
Banyaknya orang yang lalu lalang, membuat Hans menjadi siaga. Dia mendekap Angel yang berada disampingnya sembari terus berjala. Takut jika tubuh Angel nantinya limbung saat tak sengaja bersentuhan dengan orang-orang .
“Apa mereka tidak punya mata?! Lihat-lihat kenapa dia menabrak, Angelku!”
“Maaf kalau berjalan tolong jangan larut dalam bermain ponsel. Di berita ada orang yang mati tenggelam karena sibuk bermain ponsel dan jatuh di danau .” Terang Hans pada seorang perempuan yang menabraknya Angelnya tadi . Dia kemudian berlalu dengan santai setelah memperingati perempuan tadi. Tidak melihat raut wajah pias dari sang perempuan.
Dibalik wajah tampannya, juga terdapat lidah yang begitu tajam .Otak yang begitu cerdik yang mengasah mulutnya untuk membungkam dan memberikan kesan buruk untuk orang-orang.
Angel masih dibuat terperangah.
“Kenapa berkata seperti itu? Dia tidak sengaja .” Menengokkan kepala ke arah Hans.
“Cih, tidak sengaja kau bilang?! Jika dia tidak sengaja maka dia akan langsung meminta maaf. Tapi kau lihat yang dia lakukan terdiam seperti orang bodoh didepan kita, menghambat jalan kita .” Berkata bersungut-sungut .Diciumnya pelipis Angel meredam rasa kesalnya. Kaki mereka terus berjalan .
“Hah? memangnya kau tidak melihat dia terperangah karenamu.” Hanya Membatin.
“Tapi sepertinya ...”
“Sudah jangan dibahas lagi. Membuat mood ku buruk saja .” Selanya dengan raut wajah kesal .
“Baiklah-bailkah. Aku cuma mau bilang ,sepertinya dia tertegun dengan ketampananmu. Makanya dia seperti orang bodoh .Tapi orang tampan memang tidak menyadari bahwa mereka menjadi magnet yang selalu menarik perhatian ya... .Huh aku iri sakali.”
Lampu di setiap tempat menjadi penerang. Acap kali Angel menoleh ke arah sumber suara yang terdengar menawarkan sesuatu yang menarik. Matanya selalu menjelajah kesana kemari selalu menemukan hal yang menarik .
Mereka sedang memakai pakaian biasa. Karena malam cuaca cenderung dingin jadi mereka menggunakan jaket. Saat ini mereka sedang berada di pasar malam. Hans ingin berkencan di pasar malam. Dia tertarik saat Angelnya pergi tanpa mengajaknya beberapa hari lalu . Kesal bercampur penasaran saat itu namun dia menahannya. Tapi tetap saja dia menggagu Angelnya saat itu. Karena takut jika ada laki-laki yang menggoda Angelnya saat di pasar malam.
Bahkan Hans sempat berseluncur di jejaring internet mencari informasi lebih dalam tentang pasar malam. Mungkin sewaktu kecil dia pernah ke pasar malam. Namun sekarang dia sudah lupa .
“Kenapa ramai sekali sih orangnya “ Menggerutu sebal. Rasa penasarannya sudah pupus saat pertama kali menjejak langkah memasuki pasar malam. Angel memutar bola matanya sedikit melirik ke arah kekasihnya itu.
” Ya memang begini, Kan ini pasar malam.” Seru Angel santai menjelaskan singkat juga. Mengatakan bahwa dia tidak terpengaruh .
Dahinya mengernyit ,raut wajahnya menandakan bahwa dia tidak suka .
“Aku menjadi bodyguard mu sekarang .” Dahinya mengernyit ,raut wajahnya menandakan bahwa dia tidak suka. Memang pada awalnya dia antusias tapi, melihat Angelnya acap kali bertabrakan, bersenggolan dengan orang-orang yang berlalu lalang. Membuat dia geram! Bahkan mayoritas yang bersenggolan bahu dengan Angel adalah laki-laki. Bukannya meminta maaf kebanyakan dari mereka menatap Angel dan memberikan senyum .Membuat rahang Hans mengeras .
Angel mengernyit heran dengan Hans .” Kenapa menjadikan dirimu bodyguard “ Tanya Angel dengan polosnya .
Hans hampir saja melototkan matanya, Angel dari tadi tidak memahami situasi. Bahkan terbilang santai .” Kau ini ! tubuhmu yang mungil ini mungkin sudah limbung dari tadi .Kalau bukan tangan kokohku ini yang menyangga tubuhmu.” Hans mengeratkan pelukan nya dari samping di bahu bawah Angel .
“Sial aku tidak selemah itu .Sekali senggol langsung jatuh .Dia meremehkan sekali tubuh mungil ku ini.”
Angel kamu tidak paham disini. Saat ini pikiran Hans hanya terpusat menghawatirkan mu. Meskipun bahasanya kurang disaring untuk lebih lembut.
Angel tidak mau berdebat matanya kembali berkeliling. Tanpa berkata dia merengkuh pinggang Hans dan bergeser bergerak ke samping .” Kenapa ?” Tanya Hans heran dan menatap mata polos Angel .
“Mau lihat barang-barang itu lucu-lucu kayaknya “ Seru Angel cepat. Ekspresi senangnya bahkan juga ikut terlihat imut. Membuat Hans mengulum senyumnya.
Angel mengamati barang-barang yang berada di depan matanya. Perhatiannya tertuju pada sebuah bando lucu yang dapat dibentuk di kepala .”Bu mau lihat bando itu Bu “ Angel menunjuk sebuah bando yang menjadi daya tarik matanya.
Ibu penjual mengambilkan bando dan menyerahkannya ke Angel .” Kenapa kau membeli bando, seperti anak kecil “ Cibir Hans
“Memangnya kau mau memakai bando mau pamer kesiapa?” Kesal membayangkan Nagelnya berkeliaran dengan bando di kepala pasti semakin menggemaskan.
“Memangnya Kenapa? ini juga bukan untuk dipakai sehari-hari. Hanya dipakai untuk menahan rambutku, saat aku memakai masker “ Tutur Angel dengan dengusan kecil .
“Kalau begitu ambil yang banyak.” Pikiranya salah tadi, sudah tersenyum sekarang.
“Kenapa aku hanya perlu satu “ Angel mengangkat bando yang Sudah dia pilih tadi. Ibu penjual tampak senyum-senyum melihat dua pasangan yang terlibat pembicaraan itu .
“Ya sudah berapa Bu?” Tanya Angel “ 15 Ribu.” Jawab ibunya sembari memberikan senyum ramah.
Angel berusaha mengambil uang pecahan 20 ribu dari dalam tasnya, namun matanya menangkap gerakan tangan yang menyodorkan sebuah kartu kepada ibu penjual . Kartu debit yang benar saja Hans menyerahkan itu .
“Bayarnya pakai ini Bu “ Ibu penjual tidak menyambut pemberian kartu tersebut. Hans terheran hingga membuat dahinya berkerut .
“Disini tidak nerima pembayaran pake kartu, Tuan “ Sahut ibu ramah. Ibu penjual juga tampak tertawa geli .Dia tau mungkin ini kali pertama laki-laki di depannya ini ke pasar malam.
__ADS_1
“Ha ,terus.” Hans bertanya lagi heran kenapa tidak bisa membayar dengan menggesek kartu .
“Bayar pake cas “ Sahut ibu itu lagi .Hans mengangguk .Dari tadi Angel juga ikut tersenyum, dan dia Sudah berhasil mengambil uang pecahan 20 RB dari dompetnya .” Bu ini...”Belum selesai dia bicara dan menyodorkan uang 20 RB Hans menahannya .
“Kau ini biar aku yang bayar. Kau pikir aku tidak punya uang kes !” Serunya matanya menelisik dalam dan menghujam dalam “ Bu-bukan ya begitu tapi ini kan barangku “ Sahut Angel dengan suara yang lembut .
“Biar aku yang bayar oke “ Seru Hans dia sempat mengelus rambut Angel. Wanita itu kemudian mengangguk pasrah. Hans memberikan uang 50 RB dari dompetnya dia mengatakan tidak usah memberikan kembalian .Ibu penjual mengucapkan terima kasih, yang disambut dengan raut wajah Angel yang tersenyum. Hans hanya tersenyum tipis. Ternyata uang yang tidak ingin dia ambil kembaliannya itu. Mendapatkan sebuah ucapan terima kasih yang begitu tulus. Hingga dia menjadi sedikit salah tingkah .
Mereka berlalu lagi kembali melanjutkan jalan. Melihat satu persatu hal-hal yang menarik di pasar malam. Sebenarnya menurut Hans yang paling menarik di pasar malam ini adalah Angelnya .
“Kesana yuk mau beli Es krim “ Ucap Angel. Mata Hans menyipit melihat lokasi yang ditunjuk Angel disana terdapat truk mobil dengan lampu kelap kelip di berbagai sisi . Spanduk es krim terlihat begitu menarik .
“Es krim nya dua .Mau rasa vanila satu ... kamu? “
“Vanila “ Hans menyebutkan rasa yang sama dengan pesanan Angel. Dibawanya Angel dalam pelukannya dia ingin menyembunyikan Angelnya. Semakin-kesini semakin banyak pasang mata yang terus melihat ke arah mereka. Membuat dia gusar dengan pandangan itu.
Salahkan dirimu Hans yang terlihat begitu tampan meskipun hanya menggunakan jaket Hoodie. Salahkan dirimu Hans yang memiliki tubuh profosional hingga membuat mata sulit berpaling .
Salahkan juga visual kalian yang menjadi pasangan yang begitu serasi hingga membuat pasang mata selalu iri .
“Kenapa sih peluk-peluk? itu es krimnya gak ketauan kalau udah jadi “ Seru Angel .Dia berusaha mendongak untuk bisa saling bertatapan dengan Hans . “Aku yang mengurusnya kau diam saja! “ Seru Hans wajahnya terlihat galak saat ini . Membuat Angel terheran .Namun tak urung Angel pasrah dan mengiyakan .
“Ini es krimnya “ Penjual es krim menyerahkan dua cup es krim rasa vanila yang sudah jadi. Hans bergerak merubah posisi tangan Angel dilingkarkan nya di pinggangnya dengan Angel berada disampingnya .
Angel mengalihkan pandangannya agar tidak bersibobrok dengan mba penjual es krim. Sepertinya mba itu tampaknya malu saat Melihat mereka berdua .Sama halnya dengan Angel yang menyembulkan rona merah di wajahnya. Jika dilihat dirinya sekarang yang terlihat bermanja-manja dengan Hans .
“Kenapa dia bersikap begini, sih.”
“Duduk sini “ Hans menarik kursi agar Angel duduk lebih dulu, dua cup es krim dia letakan di meja .
“Terima kasih “ Angel memberikan senyum manis .”iya “ Hans menjawab sembari mengusap lembut rambut Angel yang terkepang cantik .
Satu suap es krim membuat mata Angel menyipit dan melebarkan senyum .“Emm, sangat manis.”
Komentar Angel dia mengambil lagi dengan suapan besar .“ Makan yang pelan.” Seru Hans .
“ Kenapa bibirnya begitu menarik .Astaga aku ingin menciumnya sekarang .Sadar Hans sadar ini tempat umum .”
“Kenapa?” Tanya Angel dia merasa aneh ketika Hans beralih pandang, padahal tadi selalu melihat ke arahnya .” Kenapa kau seperti anak kecil. Makan saja berantakan “ Cibir Hans seraya mengusap dengan jari jempolnya bekas es krim di bibir Angel . Wanita itu hanya acuh dan melanjutkan makannya .
“Habiskan ini “ Hans menyerahkan cup es krim yang baru sedikit dimakannya .Dia lebih tertarik melihat Angel makan es krim .” Kenapa ?” Angel mengerti bingung .
“Tidak mau ya sudah “ Gerakan tangan Hans hendak mengambil kembali cup es krim yang disodorkannya tadi .”Eh siapa bilang tidak mau! Sini “ Senyum Angel mengembang dan kembali memakan es krim milik Hans . Hans mengeluarkan ponselnya lalu mengabadikan foto cantik Angel yang sedang makan .” Sini lihat kamera.” Pintanya ,dengan malu-malu Angel melihat kamera memamerkan es krim dengan sedoknya kalau wajahnya tersenyum manis matanya menyipit .
“Astaga kenapa Angelku cantik sekali “ Puji Hans .Angel meredam rasa malu karena pujian dengan kembali memakan es krim . Hans lebih asik melihat Angel makan. Dagunya bertopang pada telapak tangannya .
Selepas makan es krim mereka bergandengan tangan kembali mencari sesuatu yang menarik lagi .
“Sini .Hadap sini “ Seru Hans ,mereka berhenti ditengah perjalanan. Angel menurut menghasilkan matanya dengan polos “ Kenapa kau terlihat cantik sekali sih. Tutup rambutmu “ Hans mengambil tutup kepala yang langsung bersambungan dengan jaket .Memakaikannya dengan sempurna di kepala Angel.
Siapa sih yang cantik disini dari tadi memuji terus .Dia risau karena banyak mata yang melihat .Tolong sadari kau disini yang terus dilirik mereka bukan aku .
“Kenapa “ Hans kesal lagi sekarang .Angel menggeleng jika dia mengeluh mungkin wajahnya akan selalu disembunyikan Hans. Lebih parah dari saat ini .
“Lebih baik begini wajahmu tidak terlalu terlihat “ Serunya merasa senang .Angel mendengus kecil .
“Awas saja kalau berani membukanya !” Hans memberikan peringatan. Angel melotot dan berdecih pelan .” Iya iya “ Sahut Angel pasrah dan tampak menampilkan senyum terpaksa . Hans menangkap rasa kesal di wajah Angel ,namun dia tidak mempedulikannya . Lebih baik dia mendapatkan kekesalan Angel. Dari pada dirinya kesal setiap detiknya .
“Apa yang tinggi itu ? “ Tanaya Hans penasaran. Angel mengarahkan bola matanya ke tempat yang sama seperti yang Hans lihat . “ Bianglala “ Ya ternyata Hans sedang melihat bianglala. Matanya tertarik untuk melihat wahana itu .Kepalanya mendongak untuk lebih leluasa melihat keseluruhan .
“Mau naik ?” Angel melihat ketertarikan Hans hingga menawarkan itu .” Memang bisa dinaiki orang dewasa?.Itu terlihat kecil “ Serunya tidak percaya jika benda itu bisa mereka naiki. Dari bahan sini dia melihat bianglala itu terlihat kecil .
“Haha bisa kok. Ayok ,nanti bisa lihat pasar malam dari atas .Pasti bagus keliatannya “ Tutur Angel .Hans tampak semakin tertarik untuk mencoba wahana bianglala . Dia menurut ketika langkah kaki Angel menariknya untuk lebih dekat ke arah bianglala .Sedekat ini dia harus mendongak lebih .Bahkan rasanya lehernya akan patah jika terus mendongak .
“Haha Haha kau lucu sekali .Apa ini pertama kalinya ? “ Angel terkekeh geli melihat reaksi Hans .
“Ehm tidak mungkin “ Jawabannya cepat berusaha menyembunyikan fakta berbohong .sebenarnya bukan sepenuhnya berbohong mungkin suku-suku sekali dia pernah ke pasar malam dan naik bianglala .Tapi dia lupa keran mungkin itu hanya saat dia kecil .
__ADS_1
Angel masih tidak percaya .”Tidak sepertinya benar .Iya kan iya kan “ Angel menunjuk-nunjuk wajah Hans dengan jarinya .”Kau ini banyak bicara sekali “ Seru Hans dia tidak suka Angel memojokkannya .
Astaga dia imut sekali .Tenyata maksimal kesini aku makin menemukan sisi lain dari dirimu .Lihat keningnya itu berkerut dalam tapi masih terlihat lucu .
Batin Angel
Mereka berdiri dibawah bianglala menunggu giliran .Ternyata ada efeknya juga membuat wajah Angel sedikit tersembunyi dibalik tutup jaket itu .Tidak banyak mata yang melihat ke arah mereka .Hans membawa tangan Angel dalam genggamannya dan memasukkannya di saku jaket sembari menunggu .
“Kau yakin ini kuat “ Hans duduk di dalam wahana bianglala .Merasa ada guncangan saat Bianglala mulai berputar .Angel tak bisa menahan tawanya .Kebohongan Hans sangat jelas .Ada 2 kemungkinan pertama Hans pernah naik bianglala tapi jarang atau dulu sekali .Kedua Hans tidak pernah naik bianglala .
“Kenapa kau tertawa ?” Kening Hans mengernyit heran sekaligus kesal .” Tidak ada kita akan jatuh jangan takut “ Tutur Angel dia mengulum senyumnya .” Siapa yang takut .Aku?”
“Ya”
“Jangan bercanda aku .Aku tidak takut sama sekali “ Sangkalnya namun jakunnya meneguk salivanya kasar .
“Ya baiklah .Lihat itu indah kan “ Angel tidak mau memojokkan Hans lagi .Dia menunjukkan ke arah bawah pasar malam yang terlihat begitu indah .Dengan wahana dimana-mana dan lampu-lampu yang menambah kesan indah .”Kau benar terlihat bagus dari atas “Seru Hans sorot matanya tak henti melihat ke arah bawah .
“Sini foto “ Hans mengajak Angel berfoto . Tadi Hans mengambil gambarnya saat makan es krim .Sekarang ingin mengambil gambar lagi . Rasanya aneh melihat Hans yang seperti ini .Sehingga membuat Angel mengulum senyumnya .” Kenapa tidak mau?” Sudah bertanya dengan nada kepala dan sorot mata dingin .
“Mau iya .Sini ayo “ Angel mengambil ponsel Hans dan mulai memotret .Dagu Hans bertumpu pada bahu Angel ,dan Angel mengelus pelan pipi Hans . Sungguh pict yang terlihat lucu dan romantis secara bersamaan . Pict kedua Hans mengecup singkat pipi Angel .
Pada potret ketiga mata Angel membulat .Sudah bunyi cekrek pipinya bersemu merah .Tadi Hans memutar arah pandangnya hingga bertatapan dengan mata tajam yang menarik itu .Tanpa aba-aba bibirnya dilumat sekali tanpa pergerakan .
Hans segera mengambil ponselnya tadi tanpa rasa bersalah .Malah senyum lebar mengambang diwajahnya yang tegas . Angel tersadar “ Hapus -hapus nanti kalo ada yang liat gimana?! “ Angel berusaha menggapai ponsel sang kekasih .Hans segera menyembunyikan ponselnya di punggungnya .
“Tidak akan “ Cegahnya “ Mana ada yang berani membuka ponsel CEO “ Serunya dengan nada kekeh.
Iya benar juga siapa yang berani membuka ponsel seorang CEO .Tapi mungkin saja kan ada kemungkinan walaupun kecil .
“Dari dulu juga ponselku tidak pernah ku kunci .Toh tidak ada yang berani membukanya “
Angel hampir memebuat matanya meloncat dari tempatnya ketika ,mendapat penuturan santai dari sang kekasih . Entah Hans terlalu polos ,atau terlalu yakin .
“Kenapa kamu tidak menguncinya ?.Kunci!kunci !...sekarang ada foto kita di sana “ Angel kekeh untuk menyembunyikan foto itu jangan sampai terlihat orang lain . Hans tampak berpikir sebentar .
Benar juga .Bagaimana jika nanti ada yang berani membuka ponselnya .Dan melihat semua foto Angel yang tersusun rapi di dalam ponsel .Tidak boleh!! tidak boleh ada yang melihat .
“Kau benar “ Angel mengembuskan nafas lega karena persetujuan Hans .Hans menarik layar ponsel mencari pengaturan kunci dan mengetik sandi yang membuatnya tersenyum .Sandinya kemudian diketik,mengetik sekali lagi lalu di proses menjadi kunci ponselnya .Bersamaan itu juga bianglala berhenti dan mereka keluar dari bianglala.
Hans menyimpan ponselnya dan menyisir rambutnya yang mulai berjatuhan karena diterpa angin malam dengan jari-jari tangannya .Tangan satunya dengan setia membungkus tangan Angel memberi kehangatan .
“Kita pulang ya “ Seru Hans lembut .Angel tampak tidak rela masih tampak mau bersenang-senang .
“Kau sudah mengantuk “
“Aku kapan? “
Hans tidak menjawab dia menempelkan ibu jarinya disudut mata Angel .” Ini lihat buktinya “ Menunjukkan jari jempolnya yang berhasil menyeka air mata disudut mata Angel .
“Hehe baiklah ayo pulang “ Angel tekekeh ,tidak menampik dia memang mengantuk .Tapi masih mau menjejal beberapa wahana lagi .
“Pak Hans?...”
Langkah mereka terhenti tat kala ada suara yang memanggil Hans .
Masih dengan setengah mengantuk dan didekap Hans Angel berusaha melihat ke arah yang memanggil tadi . Hans menatap datar ,lain halnya dengan Angel yang membuka matanya lebar .
Habislah kita sudah ketahuan .Sekarang tinggal menunggu waktu dan semuanya akan terkuak .Angel melirik ke arah Hans yang masih bersikap tenang.
.
.
.
Salam
__ADS_1
~tyatyut