
Biasakan like sebelum baca
nggak bosen-bosen author ingetin.
.
Ketika melihat kedatangan Angel, kegusaran yang dari tadi ditahan Hans sedikit memudar, namun belum sepenuhnya. Setelah mendapatkan jawaban dari Angel Hans melihat ke arah belakang Angel, terlihat dengan jelas oleh kedua mata kepala Hans ada seseorang yang bersembunyi di balik pohon mengawasi mereka.
Angel masuk ke dalam rumahnya, dan ia tidak tau menahu lagi apa yang terjadi diluar rumahnya.
Awalnya Hans berjalan pelan ingin mengelabui orang tersebut dan menangkapnya, namun ternyata yang ingin ditangkap menyadari gerak gerik Hans.
Sosok tersebut berlari dengan kecepatan full.
“Bereng*ek berhenti kau!!!”
Berteriak sambil berlari mengejar sosok tersebut
Terjadi kejar-kejaran antara Hans dan sosok tersebut, mungkin ini keberuntungan Hans ternyata sosok tersebut berlari ke arah jalan buntu. Hans menyeringai menakutkan ,kedua matanya menatap tajam seperti menguliti habis orang yang ada didepannya itu.
“Kemari!! Siapa kau?Kenapa mengikuti angel?ha” Hans memberikan pertanyaan berturut-turut dengan suara membentak ,merasa tidak sabaran karena tidak mendapat jawaban dari orang tersebut, Hans mendekat dan ingin mencengkeram baju orang tersebut
“Aaaa”
“Rasakan”
Mata Hans dilempari pasir oleh sosok tersebut,sehingga membuat penglihatan Hans terpengaruh. Mendapat kesempatan untuk lari sosok tersebut dengan cepat memanjat tebing pembatas, dan akhirnya Hans kehilangan sosok tersebut .
“Sial,Aku bahkan belum melihat wajahnya”
Menggeram menakutkan
*
Di kantor
Hans sudah duduk di bangku kebesarannya,setelah kejadian malam tadi
Dia merasa sangat menghawatirkan kondisi angel,takut jika sosok yang hampir
Ia tangkap akan melakukan hal buruk kepada angel.
Brak
Hans menggebrak mejanya.
“Apa saja yang kamu lakukan?! hah! menyelesaikan tugas seperti ini
Saja tidak bisa!!”
Bram berdiri tepat didepan meja kerja hans tidak berani membantah setiap
Kata yang keluar dari mulut atasannya itu.
“Bagaimanapun temukan dia dan seret ke hadapanku! ingat dalam waktu dekat.
Aku heran apakah kemampuan Bram sudah menurun?”
“Maafkan saya pak,Orang tersebut sangat lihai menghindari setiap kamera pengawas,karena itu saya memerlukan waktu tambahan”
“Jangan memperlambatnya Bram” Kilatan mata menakutakan nampak dari raut wajah Hans ”Dia bahkan sudah sangat dekat,cih hampir saja dia kutangkap malam tadi.Sebenarnya apa motifnya”
Tok tok tok
Pintu ruangan Hans diketuk sehingga menghentikan pembicaraan mereka.
Angel muncul dari balik pintu tersebut,ia tidak paham dengan situasi yang ada, namun ia dapat merasakan aura dingin disekitar bossnya itu.
“Pagi pak.pagi asisten Bram”
“Bram ingat,lakukan secepatnya “
“Baik pak,saya akan melakukan yang terbaik”
Angel melirik ke arah atasannya dan Bram bergantian ,sepetinya dua orang tersebut
Melakukan pembicaraan serius.
__ADS_1
“Kamu boleh pergi”
Hans memijit pelipisnya
“Apa terjadi sesuatu pak? ”Akhirnya angel memberanikan diri bertanya
“Oh tidak ada ,tidak ada. ”Hans menjawab sedikit gelagapan
“Baiklah ”Angel memegang iped ditangannya
Membacakan satu persatu agenda yang akan dilakukan
Namun yang mendengarnya sepertinya tidak fokus
“Sudah itu saja pak”
Ucapan angel membuyarkan pandangan khawatir Hans ke arah angel
Yang dari tadi tanpa disadari angel.
“Baiklah .Makan siang bersama nanti”
“Baik pak”
*
Restoran
Hans membawa Angel untuk makan siang di restoran.
Setelah melajukan mobilnya beberapa menit Mereka pun
Sampai direstorasi terdekat.
Dari proses pemesanan sampai dengan makannya datang
Hans tidak banyak bicara.
Angel merasa sedikit aneh dengan situasi ini , memang benar
“Maaf pak ,boleh saya menyentuh wajah Anda?”
Tiba-tiba Angel melontarkan pertanyaan yang membuat bola mata Hans sedikit membesar
Hans menjawab dengan menaikkan alisnya .
“Kalau begitu...permisi sebentar “
Angel mendekatkan jari telunjuknya ke depan wajah Hans.
Jari telunjuk mungilnya tersebut mendarat tepat ditegah alis Hans yang berkerut
Dari sejak tadi menurut Angel.
“Ehm ,saya perhatian alis Anda hampir menyatu dan membuat kerutan dari tadi.
Anda sepertinya memiliki banyak pikiran”
“Oh terima kasih sekertaris angel ,tenyata kamu memiliki perhatian lebih sekarang “
Hans memberikan senyum jenaka.
“Ehm se-sekarang lebih baik”
“Apa kamu malu ?”
“hah malu untuk apa?”
Angel menegak minuman yang ada dimeja
“Kenapa kamu salah tingkah”
“saya kapan?”
“Kamu baru saja meminum minumanku”
Jeder
__ADS_1
Mata angel membulat sempurna .
Ia melihat minuman yang tadi ia tegak dengan terburu-buru.
“Akan saya pesankan lagi”
“Tidak usah, katakan saja apa kamu sekarang sedang salah tingkah”
Hans Kembali menggoda angel
“Hentikan pak”
“Oh oke oke”
Hans melambaikan tangannya pertanda mengalah,namun senyum mengejek Mariah
Nampak dari wajah tampannya
Sial lihat senyumnya itu,seharusnya aku tidak meminta ijin menyentuh wajahnya tadi.
Kenapa aku terlalu kentara salah tingkah sih
*
Pekerjaan sudah selesai dan saatnya pulang kantor.
Angel membereskan meja kerjanya kemudian beranjak dari tempat duduknya.
“Angel”
Paggilan Hans menghentikan langkah kaki angel
“Iya pak”
Menolehkan kepalanya ke arah sang atasan
“Biar ku antar Pulang. Jangan membantah”
Setelah masuk ke dalam mobil hanya tercipta keheningan diantara mereka.
Seperti biasa pak Yanto yang mengemudikan mobil.
Tidak terasa mereka sudah sampai tepat di depan rumah angel.
“Terima kasih pak,kalau begitu saya masuk”
Hans membuka kaca jendela mobil memperhatikan angel benar-benar layak ke dalam rumah tersebut.
“Aneh”
Pikir angel .
“Ada apa dengan pak Hans,dia bersikap tidak seperti biasanya .”
Angel mengintip dari jendela rumahnya, ternyata atasannya itu belum
Pulang, mobilnya masih berhenti tepat didepan rumah angel.
Angel memerhatikan mobil atasannya hampir 10 menit belum juga beranjak .
Akhirnya ia mematikan lampu kamarnya.Ia berpikir mungkin pak Hans menunggu
Dia untuk tidur batu beranjak pergi.
Dan ternyata benar setelah melihat lampu kamar angel mati ,mobil atasannya itu
Melaju meninggalkan depan rumah angel.
Ting
Ponsel angel berbunyi satu pesan
“Selamat tidur”
“Anda juga pak”
Angel berguling ke sana kemari melihat ponselnya.
__ADS_1