
"Aku tidak menyangka bisa melihat sisi lemah dirimu .”Menatap wajah Hans dengan guratan sedih
“Aku tidak menyukainya ,aku lebih menyukai kamu yang sering bersikap sombong .”Imbuhnya
“Ayo lekas sembuh .Hans ku."
Sudut bibir Hans nampaknya agak tersenyum, dia bermimpi didalam mimpinya Angel memanggilnya Hans ku.Dan itu membuatnya senang. Mungkin ini efek antara sadar dan tidak .
Malam ini Angel banyak terjaga, mengganti kompres setiap beberapa menit berusaha menurunkan suhu panas tubuh Hans. Dia bahkan sampai tertidur sambil duduk di samping Hans.
Ketika terbangun Angel kembali mengecek suhu tubuh Hans, suhunya mulai turun dan itu membuat Angel bernafas lega .
Dia kemudian berdiri melakukan peregangan ringan dan, menuju lemari mengambil selimut dia akan segera tidur tapi tidak dalam satu kasur dengan Hans. Dia akan menuju sofa ruang tamu yang cukup menampung tubuh mungilnya.
Sebelum benar-benar beranjak keluar kamarnya sendiri , Angel membenarkan selimut yang membalut tubuh Hans .Menatap sebentar raut wajah Hans yang mulai tenang dia mengambil bantal yang berada disamping kepala Hans ,baru kemudian dia keluar dan menutup pintu kamar.
***
Pagi Hari.
Mata Hans mulai mengerjap kecil .
Hans merasa terusik karena suara bising yang dihasilkan dari luar. Matanya kembali berusaha mengerjap, sedikit-demi sedikit Hans membuka dua kelopak matanya. Silau matahari yang merambat masuk semakin membuatnya berusaha membuka mata. Melihat sekeliling yang tampak kosong dan ini bukan kamarnya. Hans kemudian berusaha mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di dinding rajang.
Ia memegang handuk yang baru saja jatuh dari dahinya sat berusaha duduk tadi. Menoleh ke nakas yang berada disamping tempat tidur. Disana terdapat baskom ,sepertinya itu baskom yang digunakan untuk mengompres dahinya kemarin malam .
Ia kemudian memijit kepalanya, otaknya berusaha mengingat kejaidna malam tadi.
Sekelebat ingatan mulai muncul dimana dia memacu mobilnya ke rumah sang kekasih .
Ceklek
Pintu kamar terbuka. Mata Hans menatap sosok yang membuka pintu tersebut. Disana menampilkan seorang perempuan dengan rambut yang digelung tinggi baju kaos kebesaran dan celana pendek. Perlahan perempuan tersebut mendekat ke arah Hans keningnya berkerut dalam sepertinya dia sangat khawatir .
Ya tidak lain wanita ini adalah kekasihnya Angel .
“Astaga kenapa duduk, cepat berbaring lagi.. .”Angel tidak suka dengan posisi Hans sekarang, dia berdecak kesal.
Hans terdiam sebentar kemudian dia menyahut .
“Aku sudah lebih baik.” Tutur Hans
Angel tidak yakin dia mendekat dan menempelkan punggung tangannya seperti yang dilakukannya malam tadi. Sekarang dia sudah duduk tepat di sisi ranjang disamping tubuh Hans .
Merasakan suhu tubuh Hans .
“Benar, suhunya sudah turun...”
Mereka saling terdiam , Angel sudah duduk di samping Hans, posisinya Hans saat ini bersandar dengan kaki panjangnya yang berselonjor.
"Sudah kubilang ,kenapa tidak percaya ."
"Tidak ada salahnya kan mengecek kembali "
"iya benar terserah kau saja ." Seru Hans
Tiba-tiba saja Hans membawa Angel ke dalam pelukannya merengkuh tubuh itu dengan erat dan menepuk- nepuk pelan punggung angel.
“Kau pasti khawatir kan. “Ujar Hans dengan nada berat .
“Siapa bilang .”Benar aku menghawatirkan mu
Suara hati dan mulut Angel berbeda.
Hans akan melepaskan dekapannya ,namun angel menanganinya dengan membalas pelukan Hans .
“Aku sangat khawatir ...Sangat..,aku juga tidak menyangka seorang Hans bisa jatuh sakit.” Mengakhiri dengan kekehan pelan.
Hans berusaha melonggarkan pelukannya dan sekarang berhasil mereka saling bertatapan .
“Tentu saja aku juga manusia .” Serunya dengan aura yang terdengar kesal.
“Kamu mengatakan aku lemah kemarin, ternyata kamu yang lemah di sini,”
Ucap Angel lagi.
“Hei jika terlalu sempurna juga tidak terlalu baik, harus ada sedikit bumbu kekurangan dalam diri, dan kemarin malam kau sudah melihat sisi kekurangan dari kekasihmu ini, ”jawabannya penuh dengan percaya diri, argumen nya sangat tinggi sekali.
Seperti mengatakan bahwa kekurangannya itu adalah bumbu pelengkap kesempurnaan.
“Ya ya baiklah .”Angel hanya mengiyakan malas untuk beradu argumen.
Mereka saling terdiam dan saling bertatapan, tangan Hans memegang tangan Angel dan mengusapnya .Kening Angel masih berkerut dalam ,tatapan matanya meminta penjelasan.
“Kemarin adalah hari kematian kakekku .”
Ungkap Hans, dia bisa dengan jelas membaca raut wajah Angel ,ternyata dia tidak bohong bisa membaca situasi hanya dengan sekilas melihatnya.
Angel tampak tercengang bola matanya melebar diringi kedua kaosnya yang ikut terangkat. Seketika hataman rasa bersalah masuk ke dada Angel .
Kenapa dia tidak mengetahui itu?
Bibirnya terkatup rapat memilih kata yang cocok untuk keluar dari bibir mungilnya .
Seharusnya dia mengetahui lebih dalam tentang Hans ,tentang hari-hari bahagia Hans ,ataupun tentang hari kesedihan Hans .Rupanya kemarin adalah salah satu hari kesedihan Hans .
“Benarkah .Maaf aku tidak mengetahuinya .”Suara Angel terdengar lirih dengan tatapan rasa bersalah.
Hans menaikkan sudut bibirnya dan mengukir senyum kecil. “Tidak apa-apa kita masih dalam tahap mengenal lebih jauh...bukannya kau yang mengatakan untuk melakukannya secara perlahan .”
Meskipun Aku Sudah mengenalmu lebih dalam . Ku harap kau akan belajar lebih cepat untuk mengenalku lebih dalam Angelku sayang.
“Iya benar aku mengatakan itu. Tapi tetap saja ..."Maaf aku tidak mengetahuinya .Jika aku mengetahuinya aku akan berada disisimu. Menemanimu dan menghiburmu .Kenapa kamu tidak mengatakannya ?
"Sttt sudah-sudah...Lihat ini."
Hans menyentuh kerutan yang tampak melukis diantara alis Angel .
“Keningmu berkerut dalam “Imbuh Hans dengan mengulas senyum.
“Kamu meniruku.”Apa aku kurang perhatian dengannya ?.
“Benarkah ...?”
“Ya... ”
Suasana sedikit mulai mencair sekarang
“Apa yang kau lakukan tadi ,aku mendengar suara bising dari luar .”Matanya menatap ke arah luar pintu
“Apakah itu mengganggumu?.”
Hans mengangguk mengiyakan .Angel hanya mendelik melihat Hans, Angel kira Hans akan mengatakan tidak sama sekali .Sungguh berbeda dari perkiraan .
“ Aku sudah menyiapkan bubur tadi .Bagus untuk orang yang sehabis demam. Bagaimana apa aku harus membawa ke kamar atau makan di dapur ,apa kamu bisa berjalan kalau tidak bisa...”Angel terus mencerocos hilang sudah raut wajah khawatir tadi berganti dengan mulut yang cerewet
“Kau ini cerewet sekali bicara, yang pelan. Kita makan di dapur, apa kau kira aku selemah itu hingga tidak bisa berjalan ke dapur .”Hans menaikkan alisnya, merasa kesal sekaligus senang karena mendapat perhatian Angel. Perempuan itu menanggapi dengan ledekan .
“Ya sepertinya, karena semalam aku menemukan orang tidak sadarkan diri dan tidak bisa berjalan. “Suasana kamar mulai cair
__ADS_1
“Hei Sudah kubilang terlalu sempurna itu tidak...”
Belum selesai Hans bicara Angel sudah memotong nya dengan menempelkan jari nya kemulit Hans .
“Stop aku mengerti, jadi ayo ke dapur. ”Angel menganggukkan kepalanya dan memejamkan matanya sebentar.
Dia memotong bicaraku .
Angel nampak masih menghawatirkan Hans berdiri ,namun benar yang dikatakan Hans dia Sudah baikan dan masih bisa berjalan .
***
Di dapur
Angel menyajikan bubur yang sudah ia siapkan tadi pagi, bubur yang disajikan masih panas terlihat ada sedikit uap yang terlihat di atas buburnya. Tidak lupa sendok juga Angel siapkan dan terakhir segelas air putih.
“Astaga kenapa bubur?” Baru menyadari sedari tadi dikamar dia tidak sadar bahwa Angel terus menerus menyebut bubur.
“Iya ,ayo dimakan. “Memberikan senyum
“Baiklah .”Menyendok satu suap bubur dan memasukkannya ke dalam mulutnya .
“Emm enak...”Komentarnya
“Ya pasti .”Angel berucap dengan percaya diri
“Tunggu dulu apa kau sering membuatnya .Apa aku bukan yang pertama ?”Tiba-tiba Hans bertanya dengan nada posesif
Awas saja kalau bukan aku yang pertama.Sudah seberapa banyak laki-laki yang kau butakan bubur!
“Iya benar. ”Angel menjawab Enteng
Mata Hans membulat sempurna, raut wajah kesal sekarang tidak bisa dia tutupi lagi.
“Siapa-siapa orang yang kau buatkan bubur pertama kali ??”Hans menggebrak meja dan mengepalkan tangan tidak suka ada orang yang menjadi pertama selain dia. Pikirannya melayang Angel membuatkan bubur kepada pacarnya terdahulu atau laki-laki lain yang tak berhubungan darah .
“Ayahku. ”Angel berbicara dengan menekan agar Hans bisa mendengar dengan jelas ,dia menahan tawanya
A-ayah ayahnya?.Astaga Aku malu sekali .
“A- ayahmu ...kalau begitu bagus .”Hans merasa malu karena sudah tersulut emosi ,dia mengalihkan rasa malunya dengan memakan bubur kembali
“Haha...kenapa ekspresimu serius sekali tadi .Kamu seperti hendak mengajar orang yang kubuatkan bubur " Tutur Angel dengan mata yang menyelidik .
"Tepat sekali Angel ." Jawab nya santai .
Angel teridiam dengan jawaban Hans .Untung saja memang tidak ada laki-laki lain selain Hans dan ayahnya yang dia buatkan bubur. Kalau tidak Angel tidak tau apa yang akan Hans lakukan pada orang yang pernah mencicipi bubur buatannya .
Mereka kembali berbincang sekarang.
Angel merasa senang sekarang ,sifat Hans sudah mulai kembali. Kondisi nya juga sudah baik ,tidak seperti malam tadi berbaring semalaman ditempat tidur tanpa bicara apapun.
Hans sudah mulai menghabiskan buburnya .
“Lain kali aku akan memasak sesuatu yang spesial untukmu, karena kau sudah memasakkan bubur untukku. ”Hans mengatakannya seperti ,memberikan sebuah hadiah
Mata Angel membulat sempurna ,otaknya langsung berpikir cara menolak dengan halus .
“Aku rasa itu tidak perlu. “Memberikan senyum yang dibentuk dengan takut-takut.
“Kenapa?... kau bilang masakanku enak .”Hans Menelisik wajah Angel.
Angel sekarang berpikir mengungkapkan kebenaran dengan cara halus .”Be-begini kamu bilang waktu di kamar tadi bahwa sempurna itu ti-tidak terlalu baik kan? ”
Hans mengangguk benar .
“lalu... apa hubungannya dengan aku yang ingin memasak?“Tanya Hans heran.
“ehm se-sepertinya itu adalah salah satu ketidak sempurnaan kamu.” Angel melarikan matanya ke arah lain.
Hans nampak membulatkan matanya terkejut, tidak menyangka bahwa Angel mendapatkan lagi kekurangan dari dirinya .
Tidak mungkin...apa aku harus masuk kelas memasak sekarang ?
“Haha jangan bersedih kamu sendiri yang mengatakan itu. Kamu tidak bisa menarik argumen yang begitu bagus dan masuk akal tadi...pftt “Angel tidak menahan tawanya sekarang .
Bibir Hans melipat merasa kecewa dengan kemampuan dirinya sendiri .
Ponsel Hans berdering tertera nama yang mamah disana dia mengangkat teleponnya dengan masih menatap angel tajam.
“Hallo!”Suara Hans terdengar ketus ,karena merasa kesal atas kebenaran tadi.
“Hans ! ,Kenapa tidak pulang kerumah malam tadi ha...sudah mamah suruh jangan lama-lama langsung pulang malah gak pulang!!”
Kali ini suaranya kalah dengan suara Mama Rina ,yang memekikkan telinga. Hans bahkan harus menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya.
Pintu rumah Angel diketuk.
Hans menoleh ke arah pintu bersamaan dengan Angel.
“Aku akan membuka pintu dulu. “ujar Angel pelan.
Meninggalkan Hans yang masih mengobrol dengan makannya.
“Siapa itu Hans, kamu lagi sama cewek.? Mantu mami iya iya iya .”Ternyata suara itu ditangkap oleh pendengaran ibu Hans
Hans tidak gugup dengan terkaan ibunya .Dia sendiri memang sangat ingin mengenalkan Angel pada keluarganya.
“Seneng banget sih mah .Iya benar calon mantu .”jawab Hans tanpa mau menyembunyikannya
Dirumah sana Mama Rina hilir mudik ,reslon tubuhnya yang merasa senang .
“Wahhh bawa kesini mama mau ketemu .”Suara Mama Rina terdengar kegirangan ,dia lupa dengan amarah kekhawatirannya tentang Hans yang tidak pulang ke rumah malam tadi .
Hans menatap tajam pintu rumah Angel sudah terbuka dan menampilkan seorang anak kecil laki-laki yang dulu pernah beradu bicara dengannya .
Anak itu lagi .Kenapa dia datang keisini Tidak bisa dibiarkan.
“Sudah dulu mah ,Hans dalam misi penting ,nanti Hans hubungi lagi.”
“Eh eh...Anak kurang ajar main matiin aja .” Mam Rina menggerutu di rumahnya memandang ponselnya, kemudian dia tersenyum lebar.
“Pah!!.... kita bakalan punya calon mantu..”seru Mama Rina senang berteriak padahal sang suami berada tepat didepannya ,sontak saja sang suami terlonjak kaget .
“Astaga mamah ini...kenapa pake acara teriak-teriak segala. “Seru sang suami, sembari mengelus dadanya yang terkejut .
Terjadi kehebohan di kediaman keluarga Hans karena nyonya rumah itu terlalu senang.
***
Hans muncul dibalik tubuh Angel. Hans memberikan tatapan tajam ke arah laki-laki dibawahnya ini, iya dibawah tepatnya karena badannya pendek sesuai dengan ukuran anak kecil .
Mereka saling berpandangan saling memberikan sorot mata tajam .
“Reno ngapain?”Tanya Angel dengan lembut, dan mengelus sekali rambut sang anak kecil.
Hans tidak menyukai itu. Sepertinya Hans cemburu dengan anak seumuran Reno yang mendapat sikap lembut dari Angel.
“Ini kak, mama ngasih.”
__ADS_1
Memberikan mangkuk yang berisi sop ayam. Tangan anak kecil itu nampak penuh ketika memegang mangkuk yang berisi sop ayam.
“Emm pinter banget ...makasih ya sayang tunggu bentar ya. ”Angel kemudian berlalu meninggalkan dua orang pria tadi.
Tujuan angel adalah dapur, menyalin mangkuk agar segera bisa dikembalikan .
Sayang aku bahkan tidak pernah dipanggilnya seperti itu .Mulutnya ringan sekali mengucapkannya .Kenapa dia berat ketika mengucapakan itu untukku .
Reno menatap tajam ke arah Hans dengan mata yang lucu, dia harus mendongak untuk bisa menatap Hans .
“Huh pendek. ”Ejek Hans
Anak kecil itu langsung melayangkan tatapan tidak suka ke arah Hans.
“Ini sebelum saatnya om, liat aku besar nanti .”Menjawab dengan emosi namun malah terlihat lucu.
“Kau akan memerlukan waktu yang sangat panjang, anak kecil. ”Hans terkekeh pelan
Dia mengejek karena kesal Angelnya memanggil anak ini dengan sebutan sayang.
“Jangan panggil aku anak kecil .” Serunya kesal juga .
“Kenapa? kau mau mengatakan bahwa namamu adalah Shiva .'Shiva aku adalah Shiva'.”Menirukan tokoh kartun yang tayang di televisi.
“Boleh juga. ”Reno menaikkan alisnya. ”Tapi sayang sekali namaku Reno ... ”Ujarnya
Hans memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan terlihat keren, sang anak kecil juga mengikutinya tidak mau kalah. Hans melipat tangannya ,Reno juga tidak mau kalah. Terjadi tiru-meniru diantara mereka berdua .
“Kenapa kau meniruku. ”Seru Hans
“Om yang meniru Reno.” Tuduh Reno kepada hans
“Kau yang meniru .”
“om !.”
“Kau!”
“Ommm..!!!”Berseru panjang.
“Eh ada apa ini...kenapa Reno.?”
Angel datang dengan mangkok yang sudah ia cuci bersih dan segera menyerahkannya ke arah Reno.
Reno tampak manyun ,sedangkan Hans membuang muka ke arah lain.
“Gak papa kak.” Sahut Reno sopan
“Oh iya kakak kira kenapa tadi...Bilangin sama mama Makasih kata Kak Angel gitu ya.”
“Iya Kak” Reno berlalu
***
Hans menatap tajam Angel setelah mereka masuk kembali kedalam rumah Angel .
Angel terheran .
“Kenapa? ”Tanyanya
“Kau memanggilnya dengan sebutan sayang sedangkan aku dengan sebutan pak. “Membandingkan.
Wah wah seperti nya Hans merajuk disini.
“Kamu dan dia tidak sama, kenapa mempermasalahkan itu. ”Jawab Angel menjelaskan
“Pokoknya kau harus memanggilku dengan sebutan sayang juga. “Hans mendelik menatap Angel
Mata angel membulat, mulutnya belum bisa mengucapkan kata sakral itu untuk Hans.
“Wah mau sop ayam ...ini pasti sangat enak .”Angel mengalihkan perhatian Hans
“Kau mengalihkan perhatian lagi.”
“Aku menawarkan sop ayam ...kalau tidak mau ya sudah .”Angel menawarkan seperti setengah hati.
“Panggil aku sayang .”Masih kekeh dengan permintaannya.
“Ada apa denganmu bukannya kita sudah setuju untuk melakukannya secara perlahan,” ucap Angel
“Tunggu dulu jangan-jangan kamu cemburu dengan Reno iya benar? Karena aku memanggihnya dengan sebutan sayang. “Imbuh Angel menduga-duga
Hans nampak gelagapan sebelum menjawab angel.
“Aku tidak mungkin. “Menolak tuduhan Angel.
“Sepertinya benar ...ayo mengaku. ”Angel menggoda Hans.
“Itu benar .”Menjawab dengan bibir yang melengkung ke bawah, Angel terkekeh geli dengan sikap Hans saat ini.
Angel berjalan mendekat dan menangkap kedua pipi Hans dan tangannya dia harus mendongak untuk melakukan itu,poisisi mereka berada disamping meja makan sekarang.
“Dengar Hans Prasetyo tidak perlu cemburu. Aku tidak menyukai anak kecil itu seperti aku menyukaimu. Aku menyukai Hans Prasetyo yang hebat .Aku sangat-sangat menyukainya diantara pria lain... dia yang paling mengagumkan di mataku....” Angel menekankan kata 'Mengangumkan' Saat itu Hans masih berusaha mengulum senyumnya.
"Dia yang paling tampan...Kau dengar aku menyukai Hans Prasetyo itu point pentingnya ...,dan dia kalah jauh darimu ,jadi jangan merasa cemburu. ”Tutur Angel perlahan agar Hans mencerna semua kata-katanya ,wajah Angel nampak memanas mengatakan hal itu hanya itu meredakan kecemburuan Hans.
Hans yang tadinya mengulum senyum sekarang mengembangkan senyum lebar .
“Aku mendengarnya, sangat jelas. Terutama di bagian mengagumkan .Aku memang mengagumkan .” Seru nya nada suaranya terdengar bersemangat .
Baiklah sesi kecemburuan telah memudar .
“Jadi mau makan Sop nya atau tidak?” Angel menawarkan kembali
“Boleh. ”Sahut Hans ,sekarang dia tampak antusias dari sebelumnya .
***
Karena Hans sakit Angel ijin cuti kerja satu hari ,untuk merawat Hans .
Sedangkan Hans dia tidak ada niatan sama sekali masuk kantor ,dia menyerahkan segala urusan kepada asistennya Bram.
Lagi-lagi Bram merasa Dejavu ,bahkan lebih berat dari sebelumnya .
Dia harus pergi kesana kemari menggantikan peran Hans dan Angel.
Dia juga harus turun dilantai tempat divisi dimana Disana ada sahabat Angel yaitu Dina dan Vina.
Saat Bram berbicara kepada pak Yusuf ,dina dengan nyata memandang Bram dari bilik kubikelnya ,tidak menyembunyikan diri .Entah kenapa mata Bram menarik sedikit ke arah wanita yang sangat tidak tau malu memandang dirinya.
“Mata tolong dikondisikan jangan malu-maluin “Ucap Vina yang jengah melihat tatapan Dina yang terkesan blak-blakan.
“Gak peduli “Sahut Dina santai ,kemudian matanya kembali menatap makhluk ciptaan Tuhan yang indah.
Vina nampak gelang-gelang kepala melihat kelakuan tamannya yang satu ini.
.
.
__ADS_1
Happy reading
~tyatyut