Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 59- Kagumnya Angel


__ADS_3

Hans merasa suntuk di rumah. Tidak ada hal yang menarik untuk di lakukan. Mengusap layar ponselnya tanpa minat berguling kesana kemari di tempat tidur .


Hans memincing mata ketika melihat status terbaru dari Angel. Tubuhnya langsung berubah tegak.


“Sial! ...kenapa dia tidak mengajakku. Dia asik berduaan dengan adiknya! Tidak bisa dibiarkan” Difoto tersebut ada Juna di bagian depan dan Angel sepeti tersenyum tapi tak melihat ke arah kamera. Namun Hans melihat mereka begitu lengket. Merasa iri tentu saja itu yang di pikirkannya.


Segera Hans mencari pakaian santai ingin menyusul kekasih mungilnya itu .


“Hmm, tentu saja penampilan Hans selalu tidak diragukan ” Hah. Masih sempat saja mengagumi diri sendiri didepan cermin .


Hans menekan lambat layar yang bertuliskan 1. Langsung tersambung ke panggilan telepon.


“Dimana?” To the point bahkan suaranya tidak sabaran. Hans mengaplikasikan sneakers-nya ke satu sisi kaki .


“Aku, sedang jalan-jalan sama Juna.”


“Kenapa tidak mengajakku “ Suara Hans terdengar kesal tentu saja Angel dapat menangkap itu.


“Hanya sebentar kok gak lama “ Sahut Angel lembut .


“Aku mau menyusul shear lokasi sekarang .” Hans mengehentikan satu kakinya ke lantai sneakers-nya sudah terpasang sempurna .Panggilan telpon berakhir .


***


Mall


“Kamu sengaja kan dek?” Angel memincing matanya ke Juna yang sedari tadi diam menahan tawa .


“Buahahaha iya .” Sahut Juna santai masih tertawa geli .


Beberapa saat lalu .


“Kak pinjam hpnya “


“Ngapain ?” Angel bertanya curiga .


“Pinjem aja lah “ Angel masih menyipitkan matanya belum menyerahkan ponselnya pada adiknya itu .” Ini jangan buka YouTube kuota mahal !”


“Ya Tuhan kakak yang pelit .Haduh “ Angel terkekeh mendengar lontaran ejekan dari adiknya .


Juna menepiskan senyum nakal jari tangannya berselancar mengusap dan menekan satu buah aplikasi chat .” Kakak liat deh itu “ Tunjuk Juna ke sembarang arah .Dengan bodohnya Angel mengikuti arah tangan adiknya pada saat bersamaan Juna mengambil gambar mereka .


“Ngibulin kakak dapat hukuman.”


“Auu auu aduh aduh sorry haha “ Juan berusaha menghindar dari serangan cubitan kakakanya yang tak berkesudahan.


Tidak lama setelah Juna mengaplod status terbaru pada salah satu aplikasi .Ponsel kakaknya itu langsung berdering ,hingga membuat dia menahan senyum .


“Nih “


Juna segera menyerahkan ponsel kakaknya. Angel mengerutkan kening ketika melihat panggilan Hans kecurigaannya semakin menjadi setelah mendengar nada ketua sebagai pembuka pembicaraan. Saat itu juga dia ingin mencakar adiknya itu.


***


Sembari menunggu Hans mereka masih melanjutkan untuk berkeliling mall .


“Kak mampir ke situ dong, Beliin jam tangan .” Juna menaikkan kedua alisnya ,dan menggosok pergelangan tangannya yang bersih tak berhias .


“Halah jam tangan rumah sama hp udah ada .Ngapain beli lagi gak usah dek .” Angel tidak mau mengabulkan keinginan adiknya itu .


“Ck ck...aku salah waktu seharusnya minta sama kakak pas gajian .” Juna berdecak seolah-olah kecewa .


“Tu tau... haha .” Angel tergelak .


“Ayo dek .” Ajak Angel .


Juna mengerutkan kening melihat sebuah pergerakan seorang wanita yang sudah berumur tampak cekungan celingukan .” Mencurigakan ...”Gumamnya


“Apanya de?.” Tanya Angel


Sejenak Juna terdiam lalu alisnya mengarahkan untuk melihat ke arah jam 12 . Mata mereka membulat bersamaan saat wanita itu berhasil mengambil sebuah jam tangan ,berlalu dengan segera pula .


“De itu dia...” Angel menujuk arah wanita tadi .”Astaga main nyelonong aja lu de...” Dilihatnya Juna Sudah berada didepan wanita berumur tadi .Segera Angel menyusul adiknya itu .


Juna menyeringai sinis menghadang perempuan yang Sudah berumur itu .


“A-ada apa ?” Tanya perempuan itu tergugu. Juna semakin menyunggingkan senyum sinis .Mata perempuan itu berlarian kesana kemari sepertinya dia takut ketahuan .


“Anda harus membayarnya dulu dong .” Juna mengucapkannya dengan kekehan pelan dan itu malah menimbulkan sebuah keringat dingin di kening perempuan itu .


“Me-membayar apa maksudnya anda ? Awas saya buru-buru!” Serunya dengan suaranya yang meninggi.


Tangan Juna kali ini membentang untuk menahan perempuan tadi .Dengan sekali gerakan Juna berhasil mengambil barang yang disembunyikan dibalik baju perempuan tadi .


“Ini Anda harus membayarnya .Tidak boleh dong pergi begitu saja .” Juna mengangkat kedua alisnya . Mengulas senyum tipis .


Bukannya gelagapan karena ketahuan, wanita itu malah meninggikan suaranya.


“Tentu saja saya akan membayarnya huh! Anda pikir saya tidak mampu .” Dengusnya kesal.sudah ketahuan mencuri masih saja membela diri .


Juna mengerutkan keningnya merasa orang ini terlalu angkuh .Angel juga tak kalah terpelongo .

__ADS_1


Angel dan Juna mengadukan perihal ini pada manajer toko . Mereka berada di sebuah ruangan .Juna hanya menyampaikan apa yang dia lihat barusan .


Manajer toko itu terdiam takut-takut dia melirik ke arah wanita berumur tadi yang bersedekap dada . “ Ehm...untuk Masalah ini akan kami selesaikan .Terima kasih atas pemberitahuannya .”


“Hah !Ternyata mereka tunduk pada status !.” Gumam Juna namun terdengar jelas ditelinga semua orang .Dia menggidikkan bahu acuh saat pandangan tertuju ke arahnya .


“Sebaiknya anda diam !.Ini akan menjadi urusan toko kami .” Serunya lantang .Juna berdecih pelan .”Saya mohon Anda meminta maaf ,karena hampir mempermalukan Pelanggan VIP kami .”


“A-apa yang anda bilang .Disini kami berniat baik dengan memberitahukan perilaku tercela pelanggan Anda ini karena MENCURI!. Dan anda malah menyuruh kami yang susah berbaik hati untuk meminta maaf .Tidak dapat dipercaya ” Angel menekankan kata mencuri .Dia tidak terima adiknya malah disuruh minta maaf. Jika bukan karena mereka mungkin toko itu sudah mendapat kerugian .


“Apa! pe-pencuri .Aku membayarnya tadi huh !” Dengusnya dengan mata menyala .


“Ada apa ini?! .”


Duar


Jantung manajer toko rasanya berhenti berdetak ketika mendengar suara berat seseorang .Tenggorokannya rasanya tercekat. Hans datang beberapa saat lalu dia sempat berkomunikasi dengan Angel .Dan Angel mengatakannya ke sebuah ruangan .


“Tidak ada Tuan muda.” Sahut menejer itu berbohong .Dia tau dengan sifat Hans yang begitu tegas .


“Tidak ada .Tapi aku melihat wajah kekasihku menahan amarah tadi .” Mampus kau kalau tidak mengatakan apa-apa .Kira-kira itulah penjelasan dari matanya . Kekasih?!! menejer itu jelas menangkap kata kekasih keluar dari mulut Hans. Astaga apa yang dilakukannya Berani membuat Masalah dengan kekasih seorang Hans .Dan dia dengan bodohnya membela pelanggan VIP .


“Ini kak .Kami melihat Tante ini mencuri .Dan kami malah ditodong untuk meminta maaf .” Adu Juna. Juna paham mungkin Hans memiliki pengaruh disini .Dilihat dari gelagat menejer tadi yang sekarang banyak tertunduk .


“Kenapa seperti itu .”


“Be-begini Tuan muda. Beliau pelanggan VIP kita ,dan beliau juga sudah membayar barang yang diambilnya tadi .”


“Barang yang dicuri .” Gumam Juna


“Ck... jadi selama ini kamu memperlakukan pelanggan berdasarkan level ?! Karena dia pelanggan VIP jadi perbuatannya dengan mudah kamu selesaikan?! ” Tutur Hans tapi dengan menyeringai .Mata Hans dan mata perempuan berumur tadi saling pandang tajam .


“Pak Randi dengarkan saya .Disini yang kamu lihat bukan seorang pelanggan VIP. Disini Hanya ada seorang PENCURI! dia bersembunyi dengan status nya yang tinggi .” Wajah pak Randi manajer toko sudah pias pasi.


“Proses sesuai jalur hukum ,jangan menyalahi aturan .Jika saya mendengar hal ini terjadi lagi, ada kesenjangan perlakuan antar pelanggan maka dengan terpaksa saya harus meminta surat pengunduran diri anda .”


“Eh tidak bisa begitu dong .Kan saya Sudah membayar barangnya .” Dengus wanita itu begitu geram dan mengepalkan tangannya . Hans tidak menghiraukan dan mengambil tangan Angel yang sedari tadi terdiam .Angel terkagum dengan gaya Hans yang menyelesaikan masalah .Dan Terus memusatkan matanya ke arah Hans dari tadi .


Seringai dingin kembali tersungging di bibir Hans .” Anda harus menuai apa yang sudah Anda tanam .Saya pikir saya tidak perlu banyak bicara lagi .” Melirik dingin ke arah pak Randi selaku manajer toko .


Wanita tadi sepertinya menggila dan mengamuk dengan manajer toko setelah hans berlalu bersama dengan Angel dan Juna .Hans memang memiliki saham yang banyak di dalam mall itu. Para petinggi mall juga pasti mengenal Hans, dan untuk pertama kalinya Hans turun tangan untuk menyelesaikan sebuah masala. Tentu saja itu karena ada Angelnya.


***


“Kau tidak meminta maafkan tadi .”


“Tentu saja tidak!! ” Seru Angel dengan nada mangkal bin kesel.


“Bagus .” Hans mengelus lembut rambut Angel .” Jangan mau diperlakukan seperti itu .”


“Aku hanya heran Tante tadi sepertinya tidak memiliki urat malu .Masih sok bergaya benar dengan yang dilakukannya .” Celetuk Juna.


“Benar sekali .” Dengus Angel mengingat kejadian tadi dia merasa kesal sendiri.


“Kelakuannya sudah salah dan dia semakin salah karena berusaha membenarkan kesalahan yang dilakukannya .”


Benar banyak sekali .Mungkin bahkan sering terjadi ,bersalah namun berusaha membenarkan hal yang salah itu .


Calon kakak ipar lulus seleksi .


“Kak Hans keren tadi .” Juna bersuara kali ini nada suaranya terdengar bersahabat .Dia Sudah menerima Hans menjadi calon kakak iparnya .Hans mengulas senyum tipis dua laki-laki itu kompak tangan .


“Jadi untuk apa kalian ke mall .”


“Mau beli sesuatu buat ibu sama ayah .” Sahut Juna .


“Kenapa tidak bilang ?!.” Tandas Hans cepat .Matanya memutari mall .Langsung mencari sesuatu yang berada diotaknya


Angel mengerutkan keningnya .


“Ha memangnya itu perlu ?” tanyanya dengan polos


“Ya tentu saja perlu. Kau ini, ayo!”


Hans menggiring Angel dan Juna untuk berkeliling mall. Hans mengambil berbagai macam baju.


“Untuk apa ini semua?”


“Ya untuk calon mertua .” Ucap Hans santai. Ditanggapi kekehan oleh Juna. Angel membulatkan matanya.


“ Eh tidak usah. Kenapa repot repot.” Cegah Angel


“Tidak repot. Bukan aku juga kan yang membawanya .” Hans melirik ke arah Juna yang dengan sukarela membawa barang. Juna juga mengambil baju untuk dirinya tadi. Mumpung ada calon kakak ipar pikirnya.


“Biar a-aku yang membayarnya .” Angel segera menyerahkan kartu kreditnya .


“Kau bercanda denganku .”Dengus Hans dingin .


“Bu-bukan begitu aku hanya merasa tidak nyaman .”


“Aku membelinya untuk calon mertuaku ku bukan untukm. Kenapa kau yang merasa tidak nyaman .” Seru Hans ketus. “ Pakai ini .” Hans menyerahkan pada penjaga toko yang terdiam tadi menunggu perdebatan mereka selesai .

__ADS_1


Angel tidak lagi membantah hanya mengucapkan terima kasih. Baiklah Angel menerima niat baik dari kekasihnya itu ..Dia mendapat ciuman dadakan dikening ya .


***


Mereka sudah kembali ke rumah Angel. Sekarang ruang tengah rumah Angel penuh dengan paper bag yang berisi baju dari berbagai merek terkenal.


“Aku mau nganter Juna dulu .”


Angel bicara sembari memasang sepatu .


“Mau Kemana?” Kening Hans berkerut baru saja mereka selesai berbelanja dan mereka mau pergi lagi. Apa tidak lelah pikir Hans.


“Mau ngater Juna .” Angel gagal fokus karena mencari letak kunci mobilnya. Juna sudah menggeret kopernya baju-baju yang dibelikan Hans tadi dipaksa untuk muat di dalam koper yang di bawanya .


“Iya Kemana ?!“ Sudah kesal karena Angel tidak paham dengan pertanyaannya .


Jana yang merasa Hans naik mulai kesal melirik Angel lalu kembali pada Hans.


“Aku mau pulang kak. Sekarang sekolah udah libur .” Jelas Juna. Dengan bumbu senyum .


Angel sudah menemukan kunci mobilnya .” Aku nganter Juna dulu ya .” Pamit Angel


“Kau ingin meninggalkanku sendiri disini?” Hans melototkan matanya ke arah Angel.


“Iya Hanya sebentar.”


“Tidak aku ikut “


Dari pada Hans diam dirumah Angel sendirian. Lebih baik dia ikut dengan Angel. Hans bisa sesekali menjahili Angel. Dari pada suntuk di rumah tak berpenghuni.


“Udah kak. Gak ngerti banget sih. Kak Hans gak mau pisah .” Pipi Angel bersemu merah mendapat godaan dari adiknya itu. Hans mengusap tekuknya. Memang sebagian dirinya tidak rela harus berpisah dari Angel


Mata Angel melirik malu-malu ke arah sang kekasih.


“Ya udah ayo.”


“Pakai mobilku.” Ucap Hans kemudian berlalu.


***


.


Jalanan begitu macet namun Hans terlihat santai bahkan sesekali dia mencium tangan Angel yang selalu di pegangnya. Juna sudah mulai hendak mengumpat dikursi belakang.


“Kenapa kau santai sekali. Jalanan macet gini, lihat Juna sudah seperti cacing kepanasan karena tidak sabar.” Mata Juna memincing mendapat ucapan Angel.


Entahlah apa yang membuat Hans selalu menikmati ketika bersama dengannya. Padahal kadang ketika mereka berkencan macet selalu terjadi. Namun Hans selalu mengukir senyum.


Hans tersenyum geli sebelum kembali Menghadiahkan kecupan lama di punggung tangan Angel. Satu tangganya tak beralih dari kemudi .


“Kalau posisiku berkendara sendiri sejak tadi aku juga pasti seperti Juna mengumpat kesal karena macet.” Alis Angel bertautan, melihat senyum Hans.


“Tapi sekarang karena ada yang membuat kekesalanku hilang, tepatnya duduk di sampingku.” Satu kecupan Hans berikan dipermukaan tangan Angel yang terfokus ke arahnya.


Semakin hari ucapannya semakin menaiki leveel tinggi saja. Selalu membuat melambung.


“Lagi pula macet ini memang sebuah kendala yang harus kita lewati. Nantinya saat kita sudah keluar dari kemacetan, maka rasa tidak sabar, ingin bercepat-cepat akan segera menguap, dan menghilang.” Imbuh Hans lagi. Angel masih menatap lekat Hans yang terus berbicara. Mata berbinar kagum sekarang.


“Tuh dengerin yang kayak ngoceh terus dari tadi.”


“Iya-iya.” Juna berdecak. Benar-benar diberikan cuarhan pikiran dewasa harus bersabar menghadapi macet.


Kenapa dia begitu mengagumkan sih .Kenapa dia terlihat sangat tampan dari sisi sini .


“Kenapa. Mengagumi ketampanan heh .” Angel tertangkap karena memandang Hans tanpa malu.


“Aaaa ciyeeee “ Ejek Juna .Angel menyembunyikan rona merahnya karena ketahuan .Dia heran kenapa reaksi tubuhnya selalu seperti itu .Sering merasa malu .


“Kagumi lagi .Puaskan dirimu sayang .” Goda Hans .”Auu... kenapa malu-malu ?” Angel mencubit lengan Hans karena terus menggodanya .


Obrolan berakhir .Juna berpelukan erat dengan Angel .Perempuan itu mengatakan berbagai pesan untuk disampaikan pada ibu dan ayahnya dikampung .Juna pergi dengan menaiki kereta .


Setelah mengantar Juna mereka kembali ke rumah .Hans cemberut sekarang dia menekuk wajahnya.


Kenapa dia diam saja dari tadi sih ?Membuat suasana tidak nyaman saja .Ini lagi terus aja pindah Channel televisinya tidak ada yang bisa ditonton kepalaku pusing .


“Hem buka shoppee dulu lah dari tadi dicuekin .Baikin mood dulu .”


“Wah lihat tas nya bagus sekali .Astaga kalungnya imut sekali .Sepatunya bagus sakali.Hemm “ Angel terus mengusap layar .


“Ehmmpp “ Hans tiba-tiba ******* bibir Angel karena merasa gemas .Bibirnya menyunggingkan senyum disela ciumannya .Dia tak segan menurunkan ciumannya ke arah leher Angel dan menyesap kuat hingga membuat Angel merasakan gelenyar baru ditubuhnya .


“Kau manis sekali sayang .Cup..cup...cup...cup. Mana yang bagus tadi biar kubelikan .”


“Tidak usah, Aku hanya sembarang bicara .” Tolak Angel .Hans merasa gemas dengan cara Angel menaikkan moodnya .Apa semua wanita seperti itu ya pikirnya .Membuka aplikasi shoppe melihat barang dan mood mereka langsung naik .


“Kenapa kau diam sedari tadi ?.”


“Tidak ada alasan ...sini .” Ditariknya Angel dan diperlukannya erat .Hans tidak mau mengatakan dia cemburu saat ada laki-laki yang bertanya sesuatu ke Angelnya saat mengantar Juna ke kereta .Mereka bahkan terlibat obrolan singkat .Menurut pengamatan Hans .


“Bohong .”

__ADS_1


“Banyak bicara sekali .Kau ingin kudiamkan lagi .” Seru Hans dengan nada kesal .” Ya tidak, tentu saja “ Tolak Angel .


Mereka tersenyum dan sesekali tertawa. Menghabiskan waktu dengan Angel adalah hal yang paling menyenangkan untuk Hans .


__ADS_2