Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 23-Pemikiran Dan Perasaan


__ADS_3

Benar saja, kantung mata Angel terpampang jelas. Saat ini ia sedang memandang pantulan diri di depan wastafel, sembari mencuci wajah dan menggosok gigi.


Di sela-sela itu ia masih memikirkan perkataan bossnya.


“ini membuatku gila, bagaimana bisa pak Hans dengan semudah itu berkata...'Sukai aku mulai sekarang!”


Menggosok gigi kembali namun dengan tempo yang cepat, setelah itu berkumur.


Hari ini adalah akhir pekan.Tidak ada yang spesial pada akhir pekan, untuk orang yang cerdas ia akan menggunakan akhir pekan untuk melakukan sesuatu yang berguna .


Sambil masih memikirkan kejadian malam tadi, saat Hans menyatakan perasaannya.


Angel kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur laptop menyala menampilkan drama Korea, namun yang menghidupkan laptop pikirannya sudah melayang entah kemana.


“Mulai lihatlah ke arahku”


“Sukai aku mulai sekarang.”


Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di telinga Angel.


“Ah terserah-terserah.” Angel menggelengkan kepalanya, mengusir pikirannya.


“Iya benar ,hanya sebuah penolakan...tidak sulit. Tinggal bilang saya tidak menyukai Anda...Iya hanya begitu tapi...” Lesu dengan menghela nafas kasar.


“Bagimana jika harga diri pak Hans turun saat aku menolaknya. Lalu beliau memecatku tanpa belas kasih! karena wanita sepertiku berani-beraninya menolak pria sempurna sepertinya.” Makin gusar pikirannya. Ini semua gara-gara ungkapan rasa dari Hans Prasetyo. Risau berguling dan memukul bantal.


“Tidak-tidak aku harus tegas!” Menyorot tajam dan menekatkan diri untuk menolak seorang Hans Prasetyo.


Tiba-tiba saja peri baik dan peri jahat datang, seperti sebuah ilusi bagi Angel.


Peri baik:“apa susahnya mencoba.”


Peri buruk:“Dunia kalian berbeda jauh ,apa kau bisa menghadapinya nanti?”


Peri baik: “Berjuang...perjuangkan...Tanyakan pada dirimu apa kau, benar-benar tidak menyukainya?”


Peri buruk :“ sifat sombongnya ,apa kau juga bisa menghadapinya?”


Angel melihat ke kanan dan ke kiri bergantian.


ILusi Angel sudah hilang. Ia kembali bimbang.


Apa benar ia tidak menyukai Hans Prasetyo?! tidak ada perasaan lebih, hanya perasaan kagum semata.


Angel kembali mengingat-ingat bagaimana sifat gentleman  Hans terhadapnya. Memejamkan matanya sambil menghembuskan nafas gusar .


“Sifat sombongnya itu, kenapa setiap pak Hans sombong selalu saja itu bukan omong kosong, beliau benar benar memiliki berbagai kelebihan. Sampai-sampai kesombongannya tidak bisa dipatahkan.” Menggerutu kasar. Namun pikiran tentang Hans terputus kala suara keras dengan susulan ketukan pintu terdengar begitu kasar.


“Angel, Buka pintunya! Ini kita...” Huff dia mengenalinya, Si Dina. Dengan jalan yang sudah mulai membaik Angel membuka pintu.


Saat membuka pintu Angel menampilkan wajah datarnya. Terlihatlah Vina dan Dina yang tersenyum lebar.


“Angel...” Dina langsung memeluk Angel.


“Lepasin! susah nafas ini!” Angel menepuk punggung Dina yang memeluknya.


“Eh maaf-maaf.”


Lian halnya dengan Dina, Mata Vina sekarang tertuju ke arah kaki Angel. Sontak saja balutan perban itu membuat dia terkejut.


“Angel ! Kaki kamu kenapa?” Lekas bertanya masih dengan eskpresi terkejut.


“Kaki? Astaga! Kenapa kaki Angel? Kenapa harus ditambal-tambal begitu.” Seloroh Dina. Angel menoyor kepala Dina pelan


“Tambal-tambal! ini bukannya ban motor atau ban mobil! Ini kaki din!” Sungut Angel.


Eh si Dina malah hanya meringis.


“Gak usah dengerin dia, Ngel. Sebaiknya kita masuk dulu.” Usul Vina. Dengan telaten Vina membantu Angel berjalan. Dina sudah terlebih dahulu, berjalan mendahului Angel dan Vina.


“Lah ini sebenarnya yang punya rumah siapa sih?” Angel menatap punggung Dina yang sudah nyelonong masuk ke rumah.


Setelah mengunci pintu Angel berjalan ke arah kamarnya,masih dengan dibantu Vina .

__ADS_1


Angel sudah duduk di atas ranjangnya, disusul dengan Vina, Dina? Jangan ditanya dia sudah seperti tuan rumah, menguasai seluruh ranjang.


“Ini gimana ceritanya bisa kayak gitu.” Tanya Vina serius sembari terus melihat ke bagian kaki Angel.


“Oh ini...Kemarin kesasar. Jadi dapatlah insiden kaki keseleo, luka-luka kecil juga karena jatoh.” Terang Angel jujur.


“Apa kesasar?!!” Pekik Dina nyaring.


“Markonah! suarakamu itu ya, bikin sakit telinga!” Vina bersungut marah. Meniup udara ke tangan lalu mengaplikasikannya ke telinga ,berharap udara tadi meredam keterkejutan gendang telinga miliknya.


Dina melototkan matanya kesal ke arah Vina.


“Jangan dibiasa in deh Vin ngubah nama aku! Dina, jangan markonah!” Tekan Dina yang ditanggapi acuh oleh Vina.


“Itu nggak penting sekarang! terserah aku lah mau menggila kamu markonah, atau teh siti.” Rasanya Dina mau mencekik saja sahabat satunya ini yang super super mengesalkan.


“ itu Gimana ceritanya bisa sampe kesasar Ngel?” Perhatian kembali tertuju ke arah Angel.


Angel menjawab santai .


“Kemarin itu ada acara bersih-bersih lingkungan nah, Aku ketinggalan dari rombongan ya jadinya kesasar deh.” Jelas Angel


“Kamu nggak ngikutin jejak kaki mereka gitu?” Tanya Vina.


“Nah itu dia, Nggaj kepikiran kesana, malah main cap cup cup.” Tertawa lebar.


Dina menepuk dahinya.


"Lah dodol dipelihara, Angeel...Angeel... "Dina berdecak.


"Lah enak dong dodol. "Sahut Angel sambil tertawa.


Angel terdiam ia, sedang memikirkan apakah ia harus memberitahu teman-temannya ini apa yang sedang mengganggu pikirannya.Sebenarnya ia ingin mendengar pendapat juga dari arah kedua temannya itu.


“Ehem.” Angel berdehem


"Aku mau cerita nih—,ini cerita tentang temenku.Temen cewek masa SMA dulu.” Suara Angel, membuat kedua sahabatnya itu menatap lekas menatap Angel.


“Cerita Aja.” Sahut Vina.


“Bossnya ngomong kaya gini ke dia 'Sukai aku mulai sekarang!' gitu kata bossnya.” Angel berhenti bicara menantikan reaksi kedua temannya.


“Tunggu-tunggu, ini si boss nyatain perasan atau gimana ini, kok ngomongnya kayak gitu?...Gak kayak yang di tv tv gitu,i love you gitu.” Dina merasa sedikit heran.


“iya gitu—,dia bilang gitu.” Sahut Angel.


"Gimana sih nggak ada romantis-romantisnya." Dina melipat tangannya di depan dada.


“Ck, kamu ya Din. jangan terlalu banyak koemnetar deh—, tunggu dulu Angel bicara, baru ngomong!” Vina kesal juga dengan Dina yang terus menyela.


“Iya...Iya...Lanjut deh.” Dengus Dina. Bibirnya tadi memang tidak tahan bekomentar.


“Nah secara nggak langsung kan, itu artinya si boss mau mereka memiliki sebuah ikatan perasaan kan?”


"Ho Oh"


“Nah temenku itu nanya gimana cara nolak yang paling lembut ,buat atasan kita? Kalo dia langsung nolak cara kasar dia takut kalo bakal ditendang langsung dari perusahaan.”


“Lah kenapa ditolak, bagus dong orang boss suka sama kita, berarti dapat jackpot itu.” Dina sudah tersenyum jika ia berada diposisi itu ia akan langsung menerimanya.


"Eit tapi bos nya ganteng nggak dulu?"tanya Dina.


"ck memang itu penting ?"Angel menautkan dahinya.


"Ya penting lah."Sungut Dina.


"Yaelah biasa aja kali din."Angel memikirkan Hans."Iya lumayan ganteng..."


"Wah wah wah ,udah nggak ada penawaran lain ...langsung terima, tirai 1 sama tirai 2 ditolak ngel ,udah dapet jackpot."


“Eh serius lah Din .” Berdecak kesal .


Vina serius mendengarkan Angel ,sambil sedikit menyunggingkan senyum.

__ADS_1


"Dan juga apaan itu? Maksud dapet  jekpot! coba mikir dari sudut pandang si cewek lah ,gimana kalo nanti dia juga bakalan dapat jackpot yang lain kaya jackpot  cacian orang -orang yang nggak suka kalo mereka bersama gimana hah"angel seperti tersulut emosi.


"Lah kenapa kamu jadi marah-marah gini sih"Dina memulai mencurigai Angel


"Apa ini bukan tentang temen ,tapi tentang Angel ya?!! My CEO nembak kamu iya?!! "


Dina meninggikan suaranya,ia merasa tebakannya benar.


Angel gelagapan


"Nggak!nggak bener ini cerita temen ,dia lagi minta saran makanya cerita ,lagian mana mungkin pak Hans suka sama Aku yang kayak gini. "Segera berkilah, tebakan Dina benar sekali.


Meneguk air ludahnya.


Dina menyipitkan matanya masih tidak percaya.


"Oo oke-oke,lanjut."


Vina masih memperhatikan raut wajah Angel.


Lega sedikit karena Dina tak lagi mencurigai.


"Yang paling penting dia nggak ada rasa cinta buat si bosnya,cuma ada rasa suka ,no no kata yang tepat lebih kepada kagum deh. "


"Kalo saran dari sisi Aku sih, jangan ditolak ,terima aja "Dina memberi saran.


"Apa yang akan terjadi gak ada yang tau gimana kalo seiring berjalannya waktu dia mulai jatuh cinta sama bosnya ,pekerjaannya selamat ,dia juga selamat kan......,wah Aku tadi ngeluarin kata-kata bijak nih,wah wah ngel, Kamu harus dengerin kata-kata ku, bilangin sama tu anak terima aja. "Dina memukul-mukul bantal di depannya,bangga karena ia baru saja mengatakan kata-kata bijak.


Angel terdiam akan lontaran kata yang dilabeli bijak oleh Dina .Ia segara mengenyahkan otaknya yang akan berkelana kesana kemari .


"Kau ini ! nggak bener sarannya,orang ditanya cara nolak malah saran terima! "Angel mengalihkan pandangannya ke arah Vina.


"Menurut kamu gimana Vin?"


"Aku mau nanya dulu, temen kamu itu bener-bener cuma suka nggak lebih ,lebih mirip ke arah kagum kaya Kata lo."tanya Vina serius


Dina ikut menatap Angel.


Angel diam sejenak,ia menyukai hans ,tidak kata yang tepat mungkin kagum seperti kata pemikirannya ,siapa yang tidak kagum dengan bosnya itu,diusia yang masih muda ia sudah menjadi CEO di perusahaannya.


Angel menggelengkan kepalanya ,supaya tidak berpikir lebih jauh


"iya cuma itu ,dan juga dia gak mau menjalin hubungan yang kaya pacar-pacaran gitu ,umurnya juga udah nggak muda lagi ,dia nggak bisa menghadapi itu"Angel menjawab.


"Ya di belakangin aja,nggak usah dihadapi." Aduh masuk akal juga sih. Memang si otak gesrek Dina


"Eh serius Napa."angel memukul Dina dengan bantal.


"Tolak aja!"Angel menatap vina


"Bener udah keputusan dia buat nolak ,jangan cuma karena takut pekerjaannya ilang jadi dia Nerima perasaan si boss."


"Menjalin hubungan dengan orang yang dunia nya berbeda itu sangat sulit. Iya kalo dia lulus ujian nanti,nah kalo malah dia akhirnya patah hati?...si boss cuma punya ketertarikan sebentar , terus minta putus akhirnya kan...dia juga yang bakal nyesel nantinya .Tetap pada keputusan pertama aja tolak itu" Imbuh Vina kembali .


Angel tertegun ,perkataan yang diucapkan Vina tidak ada yang salah ,namun kenapa ada rasa sedikit kecewa dihatinya,padahal ia juga berniat untuk menolak Hans .


"Nggak ada cara khusus."lanjut Vina


"Cara nya, ya cuma ngomong, ungkapin ,luapkan. Si cewek kan katanya nggak mau menjalin hubungan lebih jauh tuh,nah itu dia alasan utamanya,tinggal suruh dia buat ngerangkai kata." Ujar Vina dengan suara Sirius .


"Gitu ya"Angel manggut-manggut


"Hadeuh Angel angel lebih baik kamu bilangin saranku aja ,daripada saran si Vina." Sela Dina.


Angel hanya terdiam .


Vina sebenarnya sedikit curiga dengan Angel. Apakah benar jika yang diceritakan angel itu temannya .


Setelah mendapat jawaban dari Vina .


Angel terdiam,ia memutuskan untuk benar-benar menolak Hans .


Tapi sepertinya ia perlu penyegaran dulu .

__ADS_1


Vina masih melihat raut wajah angel,dengan melihat seperti ini saja Vina dapat membaca situasi bahwa Angel berbohong tentang temannya.


__ADS_2