Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 113- Menuju Impian


__ADS_3

Dua keluarga itu tampak terlihat sangat harmonis. Tidak ada tegang pertentangan mengenai hubungan anak-anak mereka. Sebagai orang tua mereka mendukung hubungan anak-anaknya.


Mama mendominasi pembicaraan berdiskusi dengan ibu mengenai bagusnya diadakannya pernikahan kedua anak mereka. Menanggapi mama yang begitu semangat ibu sampai kewalahan. Namun beliau juga merasa tenang, calon mertua putrinya terlihat sangat menyayangi Angel.


Kedua keluarga sekarang sudah selesai berberes. Kedua keluarga memutuskan untuk segera menggelar pernikahan kedua anak mereka. Dan untuk mewujudkan itu, akan ada banyak hal yang perlu di persiapkan.


Dari persiapan gaun pernikahan, tempat pernikahan, cincin pernikahan, undangan pernikahan dan lain sebagainya. Rumah pak kades yang selalu terbuka, sekarang tertutup rapat. Beliau dengan bangganya mengumumkan kepada setiap warga desa saat mereka lewat, bahwa putri satu-satunya akan segera menikah.


Ada yang mengucapkan selamat kepada pak kades, ada pula yang merasa kecewa karena ternyata si bunga desa sudah hendak menikah.


Semua warga sekarang tau bahwa helikopter yang dikira nyasar waktu itu ternyata milik laki-laki dengan perawakan tinggi ini. Yang baru saja mereka ketahui bahwa Hans adalah calon suami dari anak pak Yoto.


***


Waktu yang ditempuh saat menggunakan helikopter dengan kereta tenyata jauh berbeda. Setelah naik helikopter keluarga Angel diboyong kembali menuju kediaman Prasetyo. Papa menolak keras penolakan ayah yang menyatakan akan tinggal di rumah yang didiami sang putri dulu. Papa berpendapat bahwa menuju persiapan pernikahan akan sangat sibuk, dan jika dua keluarga berada pada satu tempat maka itu akan mempermudah berkomuniaksi. Dengan pikiran logis pun ayah menyetujui.


Ayah dan ibu mendapatkan satu kamar, mereka masuk ke dalam kamar tersebut pelayan rumah keluarga Prasetyo sungguh ramah dan membuat ayah dan ibu merasa nyaman.


“Kenapa kau juga ikut kesini?” Tanya Hans yang terdengar ketus pada Juna yang sedari tadi mengikuti. Satu pembantu membuka kamar.


“Loh memangnya kenapa kak? kan aku mau masuk kamar juga.” Sahut Juna santai.


Sontak saja ucapan Juna yang berarti akan satu kamar dengan Angel membuat mata Hans terbelalak.


“Apa! tidak -tidak. Masih ada banyak kamar disini. Tidak boleh satu kamar dengan Angelku.” Tegas Hans. Hah kenapa respon kakak iparnya begitu berlebihan pikir Juna. Padahal kan mereka bersaudara, tidak ada salahnya Juna dan Angel tinggal satu kamar.

__ADS_1


“Iya kenapa tidak boleh Hans.” Tanya Angel dengan polosnya. Dia lupa bahwa sikap posesif Hans sangat luar biasa tidak masuk logika. Bahkan ibunya sendiri dia cemburu apalagi yang namanya laki-laki.


“Apanya yang kenapa? Kau tidak sadar Juna itu juga laki-laki ! Kamar dirumah juga ada banyak. Pokonya tidak boleh satu kamar dengan juna.” Suara Hans nampak meninggi dan itu membuat bibi pembantu merasa terkejut. Baru pertama kali ia melihat tuan mudanya seperti ini.


Si bibi jadi mematung ditempat. Ia sungkan untuk menyela, karena tuan mudanya dengan berdialog dengan tamu.


“Tapi kan tadi mama kakak bilang aku sama kak Angel kamarnya di atas.” Juna mengingatkan ucapan mama Rina saat dibawah. Senyum tengil Juna sudah terukir jelas.


“Tidak boleh pokoknya! ” Tegas Hans kembali.


“Buaha haha haha, kakak ipar sungguh berpikir beelebihan. Aku hanya akan tidur dengan kakak, jadi jangan cemas. Dan mungkin memeluk kakak saat malam.” Mendengar kata memeluk semakin membuat mata Hans membeliak. Tanpa aba-aba dia langsung mendoromg Juna jauh, dengan cerocosan. Si tengil Juna malah tertawa lebar karena si kakak ipar menangkap godaan yang ia berikan.


“Tapi kan—, ” Juna mau menolak, namun pintu kamar sudah ditutup rapat beserta Koper dan Angel yang digeret masuk. Bibi yang melihat itu sampai membeliakan matanya. Juna tergelak lepas.


***


“Aku ingin melakukan ini. Jadi aku tidak akan membuka pintu sampai aku puas.” Menyusuri garis bibir Angel dengan senyum menawan. Detik selanjutnya dipagutnya kembali bibir Angel. Ciuman itu diakhiri dengan pemintaan Agar Angel yang mendominasi lalu si tuan muda baru mau keluar dari dalam kamar.


“Astaga! ”Hans begitu terkejut sesaat setelah menutup pintu kamar yang ditempati Angel. Si bungsu Hana sedang menghadang dengan belipat dada.


“Kenapa kamu?”


“Kakak yang ngapain baru aja dari kamar Kak Angel?! ” Tatapan Hana memincing curiga dengan spekulasi negatif. “ Awas aja berbuat yang gak senonoh ya sama kak Angel yang polos. Aku bilangin sama mama, papa kalo perlu orang tua kak Angel juga aku kasih tau!” Ancam Hana dengan bersungut-sungut.


Hans kemudian menghadiahkan sentilan di dahi hingga si adik mengaduh kesakitan.

__ADS_1


“Ngomong sembarangan! otak kamu yang gak senonoh.” Tukas Hans.


“Halah, di ruang tertutup dengan pintubteteutup berisi dua anak manusia yang berbeda jenis siapa yang gak bakalan mikir yang Enggak-enggak! Apalagi melihat sikap kakak yang suka banget nempel sama kak Angel. Patut dong Hana curiga.” Hana mencerocos lancar.


Hans semakin merasa resah takut ucapan jika ucapan si adik di dengar telinga-telinga lain.


“Aku curiga banget sama kakak—, Hmppppp”


Sesegera mungkin ia, membungkam Hana menarik adiknya ke dalam kamar.


Ia bernegosiasi supaya mulut Hana diam, takut jika percikan yang dihasilkan oleh mulut sang adik akan meyambar ayah mertua. Haha Hana senang bukan kepayang, padahal tadi dia hanya ingin menggoda kakaknya.


Situasi yang diduga Hans, sang adik sudah menunggu di depan kamar sedari tadi. Berkebalikan dengan fakta. Sebenarnya Hana pun terkejut dengan Hans yang keluar dari dalam kamar, dia hanya menduga bahwa itu kamar Angel sampai menggoda sang kakak.


Detik waktu mulai berputar, setiap penghuni rumah megah itu berselancar dengan pikiran masing-masing. Angel yang merasa bunga bermekaran disekitarnya. Mama yang bahagia karena sudah mau menjadi ibu mertua, dan Hans yang hampir menagis karena impiannya akan segera ia gapai.


Sebuah impian yang hanya bisa diwujudkan jika itu bersama Angel. Sebuah impian yang selalu membuat hati seorang Hans berdebar-debar. Semuanya akan segera terwujud...


Senin Senin vote ❤️❤️❤️


Maaf sore baru update.


Happy reading


~Tyatyut

__ADS_1


__ADS_2