Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 54- Aku Mohon Bangunlah!


__ADS_3

Perjalanan bisnis untuk hari pertama pun dimulai. Bram dan Angel sama cekatannya dalam pekerjaan. Hans dengan sangat fasih berbicara masalah pekerjaan dengan bahasa Jepang .


Angel dan Bram adalah orang pilihan mereka juga, bisa menguasai bahasa Jepang .


Dulu Mereka dituntut untuk bisa menguasai bahasa Jepang. Dan dengan kerja keras mereka berhasil menguasai bahasa Jepang.


"Semoga kerja sama kita sukses "


"Akan saya usahakan yang terbaik ." Hans mengambil uluran tangan dari rekan bisnis nya itu.


Pertemuan bisnis ini terjadi selama kurang lebih satu setengah jam . Melalui pemikiran ,pertimbangan dan akhirnya didapatkan kesepakatan bersama .


***


Seperti janji Hans bahwa dia akan membawa Angel untuk pergi jalan-jalan di Jepang .


Sekarang mereka sudah bersiap, Bram juga tidak ketinggalan . Dia hanya akan bersikap biasa dan tidak terlalu memperhatikan agar jiwa jomblonya tidak terlalu meronta-ronta .


Musim semi tahun ini di jepang, cuacanya agak dingin. Jadi mereka bertiga memakai pakaian yang agak tebal. Angel juga memakai kupluk untuk menutup bagian rambutnya hingga menambah kesan imut pada wajahnya. Hans hanya memasang wajah masam melihat penampilan Angel yang begitu imut .


Kenapa dia terlihat imut begitu sih .Bagaimana jika nanti banyak mata yang melirik Angelku ...huff!!!.


Sekarang mereka mulai melakukan perjalanan menggunakan mobil .Tentu saja arah tujuan kali ini tepat paling populer di Jepang ,untuk melihat pohon sakura yang bunganya sudah bermekaran .


“Kapan sampainya ?” Tanya Angel .


Dia sungguh tidak sabar sekali sekarang. Ia terus melayangkan sorot matanya ke arah luar jendela. Dari tempat duduknya dia juga bisa melihat banyaknya pohon sakura yang Sudah mulai mekar bunganya yang entah untuk keberpa kali mereka lewati .Terlihat sangat cantik Angel tidak sabar mengabadikan momen nya nanti.


“Sebentar lagi kita akan sampai .”Tutur Hans lembut melihat Angel yang nampak ceria membuat hans juga menepiskan senyumnya .


“Aku sungguh tidak sabar nanti .”Ujar Angel


“Kemari...” Hans melebarkan tangannya agar Angel masuk dalam pelukannya .


Angel melirik sekilas ke arah Bram dan sopir mobil ,dia menggelenhkan kepalnya pelan merasa tidak pantas bermesraan di dalam mobil .


Hans memberikan sorot mata kesal .Angel tidak kunjung mendekat .


"Aku bilang kemari " Serunya lagi dengan nada menekan.


Dengan terpaksa Angel mendekat


dan menyandarkan dirinya pada tubuh Hans . Hans memberikan kecupan sekilas dipipi Angel.


"Nah begini kan bagus "


Bram melirik dari kaca spion .


Iya pak bagus untuk mencemari mata kami yang jomblo ini .Eh tidak sepertinya hanya aku yang jomblo .pak supir sepertinya tidak jomblo .Bram


Kenapa dia tidak lihat tempat sih .Angel


Hans mengembangkan senyumnya, mendekap Angel tanpa mau melepaskannya sedikitpun.


“Kalau kau senang disini Kita bisa mengatur waktu untuk tinggal lebih lama. Kita bisa mengirim Bram lebih dulu .” Ucap Hans santai .


Mengirim? pak saya bukan barang .


Astaga, aku kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa!


Angel membulatkan matanya .Terkejut tapi rasa tidak nyaman lebih mendominasi .


“Eh tidak apa-apa, aku rasa waktu kita sudah cukup banyak berada disini .” Seru Angel, matanya melirik takut jika Bram tadi menangkap pembicaraan Hans yang terlalu santai.


“Kau yakin ?” Penawaran masih berlaku.


“Iya ...sangat yakin.”


“Baiklah .”


Jangan merasa tersinggung asisten Bram .


Aku sudah menolaknya .


Sesekali terdengar suara cekikikan dari bangku belakang .Membuat Bram yang terdiam dari tadi merasa risih .


***


Tempat populer dijepang.


Saat ini mereka sudah sampai di lokasi .Dari jauh Sudah terlihat sangat jelas banyak bunga sakura yang bermekaran. Pohon-pohon Sakura itu banyak sekali di lokasi ini . Ditambah lagi gunung Fuji yang menjadi latar belakang, membuat semua hal ini terlihat begitu indah.


"Kita sudah sampai pak " Seru Bram .


Mereka keluar dari dalam mobil .Yang paling antusias disini tidak lain adalah Angel, berjalan dengan langkah cepat .


“Wahh lihat bunga sakuranya .”


Angel mengambil satu tangkai kecil bunga sakura yang masih utuh, tampaknya bunga itu baru saja gugur.


Kenapa sekretaris Angel terlihat imut ya .Astaga Bram sadar jika kau tidak ingin dikirim ke Antartika .


Bram mengusir pikirannya .


Hans lebih tertarik dengan Angel dari pada bunga sakura yang ada. Matanya terus menyoroti pergerakan Angel tidak lepas . Sedangkan Bram laki-laki itu cukup terkagaum dengan susanana yang ada indah dan menyejukkan .


“Jalan dengan pelan-pelan. Jangan terburu-buru.” Seru Hans kepada Angel dia seperti memperingati anak kecil yang terlalu senang bermain .


“Iya iya .” Jawaban Angel diriringi Anggukan .


Dia kemudian mendekat ke arah Hans dan melingkarkan tangannya di lengan Hans. Mereka mulai berjalan dengan perlahan dengan mata Angel terus saja mengagumi pemandangan sekitar.


Angel menolehkan pandangannya ke arah Hans .”Aku ingin mengambil foto sekarang. Bolehkan?”


“Kenapa harus bertanya. Lakukan yang kau mau .”


“Yeay... tapi aku perlu bantuanmu “ Menatap Hans dengan ekspresi polos. Mana bisa Hans menolak permintaan Angel jika sudah seperti ini.


“Baiklah. Kemarikan ponselmu “


Bram berada agak jauhan berjarak kurang dari 2 meter dari mereka ,dia juga sibuk memotret bunga sakura .Hitung-hitung saja ini adalah sebuah refreshing dari banyaknya pekerjaan yang ada.


“Ini.” Angel memberikan ponselnya sembari tersenyum manis .Perempuan itu kemudian bergerak menjauh mencari spot foto yang bagus .


Dia berdiri dibawah pohon sakura sekarang .


“Sudah siap ?.”


“Iya.” Sahut Angel dengan nada yang terdengar sangat ceria


Cekrek


Satu potret Sudah Hans ambil.


Angel berada dibawah pohon meletakkan kedua tangannya di bagian belakang dan sedikit mendongakkan dagunya melihat ke arah pohon . Foto ini terlihat begitu alami .


Bram melihat sekilas ke arah atasannya itu. Dilihatnya sang atasan Sudah siap untuk menjadi fotografer dadakan . Dia hanya mengulum senyumnya melihat itu .Lucu ketika melihat CEO yang selalu suka memerintah ,sekarang dia menjadi lembut hanya dengan kekasihnya .


Wah kau hebat sekali sekretaris Angel .Pak Hans sekelas CEO kau jadikan fotografer dadakan .Ck...kenapa aku merasa kesepian sekarang.


Cekrek .


Satu potret lagi Hans ambil.


Angel berpose seperti berusaha mengambil bunga sakura kakinya berjingkit karena tidak sampai menyentuhnya .


“Sudah hasilnya sangat bagus .” Ucap Hans, dia memuji hasil pengambilan gambarnya lebih dulu .Bahkan yang diambil gambar belum melihat .


Angel berlari-lari kecil sambil tersenyum mendekat ke arah Hans .


“Wah bagus sekali .Ini lihat aku terlihat sangat cantik disini" .Ternyata dia pasangan ini sama saja saling memuji diri sendiri .


Hans melirik Angel yang terfokus dengan hasil gambar jepretannya .


“Ehm..”Hans berdehem pelan


Angel mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya melihat ke arah sang kekasih yang berdehem pelan tadi .


“Iya kenapa.?” Tanya Angel


“Kau tidak ingin berfoto dengan kekasihmu .” Tanya Hans dia memalingkan wajahnya melihat ke arah gunung Fuji .

__ADS_1


Angel mengembangkan senyum mendengar perkataan sang kekasih .” Tentu saja ayo kita berfoto bersama .”Ajak Angel


Mata Angel berlari kesana-kemari ingin meminta bantuan untuk mengambil foto.


“Tapi siapa yang mengambil gambarnya ?” Tanya Angel dia agak sedikit kebingungan ,bisa aja dia mengambil foto dengan gaya selfie .Tapi rasanya lebih bagus hasilnya jika ada orang yang mengambil gambar .


Hans ikut melarikan pandangnya matanya menangkap sosok yang ia kenal yang tidak lain adalah asisten pribadinya .


“Bram!.” Suara Hans sedikit keras agar Bram bisa mendengar dari jarak mereka . Bram yang mendengar panggilan sang atasan bergegas dia berjalan mendekat dengan langkah panjang .Takut jika ada sesuatu yang penting yang atasnya inginkan.


“Iya pak .” Sahutnya sat dia Sudah berada di depan Hans .


“Ambil ini “ Menyerahkan ponsel Angel


“Kau potret aku dan Angel . Ingat Gambarnya harus bagus nantinya .” imbuh Hans lagi


“Baik pak.”


Wah sekarang aku jadi korban .Menjadi fotografer dadakan .


Angel dan Hans mulai berdiri berdampingan ,Hans dengan tidak canggungnya merangkul erat sang kekasih .Tangannya menempel dengan sempurna di bagian bahu kiri Angel .


“Akan saya potret sekarang pak.” Ucap Bram .


Bram memberikan aba-aba . 1 ,2 3.


Cekrek


Satu potret terlah diambil dengan sempurna .Angel tersenyum manis ,dengan Hans yang menatapnya, jangan lupakan rangkulan tangannya di bahu Ange. Juga pohon sakura sebagai bakround dan gunung Fuji menambah kesan indah hasil gambar yang diambil Bram .


“Sudah .Pose lain “ Seru Bram


Angel dan Hans saling berhadapan .Didapat satu potret lagi .


Tangan Hans terulur menyentuh lembut Bagian kepala Angel.


Pada saat yang sama ,kelopak bunga sakura gugur dan jatuh tepat di sela-sela rambut Hans .


“Menunduk...Ada kelopak bunga sakura di rambutmu...” Seru Angel ,dia juga mulai berjingkit ingin mengambil kelopak bunga itu. Hans menurut menundukkan sedikit kepalanya agar terjangkau oleh Angel . Senyum Hans terukir menatap Wajah sang kekasih yang begitu dekat .


Pada saat yang sama Bram juga ternyata mengambil foto mereka .


Wah wah ternyata aku juga berbakat menjadi fotografer .Jiwa matreku tolong meredam sekarang .


Hasil fotonya terlihat sangat murni .Jari jemari tangan Angel mencoba mengambil kelopak bunga di rambut Hans. Terlihat pasangan yang sangat romantis .


“Sudah ...lihat ini.” Angel menunjukkan kelopak bunga yang berhasil dia ambil dari rambut Hans .


“Kerja bagus . Ayo kita lihat hasil jepretan Bram “ Ajak Hans


“Ayo .” Seru Angel


“ini pak.” Bram menyerahkan ponsel yang digunakannya untuk memotret tadi .


“Wah ini terlihat sangat bagus .Asisten Bram terima kasih .” Ucap Angel . Sekarang Angel berusaha tidak bersikap canggung ,dia ingin membuat dirinya merasa nyaman .


“Tidak masalah.” Sahut Bram diiringi senyum kecil .


***


Angel dan Hans duduk dibawah kursi panjang untuk sejenak lebih menikmati pemandangan yang ada . Sering kali juga mereka mendapati kelopak bunga pohon sakura yang jatuh.


“Aneh kau ini seperti orang yang baru pertama kali ke Jepang .” Seru Hans


Angel mengerucutkan bibirnya .”Bukan pertama kali ke jepang tapi... ini pertama kalinya aku benar-benar menikmati berada di Jepang .Tidak terfokus pada pekerjaan yang ada .” Angel berujar ,dia mengingat dulu juga sering pergi ke Jepang menemani sang atasannya ini .Dan mereka sibuk dengan pekerjaan tidak seperti sekarang ini .


“Bukankah Sudah cukup menikmati ketampananku. Kau beruntung bisa pergi ke Jepang denganku waktu itu.” Hans berujar, bibirnya mulai lagi melambungkan Dirinya sendiri.


“Haha tidak cukup . Aku sudah terbiasa melihat wajahmu jadi biasa saja, dan lagi pula kan kita sibuk dengan pekerjaan"


“Oh apakah kau melihatku sama seperti saat itu? Biasa saja .”


Hans mulai mendekatkan wajahnya agar Angel bisa leluasa melihat wajahnya yang berkarisma itu.


Seketika Angel merasa jantungnya berdegup kencang .Wajah tampan Hans sangat dekat dengan dirinya mata tajam Hans menghipnotis nya.


“I-iya bi-biasa saja. “Kenapa aku berbicara tergugup sih


“Haha pipimu memerah Angel .”


Hans mengulum senyumnya ,selalu saja ketika dia menggoda Angel pipi Angel langsung merona.


Selagi Angel dan Hans berbincang Bram hanya duduk santai .Tidak ada yang dia pikirkan .


Hanya melihat pejalan kaki yang lalu lalang ,melihat orang-orang yang tampak berfoto ria disana.


***


Mereka kembali ke hotel setelah puas jalan-jalan. Ternyata mereka tidak langsung beristirahat. Hans mengajak untuk melakukan diskusi untuk perencanaan besok hari. Jadilah mereka berkumpul di kamar hotel milik Hans dan Bram .


Diskusi ini berlangsung agak lama ternyata ,mata Angel mulai mengantuk .Detik demi detik berlalu mata Angel semakin mengantuk akhirnya dia tertidur dengan tersandar pada bahu Hans .


Merasa berat pada bagian bahunya Hans menoleh ternyata sang kekasih sudah terlelap.


“Astaga dia tertidur ...cup.” Menghadiahkan kelupaan ringan di bagian pelipis Angel.


Hans mendekap tubuh Angel dengan merangkulnya senantiasa tetap berdiskusi dengan Bram .


Bram mulai terbiasa dengan situasi ini jadi matanya hanya menatap seklias ,kemudian terfokus lagi dengan diskusi .


Beberapa menit kemudian Hans dan Bram tampak menyelesaikan diskusi .


“Pegang kartu aksesnya Bram .” Hans melemparkan kartu akses masuk ke kamar hotel Angel.


“Aku akan mengangkat Angel jadi kau bukakan pintu kamarnya .” Tutur Hans


“Baik pak.” jawab Bram


Perlahan tangan Hans mendekap dan menggendong Angel .Dua laki-laki ini melangkah menuju kamar hotel Angel .


Hans membaringkan tubuh Angel di ranjang ketika mereka sudah sampai .Tidak lupa juga dia menyelimuti Angel.


Hans tersenyum menyingkirkan rambut Angel yang menutupi wajah cantiknya .Dia menyoroti wajah itu ,kemudian senyum kecil terbentuk dari wajahnya .


“Selamat tidur.” Ucapnya kemudian menghadiahkan kecupan singkat dikening .


Bram dengan tau diri tidak masuk mengikuti sang atasan dia hanya menunggu .


***


Pertemuan bisnis


Hans, Bram dan Angel sekarang sedang berada di restoran Jepang .Ini merupakan tempat pertemuan mereka dengan klien.


Pembicaraan yang terjadi begitu serius. Hans terus saja mengajukan argumen-argumen yang semakin membuat klien nya yakin untuk melakukan kerja sama .


Tiba-tiba saja rasanya Angel ingin ke toilet.


“Boleh aku ke toilet. Aku Sudah tidak tahan .” Bisik Angel di dekat telinga Hans


Sejenak Hans menghetikan pembicaraan. Menoleh ke arah Angel.


“Ajak Bram bersamamu.” Ucap Hans. Dia hanya tidak ingin terjadi apa-apa dengan Angel nya. Entah kenapa dia sudah memiliki firasat tidak baik .


“Eh tidak usah .Aku bisa sendiri “


Yang benar saja membawa asisten Bram .


Hans tampak berat mengizinkan Angel pergi sendiri .


“Baiklah cepat kembali .” Akhirnya Hans menyetujui


“Iya.”


Angel beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi ke toilet.Sementara Hans kembali melakukan pembicaraan dengan klien nya . Tadi Hans seringkali menangkap basah asisten dari kliennya itu ,menatap Angel nya .


Apa yang kau lihat ,rasanya ingin kucolok matamu itu .Berani sekali kau !.


Matanya menajam seiring dengan hati yang bergemuruh amarah .


Hans berusaha menahan diri untuk tidak meneriaki 'jangan melihat wanitaku seperti itu' . Beberapa saat setelah Angel pergi ke toilet asisten kliennya ini juga ijin pergi ke toilet .Kening Hans berkerut dalam .Mencurigai pergerakan sang pria .

__ADS_1


Apa dia mengikuti Angelku ?


Hans mulai tidak fokus melakukan pembicaraan bisnis ini.


Sementara di toilet ,Angel membasuh wajahnya berusaha menyadarkan diri . Dia juga menyadari asisten klient nya itu sering melihat ke arahnya .Itu adalah alasannya dia pergi ke toilet ,setidaknya dia menghindari kontak mata lebih banyak jika dia bersembunyi di toilet.


“Kenapa dia menatapku seperti itu. Membuatku merasa tidak nyaman saja.Tenang Angel tahan sebentar lagi ,sebentar lagi kalian tidak akan bertemu lagi.”


Selesai sudah Angel menenangkan dirinya .Dia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari toilet .


Ingin kembali ke tempat pertemuan tadi .Tiba-tiba saja suara seorang pria menyentaknya .


“Hallo.“ Sapanya.


Angel melebarkan matanya terkejut tiba-tiba saja hantam rasa tidak nyaman menerpanya.


Laki-laki yang menyapanya ini tidak alain adalah asisten dari klient nya! Laki-laki yang tadi terus saja memandangnya dengan tidak tau malu .Yang membuat Angel merasa risih !!.


“Iya.”


Jawab Angel sesingkatnya ,dia tidak mau


“Kenapa kau malu-malu .” Seringai kecil muncul dari wajah asisten klient nya itu .


Angel melangkah mundur mengambil jarak aman.


“Apa yang anda bicarakan ,maaf saya harus segera pergi .” Seru Angel.


“Hei nona...bukannya kau sengaja ingin menemui ku ,makanya kau pergi ke toilet.”


“A-apa maksud Anda, saya tidak berpikir seperti itu.” Seru Angel tidak terima. Kewaspadaannya semakin menjadi sekarang, dia terus saja bisa menangkap guratan seringai licik di wajah asisten kliennya itu.


“Maaf saya harus segera pergi .” Angel berusaha dengan langkah cepat ,namun tangannya dicekal .Dan itu membuat dia histeris .


“Lepaskan! Anda sudah kurang ajar sekali! Lepaskan tangan saya !”


“Ayolah kita bisa bermain-main lebih dulu .”


Dengan sekali gerakan laki-laki ini dapat menarik tubuh mungil Angel. Serta Merta Angel menghadiahkan gerakan memukul dengan kepalanya hingga mengenai hidung sang pria .


Lepas Angel terlepas ,tubuhnya bergetar .


“Su-sudah saya bilang lepaskan .” Seru Angel ,ada getaran rasa ketakutan dari suaranya .


Hansku bantu aku.


Jerit Angel dalam hatinya .


Mata laki-laki di depannya itu berkilat amarah. Menambah ketakutan Angel dan segera ingin berlari.


“Aku mengajakmu bersenang- senang, bukannya berkelahi. Baiklah jika ini yang kau mau .”


Angel membalikkan tubuhnya berusaha berlari, mereka sekarang masih berada di depan toilet .


“Auu”


Angel menjerit ketika rambut Bagian belakangnya tiba-tiba ditarik dengan begitu kuatnya ,setelah itu tubuhnya dihempaskan hingga mengenai tembok. Dahinya mulai mengeluarkan darah segar ,sikunya juga ikut lecet. Tidak sampai disitu sang pria mendekat. Angel masih belum bisa menyadarkan diri kepalanya terasa pusing akibat hantaman yang begitu keras.


Asisten kliennya itu mendekat ,dan berusaha mencium Angel. Angel kembali berusaha menyadarkan dirinya, dia menggigit kuat telapak tangan pria dihadapannya ini dan meludah tepat di wajah sang pria .


“Kau!!!...” Desisnya begitu geram .Tangannya melayang kan sebuah tamparan yang begitu keras menghantam pipi Angel. Angel tidak sempat menghindar, pipinya yang putih itu langsung meninggalkan jejak kemerahan .


PLAK


“Lepaskan!!!!!... saya tidak mau bersenang-senang dengan ANDA!!” Jerit Angel frustasi .


Dia tidak memakai bahasa Jepang lagi sekarang ,laki-laki itu tidak paham dengan yang dia bicarakan .


“Apa yang kau katakan!...bicara dalam bahasa Jepang !” Serunya matanya mengkilat begitu marah.


“Kau bereng*ek ...eyah kau!!” Umpat Angel


“Sudah kubilang pakai bahasa Jepang!! .” Ujar nya lagi ,tangannya sudah mau melayangkan sebuah tamparan ke wajah Angel .Akan tetapi...


“Bereng*ek!!!... Kau apakan Angelku!!!!”


Itu Hans !!!!.Laki-laki itu muncul !.


Hans datang suaranya begitu menggema, membuat orang yang mendengarnya merasa bulu kuduknya merinding .Geramannya terasa begitu menakutkan .


Ditariknya kuat rambut pria itu dari arah belakang dan “Plak.” Satu tamparan keras menghantam wajah sang pria .Tidak cukup sampai disitu Hans masih kembali menghadiahkan semuanya tamparan .Bram membulatkan matanya begitu terkejut tidak sempat melerai perkelahian .


“Bereng*sek beraninya kau!!.”


Hans sudah menghadiahkan pukulan bertubi-tubi -tubi secara tidak beraturan .Hans berada di atas tubuh asisten kliennya itu.


"BUGH!!...BUGH...BUGH!!!..."


“Bereng*sek !! ,Kau berani menyentuh wanitaku...akan kupatahkan tanganmu ini.!?” Umpatnya lagi ,suaranya terus saja meninggi. Sehingga menarik para pengunjung restoran itu berkerumun .


Laki-laki ini telah salah memilih mangsa .


Hans menginjak-injak tangan pria itu ,dengan penuh amarah sekuat tenaga . Angel berusaha berdiri menghampiri Hans .


“Pak hentikan pak anda bisa membunuhnya “Cegah Bram ,baru dia berusaha menarik sang atasan agar menjauh .Namun Dia mendapatkan dorongan kuat dari Hans hingga langkahnya mundur .


“Jangan menghentikan ku!!! “ Jeritnya ,matanya begitu tajam ,menambah kesan menakutkan yang mengelilingi dirinya .


Aura gelap mengelilingi Hans .Amarahnya begitu memuncak.


Tidak-tidak boleh .Jangan sampai hansku membunuh orang lain disini .


Dengan segera Angel memeluk Hans erat mengabaikan rasa sakit di bagian kepala dan sikunya .


“He-hentikan...hentikan pak...hiks...” Seru Angel .Meraskan pelukan dari tangan mungil Angel ,Hans terdiam mengatur nafasnya yang turun naik ,membuncah karena amarah yang begitu kuat .


“He-hentikan jangan sampai kamu membunuhnya .” Seru Angel lagi ,suara Angel tampak bergetar karena tangis nya sudah tak tertahan .


Hans berbalik dan menatap wajah sang kekasih ,dan seluruh badan Angel ,pipi Angel memar ,dahinya berdarah ,sikunya juga ikut lecet.


“Ke-kenapa jadi seperti ini .” Seru Hans ,dia mengerutkan keningnya dalam ,tatapan matanya menghujam .


“A-aku ti-tidak ap-...”


Angel sudah tidak tahan lagi ,tubuhnya terasa lemah .Dia merasa tubuhnya sulit utuh berpijak ,getaran tubuhnya masih terasa dari tadi .Dan...


Bruk!


Tubuh Angel lunglai .Seketika itu juga respon Hans segera mendekap tubuh Angel .


“Angelll!!! ...Angelku sayang bangun-bangun!!...buka matamu....buka!!” Jerit Hans dia mengguncang-guncang tubuh Angel .


Berusaha menyadarkannya . Rasanya begitu menakutkan melihat keadaan Angelnya yang seperti ini.


Seharusnya tadi dia mengikuti perasaannya !.Seharunya dia tidak mengizinkan Angelnya pergi sendiri !!.


Dengan begitu kejadian ini tidak akan terjadi .


Suasana di depan toilet itu seketika ramai, banyak orang yang tercengang dengan kejadian tadi .Seorang laki-laki Masih tergeletak di lantai ,sudah tak sadarkan diri ,tampak juga darah yang keluar dari wajah sang pria .


Situasi sudah tak terkendali hati Bram juga mendadak pilu melihat atasannya yang tampak begitu putus asa .Jujur dia tidak pernah melihat sang atasan dalam kondisi seperti ini ,sekalipun .Baru kali ini dia melihatnya .


“Pak, sebaiknya kita segera membawa sekretaris Angel ke rumah sakit .” Saran Bram


Hans yang kala itu mendekap Angel begitu erat mendongakkan kepalanya ke arah sang asisten .Dengan segera dia membopong tubuh Angel yang tak bertenaga ,membawanya keluar dari restoran itu.


“CEPAT BRAM!!!” Desis Hans Sudah tidak tahan .


Sebelum benar-benar pergi Bram meminta bantuan kepada orang-orang sekitar untuk membantu asisten klien mereka yang sudah babak belur.


***


Bram segera membuka pintu mobil ,yang sengaja mereka sewa untuk kepentingan bisnis di Jepang .Dia juga tak membuang waktu berlari membuka pintu mobil pengemudi ,dan menancap gas sekencang mungkin.


Hans mendekap tubuh Angel dengan erat ,Angel dipangkunya .Sapu tangan sudah menempel di bagian dahi Angel yang berdarah .Matanya menatap sang kekasih begitu miris .Badannya bergetar menahan amarah dan kecemasan .Marah karena tidak bisa menjaga Angelnya ,cemas dengan kondisi Angel yang sekarang.


“Bram cepat...Angelku...aku takut terjadi apa-apa dengan Angelku .” Seru Hans dia juga menghadiahkan kecupan di kelopak mata Angelnya yang dari tadi tertutup .


“Sebentar lagi pak.” Bram semakin melajukan mobilnya .Astaga kumohon Ya tuhan selamatkan sekretaris Angel .


Angelku sayang .Aku mohon bangunlah .Kenapa kau memejamkan matamu .Jangan membuatku cemas seperti ini .Angel sayang!!....Maafkan aku seharusnya aku segera menyusulmu.Kepa*at itu!!Tidak akan kubiarkan dia lepas begitu saja.

__ADS_1


Angel sayang!!...


Sosok yang selalu tampak tegas itu ,sekarang begitu kalut .Tampak Di sudut matanya sudah jatuh cairan bening. Hans menangis!! dia menteskan air matanya .


__ADS_2