Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 42-Aku Mempermainkanmu?


__ADS_3

Pada saat yang hampir sama dengan pingsannya Angel. Pesawat yang ditumpangi Hans sudah mendarat mulus di bandara .


Saat dia sampai waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan itu artinya para karyawan kantornya masih belum pulang kerja.


Sejak di dalam pesawat dia sudah memikirkan tujuan pertama yang ingin ia datangi adalah perusahaan, dimana disana


terdapat sosok yang terus berkelung dipikiran. Yang Membuat kegelisahan, yang membuat rasa kesal, dan yang membuat dadanya sesak karena sikap dingin.


Segera setelah sampai langsung saja dia menaiki taksi dan menuju ke perusahaan.


Matanya melayang melihat keluar jendela mobil pikirannya berlarian. Dia mengusap wajahnya dan mengela nafas berat.


“Jika saja pekerjaan ini tidak menghalangiku. Maka mungkin hatiku sudah tenang sekarang.” Hans menatap kosong jalanan. Tidak bisa dipungkiri otaknya terasa terbelah, masalah pekerjaan dan masalah percintaannya sama-sama rumit.


***


~Perusahaan( Adma Wijaya Group)


Sampai di depan meja yang biasa Angel gunakan Hans tidak menemukan sosok tersebut.


“Kemana dia?” Mengecek pintu ruangannya barang kali Angel sedang melakukan pekerjaan disana. Tapi hasilnya tetap nihil.


Bergegas dia mengambil ponselnya dan menelpon asistennya.


Sebelum mengangkat telpon sang boss,


Bram hampir menjatuhkan ponselnya saat melihat tercantum nama bossnya disana .


Panggilan telpon tersambung.


“Bram! dimana kalian?! Dimana sekertaris angel?”Suara Hans terdengar berat dan menuntut.


Apa! atasannya ini menanyakan Angel berarti atasannya ini kemungkianan sudah kembali.


Bram yang di seberang telpon tidak menyangka atasannya akan pulang


Secepat ini. Ditambah lagi sekarang situasinya tidak baik-baik saja.


sekertaris Angel sekarang sedang pingsan.


Membuat Bram cemas akan reaksi atasannya itu.


Dia menyadari bahwa atasannya itu memiliki perasaan lebih pada Angel.


Pertama kali dia menyadarinya di saat Angel hampir hilang karena kegiatan bersih lingkungan waktu itu, melihat reaksi atasanya cemas berlebih saat itu Bram Menyadarinya .


***


Taksi membawa Hans menuju rumah sakit dimana tempat Angel


Dirawat. Di balik wajah tegasnya, terdapat kecemasan yang mendalam, yang membuat dia gelisah sedari tadi.


Dia mengingat kembali ucapan Bram diseberang telpon beberapa saat lalu.


“Sa-saya sedang berada dirumah sakit, tadi tiba-tiba saja Angel pingsan pak, jadi saya sedang menemani Angel”


Sontak saja hal itu membuat keterkejutan Hans mencuat.


“Pingsan! Bagaimana bisa pingsan kau memberi pekerjaan berlebihan Bram!.”


Bram dibuat kelabakan dengan geraman Hans. “ Kirim lokasi sekarang!”


Mematikan sambungan telpon.


Hans berjalan di koridor rumah sakit, tergesa-gesa menuju ruang rawat Angel. Dia sudah diberitahu bram kamar perawatan Angel.


Brak


Pintu ruangan di buka dengan kasar.


Mengejutkan Angel yang sedang bersandar di tempat tidur perawatan itu .


Bram tidak kalah terkejut dia membulatkan matanya ,dan kemudian mengelus dadanya.


“Mati aku.Tuhan lindungi aku dari bossku ini.”

__ADS_1


Dada Bram naik turun


Hans muncul dari balik pintu, wajahnya dipenuhi dengan kecemasan dan juga kemarahan disana. Apakah itu ditunjukkan untuk Angel? Benarkah itu?


Angel seperti berhenti dari dunianya, sosok yang ia rindukan tepat berada didepannya ini.


Dunia terasa berhenti, suara-suara lain tidak terdengar hanya ada mereka berdua sekarang hanya ada Hans dan Angel .


Tatapan mereka saling terpaku. Sorot mata Hans begitu dalam.


“Kenapa kau sampai sakit begini?” Batin Hans begitu lirih.


Laki-laki itu terlihat berantakan rambut yang acak-acakan, jas yang sudah tidak terpakai, lengan kemeja yng di gulung asal hingga dasi yang sudah kendur. Raut wajah yang sulit terbaca oleh Angel.


Mereka saling berpandangan, Hans tidak mengalihkan pandangannya ke arah lain hanya menatap Angel. Bram sudah seperti orang yang tak dianggap di dalam ruangan itu.


“Huh apakah aku tidak terlihat disini?”


Bram yang mengerti akan situasi pamit untuk keluar .


“Angel...Saya akan menunggu diluar.”


Tatapan Hans dan angel terputus karena Bram.


“Iya terima kasih asisten Bram.” Suara Angel begitu kecil, dan itu membuat Hans memejamkan mata sejenak.


“Tidak perlu sungkan ,kalau begitu saya permisi,”


Berusaha melayangkan senyum dibalik ketakutannya.


Hans hanya memandang Bram tanpa mempersilahkan Bram.


Hans berjalan mendekat ke arah Angel.


Sebelum keluar Bram mendapatkan tatapan tajam dan aura dingin dari bossnya itu.


Langkah nya makin cepat ingin segera keluar.


Hans mengehela nafas berat mendekat ke arah Angel .


“Ada apa ini? Bagaimana kau bisa jatuh sakit? Baru kutinggal beberapa hari saja, Kau sampai seperti ini?”Tatapan mata Hans hampir saja meleburkan bekunya hati Angel.Angel pun memilih melarikan matanya agar tak bersitatap dengan Hans.


ini sangat lucu...Anda bermain peran dengan sangat baik...hampir saja saya percaya .”


Walaupun hati Angel bergetar merasa tersentuh, namun dia menekan rasa itu. Ia tidak boleh hanyut lebih dalam dalam permainan yang dibuat Hans.


Dia tidak menyukai ini ,dia benci dengan semua ini!.


“Saya hanya sedikit kelelahan, pak.”


Suara Angel terdengar serak dan kecil.Sorot mata Hans semakin menajam.


“Sedikit bagaimana?! Kau sampai dirawat seperti ini berarti itu hal yang serius. Suaramu bahkan hampir tidak terdengar”


Angel menatap manik mata serta gestur tubuh Hans. Kenapa? Kenapa di sana terpampang jelas ketulusan. Bukankah atasannya ini sedang bermain peran? Kilasan balik saat seorang wanita bergelayut di lengan Hans, membuat dia mematahkan suara hatinya.


Angel tertawa hambar bahkan suaranya tawanya hampir tidak terdengar saking halusnya .


"Haha berhenti bermain peran pak Anda sudah cukup bekerja keras!"Kilatan mata kekesalan mencuat dari mata Angel


"Aku tidak suka kau tertawa seperti itu!" Hasan begitu geram.


"Apa lagi yang kau bicarakan berhenti bermain? Apa maksudnya aku bahkan tidak melakukan apa-apa sekarang."Imbuh hans.


Angel tidak menjawab, dia malas dengan wajah laki-laki di depannya ini yang terus saja berpura-pura.


Karena tidak mendapat jawaban Hans kembali mencercah Angel.


"Jawab!...Dari beberapa hari lalu kau terus saja mengoceh hal yang tidak kupahami. Jelaskan, jangan hanya berani berkata menyakitkan."


Angel meremas selimut yang menutupi tubuhnya sampai kebagian pinggang. Angel memilih untuk tidak menjawab melainkan memberikan pengingatan .


“Sudah saya bilang jaga batasan antara Anda dan saya. Jangan melebihi batasan itu!” Mendengar suara Angel yang semakin kesal dan tak menunjukkan kejelasan, begitu membuat dada Hans terasa di remas.


Hans berjalan lebih dekat dia berada tepat di depan ranjang angel.

__ADS_1


Kali ini ia berusaha bicara tenang.


“Baik kau membicarakan batasan.Biar aku tanyakan dulu kenapa bersikap seperti ini.


Kenapa tiba-tiba berubah?” Pertanyaan itu penuh tuntutan untuk dijawab


Mendengar Hans yang yang masih menuntut kejelasan, membuat Angel ingin menyudahi ini.


“Berhenti bermain-main pak. Behenti bermain-main dengan perasaan saya, jangan bersikap seolah-olah Anda sangat khawatir terhadap saya sekarang “Suaranya semakin serak sekarang,dia bahkan harus berdehem sebelum bicara.


Angel memejamkan matanya perlahan air matanya menetes, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya .


Hans dibuat semakin tidak mengerti dengan jawaban angel.


“Anda selama ini hanya bermain kan...hiks ...hiks..dengan saya ,Anda hanya ingin Membalas karena ...Karena sudah saya tolak...huu hiks...Selamat-selamat...”


prok prok prok


Tepuk tangan itu tak bertenaga, bahkan senyum diwajah itu yang diiringi tetesan air mata terlihat sangat menyakitkan untuk Hans.


Angel sanget membenci situasi ini dia menangis untuk seseorang yang sudah mempermainkannya. Dia berusahan menghentikan tangisnya, tapi itu tidak bisa, sepertinya dia sekarang ingin meluapkan semuanya dengan kemarahan dalam tangisan .


Setelah beberapa saat kemudian.


Angel perlahan mengusap air matanya dan menatap pria dihapannya ini. Yang dari tadi terdiam ,seperti mencari waktu yang tepat untuk berbicara .


"Selamat Hans Prasetyo Anda sudah berhasil memporak- porandakan hati seseorang


Angel “ Angel mencengram selimutnya, hampir saja ia melepas selang infus karena


Ingin menjauh dari pandangan atasannya itu.


Dia sudah selesai bicara sekarang ,dan tidak ingin melihat wajah Hans lagi.


Hans tertegun haruskah dia merasa senang?.


Matanya menelisik lebih dalam raut wajah Angel. Secara tidak langsung Angel mengatakan bahwa Hans telah berhasil menyentuh hati Angel .


Tapi kenapa wanita ini harus menangis? ..dan ungkapan tadi?...terasa seperti sebuah salam perpisahan. Hati Hans terenyuh tidak merasa senang, rasa pedih mendominasi relung hatinya.


“Saya mohon keluar sekarang !...Keluar!!“ Teriak Angel keras.


Menunjuk arah pintu, sudah tidak ada lagi sikap sopan Angel, Karena disini sekarang bukan atasan yang ada, melainkan hanya seorang laki-laki yang sudah menoreh luka dihati.


Tidak bisa Hans tidak akan keluar . Dia harus mengetahui dengan jelas akar permasalahannya, pertama-tama dia akan meyakinkan Angel .


Hans mengeluarkan aura dinginnya ,dia sudah siap untuk beradu argumen dengan angel sekarang .


"Sekarang giliran ku yang berbicara...biar kutanyakan dari sikapku yang mana kau berpikir aku Mempermainkanmu?...dari tindakanku yang mana kau berpikir aku Mempermainkanmu hm?..."


Angel terdiam berusaha menjawab di dalam hatinya pertanyaan dari Hans.Mungkin jika pertanyaan ini diajukan saat Angel tidak melihat Hans dan perempuan itu. Maka ia akan mengatakan tanpa ragu jawabnnya tidak !Tidak ada!


“Apa kau tidak bisa melihat ketulusan dalam tindakanku. Kenapa kau sampai berpikir


Aku mempermainkanmu saat ini?”


Hans merengkuh bahu Angel dengan kedua tangannya ,menggunakan suara yang lembut agar tidak memancing emosi Angel.


Angel berdecak sebal, dan menepis rengkuhan Hans dibahunya dia sangat tidak menyukai itu ,dia merasa jijik .


“Saya melihatnya! Saat di mall saya melihat Anda berjalan berdua


Dengan kekasih anda!"Terjawab sudah semua alasan dari perubahan sikap Angel


Bersambung...


*


.


.


.


Puasin bacanya 1,3K kata

__ADS_1


Salam dari otor semua(mengedipkan mata)


~tyatyut


__ADS_2