Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 56- Rumah Ternyaman


__ADS_3

Sekembalinya dari negeri sakura. Angel benar-benar tidak bekerja sesuai dengan perintah atasan sekaligus kekasih posesifnya. Pagi sekali dia bercermin dan mulai membuka perban yang berbalut kapas di dahinya.


Dia meringis, air matanya juga mulai menggenang karena menahan sakit. Kulitnya yang terluka terasa ikut tertarik seiiring dengan pergerakan tangan yang memaksa untuk membuka perban itu.


Dilemparkannya sembarang kapas bekas di dahinya di atas meja rias.


Matanya menyoroti bagian dahinya.


“Sudah mulai membaik. Apa ini akan menimbulkan bekas? Apa aku perlu ke dokter kulit. Hem dahiku kasihan sekali kamu... “ Keluhnya dengan mengerucutkan bibirnya.


“Sudahlah mumpung libur beres-beres rumah dulu.”


Angel mengganti seprei tempat tidurnya. Lalu menyusun bantal dengan rapi tersenyum ketika melihat hasil kerja kerasnya.


“Kerja bagus Angel lanjut.” Serunya bersemangat. Melupakan perintah dari kekasihnya untuk istirahat. Angel malah menghabiskan waktu dengan membenahi rumah. Mencuci seprei dan sedikit pakaian.


Sembari menunggu Angel memutar musik .


Balckpink- How you like that


How you like that


Dia ikut bernyanyi . “You gont like that that that that that “


Bunyi musik berhenti berganti dengan dering ponsel.


Dret dret


Ponselnya berdering. Angel lekas-lekas berlari menuju arah sumber suara .


“Hallo.”


[“Hallo nak.”]


Suara ibu terdengar hingga membuat mata Angel perlu memastikan, ejaan nama pemanggil di layar. Dan benar itu ibunya.


“Ya Bu.”Sahutnya lekas. Mengambil posisi duduk di dekat jendela.


[“Gimana kabarnya nak. Kamu baik-baik aja kan?”] Langsung ditanya dengan terburu-buru.


Angel sampai mengerutkan keningnya karena heran. Tapi dia berusaha menjawab pertanyaan ibunya .


“Iya Bu baik. Angel baik-baik aja sehat. Memang kenapa bu?” Angel menyembunyikan fakta saat ini dirinya sedang terluka. Angel tidak mau membuat ibunya khawatir .


Terdengar jelas suara hembusan nafas dari ponsel yang berasal dari ibunya. Seperti berarti lega?


[“Baguslah Kemarin tiba-tiba ibu khawatir sama kamu nak. Jadi ibu cepet-cepet telpon.”]


Angel teridam, firasat ibunya sangat kuat. Anaknya kemarin memang mengalami musibah .Terbesit sebuah rasa bersalah karena menyembunyikannya fakta dari ibunya. Namun di sisi lain dia juga tidak mau membuat ibunya khawatir.


[“Nak...”]


“Ya Bu “


[“Jaga diri baik-baik ya .”]


“Ya Bu “


["Kapan pulang nak ibu kangen. Ayah kamu juga nanyain kamu terus nak. Kapan pulang katanya.”]


Angel mengukir senyum di wajahnya. “Nanti Angel pulang Bu.”


[“Ibu tunggu ya sayang. Jaga kesehatan,” ] Ujar ibunya lembut. Memang ibu Angel ini sifatnya lemah lembut. Cara bicaranya juga lembut. Dan pastinya sifat ramah Angel terturun dari sang ibu.


“Iya.” Angel menggigit bibir bawahnya.


[“Ya sudah ibu tutup teleponnya ya .”]


“Ya Bu. Salam untuk ayah ya Bu.”


[“Iya...ibu tutup ya.”]


“Ya Bu.” Sahutan singkat itu mengakhiri pembicaraan dua orang wanita sedarah. Seorang anak dan ibu. Ikatan batin mereka begitu kuat hingga ibu bisa merasakan bahwa anaknya sedang berada dalam masalah.


Musik kembali berputar hingga membuat Angel terlonjak terkejut. Dia segera menekan layar untuk menghentikan lagu .


“Maafin Angel ya Bu. Angel Cuma nggak mau ibu khawatir .” Angel berucap lirih.


Lama dia terdiam tanpa melakukan pergerakan menatap layar ponselnya juga dengan tatapan hampa. Rasa bersalah bergeming dihatinya hingga sekarang. Membuatnya tidak mood untuk melakukan apa-apa lagi.


Akhirnya setelah merasa mulai tenang dengan pikirannya Angel menjejal langkahnya untuk membuka pintu rumah .


Berjalan-jalan santai mengitari tempat sekitar rumah.


Dari kejauhan dia dapat melihat banyak buku-buku dari dalam sebuah tempat. Meskipun terhalang kaca tetap saja buku-buku itu terlihat jelas. Langkahnya tertarik untuk masuk ke dalam tempat tersebut .


Angel sebenarnya beberapa kali ke tempat ini namun tidak sering. Menghabiskan waktu dengan membaca novel di tempat ini. Angel melemparkan senyum kepada penjaga tempat, dan menulis daftar pengunjung.


“Terima kasih.” Ucapannya kemudian berlalu. Menyusuri tak demi rak buku. Matanya juga bergerak membaca satu persatu judul yang menarik yang ingin dibaca. Jari tangannya ikut berlabuh menyentuh satu demi satu buku.


“Hmm wah aku akan membaca ini “ Serunya senang. Angel sudah mengambil satu buku, matanya tertuju pada buku yang sudah dia buka lembar pertamanya. Dia berbalik dan mulai berjalan. Tapi...


Bruk


Tubuhnya bertubrukan dengan sebuah badan. Dia memekik terkejut hingga buku yang dia pegang hampir terjatuh. Namun sebuah tangan menahan buku tersebut. Angel melihat tangan yang menangkap buku nya yang terjatuh dan matanya bertemu dengan sosok yang tidak dia kenal.


“Buku ku!!...”Sadar reaksinya terlalu berlebihan hingga mendapat tatapan tajam dari para pengunjung. Angel langsung mengatupkan bibirnya rapat. “Eh maaf saya tidak sengaja.”


Orang yang berada didepan Angel ini belum menjawab. Tampak mengukir senyum kecil di wajah dan menyerahkan buku Angel .


“Tidak apa-apa” Ucapnya, suaranya terdengar berat memang pantas untuk seorang pria. Angel tidak terpesona hanya berdiri canggung.


“Ah terima kasih. Sekali lagi maaf.”


“Saya baru pertama kali melihat Anda, “ Ucapnya, tampaknya laki-laki ini merasa asing dengan wajah Angel. Sama halnya dengan Angel dia juga tidak mengenal pria di depannya ini.


“Oh iya saya jarang kesini “ Sahut Angel singkat tanpa mau memberikan pertanyaan balik.


Apa aku harus terus bicara dengannya. Aku ingin membaca novel sekarang. Bukan berkenalan dengan orang baru .


“Pantas saja “ Tersenyum kecil sembari masih menatap Angel .


Tidak ingin terlibat pembicaraan lebih lanjut Angel segera pamit.


“Kalau begitu saya permisi. Maaf sekali lagi, “ Ucap Angel


“Oh iya silahkan “ Serunya.


Angel berjalan melalui pria tadi dan mencari tempat duduk yang nyaman. Angel mendudukkan tubuhnya di dekat sudut ruangan. Tangannya membuka lembar demi lembar halaman buku novel. Mengisi waktu luang dengan membaca novel merupakan hal yang disukai Angel. Bibirnya sesekali mengembangkan senyum ketika membaca alinea romantis. Lembar demi lembar berlalu dengan berbagai raut wajah.


Hampir seperempat jalan sudah dia baca, matanya melirik jam tangan yang terpasang cantik. Sudah pukul delapan. Angel kemudian berdiri, mengembalikan buku ke tempat semula.


Angel sudah keluar dari perpustakaan umum tersebut. Berjalan dengan santai tujuannya kembali ke rumah.


Santai sekali sembari bermain ponsel dan membuka Instagram. Lalu membuka aplikasi baca novel online.

__ADS_1


“Ha apa?! Aku belum siap.” Pekiknya, matanya membulat. Matanya sekali lagi membaca bila saja dia salah eja. Benar ternyata novel favoritnya ada label END nya benar-benar END.


“Kenapa tamat!! Endingnya kok gitu aja nggak terima. Pokonya protes sama mamaton. Kenapa nggak hentiin otornya yang bikin label END di novelnya sih...” Angel kecewa sekaligus marah. Dia sering membaca novel online dan terkejut ketika novel yang sering membuat dia bolak balik END.


“Spam komen sama otornya.”


Tuk tuk tuk tuk


Jari-jemari tangannya terus saja mengetik spam pada admin mamaton.


"Min itu novel kesayangan saya kenapa nggak kamu hetiin bikin label tamat. Saya masih seneng bacanya. Saya nggak mau tau pokonya novelnya lanjut lagi. Ayo min "


“Ayolah min minta tambahan part sampe 100 bab!” Dasar tidak kira-kira meminta tambahan.


"Min tolong ...hiks hiks."


Menghiba-hiba tidak rela.


Itulah Spam Angel terhadap admin mamaton .


"Thor kok end sih. Gak rela! Aku gak rela Thor lanjut pokonya. Seneng bacanya ."


"Otor sayang cantik deh "


"lanjut Thor"


Spam di kolom komentar novel dengan judul


#OMJ


Begitulah Angel menghabiskan waktu sepanjang jalan menuju rumahnya .Dan lagi ternyata keterkejutannya tak sampai disitu satu judul novel online kesayangannya ada lagi yang tamat berjudul #AHF hari itu ia menghabiskan waktu dengan mendemo mamaton.


***


~Perusahaan


Meeting sedang diadakan, ketidakhadiran Angel membuat semangat Hans menurun.Tapi fokusnya pada presentator tetap berjalan. Detik demi detik matanya semakin menajam. Presentator bahkan mulai tergugup karena ekspresi atasannya itu.


Hans memejamkan matanya sekilas dan menghela nafas kasar .


“Apa yang kalian sajikan ini ?!!” Mata Hans melayangkan tatapan ke satu demi satu wajah-wajah yang mulai tertunduk di dalam ruang meeting itu. Hendak rasanya dia mengumpat kesal. Tapi dia menahannya .


Hans melempar kasar lembaran berkas materi hingga membuat jantung presentator berdetak cepat juga wajahnya yang tampak pias. Mereka semua bungkam, Bram bahkan tidak berani melirik ke arah atasannya itu.


Aku sudah menduganya. Dari tadi diam tanpa kata setelah bicara dia akan sangat membuat orang terguncang .Tunggu saja 1.2 3...


Batin Bram


“Bagaimana bisa kalian membawa materi seperti ini ke meja meeting hah!!”Suara Hans mulai meninggi. Pun telapak tangannya yang menggebrak meja. Semakin membuat anggota rapat senyap. Tidak ada satu pun yang berani menyahut ataupun beradu pandang dengan Hans .


Benar kan .


“Satu Minggu! Bawa ide yang memuaskan!


Sajikan sesuatu yang benar-benar layak !Layak untuk mendapat sebuah tepuk tangan dari seorang Hans!”


Itu artinya mereka harus memenuhi standar pemikiran pak Hans. Dia memang iblis tampan. Tapi menjadi laki-laki posesif ketika bersama sekretaris Angel .Bram terus membatin. Dia merasa kasihan dengan wajah-wajah bahkan posisi tubuh para anggota rapat yang terdiam membisu .


Hans berucap singkat tapi menuntut dan menekan. Wajah-wajah mereka semakin pias. Satu Minggu waktu yang sangat singkat. Tuntutan ini begitu berat .Mereka sudah bisa membayangkan akan kerja lembur selama satu minggu kedepan.


Hans sudah beranjak dari tempat duduknya matanya masih melayangkan tatapan dingin.


“Atur rapat untuk minggu depan Bram! Rapat selesai “ Bram hanya terpaku melihat kepergian atasannya itu. Bola matanya bergerak dengan hati-hati melihat anggota rapat yang terdiam.


Bram berdiri dan mendorong kursinya dan merapat pada meja .


“Seperti yang pak Hans katakan. Rapat akan diadakan atau minggu lagi dari sekarang. Jadi siapkan dengan matang.”Bram berlalu, ia hanya menegaskan. Tidak mau meninggalkan kesan menekan lagi.


***


Hans sudah duduk di kursi kerjanya. Jari tangannya memijit pelan pelipisnya, matanya juga ikut terpejam seiring gerakan memijit pelipis. Mood nya semakin tidak baik sekarang. Rapat tidak sesuai dengan standarnya. Ide-ide yang disajikan begitu biasa. Kekasihnya juga tidak bekerja hingga semangatnya menurun .


Bram terdiam. Perlahan tangannya mengambil iped dan menghidupkan layarnya. Bram membuka jadwal agenda selanjutnya yang harus mereka lakukan hari itu.


Begini rupanya ketika Angel tidak hadir . Astaga wajah boss tidak ada senyum-senyumnya sama sekali .


Dia berhenti menelisik dalam raut wajah atasannya itu, dan mulai membaca agenda.


Hans diam tanpa komentar telinganya terpasang dengan baik untuk mendengar .


"Apa agendanya tidak bisa ditunda Bram?!"


"Tidak bisa pak semua agenda yang kita lakukan sangat penting dan tidak bisa ditunda ." Sahut Bram cepat .


"Kau saja yang menggantikanku "


"Sayangnya tidak bisa pak "


"Apa yang kau sayangi " Hans tampak mencemooh ungkapan Bram yang memiliki arti lain .


"Eh Ma-Maksud saya...."


"Sudahlah Bram .Ayo lanjutkan " Hans kesal, karena tidak bisa menunda pekerjaan .


"Baik pak " Bram berusaha mengukir senyum namun matanya melayangkan tatapan memincing ke arah atasannya itu.


Mereka langsung bergegas untuk melakukan agenda lain.


Hans mengalami perubahan mood dan penambahan pikiran. Meskipun dia bekerja tetap saja dia memikirkan kekasihnya. Padahal dia juga yang meminta Angel untuk istirahat. Tapi dirinya juga yang paling merindukan Angel saat itu.


***


Kesibukan akibat perkerjaan membuat tubuh Hans terasa letih. Laki-laki itu memijit pelan tekuknya yang terasa kaku. Membenarkan posisi duduknya agar bersandar dengan nyaman di bangku mobil.


Tubuhnya bergerak ke depan matanya tertuju pada sopir pribadi keluarganya pak Yanto.


“Mampir ke rumah Angel dulu ya pak.” Pintanya dengan nada biasa. Permintaan itu di jawab dengan iya oleh pak Yanto .


Hans kembali menyandarkan tubuhnya, matanya terpejam tangannya bersedekap di dada. Keheningan mengisi perjalanan mereka. Meskipun lelah dan ingin segera beristirahat, tapi rasa ingin bertemu dengan sang kekasih juga lebih besar.


Apa yang dilakukannya ?Apa dia benar-benar sitirahat ?awas saja kalau dia menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna .


karena pekerjaan aku sampai tidak bisa menghubunginya .


Tangannya bergerak mengambil ponsel di saku nya. Menekan Angka satu yang otomatis memanggil nomor sang kekasih .


[“Iya”]


Panggilan telepon langsung diangkat. Hanya dengan mendengar suara kekasihnya senyum Hans langsung terukir. Berbeda sekali dengan beberapa waktu lalu laki-laki ini bahkan banyak terdiam dan menanggapi sesuatu dengan singkat.


“Sedang apa?”


[“Hanya berbaring. Kenapa ?”]


“ Tidak ada .”

__ADS_1


"Sudah makan?"


["iya "]


"Kau benar-benar sitirahat kan, di rumah ?"


Angel mendudukkan posisi tubuhnya tangannya bergerak menekan tombol pada remote dan mematikan televisi .


["i-iya tentu saja. Aku istirahat dengan baik. Makan tidur hanya itu yang kulakukan."] Sahutnya cepat dengan gugup.


" Cih Dasar pemalas " Cemooh Hans dengan nada bercanda. Bibirnya mengulas senyum tipis .


["Siapa yang pemalas?!"] Sangkal Angel cepat.


"Kau, jangan coba menyangkal " Hans sekarang tertawa. Membayangkan ekspresi merah padam kekasihnya di sebrang telepon.


["Aku sangat rajin!"]


"Pemalas masih tidak mau mengaku " Hans Sudah terkekeh geli .


["Aku tidak pemalas. Aku bahkan seharian ini..."] Angel berhenti berucap hampir saja dia keceplosan mengatakan bahwa dirinya beres-beres rumah seharian .


Hans mengerutkan keningnya ketika Angel yang dirasa mau meledak berhenti bicara.


"Kenapa seharian ?"


["Ha ti-tidak ada ."]


"Kau tidak bisa melakukan pembelaan sayang. Tadi kau yang sudah mengaku sendiri "


["Ya ya kamu hakim disini "]


"Haha Aku akan ke rumahmu tunggu aku “


Pak Yanto sempat melirik dari kaca depan mobil saat tuan mudanya itu tertawa renyah .


[“Eh kenapa? Kamu Baru pulang kerjakan?”]


“Memang baru pulang kerja, tapi aku ingin menemuimu “ Hans kekeh suaranya sudah terdengar kesal. Karena Angel seperti menahannya untuk tidak menemuinya.


[“Baiklah-baiklah hati-hati. Akan kutunggu.”] Angel pasrah.


Singkat. Pembicaraan yang begitu singkat namun membuat sudut bibir Hans tak hentinya membentuk sebuah senyum kecil. Sorot matanya melihat ke arah depan, memfokuskan penglihatannya. Jarak mobil dan rumah Angel sudah semakin dekat.


Dapat! Matanya menemukan sesuatu yang indah. Seorang wanita sedang berdiri di depan rumahnya kaki wanita itu bergerak asal di atas tanah, mengukir sesuatu yang abstrak. Silau lampu mobil membuat wanita itu menoleh dan senyumnya langsung terukir.


Mobil telah berhenti di bahu kanan jalan. Dengan gerakan cepat Hans membuka pintu. Pak Yanto hanya tersenyum kecil melihat dari kaca spion mobil. Pak Yanto bahkan belum sempat membukakan pintu, tampaknya tuan mudanya itu memang tergesa-gesa .


Hans melangkah panjang, dia sudah di sambut dengan senyuman manis dari wanitanya yang hanya beberapa langkah lagi dapat dia rengkuh dalam pelukannya. Dia mendapatkannya!! Mendapatkan kehangatan tubuh wanita ini. Aroma manis dari tubuh Angel langsung menyeruak. Dia berlama-lama memeluk wanitanya dan mencium dari sisi kanan rambut wanita ini.


Aku menyukainya. Aku menyukai harum tubuhnya. Angel kau membuatku semakin tergila-gila denganmu.


“Ada apa?Kenapa memelukku erat sekali “ Tanyanya dengan polos. Angel merasa pelukan Hans akan berlangsung lama, Hans bahkan belum menunjukkan wajahnya lagi setelah tenggelam dalam pelukannya.


“Aku hanya ingin melakukannya. Kenapa kau wangi sekali. Lelahku terasa berkurang karena memelukmu.” Angel berusaha terlepas dari pelukan Hans, memundurkan bagian atas tubuhnya agar lebih leluasa melihat Hans .


“Kamu benar ,wajahmu terlihat sangat lelah. Kenapa tidak langsung istirahat?” Matanya menelisik dalam melihat raut wajah serta penampilan Hans. Hanya wajahnya yang terlihat lelah penampilan laki-laki ini masih terlihat baik.


“Aku ingin menemui kekasihku.” Direngkuhnya lagi Angel masuk ke dalam pelukannya. Matanya terpejam menikmati momen pelepasan rasa lelahnya. Angel memberikan usapan kecil di punggung Hans. Pipinya menempel pada dada Hans.


“Aku merasa lebih baik “ Serunya. Angel tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya itu


“Akan lebih baik lagi jika sudah sampai rumah istirahat dan berbaring.” tutur Angel lembut. Dia merasa tidak tega Hans dalam keadaan lelah dan memaksakan diri untuk menemuinya.


“Kau rumahku sayang. Rumah ternyaman yang pertama kali ingin kutuju.” Hembusan nafas tenang Hans terasa, suara beratnya juga begitu dekat. Membuat desiran di dada Angel. Didekapnya juga Hans dia seperti menjawab perkataan Hans melalui respon tubuh.


Rumah ternyaman ?Aku kenapa bisa ?Kenapa kata-katanya manis sekali. Aku semakin jatuh dalam jurang pesonanya .oh Hansku .Kenapa kau bisa menyukaiku sebesar ini?


”Aku mencintaimu.Angelku wanitaku ,wanita milikku. Kekasihku.. .kekasih milik Hans. “ Ucap Hans tiba-tiba .Membuat Angel tiba-tiba menahan nafas, jantungnya langsung berdegup tidak kuat menerima kata-kata aku mencintaimu .


“Kamu mengejutkanku!... “ Seru Angel berusaha bersikap biasa .


Diregangkannya pelukan dari tubuh Angel .” Seharusnya kau menggapi ungkapan perasaanku “ Raut wajah Hans terlihat kesal .” Katakan !...Kau milikku “ Serunya cepat penuh tuntutan .


Angel menanggapi dengan senyum manis raut wajah Hans yang terlihat kesal. Diambilnya rambut halus Hans yang terjatuh lalu disisipkannya menggunakan jari tangannya. Kakinya berjingkit untuk bisa menyentuhnya.“ Aku juga. Aku sangat-sangat menyukai Hans Prasetyo. Aku milikmu... kekasihmu... “Angel mengungkapkan perasaannya dengan debaran yang begitu kuat. Mata mereka saling bertemu. Senyum Hans mengembang lebar ,di tariknya kepala Angel hingga Angel berjingkit kembali. Hadiah kecupan tak berkesudahan diberikan Hans di seluruh bagian wajah Angel. Bibirnya berlama-lama berlabuh pada kehangatan bibir Angel hanya kecupan tanpa *******.


Kecupan berhenti mata Hans terpaku pada dahi Angel. Tidak ada lagi perban di bagian dahi kiri atas Angel. Hanya terlihat luka yang sudah mulai kering. Tampaknya lukanya Sudah mulai membaik. Melihat itu sekelebat ingatan amarah terbayang di mata Hans.


Kejadian dia melihat Angelnya terkulai bersandar pada dinding, lemah, tak berdaya . Tidak akan!! selama hidupnya dia tidak akan membiarkan kejadian itu terulang kembali. Hans akan melindungi Angelnya dari sekarang .


Aku akan melindungimu sayang .Lukamu sudah kubalas beribu kali lipat . Aku sangat mencintaimu Angelku.


"Kenapa ?" Angel menyadari perubahan raut wajah Hans


"Tidak ada .Aku ...hanya merasa sedang dalam masalah "


"Masalah ?Masalah apa ?!!"


"Masalah karena selalu merindukanmu... Auu " Angel mencubit pinggang Hans.Laki-laki itu malah tergelak .


Sejak kapan dia jadi seorang perayu. Apa dia membuka internet?


Dari dalam mobil pak Yanto melirik sekilas ke arah dua orang itu .Dan laki-laki itu menyesal telah meilirik dia melihat pemandangan ,yang membuat dirinya dilanda rasa malu .Dia tidak menyangka bahwa hubungan tuan mudanya dan sekretaris itu sudah melangkah lebih jauh .


***


Hans kembali keruma. Mama memincing mata dari arah jendela kamar. Anaknya itu baru kembali dan batinnya mengatakan bahwa Hans baru saja bertemu dengan calon menantunya . Dia segera bergegas keluar kamar dengan senyum mengembang. Papa Fadli hanya terheran melihat tingkah istrinya dia tidak menegur tingkah aneh istrinya. Memilih untuk bersandar pada ranjang dan menonton televisi matanya menatap layar televisi menampilkan saluran Channel kesukaannya.


“Baru pulang sayang.” Hans menatap curiga dengan nada suara ibunya yang terdengar manis. Mereka bertemu di pembelokan tangga saat Hans berusaha menuju kamar nya .


“Iya mah “ Jawab Hans singkat, kemudian langkahnya berlanjut menuju kamarnya. Matanya melirik sekilas ke arah kamar adiknya .Hana terlihat sedang berbaring dengan layar laptop didepannya. Jari-jari tangan itu fokus untuk mengetik.


Mama Rina masih mengikuti anaknya itu. Niatnya sekarang adalah mengorek informasi lebih lanjut tentang calon menantunya. “Ngapain sih mah?” Seru Hans ,dia sudah di dalam kamar dan segera melepaskan jas lalu tangannya menjangkau dasinya untuk di lepas.


“Kapan kamu ngenalin pacar kamu sayang. Mama mau ketemu “Hans membuka kancing kemeja bagian atasnya lalu ,membuka lagi bagian lengannya. Setelah selesai dia memegang bahu wanita yang dia sayangi .” Dia setuju ketemu .Tapi... bukan sekarang Hans bakal atur waktu dulu.” Mata Mama Rina melebar terkejut sekaligus senang.


“Yeayy...awas aja kalo kamu bohong ya .”


Mama Rina langsung berlalu setelah mendapatkan yang didinginkanya .Bahkan lebih.Tadi dia hanya ingin mengorek informasi ternyata anaknya itu malah memberikan kabar akan mempertemukan nya dengan calon menantu nya.


Tidak semudah itu ibu negara untuk bertemu calon menantumu .Aku tidak akan membiarkan kekasihku kau monopoli waktunya hingga habis tak bersisa .Kau harus sabar menunggu .


Hans mengukir seringai kecil lalu langkahnya membawa menuju kamar mandi. Segera dia melepaskan seluruh pakaiannya dan menghidupkan shower. Kepalanya menengadah menikmati, setiap aliran air yang membasahi tubuhnya. Air itu menjalar dari rambut bahu perut lalu sampai ke ujung kakinya. Tangannya bergerak menggosok tubuhnya dengan sabun. Dia juga mengaplikasikan sampo pada rambutnya .


Segar tubuhnya sudah sangat segar. Handuk melilit pada bagian pinggang. Lalu Hans mengeringkan rambut asal dengan handuk .


Tubuhnya lelah jadi dia segera berpakaian dan membaringkan tubuhnya ditengah-tengah ranjang .


“Aku tidak menyangka kau sudah menjadi milikku .Sayang kau tidak akan pernah kulepaskan .Muachh “ Hans memberikan kecupan pada layar ponselnya yang memperlihatkan gambarnya bersama sang kekasih ketika berada di Jepang .


Dia memejamkan matanya sekilas mengingat kembali pertama kali dia melihat sosok cantik yang begitu polos dan sederhana hingga menggetarkan hatinya . Dia mengukir senyum ,membentangkan tangannya dan ponsel tergeletak asal di ranjang . Perlahan dia benar-benar masuk ke dalam mimpi .


Di dalam mimpinya bahkan dia menemukan sosok Angel .


Didalam mimpi Hans mengatakan untuk Memberikan vote like dan komen kepada para pembaca. 😂🤣

__ADS_1


__ADS_2