
Waktu sudah berlalu sejak Hans membawa angel untuk berkencan di tempat romantis.
Dimulai dari saat itu lah angel menjadi salah tingkah jika berhadapan dengan atasannya tersebut.
Bahkan angel ingin sekali menghindar dari hadapan Hans ,tapi itu tidak mungkin ia bahkan selalu ada di manapun Hans berada.
Menunjukan waktu makan siang, barulah Angel bisa terhindar dari pandangan hans.
Angel menuju kantin perusahaan untuk makan, dari jauh ia sudah melihat Vina duduk dengan makanannya.
"Hai"
"Hai"
Mereka saling menyapa dan tersenyum manis
"Mana si Dina "Tanya angel setelah mendudukkan tubuhnya dikursi tepat di depan Vina
Sebelum menjawab Vina sudah tertawa cekikikan
"Dia jadi artis dadakan ngel"Ucap Vina
"Loh ...maksudnya"Heran
Sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya
"Gini ceritanya ya ngel..."Melepaskan sendok makannya
"Waktu kita rapat si Dina itu setengah tidur nggak merhatiin ,pak Yusuf ngejelasin materi rapat...Nah Aku udah berusaha ngebangunin tu anak tapi nggak Bagun-bangun ...Ampe akhirnya pak Yusuf ngegebrak meja marah sama si Robi..eh malah Dina reflek bilang ...
'Zombi zombi'Itu yang dia bilang ,...tau nggak gimana responnya pak Yusuf"
"Pasti dimarahin tu anak" Tebak Angel dengan mengangkat jari telunjuknya.
"Tetot tetot salah...malah pak Yusuf muji dina, dia bilang Dina ide bagus unik pake tema zombie buat iklan. Dinanya udah heran pake banget dia disuruh ngembangin tu ide dia ,dan akhirnya dia jadi artis dadakan hari ini ,haha"Mengingat hal itu membuat Vina tertawa
"Buahaha"Memegang perutnya sambil tertawa
"Untung si Dina nggak ketahuan ...malah dapat projek dong dia"Ujar Angel
"Yakin beruntung? Abisin makan kamu cepet, setelah ini kita ke tempat mereka syuting."Ajak Vina semangat
"Eh nggak bisa banyak kerjaan ,eh tapi syuting ya ,kayanya ada di agenda pak Hans dia cuma mantau sih,..jadi kita bisa ketemu dong sambil ngeliat artis dadakan...tapi lihat sikon juga ya ,kan harus nemenim pak boss disana "
"Wowoo bagus-bagus,,udah itu urusan nanti aja "Seru Vina
"Iya okey"
***
Action
Terdengar arahan sutradara untuk melakukan syuting
Para zombie berhamburan,kesana kemari sesuai dengan adegan mereka.
Tentu saja syuting dilakukan dengan sangat serius, melihat CEO mereka ikut juga menyaksikan.
Hans berdiri berdampingan dengan Angel disebelah kanan dan di samping angel lagi ada Bram selaku asisten Hans.
Angel memerhatikan satu persatu wajah wajah artis yang ikut syuting. Ia mencari salah satu temannya ,saat matanya menangkap Dina.
Spontan ia tertawa
"Wa hahaha si Dina jadi zombie hahahaha"Tidak bisa menahan tawanya
Padahal ia sedang disamping Hans
__ADS_1
"Ehem maaf pak.."
Hans tidak menjawab
Sesekali Dina melirik ke arah angel yang menertawakannya dan juga Vina
Sial si Angel malah ketawa! Ah malu! Pak Bram liat juga lagi!
Syuting dilanjutkan Dina tidak tidak fokus saat syuting karena merutuki teman temannya.
Terdengar suara sutradara mengintruksikan para zombie
"Zombie 1 Zombie 1"Dengan toa didepan mulutnya
"Siap"Jawab Dina
Para teman zombie juga mendengarkan arahan sutradara
"Kenapa kamu fokus mendengar mereka berbicara...ingat disini kamu zombie, kamu tidak akan paham dengan pembicaraan mereka oke ...paham"
"Paham"Jawab Dina lantang dia sudah setengah malu dengan penampilannya ditambah lagi aktingnya
"Si Dina lucu banget" Celetuk Angel
Tidak sengaja ia memukul badan Bram yang ada disampingnya.
Melihat hal itu Hans langsung memegang bahu Angel. "Eeh eh"Angel terkejut
Ternyata Hans memindahkan posisi mereka, jadinya Hans berada ditengah diapit oleh Bram dan Angel.
"Kenapa pak?"Tanya angel heran
Sebelum menjawab Hans melirik sedikit tajam kearah arah Angel
“Hanya ingin.” Itu jawaban Hans
“Wah saya juga hanya ingin melempar bapak ,boleh saya berkata seperti itu.”
Sedangkan Bram sudah merasa aura ruangan ini sedikit dingin .
Kembali ke syuting
"Okey okeyy...action"
Kali ini adegannya para zombie berjalan cepat memperebutkan es krim yang ada di tangan dua orang pasangan.
Tangan kanan Dina diangkat ke atas kepalanya kemudian ditekuk hingga menjuntai ,seperti tangan tak bertenaga .
Para zombie mulai menyerbu.
Cut cut
"Zombie 1 suara kamu tolong dibesarkan"
Dina mengangguk
"Okey okey ready action"
Memulai lagi aksinya Dina mengeraskan erasan suara laparnya ala zombie.
"Cut cut...Zombie 1 kamu terlalu berlebihan,kurangi volumenya "Ujar sang sutradara
Rasanya amarah sudah sampai di ujung ubun-ubun Dina ingin sekali ia meluapkan amarahnya sekarang. Kondisinya sekarang antara marah dan malu.
Ia masih siaga melihat Dari arah sana Angel tertawa melihat Dina syuting, matanya tak sengaja melihat Bram.
Bram seperti menahan tawanya .
__ADS_1
Ketek ku diangkat Mulu bau asem nggak ya?.. keringatan dari tadi... take udah berapa kali ini
Lagian kenapa Aku mesti jadi pemeran zombie gini sih
Amarah didalam pikirannya
"Cut..Cut cut"
"Zombie 1"
Teriakan sutradara yang masih tidak puas
"Zombie 1"
"Zombie 1 ,Zombie 1"
Rasanya Dina Sudah mau gila dari tadi sang sutradara masih Tidak puas dengan yang dia lakukan .Sambil mengertakan giginya ia berlari dengan pasti ia beharap ini adalah take terkahir sebelum menutup syuting.
Hap Dina memakan dengan pasti es krim tersebut Dan berakhirlah syuting.
"Cut cut cut...bagus...kerja bagus semuanya ...semuanya sudah bekerja keras"
Fiuh akhirnya Dina sudah bisa menurunkan tangannya dari atas kepalanya jujur tangannya terasa sangat pegal dari tadi berada di posisi itu.
Sudah berakhir ya syuting angel mendekat ke arah Dina ,tidak disangka Dina sang CEO malah mengikuti angel dari belakang.
"Wah din top markotop akting kamu."Puji Angel sambil tertawa ,Dina tau bahwa angel hanya mengejeknya ,ingin sekali ia berteriak di wajah angel ,namun melihat sang boss ada diamaping angel ia menurunkan niatnya ,ia harus berperilaku sopan saat berada di depan bossnya
"Makasih"Ujar dina tersenyum datar
"Haha artis dadakan nih."Celetuk Vina entah sejak kapan Vina disana yang pasti ia juga datang hanya untuk mengejek temanya
"Haha,udah yok buat kenang-kenangan artis dadakan gimana kalo kita selfie-selfie dulu "
Ajak angel memutar tubuhnya ,eh ternyata ada Hans dibelakangnya
"Astaga pak Hans, asisten Bram "Angel terkejut
"Ayo cepat selesaikan acara selfie-selfie nya kita harus kembali ke kantor"perintah Hans
"Ehem tidak usah pak"Angel malu ,tentu saja bagaimana ia bisa berfoto didepan atasannya
padahal ia ingin menampilkan ekspresi mengejek Dina disampingnya sambil berfoto
"Lakukan saja"Ujar Hans kembali
Demi mengurangi kecanggungan angel mengajak Bram untuk ikut berselfie ,tentu saja ia tidak berani mengajak atasannya untuk ikut berfoto .
Tapi ternyata Hans mengambil posisi disamping Angel masih dengan gaya cool nya ,walaupun begitu ia terlihat sangat bersinar difoto. Bram paling depan mengambil foto
Dina disampingnya angel Vina diikuti Vina disampingnya Dina .
Beberapakali mereka mengambil gambar,Dina sudah dengan gaya nyeblaknya berfoto, ia mengangkat tangannya tinggi hampir mengenai wajah Hans .
Angel langsung menurunkan tangan Dina yang hampir mengenai wajah Hans.
Beginilah hasilnya :
Vina memegang tubuh Dina karena hampir terjatuh,angel dan Hans saling berhadapan ,ekspresi angel tersenyum pada saat itu,padahal ia hanya ingin mengucapkan maaf dari senyumannya .
Namun jika dilihat difoto mereka seperti seorang pasangan .
~°~°~°
Notifikasi ponsel Hans membuat ia segera menyambar ponselnya yang tergeletak di nakas dekat tempat tidurnya .
Posisi Hans sekarang sedang menyadarkan tubuhnya di ranjang tempat tidur.
__ADS_1
Wajahnya tersenyum mlieht notifikasi ternyata dari angel ,yang mengirim foto selfie mereka .
Ia menzoom gambar ,ia hanya terfokus dengan angel di dalam foto tersebut yang tersenyum manis ke arahnya .