban .Untuk sekarang ,tapi nanti saat Hans pulih dia akan menanyakannya.
Berulang kali Angel mengompres dahi Hans dengan handuk basah.Keningnya berkerut dalam ,hatinya sedih melihat keadaan sang kekasih .
Perlahan dia menyusuri alis sang kekasih dengan jari tangannya kemudian ,jarinya bergerak turun mengusap pipi sang kekasih lembut .Tatapan sendu dia layangkan.Kepalanya kemudian mendekat ,dan cup satu kecupan dia berikan dibibir pucat itu.
Hans nampak meringis dia mengubah bergerak gelisah merasa tidak nyaman .
Angel kemudian menepuk-nepuk pelan lengan Hans membuat Hans nyaman merasakan kehadirannya.
"Aku tidak menyangka bisa melihat sisi lemah dirimu .”Menatap wajah Hans dengan guratan sedih
“Aku tidak menyukainya ,aku lebih menyukai kamu yang sering bersikap sombong .”Imbuhnya
“Ayo lekas sembuh .Hans ku."
Sudut bibir Hans nampaknya agak tersenyum ,dia bermimpi didalam mimpinya Angel memanggilnya Hans ku.Dan itu membuatnya senang. Mungkin ini efek antara sadar dan tidak .
Malam ini Angel banyak terjaga ,mengganti kompres setiap beberapa menit ,berusaha menurunkan suhu panas tubuh Hans. Dia bahkan sampai tertidur sambil duduk di samping Hans.
Ketika terbangun dia kembali mengecek suhu tubuh Hans ,suhunya mulai turun dan itu membuat Angel bernafas lega .
Dia kemudian berdiri melakukan peregangan ringan ,dan menuju lemari mengambil selimut dia akan segera tidur tapi tidak dalam satu kasur dengan Hans .Dia akan menuju sofa ruang tamu yang cukup menampung tubuh mungilnya.
Sebelum benar-benar beranjak keluar kamarnya sendiri ,Angel membenarkan selimut yang membalut tubuh Hans .Menatap sebentar raut wajah Hans yang mulai tenang dia mengambil bantal yang berada disamping kepala Hans ,baru kemudian dia keluar dan menutup pintu kamar.
.
.
.
Bersambung.
Happy reading
__ADS_1
salam otor
~tyatyut