
Mengajak Angel untuk berkencan ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Banyaknya pekerjaan, mempersulit Hans untuk melakukan kencan romantis dengan Angel.
Dan inilah waktu yang ditunggu-tunggu seorang Hans.nMelakukan kencan sesungguhnya, seperti pergi jalan-jalan berdua dengan pasangan, tidak terkurung dilingkup romanse kantor.
"Sudah siap?..."
"iya ."
"Ayo berangkat."
Hans melajukan mobilnya. Mereka sudah membahasnya tadi, akan pergi ke bioskop seperti kebanyakan pasangan lain.
Dalam perjalanan menuju bioskop Hans terus saja menggenggam erat tangan Angel tidak sedetikpun ia ingin melepaskannya.
Angel hanya tersenyum malu, namun beberapa lama kemudian Hans tidak kunjung melepaskan jari tangan mereka, bahkan saat ponsel Hans berbunyi dia tidak memperdulikannya.
"Ponselmu."
"Biarkan saja, seharusnya kumatikan tadi."
Ada nada kesal disana, sepertinya Hans menganggap bunyi ponsel itu menggangu moment dia dan Angel.
"Siapa tau penting,"Ucap Angel
Hans sejenak menoleh meninggalkan fokusnya pada kemudi melirik ke arah Angel.
"Aku akan mengurusnya nanti." Serunya tak mau dibantah.
Baiklah terserah kau saja pikir Angel. Dia juga tidak akan rugi jika Hans tidak mengangkat telpon itu.
Tunggu sepertinya ada sedikit kerugian disini.
Jika tadi Hans mengangkat telpon mungkin saja pertautan jari mereka terlepas .
Sekarang jari-jari tangan Angel rasanya dipenuhi berkeringat, dan itu membuatnya tidak nyaman.
“Bisa Le-lepas sebentar ...”Pinta Angel dan berusaha menarik jari-jari tangannya dari genggaman Hans.
“Tidak akan!"
Hans tidak menyukai permintaan Angel ,dia mempererat dan membawa tangan Angel mendekat ke arah bibirnya kemudian memberikan kecupan dipunggung tangan a
Angel.
“Kenapa suaranya terdengar meninggi ,ini kan tanganku sendiri .Rasanya sungguh tidak nyaman tanganku berkeringat .Mau sampai kapan dia menggenggam tanganku .Bisa-bisa keringatnya berkumpul menjadi satu .”
“Sebentar saja “Kembali melancarkan permintaannya kali ini dengan wajah memelas. Matanya juga ikut menegejap diiringi senyum tipis diwajahnya.
Hanya dengan tatapan itu seorang Hans menjadi luluh, akhirnya dia perlahan melepaskan tangan Angel.
“Baiklah baiklah cup...cup..cup” Hans masih sempat-sempatnya mengecup tangan Angel.
“Kenapa dia menjadi seperti ini? Aku benar-benar melihat sisi lain dari dirinya .”
Benak Angel bertanya-tanya.
Angel sebenarnya belum bisa mengimbangi perlakuan Hans. Jantungnya tidak bisa dikontrol untuk berdetak dengan normal.
Setiap kali Hans mengecup bibir memeluk dan sekarang mengecup tangannya.
Tubuhnya terasa bergetar wajahnya bersemu merah.
Angel mengambil tisu yang berada di jangkauan matanya, kemudian menyapukannya di jari-jari dan telapak tangannya yang tadi terus-menerus digenggam Hans.
Hans mengalihkan pandangannya dari kemudi melihat wanita disampingnya ini sedang, membersihkan jari-jari tangannya, kening Hans berkerut dalam, ekor matanya menajam.
“Apa yang dilakukannya ?”
“Kenapa? Apa kamu jijik karena habis ku sentuh.”Suaranya mendadak dingin, matanya menatap lurus ke arah jalanan.
Angel tersentak ketika mendengar suara berat Hans. Dia yang kala itu sedang menyapu jari tangannya dengan tisu menghentikan kegiatannya.
Lehernya bergerak menoleh ke arah sang kekasih dengan hati-hati karena mendengar suara kekasihnya yang geram, dia melihat raut wajah tidak bersahabat dari Hans secara tiba-tiba.
“Ada apa ini ...kenapa nada suaranya terdengar tidak enak.”
“Eh bu-bukan begitu “Sanggah Angel hati-hati.
“Bukan tapi apa yang kau lakukan sekarang Angel...”
Kening Hans semakin berkerut hingga alis alisnya nampak menajam.
“Lalu apa yang kau lakukan sekarang Angel...?”Suaranya Hans menggeram ada kekesalan disana.
Wah kenapa jadi seperti ini pikir Angel.
“Ini ta-tangan ku berkeringat, karena itu aku menggunakan tisu untuk Mengelap keringat...bukan karena jijik! Jangan salah sangka ...“ Angel menjawab dengan gugup ,takut Hans tidak mempercayai ucapannya .Dia juga menunjukan jari tangannya lebih dekat ke arah Hans .
Kali ini kerutan gusar di wajah Hans
perlahan hilang karena mendapat
penjelasan dari Angel.
“Apa aku kehilangan kepercayaan diri tadi ,hingga merasa angel merasa jijik?
Astaga ada apa denganmu Hans.”
Baiklah Hans menerima penjelasan Angel sekarang.
“Sudah selesai?...”Tanya hans kali ini nada suaranya terdengar tidak lagi geram
“Su-sudah”Jawab Angel
Hans membuka telapak tangannya agar Angel menyatukan kembali tangan mereka.Angel tidak langsung menyambut tangan Hans .
“Kemarikan tanganmu!“
"Untuk apa?"
"Jangan berpura-pura tidak paham."
Angel melayangkan senyum ke arah Hans.
“Bukan begitu...tapi kita sudah melakukannya dari tadi ”Angel berusaha menolak.
Hans melayangkan tatapan dingin tidak ingin dibantah
“Aku menyukainya. Ayo lakukan lagi...kemarikan! “Pinta Hans
“Baiklah”
Perlahan jari-jari mereka saling bertautan ,seperti mendapat pasangannya
Tangan Hans langsung menggenggam tangan angel .
“Ini yang ku khawatirkan jantungku berdegup sangat kencang ,padahal ini hanya berpegangan tangan .”
Mengalihkan pandangan ke arah luar jendela .
***
Di Bioskop
Saat keluar dari mobil Hans kembali merengkuh tangan angel ,dan menautkan jari jemari mereka .Kali ini Angel pasrah membiarkan Hans melakukan apa yang diinginkannya .
Mereka sudah masuk ke dalam gedung bioskop. Hans berjalan mencari-cari tempat untuk bisa diduduki.Matanya menangkap tempat duduk yang tidak jauh dari posisi mereka .Dia menggiring Angel mendekati kursi itu.
“Duduk disini.” Hans menekan kedua bahu Angel agar duduk santai dan hanya menunggu.
“Aku yang akan memesan tiketnya “
Ha kenapa Hans yang memesan tiket.
Tidak bisa seharusnya Angel yang melakukannya .
Angel berusaha berdiri tidak ingin menuruti ucapan Hans .
“Eh aku saja yang melakukannya.”Tawar Angel.
“ck kubilang duduk, kau memiliki kekasih sekarang jadi aku yang akan melakukannya”
Hans menekan kembali bahu angel agar duduk ,dan mengelus pucuk kepala angel
Sebelum menuju loket pemesanan tiket film. Angel terus memperhatikan langkah sang
Kekasih ,sekiranya Hans butuh bantuan dia akan segera bergegas menghampiri.
Walaupun sangat ingin membantah Angel menahannya .Ia belum terbiasa dengan
Sikap Hans yang manis ini. Saat Angel belum menjadi kekasih Hans ,dia yang
Melakukan segala hal, dia juga yang selalu memperhatikan Hans itu adalah tugasnya .
Tapi keadaan sekarang berbalik sekarang dia sangat diperhatikan, sangat disayang oleh Hans. Hatinya melambung senang ,namun juga ada rasa tidak nyaman disana.
__ADS_1
“Apa dia bisa melakukannya ?Apa aku keterlaluan .Tapi aku menawarkan bantuan tadi ,tapi dia menolaknya .Astaga terserahlah lebih baik aku menurut .”
Hans terlihat sangat menonjol diantara pengunjung bioskop lain. Tubuh tegap tingginya Itu, ditambah dengan wajahnya yang super tampan membuat orang betah berlama-lama memandang wajahnya .
Angel mencebikkan bibirnya melihat mata para perempuan yang seperti menelanjangi
Kekasihnya itu. Dia mendelik tajam.
“Apa yang kalian lihat!” Gumam, Menggerutu marah ditempat duduknya.
Bukan hanya pengunjung bioskop yang tak bisa mencuri-curi pandang ke arah Hans .
Bahkan orang yang menjaga bagian pemesanan tiket pun ikut terpana .
“Mba!!...tolong segera diproses .”Suara Hans terdengar meninggi .
Kesal karena ,perempuan didepannya ini sepertinya tidak memperhatikan dia berbicara .
Hans berusaha menyadarkan perempuan itu ,yang nampaknya agak melamun.
“Eh ba-baik .”
Dengan tergesa-gesa perempuan itu menyelesaikan proses pemesanan tiket laki-laki tampan didepannya .
“Selamat menikmati nonton filmnya.”
Menyerahkan tiket dengan sikap sopan ,tak mendapat jawaban dari Hans .Laki-laki itu langsung berbalik dan mendatangi sang kekasih.
*
Hans sudah selesai memesan tiket,ia kemudian menghampiri Angel.
“Sudah selesai? “Tanya Angel ,saat Hans mendudukkan tubuhnya disamping angel
“Sudah ,mau pesan popcron?" Tanya Hans dengan bersemangat
“Boleh. Aku yang akan memesannya kali ini”ujar Angel ,langsung beranjak berdiri dengan semangat
Hans memegang tangan Angel dan menghentikan langkah perempuan itu.
“Sudah kubilang kau sekarang memiliki kekasih jadi ,kekasihmu ini yang
Akan melakukannya”Berkata dengan bangganya
Angel mencebikkan bibirnya, ia ingin melakukan sesuatu sekarang.
Karena merasa gemas Hans mencubit pipi angel.
“Astaga kenapa kau begitu imut...cup”
Hans memberikan kecupan di kening Angel .Gadis polos itu membulatkan matanya terkejut .
Matanya berlarian melihat sekeliling barang kali ada yang melihat tontonan gratis mereka.
“Ini tempat umum ”Angel berusaha menurunkan jari tangan Hans yang mencubit pipinya.
“Siapa yang bilang ini tempat pribadi? “Tanya Hans tidak tau malunya
“Sudah duduk disini tunggu aku “imbuh Hans
Kembali sekali lagi Angel melihat ke sekeliling selepas peninggalan Hans .
Ada wajah-wajah orang yang tersenyum malu melihat kejadian tadi.
Ada juga yang menatap tidak suka.
Astaga kenapa dia tidak melihat situasi lebih dulu
Beberapa saat kemudian Hans kembali dengan membawa popcorn dan minuman .
Mereka segera menunjukkan tiket dan masuk ke tempat duduk mereka.
Hans memilih film romantis komedi .
Yang paling menikmati part film ini adalah Hans, ia berulang kali tertawa
Melihat film ini.Tawa itu rasanya menular kepada angel baru kali ini ia melihat
Dengan jarak dekat pula tawa renyah atasannya itu.Senyum mengambang diwajah angel
,Matanya tak mau lepas memandang laki-laki disampingnya ini.
Tiba-tiba Hans menoleh ke arah angel.perempuan ini langsung melarikan matanya ke sembarang arah ,malu karena ketahuan memandang sang kekasih.
“Perhatikan filmnya ,jangan terus memandangku .”
“Aku tau, tidak usah melakukan pembelaan. Sini”
Hans menarik tubuh Angel mendekat dan bersandar di bahunya.
Di waktu dan tempat yang sama ternyata ada 4 pasang mata yang memperhatikan angel dan Hans.
Mereka nampak jelas melihat Hans, namun sang wanita terlihat agak samar di mata mereka.
Mereka mempercepat langkahnya ingin menyapa dan juga melihat wanita yang bersama Hans.
Hans dan angel keluar dari ruang pemutaran film yang judulnya tadi “Cinta terhalang asam urat”
Lagi-lagi Hans menautkan jarinya kesela-sela jari angel saat mereka keluar .Mereka berdua saling melempar senyum .
“Pak Hans...?”
Suara itu! angel mengenalnya .Mata angel membulat sempurna tubuhnya berusaha berlari namun tangannya dicekal Hans ,tidak ada pilihan lain hanya badan bidang Hans yang bisa menjadi tempat
Persembunyian sekarang.
Angel langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik dada bidang Hans dan jas Hans
Bisa menutupi tubuhnya .Angel berusaha menyurukan kepalanya lebih dalam .
“Kabur pak ayo.”Bisik Angel ,Hans masih terheran dengan sikap Angel yang tiba-tiba.
Pantas saja angel mengenal suara itu ternyata tidak lain adalah Dina sahabatnya yang super sengklek.
Dina ternyata tidak sendirian dia bersama Vina datang mendekati mereka .
Angel tidak berani keluar dari pelukan Persembunyiannya .
Hans menolehkan lehernya ke arah sumber suara yang membuat kekasihnya menyembunyikan diri.
Tubuh Angel tersembunyi dengan baik hanya puncak kepalnya yang terlihat sedikit.
“Saya tidak menyangka bisa bertemu anda disini pak,” ujar Dina dengan senyum
Dina berusaha melihat perempuan yang berada dalam pelukan Hans dengan sedikit berjinjit, dan memfokuskan matanya.
Hans hanya menatap datar wanita yang menyapanya ini.
Angel semakin menyelusupkan kepalanya. Hans mendekap erat tubuh angel, membenarkan jasnya agar tidak terlepas menutup tubuh Angel.
Vina yang berada di samping Dina juga ternyata tak kalah penasaran .
“Iya”
Jawab Hans singkat
Vina dan Dina memanjangkan lehernya sudah seperti jerapah, ingin menengok perempuan
Yang bersembunyi di dada bidang atasannya itu.
Masih sulit untuk terlihat apalagi jas yang membalut tubuh atasannya itu,
Menutup rapat wajah perempuan yang dipeluk.
Angel berucap dengan suara yang sangat pelan, sambil mencubit
Punggung kekasihnya itu.
“Ayo pak cepat kita pergi dari sini”
Hans tersenyum melihat tingkah Angel.
Lalu dia pamit dengan suara datar kedua perempuan yang menyapanya itu.
“Permisi”
Senyum yang Hans tunjukkan pada angel tadi ternyata masih ada sisanya, sehingga mata Dina dan Vina sedikit membulat, karena mendapat senyum dari atasan mereka.
“Baiklah kita akan pergi Angel ku, tapi dengan caraku sendiri.”
Hans mengangkat tubuh angel, dan membawanya keluar dari gedung bioskop
Tersebut, kaki angel melingkar di seluruh pinggang Hans.
Dia langsung berusaha semakin menyurukan wajahnya.
Hampir saja tadi ia memekik karena terkejut.
__ADS_1
Para pengunjung bioskop tidak meyangka mendapat tontonan gratis seperti itu.
Setelah berjalan beberapa langkah angel menyerukan kekesalannya .
“Haiss kenapa menggendong ku, apakah tidak ada cara lain?”
Angel berbicara masih dalam gendongan Hans
“Cara Paling cepat !”Jawab Hans santai dan mendekap lebih erat Agar angel tidak jatuh. Hans sama sekali tidak merasa berat ketika menggendong Angel.
Dina dan Vina yang melihat kejadian itu membulatkan mata tidak percaya.
Mereka menduga bahwa perempuan yang ada dipelukan atasannya itu adalah orang yang sama dengan yang di mall.
“Astaga bener kan Vin ku bilang ,yang di mall pasti ceweknya pak Hans .”
Vina nampak berpikir mengiyakan ucapan Dina .
“Hilang udah doi ku.”
“Dari dulu dia emang bukan doi mu pea.”
Dina mencebikkan bibirnya ke sahabatnya itu ,tidak bisa diajak bercanda.
“Yok cabut .”Ajak vina
***
Di depan Rumah angel
Hans menatap angel tanganya masih setia menggenggam tangan mungil rapuh itu.
Dari tatapan matanya dan gerakan mulutnya yang berulang kali terbuka dan tertutup
Sepertinya ada yang ingin dia bicarakan.
“Mm..”
“Kenapa?”Tanya angel
“Oh tidak ada”Hans menggelengkan kepalanya sambil mengusap jemari angel.
Angel berusaha tersenyum.
“Aku tau apa yang kamu pikirkan .”Bola mata angel bergerak mengamati ekspresi
Wajah sang kekasih, tangannya bergerak memberanikan diri untuk memeluk tubuh sempurna Hans.
“Aku belum siap. Bukan karena malu.Apakah itu cukup?”
Hans merasa lega ,dia takut angel merasa malu memiliki kekasih sepertinya .
Tiba-tiba saja dia merasa tidak percaya diri ,beberapa saat lalu .Padahal semua yang ada pada dirinya adalah hal yang luar biasa ,dia tidak perlu merasa tidak percaya diri.
Setelah mendengar
Kalimat singkat yang penuh perasaan itu ,Hans menarik sudut bibirnya dan membentuk sebuah senyum tipis.
Hans membalas pelukan angel mendekap tubuh itu erat bahkan sangat erat.
“Maaf aku berpikir berlebih... Itu lebih dari cukup”
Mereka berpelukan beberapa saat ,kemudian setelah dirasa puas .
Hans melepaskan pelukannya .Matanya menatap bibir angel penuh mendamba.
Gawat..
Pikir angel dia harus pergi sekarang.Kalau tidak dia akan diterkam laki-laki dengan hadapannya ini.
“Aku akan masuk sekarang”
Angel berusaha melepaskan diri ,Hans tidak membiarkan angel lepas begitu saja .
“Hei aku ingin memperbaiki mood ku dulu.”
Mata angel melotot mendengar ucapan Hans.
“La-lalu?... Apa hubungannya denganku cepat lepaskan..!"Pinta angel
"Tentu saja ada hubungannya ."
Senyum kecil terukir diwajahnya hans .Angel menelan ludahnya merasa gugup .Dan pada detik itu juga Hans melabuhkan bibirnya dibelahan bibir angel.
Hans mel*mat dengan lembut bibir angel dan mendekap angel dalam pelukannya .Tubuh angel rasanya lemas seketika ,untung saja Hans mendekap angel dengan erat dan menahan agar angel tidak jatuh.
Mata angel terpejam,bibirnya masih diam.,Kemudian Angel berusaha membalas ciuman Hans ,namun pergerakan bibirnya terlalu kaku ,jauh berbeda dengan Hans .Ditengah ciumannya ,Hans Masih sempat tersenyum kecil merasakan pergerakan angel yang kaku.
Hans benar-benar menguasai bibir angel sekarang ,dia mendominasi sesi ciuman ,suara decakan bibir mereka yang saling bertautan sampai terdengar .
Nafas angel terengah-engah ketika Hans melepasakan tautan ciuman mereka.Namun bibirnya masih menempel sempurna dibibir angel.
Hans terkekeh geli melihat angel .
“Sekarang lebih baik ."Mengusap bibir angel yang baru saja ia sesap tadi.
Angel sangat malu sekarang .
“A-ak aku akan masuk ...”
Rona merah menyembul dari wajah angel ,untung saja jalanan sepi tidak ada yang melihat mereka.
“kau tidak mengajakku .”
“Ha?”
“Hanya bercanda ,cepat masuk .”
“Ba-bagaimana aku bisa masuk kamu mendekap ku erat begini .”Tutur angel
Bukannya melepaskan diri angel Hans malah semakin mempererat pelukannya .Tangan angel berada didada Hans .Jantungnya berdegup kencang .Hans seperti tidak puas memandangi wajah angel.
Sampai kapan terus begini
“Le-lepaskan .”Lirih angel
Karena sudah terlalu gemas dengan ekspresi malu-malu angel akhirnya Hans perlahan melepaskan angel.
“Baiklah...cup...cup...cup...cup..cup...”Masih sempat-sempatnya Hans memberikan ciuman bertubi-tubi dikening pipi dan bibir angel .Sebelum kemudian dia benar-benar melepaskan angel.
Sebelum benar-benar masuk angel sempat menoleh sebentar ke arah Hans.
Hans melambaikan tangnnya.Angel tersenyum sebelum kemudian benar-benar masuk dan mengunci pintu.
Sampai pintu rumah tertutup baru Hans mengemudikan mobilnya untuk
Kembali ke rumah .
Mungkin ini namanya efek jatuh cinta membuat suasana hati selalu senang ,sama dengan yang Hans rasakan sekarang .
.
.
.
.
Bersambung.
Uwuu Hans otor mau cowok model kaya kamu 1😂
*Ada curhatan dari like
Katanya kenapa ada kesenjangan like disetiap bab.
Bisakah para pembaca untuk ,tidak langsung lewat lewat gitu aja pas udah habis baca.
Supaya kesenjangnnya tidak nampak.
Jangan lupa kasih vote sama likenya ya
Hayo hari Senin ini sumbangin point nya jangan ragu
tunggu tinggalin jejak ya
tunggu like juga
tunggu vote juga
Harus di like biar tak nampak kesenjangan like nya ya.
ya baru boleh pergi 😂
Happy reading
~tyatyut
__ADS_1